SSS Boyfriend and Girlfriend – Stop! It’s Wrong


🌿🌿 SSS NAK Indonesia 🌿🌿

Bismillahirrahmanirrahim.

In syaa Allah hari ini kita ada agenda rutin sharing pekanan.

Teknisnya:

1️⃣ Tonton video ini ⬇️

**Kurang dari 4 menit. Ada subtitlenya.

2️⃣ Catat poin-poin menarik, insight, share ke sosial media/blog/podcast.

3️⃣ Kirim tanggapan/pertanyaan terkait video di grup wa/telegram NAKIndonesia.

🗓 SSS-nya in syaa Allah dilaksanakan tiap Sabtu paralel di grup whatsapp dan telegram NAK Indonesia.

Yuk ramaikan ^^


[Transkrip]

Ia mengatakan “…dan jangan berbuat zina.” Mereka tidak punya pacar (laki-laki) dan pacar (perempuan). Mereka tidak memiliki hubungan rahasia

Mengapa ia menyebutkan itu? Karena untuk beberapa orang ini selalu disana. Dia adalah pria tampan, dia berjalan di sekeliling mall dan gadis gadis melihatnya dan tertawa geli

Dia berpikir dalam hari, oh, ini mudah. Kau tau tidak ada yang melihat, aku rasa akan baik saja

dan ia menghentikan dirinya! Dia masih menginginkan dirinya! ini sulit. Aku tau ini sulit! Tapi kau menghentikan dirimu

Gadis itu mengira, pria itu melihatku. Dia (lk) pasti berpikir aku sangat cantik. Dia (pr) mulai tersenyum dan kemudian menghentikan dirinya

Tidak, ini salah, aku tidak bisa melakukan ini. Ini tidak benar! Hanya karena orangtuaku tidak melihat. Hanya karena polisi tidak disini untuk menghentikanku, ini tidak berarti baik

“وَلاَ يَزْنُوْن …”

Mereka tidak melakukannya! Mereka tidak berperilaku seperti itu! Mereka adalah pemuda dari mana aku berasal, di US, mereka pergi ke kampus dan kuliah di musim panas itu buruk. Buruk!

Kau memiliki anak laki-laki usia 18, 19 tahun yang hormonnya mengamuk dalam dirinya, dan di ruang kuliah ada gadis-gadis yang hampir tidak berpakaian. Dan, gadis-gadis datang padanya “Hai, bisakah kau membantu PR ku?”

Dia sedang diuji oleh Allah! Dia sedang diuji. Kalian sedang diuji. Tidak hanya di Amerika

Kau akan diuji di mall. Kau akan diuji kembali dengan ini. Dan suatu waktu tidak akan mudah, khususnya bagi anak muda disini. Ini tidak akan mudah!

Mungkin kau punya teman-teman di handphonemu, orangtua tidak tahu tentang mereka

Kau memiliki rahasia. Kau punya profil lain di facebook. Kau baru saja meng-update-nya! Kau harus membatalkan semua pertemanan dengan gadis-gadis itu. Kau harus membatalkan pertemanan dengan mereka, apa kau dengar?

Jangan hubungi mereka lagi dan jangan mengirim pesan pada mereka, mereka akan mengatakan, apa yang terjadi? Kau tidak menyukaiku lagi? Jangan katakan, no no no bukan aku. Ini Islam!

Jangan lakukan itu! Jangan bercakap lagi! Tinggalkan itu! Jauhkan! Akhiri kisahnya! Jangan lagi!

gadis-gadis, jika kau membiarkannya, hentikan ! Kau harus menghentikan dirimu!

Ini bukan sesuatu yang orang tuamu akan datang dan mengecek! Ketika kau remaja kau memiliki hormon, kau mencapai usia pubertas dan kau tertarik dengan lawan jenis, itu berarti dalam Islam kau telah dewasa dan kau harus membuat keputusanmu sendiri!

Orang Tuamu tidak lagi bertanggung jawab untuk Islam-mu! Kau yang bertanggungjawab!

