[VoB2021] Mengapa Tujuh Terdiri dari Delapan?


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-273

Topik: Heavenly Order

Ahad, 21 Maret 2021 

Materi VoB Hari ke-273 Pagi | Mengapa Tujuh Terdiri dari Delapan?

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayHeavenlyOrderWeek39Part1

Part 1

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Pekan lalu kita membahas beberapa argumen terkait Heavenly Order yaitu sebuah konsep atau gagasan bahwa urutan surah dalam Al-Qur’an ditetapkan berdasarkan Kebijaksanaan Allah. 

Penjelasan tersebut mencakup argumen terakhir yang mengatakan bahwa para sahabat memiliki urutan surah yang berbeda-beda. Dari pendapat tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hal itu dikarenakan masing-masing sahabat punya proyek masing-masing. Mereka menuliskan apapun yang mereka dapatkan untuk diri mereka sendiri, mereka tidak mengakuinya sebagai urutan surah yang Allah inginkan.

Argumen berikutnya didasarkan pada pendapat Ibnu Asythah dari Abu Muhammad Ar-Ra’syi. ‘Utsman radhiyallahu ta’ala ‘anhu bertanggungjawab dalam proyek pengumpulan Al-Qur’an. Beliau mengumpulkan seluruh salinan dari para sahabat dan membuat cetakan resmi. ‘Utsman memerintahkan untuk menggabungkan surat Al-Anfal dan At-Taubah sebagai surah ketujuh. Al-Fatihah tidak dimasukkan dalam 7 surah yang panjang. Istilah yang digunakan untuk tujuh surah yang panjang ini adalah As-Sab’ Ath-Thiwal.

Apa saja yang termasuk dalam kategori ini? Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Nisaa’, Al-Ma’idah, Al-An’am, Al-A’raaf, dan Al-Anfal. Tetapi ‘Utsman mengusulkan untuk memasukkan At-Taubah sebagai surat ketujuh. Padahal jika surah At-Taubah digabungkan maka akan menjadi delapan surah. Hal ini dikarenakan surah At-Taubah tidak dibuka dengan bacaan bismillah, sehingga seakan-akan surah Al-Anfal dan surah At-Taubah adalah satu kesatuan. Bagaimana kita membedakan satu surah dengan yang lainnya? Tentu dengan bacaan bismillahirrahmaanirrahiim.

Imam Ahmad, Imam Tirmidzi, Imam An-Nasa’I,  Imam Ibnu Hibban termasuk di antara para ulama yang mendukung pendapat Ibnu Abbas terkait penggabungan Al-Anfal dan At-Taubah ini. 

Ibnu Abbas bertanya kepada ‘Utsman, “Mengapa engkau memasukkan surah dari kelompok mi’in (surah yang terdiri lebih dari 100 ayat) ke kelompok 7 surah yang panjang?”

‘Utsman berkata, “Beberapa bagian ayat datang kepada Rasulullah ﷺ, seperti sebagian At-Taubah, sebagian Al-Baqarah, dan sebagian Ali ‘Imran. Bukan satu surah semua langsung diturunkan langsung ke Rasulullah ﷺ.”

Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa akan ada beberapa proyek surah yang belum selesai turun semua ayatnya ke dalam hati Rasulullah ﷺ. 

Rasulullah ﷺ bersabda, “Telah diturunkan kepadaku suatu ayat. Taruhlah ia dalam surah yang membahas subyek ini. Taruhlah ia di antara ayat ini dan ayat ini.”

Jadi proses pengumpulan Al-Qur’an ini adalah proses editorial yang melelahkan yang dilakukan oleh seorang laki-laki yang tidak bisa menulis dan membaca. Bayangkan pada satu saat yang bersamaan ada 50 atau 60 surah yang belum selesai turun semua ayatnya. Kemudian satu ayat turun dan beliau tahu di mana ia ditempatkan. Sebelum ayat mana dan sesudah ayat yang mana. Ini tempatnya di sini dan itu tempatnya di situ. 

Subhanallah.

————————-

Bersambung insya Allah ba’da Zhuhur

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Heavenly Order – Lesson 01_Historical Arguments (26:35-31:27)


Materi VoB Hari ke-273 Siang | Madaniyah: Dua Surah Terakhir

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayHeavenlyOrderWeek39Part2

Part 2

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

Begitu luar biasa kemampuan Rasulullah ﷺ dalam proses editorial Al-Qur’an. Beliau tahu di mana meletakkan ayat yang baru turun di antara 50-60 surah yang belum selesai diturunkan semua ayat-ayatnya. Kemampuan mengingat beliau ﷺ ini sungguh di atas rata-rata. Allah lah yang meluaskan kemampuan beliau untuk mengingat Al-Qur’an. Begitu pun dengan hati beliau ﷺ yang Allah bukakan untuk Al-Qur’an.

⚔️🍲

‘Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata, “Surah Al-Anfal -yang kita baca sekarang- adalah salah satu surah yang diturunkan di periode awal Madinah.“

⚔️🍲

Surah Al-Anfal adalah surah yang membahas tentang Perang Badr. Konflik besar pertama umat Muslim di Madinah. Perang ini juga melibatkan pihak di dalam Madinah yang mundur ketika perang belum dimulai. Enam bulan lamanya umat muslim harus menghadapi berbagai masalah sebelum akhirnya perang terjadi. Jadi, surah kedelapan dari Al-Qur’an ini turun di periode 

awal Madinah.

