[Transkrip Indonesia] Islam adalah Kehormatan Kita – Nouman Ali Khan


(اَلْحَمْدُ لِلّٰه)
(اَلْحَمْدُ لِلّٰه خَالِقِ الْوُجُودِ مِنَ الْعَدَمِ)
(وَ جَاعِلِ النُّورِ مِنَ الظُّلَمِ)
(وَ مُخْرِجِ الصَّبْرِ مِنَ الْأَلَمِ)
(وَ مُلْقِيْ التَّوْبَةِ عَلَى النَّدَمِ)
(فَنَشْكُرُهُ عَلَى الْمَصَائِبِ كَمَا نَشْكُرُهُ عَلَى النِّعَمِ)

(وَنُصَلِّي عَلَى رَسُولِهِ الْأَكْرَمِ)
(ذِيْ الشَّرَفِ الْأَشَمِّ وَ النُّورِ الْأتَمِّ)
(وَالكِتَابِ الْمُحْكَمِ)
(وَكَمَالِ النَّبِيِّنَ وَالْخَاتَمِ سَيِّدِ وَلَدِ آدَمِ)
(الَّذِيْ بَشَّرَ بِهِ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمِ)
(وَدَعَا لِبِعْثَتِهِ إِبْرَاهِيْمُ عَلَيهِ السَّلَامُ)
(حِينَ كَانَ يَرْفَعُ قَوَاعِدَ بَيْتِ اللهِ الْمُحَرَّمِ)

(فَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)
(وَعَلَى أَتْبَاعِهِ خَيْرِ الْأُمَمِ)
(الَّذِيْنَ بَارَكَ اللهُ بِهِمْ كَافَّةَ النَّاسِ)
(العَرَبَ مِنْهُمْ وَ الْعَجَمِ)

(والْحَمْدُ لِلّٰه الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِي الْمُلْكِ)
(وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِن الذُّلِّ وَكَـبِّـرْهُ تَكْبِـيْـرًا)

(وَالحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا)

(وَالْـحَمْدَ لِلّٰهِ الَّذِي نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ)
(وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ)

(وَ نَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا)
(وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا)
(مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ،)
(وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ)

(وَنَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ)
(وَ نَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه)
(أَرْسَلَهُ اللهُ تَعَالَى بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ)
(لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ)
(وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا)

(فَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْـلِيْمًا كَثِيْرًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ:)
( فإن أصدق الحديث كتاب الله)
(وَخَيرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ)
(وَ إِنَّ شَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ)
(وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ)

(قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ)
(بَعْدَ أَنْ أَقُوْلَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ)

(أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا “فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚوَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ ۚ
كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚفَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚكَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ)
(QS. Ar-Ra’d:17)

(رَبّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي)
(وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُ قَوْلِي)

(اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْنَا عِنْدَ الْمَوتِ بِلَا إِلٰهَ إِلَّا الله)
(اَللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ)
(وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)
(آمين يَا رَبَّ العَالَمِينَ)

Khutbah hari ini sangat sulit mengingat keadaannya, banyak dari Anda mengikuti berita yang datang dari Prancis. Ini sebuah skenario dan keadaan yang bukan pertama kalinya dialami Muslim. Ini sesuatu yang terus terjadi.

Bagi Anda yang sudah cukup umur dan dewasa dalam 30, 40, 50 tahun terakhir sudah melihat permainan ini berulang kali. Kita dapati diri kita pada skenario yang sama lagi, yang seseorang mencoba apa yang menurut mereka menghina Nabi kita (ﷺ).

Ada pula pihak-pihak yang mencoba melakukan hal-hal seperti melecehkan Qur’an, membakar Qur’an, menghinanya dengan cara tertentu, berbicara buruk tentang Nabi (ﷺ), melalui karikatur, kata-kata, publikasi, atau apa pun itu.

Ini sebuah fenomena nyata yang terus berulang. Sebuah hal musiman yang terjadi berkali-kali. Dan kita merasa sangat frustrasi. Sudah jelas bahwa tidak ada Muslim, tidak ada orang beriman yang tidak mencintai Nabinya (ﷺ). Ini bagian dari iman kita.

