[VoB2021] Saat Dirimu Menyambut Cahaya


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-268

Topik: Pearls from Al-Baqarah

Selasa, 16 Maret 2021

Materi VoB Hari ke-268 Pagi | Saat Dirimu Menyambut Cahaya

✨✨✨

Saat Dirimu Menyambut Cahaya

Oleh: Ayu S Larasaty

#TuesdayAlBaqarahWeek39Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pagi ini kita melanjutkan pembahasan pekan lalu yakni QS. Al Baqarah : 12-16.

Ustaz Nouman menjelaskan bahwa ketika seseorang menjadi muallaf kemudian menjalani kehidupannya sebagai seorang muslim hidupnya pasti berubah. Perubahan tersebut juga terjadi kepada teman-teman yang muslim, namun selama ini menjadi muslim yang “tertidur” hingga suatu saat Allah ketuk hati Anda dan Anda memutuskan untuk belajar Islam lebih baik. 

Atau yang sering kita sebut sebagai hijrah. 😉✨

✨✨JENG JEEEENG✨✨

Kawan, jika Anda menyambut cahaya ini, dapat dipastikan bahwa hidup Anda akan berubah.

Bukankah saat mendapatkan cahaya, kita jadi lebih mudah melihat kotoran, bebatuan, duri, lubang, lumpur yang secara tidak sadar menghalangi, melukai dan mengotori diri?

Perubahan itu diawali dengan kemampuan kita untuk melihat kotoran, lubang, duri, lumpur, bebatuan tajam, atau hal lainnya yang membahayakan kita di sepanjang jalan tujuan.

Sehingga Anda tidak lagi dapat menikmati pesta di klub bersama teman, padahal mungkin saja Anda dulu menjadikannya sebagai pelarian kekosongan hati.

Sehingga Anda tidak lagi dapat bersenang-senang atas sumber penghasilan yang mungkin saja Anda ketahui merupakan sumber dari yang tidak halal.

Sehingga Anda tidak lagi nyaman dengan ajakan teman-teman untuk menghabiskan waktu dengan bergosip, menghina, mengumbar aib orang-orang yang dimusuhi dalam sirkel Anda.

Sehingga Anda tidak lagi betah untuk duduk bersama teman-teman yang menenggak alkohol, padahal mungkin dulu Anda ikut menikmati bersama mereka.

Namun, semua tidak berhenti di situ.

Ketika Anda melakukan pembatasan, Anda tidak lagi melakukan ghibah, Anda tidak lagi nongkrong di klub malam, Anda tidak lagi mengonsumsi minuman beralkohol. Teman-teman Anda malah menilai ada yang salah terjadi pada Anda.

“Kenapa sih kamu? Selaw aja lah”

“Sok iye banget sekarang…”

“Padahal dulu kamu paling kuat minum ini”

Teman-teman Anda seketika akan menilai Anda melakukan hal yang sia-sia dan tidak penting. 🙂

“Beragama itu santai aja, jangan terlalu ekstrim yang penting sholat, terus nanti puasa. Allah Maha Mengampuni, kok.”

“Berislam tuh biasa aja…”

“Yang penting berjilbab, kaos kaki gapapa gak dipakai…”

Atau kalimat sejenisnya sempat diutarakan kepada Anda.

Jangan bersedih, Kawan. 😉✨

Selain Allah selalu bersama dengan Anda, Allah juga mengingatkan kita di QS. Al Baqarah : 12.

“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”

Btw, apa sih maksud Allah dengan kerusakan ini?

Kita bahas nanti insyaaAllah ba’da dzuhur yah, Kawan.

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 06. Al-Baqarah (Ayah 12 -16) (16.15 – 19.15)


Materi VoB Hari ke-268 Siang | Perusak Menurut Allah

Perusak Menurut Allah

Oleh: Ayu S Larasaty

#TuesdayAlBaqarahWeek39Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ketika Allah mengatakan, “Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”

Apa sih maksudnya merusak? Seperti apa orang-orang yang merusak menurut Allah? Begini loh maksud Allah, semuanya akan membuat Anda tercengang.

1. Selalu Mengikuti Hawa Nafsu

Semua kalimat jahat di kepala diutarakan, semua hasrat langsung dipenuhi, mau melakukan apapun tidak berpikir tentang konsekuensi, lakukan saja!

Kawan, manusia bebas bukanlah manusia yang bebas melakukan apapun yang dia inginkan. Kebebasan semacam ini hanya menunjukkan bahwa seseorang dikendalikan oleh hawa nafsunya. Kebebasan sejati adalah ketika seseorang mampu mengendalikan dan tidak dikontrol oleh hawa nafsunya.

2. Menolak untuk Berpikir

Ketika berhasil mendaki gunung, melihat senja, menikmati rintik-rintik hujan dengan segelas hangat kopi yang dikatakan adalah “Terima kasih semesta…”

Padahal semesta pun tak berdaya atas keberadaannya, semesta diciptakan oleh Sang Maha Pencipta.

Tidak mau membahas hal yang bersifat ghaib atau metafisis, karena yang nyata adalah apa yang dapat ia lihat, dengar, sentuh atau yang dapat mereka indera saja.