⚔️🍲

Surah At-Taubah yang merupakan surah kesembilan dari Al-Qur’an, tergolong ke dalam surah yang turun di akhir periode Madinah. Isi surah ini meliputi Makkah yang sudah ditaklukan, pasukan Roma yang akan datang dan akan dihadapi umat Muslim. Selain itu, bagaimana umat Muslim menghadapi suku-suku Arab di sekitar Madinah dan Makkah yang masih memerangi Islam serta melakukan kejahatan terhadap Rasulullah ﷺ. 

⚔️🍲

Inilah surah yang membahas tentang bagaimana menyempurnakan perjuangan dan menghadapi pihak luar. Dilihat dari waktu turunnya ayat, maka 2 surah terakhir yang Allah turunkan adalah Al-Maidah dan At-Taubah.  Surah kelima dan kesembilan inilah yang menceritakan akhir kehidupan Rasulullah ﷺ. 

⚔️🍲

Ustaz Nouman mengatakan bahwa kalau ada kesempatan Ustaz akan membahas tentang kedua surah tersebut. Kedua surah ini membawa pesan yang cukup berbeda dengan surah lainnya dan mengapa perlu memahami keduanya. Kedua surah ini turun di periode yang hampir bersamaan dan pesan yang dibawa cukup berbeda. Yang satu membahas tentang perang dan hukuman, sedangkan lainnya membahas tentang bagaimana kerjasama dan makan bersama dengan orang lain. 

⚔️🍲

Tampaknya keduanya membawa pesan yang berbeda, tetapi keduanya turun di waktu yang berdekatan. Walaupun menarik untuk didiskusikan, Ustaz Nouman tidak akan membahasnya di seminar ini. 

————————-

Bersambung insya Allah ba’da Ashar

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Heavenly Order – Lesson 01_Historical Arguments (31:27-33:41)


Materi VoB Hari ke-273 Sore | Tidak Ada Basmalah: Bukan Bukti yang Relevan Menolak Urutan Surgawi

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayHeavenlyOrderWeek39Part3

Part 3

———————————

بسم الله الرحمن الرحيم

‘Utsman berkata, “Al-Anfal membahas tentang Perang Badr, At-Taubah juga membahas tentang perang. Oleh karena subyek yang dibahas serupa, aku menganggap mungkin keduanya adalah satu surah.”

“Dan Rasulullah ﷺ dibawa pergi oleh orang lain sebelum aku bisa bertanya lebih lanjut tentang ini.”

“Rasulullah ﷺ juga tidak pernah menyampaikan bahwa ini satu surah atau ini dua surah. Yang kami tahu hanyalah tidak ada bismillah di antara keduanya. Ketika tidak ada bismillah, aku pikir mungkin keduanya adalah satu surah.”

‘Utsman radhiyallahu ta ‘ala ‘anhu berkata, “Mungkin sepertinya memang begitu.”

‘Utsman sendiri tidak yakin bahwa keduanya adalah satu surah yang sama. Bahkan di antara para sahabat juga mereka sendiri kurang yakin tentang penggabungan keduanya, karena Rasulullah tidak mengiyakan atau menolaknya.

Menurut Ibnu Abbas, keduanya adalah surah yang berbeda, sedangkan menurut ‘Utsman karena tidak ada basmalah, keduanya adalah surah yang sama. Perbedaan pendapat seperti ini memang terjadi di antara para sahabat. 

‘Utsman _radhiyallahu ta ‘ala ‘anhu_ berkata, “Karena tidak ada basmalah, aku  menggabungkan keduanya dan tidak menaruh _bismillah_ di antara keduanya. Dan karena itu juga lah aku menggabungkannya ke dalam tujuh surah yang panjang.”

8️⃣➡️ ~Basmalah~ ➡️9️⃣

Inilah dasar yang digunakan oleh sebagian yang berpendapat bahwa tidak ada konsep Heavenly Order (Urutan Ilahi) dalam Al-Qur’an. Mereka menolak adanya urutan yang telah ditetapkan berdasarkan Kebijaksanaan Allah ﷻ.

Sebenarnya argumen ini tidak relevan. Tidak ada masalah urutan ayat dan surah disini. Al-Anfal dan At-Taubah tetaplah surah kedelapan dan kesembilan. Yang lainnya urutannya tetap sama.

Diskusi yang dibahas di sini hanyalah keduanya satu surah atau surah yang terpisah. Hanya itu. Diskusinya tidak membahas tentang konsep Heavenly Order (Urutan Surgawi) seluruh surah dan ayat dalam Al-Qur’an. 

Jika perkataan ‘Utsman terkait surah Al-Anfal dan At-Taubah ini dijadikan dasar menolak adanya Heavenly Order, pembahasannya terlalu spesifik kepada dua surah ini saja. Masalahnya adalah tidak adanya bismillah di antara keduanya dan hal itu tidak menyangkut dengan urutan surah maupun ayat lainnya yang ditentukan Allah ﷻ. 

————————-

Bersambung insya Allah pekan depan

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Heavenly Order – Lesson 01_Historical Arguments (33:41-35:35)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s