Jika kau 14, 15 atau bahkan 13 tahun dan kau meninggal, kemudian Allah (subhanahu wata’ala) pergilah pada-Nya! Kau diperlakukan sebagai orang dewasa dalam agamamu

Agama ini membuat kau dewasa lebih awal. Momen ketika kau merasa sedikit lucu tentang lawan jenis, kau telah dewasa!

Kau akan diuji oleh Allah seperti orang yang 50, 30 tahun, kau sama dengan mereka!

Tahan dirimu untuk standar yang lebih tinggi. Jangan pikirkan dirimu sendiri seperti anak kecil! Kau adalah orang dewasa!

Disclaimer: Subtitle Indonesianya dibuat oleh komunitas. Bukan dari Darul Arqam Studio.


👤 Mas Ario

Valentine’s Day sudah jadi momen untuk merusak pemuda islam.

Kalau kita lihat sebagai contoh sederhana. Di film-film, tema valentine pasti ada adegan jatuh cinta, putus cinta, pacaran, seks bebas…

Kalau punya tanggung jawab setidaknya momen valentine dijadikan momen untuk kampanye ajakan menikah, menjauhi zina… Tapi bukan itu yang terjadi.

Ada yang mau membahas sisi sejarah valentine? Sebagian mungkin sudah tahu, tidak ada salahnya membahas kembali sejarahnya.

👤 Mas Ario

The Deen Show: Valentine’s Day and Islam?

The Deen Show adalah acara talkshow tentang Islam yang dipandu oleh Eddie Redzovic, seorang mualaf yang dulunya seorang gangster kemudian menemukan cahaya Islam (Alhamdulillah). Episode ini membahas Valentine’s day dengan narasumbernya Sh. Abdullah Hakim Quick, seorang ustaz yang juga ahli sejarah dengan gelar Master dan Doktor dari History Departement University of Toronto, Canada.

Mengenai Valentine’s day, asal muasalnya pertama bisa kita lihat dari sebuah perayaan di bulan Februari yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno. Perayaan ini disebut Lupercalia, yang didasari (penghormatan) pada dewa mereka, yaitu Pan dan Juno. Waktu penyelenggaraannya di bulan Februari ini bertepatan dengan selesainya musim dingin dan masuk ke musim semi.

Anak-anak muda berkumpul, kemudian nama-nama gadis dikumpulkan ke dalam sebuah wadah. Para laki-laki kemudian mengambil nama tersebut, lalu berhubungan seksual dengan gadis yang didapatkan. Ini adalah perayaan seks secara terbuka. Inilah kenapa ada lambang hati, cupid (yang dalam bahasa Yunani disebut Eros, erotica/seksualitas). Itulah inti dari perayaan ini.

Kemudian yang terjadi adalah perayaan ini dikombinasikan dengan seseorang yang bernama Valentine. Dia adalah seorang yang melindungi anak-anak muda di Romawi pada abad ke-3. Karena saat itu pemerintah Romawi tidak ingin anak-anak muda menikah, karena mereka ingin laki-lakinya kuat dalam berperang. Valentine adalah seorang pendeta yang tidak setuju dengan hal tersebut. Dia dipenjara karena itu dan akan dieksekusi mati. Pada hari eksekusinya, dia menulis surat untuk anak muda yang akan menikah dengan menuliskan, “from your Valentine”.

Jadi dua hal tersebut digabungkan: mengambil konsep Lupercalia, dan mengambil nama pendeta Kristen supaya terlihat seperti hari yang suci. Tapi pada kenyataannya, itu adalah hari seks terbuka Lupercalia. Maka menjadi sangat berbahaya bagi Muslim untuk mengikuti hal ini, karena yang terjadi adalah pornografi, erotisme, di atas hal lainnya. Kelihatannya tidak salah karena Valentine berusaha melindungi anak muda, tetapi yang sesungguhnya terjadi adalah itu merupakan sebuah kesempatan di mana makin banyak orang berzina, pemerkosaan banyak terjadi, dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Konsep “erotica” yang diusung Valentine’s day sekarang marak di mana-mana. Contoh di film, mau itu film tentang perang, tentang melawan kejahatan, melawan monster di bawah laut, tentang olahraga, tetap aja ada cerita tokohnya jatuh cinta. Bukan hanya itu, tapi media itu seringkali mengajarkan kemana cinta itu dibawa (pergaulan bebas, seks bebas).