Iman Hanya Indah Ketika Anda Mencintai Rasulullah (ﷺ)

(QS 49: 7) وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ

“Bahwa Allah menjadikan kita cinta kepada keimanan dan Dia menjadikan keimanan itu indah di dalam hati kita.”

Pernyataan dalam Surat Al-Hujuraat itu seperti yang pernah saya katakan. Itu berasal dari ayat yang memberitahu bahwa dia utusan Allah dari antara kita. Artinya bahwa iman hanya indah ketika Anda mencintai Rasulullah (ﷺ). Sudah jelas, siapa pun Anda, Muslim yang sedang mendengarkan sekarang.

Jika seseorang, contohnya, Anda sedang berjalan dan seseorang mempermalukan ibu, adik, istri, anak perempuan Anda. Anda tidak akan lewat begitu saja. Anda tidak akan tidak tersinggung. Anda tidak akan hanya berkata, “Oh, keluargaku bersabar, tidak apa-apa.”

Anda tidak akan lakukan itu. Ini bukan sesuatu… Jika Anda lakukan itu, berarti ada yang salah dengan Anda. Karena salah satu bagian dari memiliki kehormatan adalah melindungi orang yang Anda hormati. Bukan hanya umat Muslim yang memegang nilai ini tapi juga para penganut agama lain.

Bisa saja… Seorang pria dan kekasihnya di sebuah bar dan beberapa pria memandangnya dengan cara yang tidak pantas. Dia berkata, “Apa yang Anda lihat?”

Atau, “Anda melecehkan istri atau pacar saya!”

Mereka akan mulai berkelahi. Ini kerap kali terjadi. Ketika Anda melindungi seseorang. Ketika Anda menghormati seseorang. Ketika Anda saling memiliki dengan seseorang, maka Anda tidak terima seseorang mempermalukan mereka.

Jadi mari kita singkirkan gagasan Muslim tidak seharusnya tersinggung, ketika terjadi hal-hal seperti itu. Mari kita kesampingkan itu dulu. Kita kesampingkan dulu. Dan tahukah Anda? Bukan hanya itu saja, ya ‘kan?

Karena apabila saya berkata kita tersinggung, apakah itu berarti saya membenarkan tindakan keji setan membunuh seseorang karena mereka menghina Rasulullah (ﷺ)? Tidak… dan tidak ada Muslim yang seperti itu. Tidak ada Muslim bila mereka memahami kitab Allah akan melakukan itu.

Saya tantang Anda, jika mengaku paham kitab Allah dan berpendapat membunuh itu boleh-boleh saja karena itu artinya Anda tidak paham kitab Allah. Saya bahkan tidak yakin Anda beriman pada Al-Qur’an jika menurut Anda itu bukan masalah.

Jika menurut Anda tak mengapa membunuh orang tidak bersalah atau membunuh seseorang… karena ide-ide mereka. Meskipun Anda tidak sependapat dengan mereka, tidak masalah bagi Anda untuk menyakiti mereka.

Islam adalah Pertarungan Ide

Islam adalah pertarungan ide. Tidak dibutuhkan tangan seseorang untuk menang. Rasulullah (ﷺ) diberikan Al-Qur’an dan orang Quraisy tidak tahu harus bagaimana. Mereka tidak tahu bagaimana menanggapinya. Akhirnya mereka melakukan kekerasan untuk membungkam Qur’an. Namun Allah tidak perlu memerintahkan Rasulullah (ﷺ) untuk melawan kaum Quraisy di Makkah karena Qur’an sangat kuat. Pertama-tama:

Mereka tidak bisa menolaknya, Qur’an tetap ada.

Mereka mencoba mengolok-oloknya, Qur’an tetap ada.

Mereka mencoba menyebutnya puisi, Qur’an tetap ada.

Mereka menyebutnya sihir, Qur’an tetap ada.

Mereka menyebut Nabi pembohong, Qur’an tetap ada.

Mereka berpikir, “Kita harus menghajar para pengikutnya!”

Qur’an tetap ada.

“Anda tahu apa? Kita harus membunuhnya.”

“Qur’an ini tidak mau menghilang.”

Dan Allah sepanjang waktu itu, selama itu, satu-satunya yang diberikan kepada Rasul-Nya (ﷺ) adalah wahyu Allah yang terus memperkuat mereka yang beriman dan terus mengusik yang tidak beriman. Qur’an terus mengganggu orang-orang Quraisy.

