[VoB2021] Yang Terganggu dengan Berita Besar


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-253

Topik: Pearl from Juz ‘Amma

Senin, 1 Maret 2021

Materi VoB Hari ke-253 Pagi | Yang Terganggu dengan Berita Besar

Oleh: Rendy Noor Chandra

#MondayAnNabaWeek37Part1

Part 1

بسم الله الرحمن الرحمن

Pekan lalu kita membahas tentang perjalanan hidup manusia yang dibagi menjadi beberapa tahap. Tahapan ini di antaranya kita berasal dari mana, kita akan ke mana, dan apa tujuan hidup kita. Al-Qur’an menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar filosofis seperti ini.

Hal ini bukanlah perkara kecil. Pertanyaan terkait asal dan tujuan kita adalah pertanyaan yang ada di dalam benak seluruh agama, komunitas maupun filosofis di seluruh dunia. Pertanyaan  mendasar itu adalah apa sebenarnya makna kehidupan ini?

Apa yang akan terjadi setelah kita mati? Apakah hidup ini hanya sekali dan di dunia ini saja?

Untuk kalangan tertentu, ada yang berpendapat kita akan menyatu dengan alam. Yang lain berpendapat kita akan hidup lagi sebagai kecoak, atau kucing, atau anjing. Sementara yang lainnya menganggap kita tidak akan kembali ke dunia. Ada juga yang meyakini bahwa kita hidup abadi, kita akan menyatu dengan Tuhan. Ada banyak sekali pendapat.

Jadi, ketika ayat pertama dari surah An-Naba menyatakan, 

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

-QS. An-Naba:1

Seakan-akan,  Allah rangkum seluruh pendapat tadi dalam 1 ayat ini. Konsep apa yang Allah jelaskan dalam ayat ini?

Sebenarnya akan datang suatu hari, di mana seluruh perbuatan yang kita lakukan selama di dunia akan ditampilkan kepada kita.  Bukan hanya kita yang akan dibangkitkan dari dalam kubur, tapi juga amal kita.

Semua hal yang kita lakukan terekam dan akan ditanya.

Apa maknanya?

Di antara konsep-konsep tentang kehidupan setelah kematian yang ada di seluruh dunia, konsep ini adalah yang paling menyulitkan.

Diantara teori-teori tentang apa yang terjadi setelah kematian, yang paling mengerikan tentu kita akan diinterogasi dan tidak ada perbuatan kita yang tidak terekam atau tidak terawasi. 

Sangat sulit untuk mencerna dan menerima konsep ini.  

Dan kita akan menemukan di dalam surah An-Naba, akan ada orang-orang yang tidak mau taat pada peraturan. Mereka melakukan apapun yang mereka mau. Kalau bahasa jaman now.

“Biarin gue hidup semau gue.”

“Aku tidak mau mendengarkan siapapun.”

“Tinggalkan aku sendiri.”

“Aku hanya mau hidup bebas.”

Orang-orang seperti inilah yang paling terganggu dengan adanya konsep hari berbangkit.

Ketika Allah memulai surah ini dengan menyatakan,

 عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

Tentang berita yang besar, 

-QS. An-Naba:1-2

Apakah mereka benar-benar mempertanyakan tentang kejadian besar yang akan terjadi ini?

Dalam bahasa Indonesia, Naba bisa berarti kabar atau berita. Di dalam Al-Qur’an ada dua macam kata yang Allah gunakan untuk berita, khabr dan naba. Khabr itu untuk perkara kecil. Khabr atau dalam bahasa Indonesia berarti kabar. Contoh kabar misalnya sebagai berikut,

“Maaf Pak, saya sedang tersesat, bisakah Anda memberi tahu saya arah jalan menuju kota ini?”

Atau dalam kisah Nabi Musa Alayhissalam,

۞ فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى الْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ 

Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung ia berkata kepada keluarganya: “Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan”. 

Itu contoh penggunaan kabar menggunakan khabr.

Sementara itu, misalnya ketika ada sekelompok tentara yang datang, atau suatu gempa akan terjadi,  atau suatu banjir akan menyapu kota, itu semua termasuk dalam berita yang besar. 

Kesimpulannya, penggunaan kata An-Naba sendiri sebenarnya sudah menunjukkan bahwa itu berita besar, ditambah lagi Allah menambahkan kata Al-‘Azhim. Maknanya jadi semakin besar.

Bersambung insya Allah ba’da Zhuhur.

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 01. An Naba (Ayat 1 -13) – A Concise Commentary (15:18-18:04) 


Materi VoB Hari ke-253 Siang | Undeniable Reality

Oleh: Rendy Noor Chandra

#MondayAnNabaWeek37Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحمن

Hal lain terkait naba adalah ia membutuhkan aksi. Khabr bisa menyangkut apa saja, seperti kucing punya empat kaki. Apa yang harus saya lakukan? Tidak ada, kita hanya cukup tahu. 

Tetapi ketika kita mengatakan naba, itu menyangkut perkara yang haris ditindaklanjuti. 

Misalnya seluruh kota perlu diungsikan, akan ada tsunami datang dan penduduk kota Houston perlu dievakuasi. Atau penduduk Jakarta perlu diungsikan akibat banjir.

Ketika kita tahu tentang berita seperti itu, kita tentu tidak akan beranggapan,

“Wah, menarik. Saya mau main ke pantai.”

Tidak, kita harus mencari jalan lari dari bencana tersebut. Kita harus melakukan sesuatu ketika mendengar naba.

Dengan menggunakan kata Naba, Allah memanggil orang-orang yang menertawakan kejadian yang seharusnya mereka perhatikan dengan serius. 