Jadi, meskipun misalnya ada anak laki-laki yang mengirim pesan ke anak perempuan isinya, “you’re cute”. Terlihat tidak berbahaya, tapi tetap saja sebenarnya berbahaya karena media dan orang-orang sekitar kita bisa mengarahkan ke hal-hal yang lebih dari itu. Itulah kenapa Allah melarang kita untuk mendekati zina. Berbeda dengan larangan membunuh yang larangannya bukan “jangan mendekati membunuh”, tapi “jangan membunuh” karena pembunuhan memang sesuatu yang tidak lazim, sesuatu yang jahat bagi manusia. Berbeda dengan seks yang memang nalurinya manusia.

Di tengah gempuran “erotica” atau paparan seksualitas yang tinggi saat ini, kita harus menjaga diri, menjaga kemaluan. Dengan demikian kita juga menjaga keluarga, dan menjaga masyarakat. Karena jika tidak, yang terjadi adalah hilangnya rasa malu, berkurangnya penghargaan terhadap keluarga, dan dampaknya berbahaya untuk masyarakat.

-HS-

👤 Mas Ario

Dari sejarahnya kita bisa tahu kalau Valentine berupaya melakukan kampanye menikah, tetapi justru sekarang yang terjadi sebaliknya.

Hari Valentine dijadikan momen untuk seks bebas.

👤 Mba Ajeng Hartanti

Maa syaa Alloh baru tau yg ini kalo sebenarnya Valentine itu punya niat yang baik namun disalahgunakan.. jazakumullah atas ilmunya

👤 Mba Kei

Masalah klasik yah


Kenal permasalahan ini mulai dari jaman SMP SMA, alhamdulillah,walau sangat gencar media promoting valentine, gencar juga media Islam mengcounter.

👤 Mas Ario

Iya mbak. Alhamdulillah media islam mengcounternya.

👤 Mba Kei

Jaman dulu belom ada podcast, wkwkwk. Adanya majalah Islam remaja. Itupun minjem. 😅

👤 Mas Ario

Dulu majalah islam remaja apa, mbak?

Dulu saya belum hijrah jadi tahunya majalah Hai, Kawanku, Anita, Gadis – majalah-majalah umum.

👤 Mba Kei

Anida, mas.

Saya juga mana ngerti hijrah, tapi karena temen suka ngaji, belinya majalah yg model gini, dikit2 baca. Ternyata memang prakteknya temen itu sangat berpengaruh yah.

👤 Mas Ario

Iya betul, mbak. Pergaulan dengan teman-teman saleh bisa memberi pengaruh positif.

👤 Mas M. Hidayatul Anam

👍🏻👍🏻👍🏻
Realita sekarang pornografi sangat mudah diakses.

Tidak sedikit teman muslim di sekitar, terutama yang belum menikah, terpapar pornografi bahkan sampai kondisi akut.

Kalau saya menganalogikan penikmat pornografi sudah berada di teras rumahnya “zina”.

Pernah melihat seminarnya non muslim, kondisi ini ternyata juga menjangkiti anak2 dan pemuda mereka. Dan, pembicara menegaskan bahwa itu sangat berbahaya.

Salah satu yang disarankan pembicara untuk terapi menghilangkan kecanduan pornografi adalah dengan menahan minum saat pulang rumah sedangkan cuaca diluar panas. Katanya, melatih otot keinginan 😁

Kalau Valentine’s day identik dengan pornografi, seharusnya non muslim juga membencinya karena berbahaya 👍🏻

👤 Mas M. Hidayatul Anam

Seperti yang dijelaskan ustaz, sangat besar sekali efek bahaya yang ditimbulkan.

👤 Mba Kei

Secara nggak langsung nyuruh puasa yah 😁

👤 Mas M. Hidayatul Anam

Kalau anggota grup ini ada yg tahu lembaga yang berfokus mengenai masalah pornografi boleh diinfokan 🙏🏻

👤 Mba Iva Ghazia

Kak Sinyo Egie (Lembaga Peduli Sahabat).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s