Firman Allah memberikan tanggapan yang lebih kuat daripada kekerasan apa pun yang mereka lakukan. Ini adalah sirah Nabi kita (ﷺ). Ketika masa dakwah damai berakhir, ketika akhirnya Allah menurunkan wahyu yang memerintahkan Nabi (ﷺ) untuk pergi.

Bagi Allah… ketika Dia mewahyukan Nabi (ﷺ), untuk berperang karena itu perintah yang menyuruhnya untuk melakukannya. Itu masa yang sangat berbeda. Tapi mari mulai dari yang paling dasar karena Anda tahu… Saya berharap Muslim dan non-Muslim mendengarkan apa yang saya katakan sekarang.

Jadi mari kita singkirkan beberapa hal. Saya di sini bukan untuk menyatakan yang sudah jelas, meskipun… dan saya… Setelah saya menyatakan yang sudah jelas, saya akan jelaskan mengapa itu salah. Bagi seperlima dari populasi dunia diharapkan untuk mengatakan, “Kami mengutuk pembunuhan manusia yang tidak bersalah.”

“Kami mengutuk pembunuhan seorang guru.”

“Kami mengutuk pembunuhan di dalam gereja.”

Sampai kita.. dan sampai saya akhirnya mengutuk itu, sepertinya saya ikut bersalah. Seolah-olah saya mempunyai agenda tersembunyi, ya ‘kan? Karena sekarang saya mewakili orang paling neurotik psikotik yang mengusung nama “Muslim”, atau mengatakan kalimat yang akan diucapkan seorang Muslim, dan karena itu perilaku mereka sesuatu yang perlu saya jauhi.

Sebab ada kesamaan antara mereka dan saya. Mereka menggunakan kata Allah yang saya gunakan. Jadi saya sudah setengah bersalah. Jadi saya harus membuktikan dulu tidak bersalah.

Pembunuhan orang yang tidak bersalah itu menjijikkan. Saya percaya Qur’an ketika diturunkan, Allah (عَزَّ وّ جَلَّ) memerintahkan kepada Nabi-Nya (ﷺ) untuk berbicara mewakili bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup oleh orang Arab pagan, yang lahir di keluarga pagan, yang tidak ada hubungannya dengan agama ini.

“Al-Qur’an menyuruh saya untuk berbicara tentang anak yatim yang teraniaya, anak yatim piatu pagan, dan yang menganiayanya juga pagan.”

Qur’an turun, dan tidak mengatakan, “Mereka Muslim, oleh karena itu Anda harus membela mereka.”

Kita mendukung Qur’an. Tidak ada manusia yang tidak berharga. Muslim atau bukan. Itulah pandangan Muslim. Jadi marilah kita… Niat saya mengingatkan kaum Muslimin tentang hal ini. Saya ingin mengingatkan kaum Muslim pada hal ini. Bahwa setiap kehidupan, membunuh satu nyawa.

(5:32) فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعٗا

Adalah firman Allah. Dan firman Allah lebih tinggi dari perasaan Anda. Tidak peduli apa pendapat Anda tentang non-Muslim. Tidak peduli apa yang Anda pikirkan tentang mereka. Itu yang pertama. Mari… mari kita perjelas tentang itu. Tapi jangan juga bersikap kekanak-kanakan.

Saya minta maaf, hal yang saya sampaikan hari ini mungkin akan menyinggung sebagian orang. Tapi sebenarnya saya tidak terlalu menyesal. Ini hal yang sudah berkecamuk dalam diri saya sejak lama.

Saya berharap, dan saya tahu… Saya juga akan memberikan beberapa sanggahan dan berdoa Allah memberi saya kejernihan pikiran. Saya akan memberikan beberapa sanggahan. Saya tidak mengklaim memiliki jawaban untuk masalah ini. Saya tidak mengklaim ini. Saya memiliki beberapa pengamatan dan itu pengamatan yang sangat menyakitkan.

Nabi Kita (ﷺ) Tidak Bisa Dihina

Pertama dan terutama, ketika hal seperti ini terjadi, ketika ada upaya untuk menghina Nabi kita (ﷺ), yang tentu saja tidak bisa dihina. Anda dapat mengoceh sesuka Anda.