3. Qalbu/Jiwa yang Lemah untuk Merefleksikan Diri

Dari pagi ke dini hari kemudian tidur hingga terbangun lagi hanya dihabiskan untuk menikmati hobi, menonton drakor atau televisi, scrolling twitter dan instagram si doi, keliling dari restoran hingga kedai kopi, nongkrong dengan teman sampai ketawa ketiwi, bergosip hingga tak sadar hari sudah pagi lagi.

Mereka melakukan rutinitas yang sama setiap hari, tanpa mau merefleksi untuk apa tujuannya hidup di dunia ini?

Terlalu menikmati kesemuan yang tak pernah sunyi namun sangat mematikan hati.

4. Lemah dalam Tujuan Hidup

Kawan, berapa kali setidaknya dalam sehari kita bertanya kepada diri, untuk apa Allah menciptakan diri ini? Untuk apa saya diciptakan sebagai perempuan atau lelaki? Untuk apa saya diciptakan di negeri ini? Untuk apa saya terlahir dari rahim seorang ibu yang bahkan tak mampu saya pilih?

Kebanyakan manusia menolak untuk berpikir, mereka hanya menjawab “Gak tau yha…”, “Aku gak yakin sih aku mau ngapain dalam hidup ini”. Tidak ada yang jelas dalam hidupnya.

5. Tidak Berusaha Memahami

Ada manusia yang level mager-nya sangat tinggi hingga dia tidak mau berusaha memahami apapun selain urusan dunia. Sholat tak pernah ia nikmati dan hanya sebatas gerakan bangun dan duduk saja. Bacaan sholat tidak membekas karena yang dipikirkan adalah aktivitas setelah sholat.

Dia tidak ingin mengetahui lebih lanjut tentang apa yang harus dia persiapkan di akhirat, mereka tidak memahami bahwa dunia bagaikan jembatan dan manusia yang cerdas tidak akan tinggal di jembatan. Mereka tahu jalan pulang.

6. Sangat Cepat Melakukan Dosa

7. Tidak Memiliki Respect Pada Diri Sendiri

8. Sepenuhnya Dikuasai Oleh Setan

9. Terpenjara Pada Ketidaktaatan Kepada Allah

10. Secara Konstan Melakukan Dosa

11. Tidak Bersyukur

12. Tidak Peduli Akan Apa yang Terjadi di Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan

Ketika seseorang sudah dikuasai oleh hawa nafsunya, Kawan. Dia akan terus menerus melakukan hal yang dimurkai oleh Allah. Mereka tidak akan memedulikan hal lain selain bagaimana cara mereka memenuhi hawa nafsunya. Dia akan terjebak di sana hingga mungkin saja hingga akhir hayatnya. Manusia perusak menurut Allah, bukan hanya sekadar merusak orang-orang di sekelilingnya, melainkan juga dirinya dan masa depannya di dunia juga di akhirat.

Wallahu ‘alam bi shawwab

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 06. Al-Baqarah (Ayah 12 -16) (19.16 – 22.50)


Materi VoB Hari ke-268 Sore | Ruwaibidhah

❌❌❌❌❌❌

Ruwaibidhah

Oleh: Ayu S Larasaty

#TuesdayAlBaqarahWeek39Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kali ini Ustaz menjelaskan tentang bagaimana orang-orang ini merusak orang di sekitarnya. Beliau menyampaikan sebuah hadits riwayat Imam Ahmad.

“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penipuan, di dalamnya orang yang berdusta dipercaya sedang orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat diberi amanah, sedang orang yang amanah dikhianati, dan di dalamnya juga terdapat al-ruwaibidhah.” 

Ditanya, “Apa itu al-ruwaibidhah wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda “Yaitu orang bodoh yang berbicara (memberi fatwa) dalam urusan manusia”.

Waw… Salah satu hal yang paling menakjubkan dari mempelajari hadits di masa kini adalah kita mampu memverifikasi suatu kejadian yang bersifat “ramalan” di masa depan oleh Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wassalam. Kita mengimani sekaligus merasakan bahwa apa yang beliau sampaikan atas izin Allah ini merupakan kebenaran dan terjadi saat ini.

Tidak usah menarik lebih jauh pada hal-hal yang berkaitan dengan agama. Terkait pandemi saja, kita sempat mengalami kebingungan “Siapakah yang harus kita ikuti pendapatnya?” di saat banyak yang membicarakan bahwa pandemi ini adalah kebohongan dan dibuat-buat. 

Well, terlepas dari benar atau tidaknya, siapakah yang dijadikan patokan kebenaran? Sayangnya masyarakat kita lebih mendengar pada orang-orang yang terkenal seperti selebgram dan influencer dalam menyampaikan informasi padahal mereka tidak otoritatif dalam hal itu.

Terlebih dalam persoalan agama, kini tak sedikit bahkan yang menyatakan dirinya ulama namun materi yang dibawakan adalah perihal yang menjauhkan umat dari agama. Tak sedikit pula influencer dan selebgram berbicara tentang agama dan bagaimana cara mereka memandang agama, seolah hal itu adalah kebenaran.

Sayangnya masih banyak yang tidak mampu membedakan.

Semoga Allah mampukan kita untuk melihat kebenaran.

Wallahu ‘alam bi shawwab

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 06. Al-Baqarah (Ayah 12 -16) (22.51 – 29.45)


Penutup

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s