Kemudian Al-‘Azhim dalam ayat tersebut tidak hanya bermakna agung/besar, tetapi ada dimensi lainnya.

‘Izhom dalam bahasa Arab sebenarnya bermakna ikatan. Atau sesuatu yang tidak bisa dipatahkan. Sesuatu yang kokoh dan tetap utuh.

Artinya, Allah menggambarkan suatu kejadian yang tidak hanya agung, tetapi juga sudah ditetapkan. Kita tidak mampu mengubahnya. Opini kita tidak akan mampu mengubah realitas yang akan datang. 

Analoginya, jika sebuah badai datang, kita tidak akan berkata,

“Aku tidak suka badai. Aku tidak mau badai datang.”

Kata-kata yang seperti ini tidak akan mengubah apapun. Apapun yang terjadi badainya tetap akan datang. 

Kita bisa menangis, kita bisa protes, tapi kita tidak akan bisa mengubah realitas. Realitas itu sudah ditetapkan.

Penggunaan kata An-Naba ini juga mengundang gagasan tentang setelah kehidupan (di dunia) atau bahasa Inggrisnya afterlife. Kebangkitan yang Allah bahas ini adalah sesuatu yang nyata. Bukan hanya pemikiran filosofis. 

Bentuk lain dari afterlife adalah setelah mati kita berubah menjadi hantu yang bisa menembus dinding seperti Casper. Bukan hal yang nyata. 

Mereka beranggapan tidak ada surga yang nyata. Surga hanyalah keadaan pikiran. 

Tapi kan kenyataannya tidak begitu. Surga itu bukan cuma ada di pikiran, tapi ada bentuk fisiknya.

Kita akan bisa melihat, mendengar, mencium bau, dan meraba bendanya. 

Semua gagasan ini terangkum dalam ayat, 

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

Tentang berita yang besar, 

-QS. An-Naba:2

Bersambung insya Allah ba’da Ashar

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 01. An Naba (Ayat 1 -13) – A Concise Commentary (18:04-20:47)


Materi VoB Hari ke-253 Sore | Al Quran Menantang Orang Kafir

Oleh: Rendy Noor Chandra

#MondayAnNabaWeek37Part3

Part 3

بسم الله الرحمن الرحمن

Kita akan melanjutkan pembahasan ke ayat berikutnya,

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

yang mereka perselisihkan tentang ini.

-QS. An-Naba:3

Ayat ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya. Mukhtalifuuna merupakan isim yang menunjukkan bahwa ini bukan perselisihan baru. 

Mereka sudah memperselisihkan ini sejak lama. Mereka sudah berbeda pendapat dari beberapa generasi sebelum mereka. Mereka belum berhasil menyelesaikan isu apa yang terjadi setelah kematian ini.

Tapi, mengapa membahas tentang isu setelah mati ini di zaman itu? Mereka tahu bahwa mereka punya pendapat masing-masing sejak dulu. Allah membahas perkara ini karena mereka bersikap kasar dan buruk kepada Rasulullah ﷺ. 

Mereka tidak menganggap serius peringatan Rasulullah ﷺ.

Ustaz Nouman memberikan analogi ada 2 alasan mengapa seorang murid bertanya. Pertama, karena mereka tidak tahu. Dan yang kedua, mereka ingin terlihat cerdas. Ketika ia ingin terlihat cerdas, ia akan bertanya. 

“Saya punya pertanyaan. Menurut saya, guru yang lain lebih cerdas dari Anda. Bagaimana menurut Anda?”

Anak yang seperti ini perlu diberi disiplin, Kalau di Pakistan, murid seperti itu mungkin bisa masuk penjara, canda Ustaz Nouman. Tapi, di zaman sekarang kita tidak bisa memberi hukuman secara fisik kepada murid, bukan? 

Walaupun mungkin di zaman dulu, kita pernah punya pengalaman diberi hukuman fisik. Begitu pun Ustaz Nouman sewaktu di Pakistan juga pernah punya pengalaman yang sama. 

Poinnya adalah, ketika Allah mengetahui bahwa orang-orang tersebut menanyakan pertanyaan yang tidak pantas, Allah pun tersinggung.

“Oh, sekarang kalian bertanya seperti itu, kalian sungguh ingin tahu? “

“Selama ini kalian punya banyak pendapat tentang seperti apa setelah kematian. Kalian tidak pernah terganggu dengan itu. Tetapi sekarang, kenapa kalian jadi begitu angkuh dengan konsep pertanggungjawaban dan kebangkitan ruh dan fisik di Yaumil Akhir?” 

“Bukannya kalian mengatakan biarlah kalian percaya dengan keyakinan kalian, aku percaya dengan keyakinanku. Dan sekarang? Ketika konsep ini datang, kalian semua tersinggung. Kalian semua ingin menyela Rasulullah ﷺ.”

Kenapa mereka seperti itu?

Karena gagasan yang satu ini tidak membiarkan kalian boleh percaya dengan apa yang kalian mau. Kami akan percaya dengan apa yang kami mau.

Al-Qur’an datang dan menantang semua gagasan yang ada.

Al-Qur’an tidak hanya menganggap santai ketika ada yang tidak percaya atau memberikan selamat kepada orang yang seperti itu.

Tetapi , Al-Qur’an justru bertanya “Mengapa kalian tidak percaya?”

“Bawalah bukti kalian.”

Al-Qur’an menyatakan ini secara verbal.  Biasanya akan ada argumen terhadap pernyataan ini. Seperti apa?

Bersambung insya Allah pekan depan

Sumber: 

Bayyinah TV  – Quran – Deeper Look – 01. An Naba (Ayat 1 -13) – A Concise Commentary (20:47-23:02)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s