(9:32) يُرِيدُونَ أَن يُطۡفِ‍ُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَيَأۡبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ

“Mereka bisa… Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka. Allah akan menyempurnakan cahaya-Nya.”

Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Anda bisa berkata, “Saya benci matahari.”

Tetapi matahari masih akan bersinar jauh di atas kepala Anda. Anda bisa meludahinya. Tetapi ludah itu akan jatuh ke wajah Anda sendiri.

Ketika orang mendatangi Rasulullah (ﷺ), mengutuknya, membuat puisi untuk melawannya. Mengganti Muhammad (مُحَمَّدٌ), yang terpuji. Dengan (مُذَمَّمٌ), yang terkutuk. Nabi akan menjawab, “Mereka pasti membicarakan orang lain, karena nama saya Muhammad (مُحَمَّدٌ).”

Anda dapat menggambar sesuka hati Anda. Tetapi Anda tidak tahu bagaimana rupa Nabi. Tapi tahukah Anda arti gambar itu sebenarnya? Itu cerminan dari pandangan mereka terhadap Muslim. Itulah arti gambar tersebut. Tapi lebih jauh dari itu… Mari kita bicarakan tanggapan kita sebagai Muslim.

Tanggapan kita, “Boikot produk Prancis!”

Atau, “Mari kita memprotes kejadian ini!”

“Mari kita protes!”

Bukankah kita pernah melakukan ini sebelumnya? Jika Anda ingin memboikot, lakukanlah. Jika Anda ingin memprotes, lakukanlah. Tapi, apakah itu saja? Itu saja?

“Saya tidak akan membeli parfum Chanel lagi?”

“Saya telah melakukan kewajiban saya.”

“Saya tidak perlu melakukan apa pun lagi.”

Atau, “Saya memasang emoji wajah marah di media sosial.”

“Saya selesai! Saya telah melakukan bagian saya.”

Atau apa lagi yang ingin Anda katakan? Dan apa… Apa pilihan ketiga? Kita harus menangani masalah ini sendiri. Kita harus merespons. Kita harus menyatakan betapa marahnya kita. Saya akan jelaskan Anda mengenai itu dari sisi lain.

Mereka Tahu Bagaimana Cara Kerja Kita

Anda tahu? Negara-negara di seluruh dunia sangat mengenal kita. Mereka tidak… mereka tidak bodoh. Pemerintah, lembaga pendidikan. Mereka tidak bodoh. Mereka tahu bagaimana cara kerja kita. Saya pernah melihatnya dari dalam. Saya telah melihat penelitian pada komunitas Muslim yang sangat komprehensif, tentang perbedaan keadaan psikologis dari berbagai macam Muslim.

Seperti apa yang tradisional? Seperti apa pemikiran Muslim tradisional? Seperti apa pemikiran Muslim progresif? Apa pemikiran akademisi proaktif… pemikiran aktivis Muslim? Mereka mengelompokkan kita. Mereka mempelajari kita seperti tikus percobaan. Mereka meneliti kita. Mereka memahami kita.

Tahukah Anda mengapa mereka bisa memahami kita? Karena mereka tahu persis apa yang akan menjadi reaksi kita, dan bagaimana cara memainkan permainan ini. Ini sudah dilakukan berulang kali. Tidak hanya sekali. Ini sudah dilakukan puluhan kali.

Apakah di dalam komunitas Muslim ada orang yang bisa dikatakan psikotik? Punya kecenderungan membunuh, setan yang memakai label Islam, yang memakai label Muslim? Iya ada.

Dan apakah mereka mencari pembenaran agar dapat memprovokasi untuk melakukan sesuatu yang sudah bergejolak di dalam diri mereka? Mereka hanya butuh pembenaran. Iya. Ya begitulah.

Dan begitu mereka melakukan tindakan itu, tindakan setan menjijikkan seperti membunuh seseorang, tindakan setan menjijikkan dengan memenggal kepala seseorang. Begitu mereka melakukannya.

Itu membuka kesempatan bagi sekelompok orang lain karena mereka tahu kita tidak… Muslim tidak mau memenggal kepala orang. Mereka sudah tahu itu. Mereka telah melakukan penelitian. Percayalah pada saya. Mereka tahu. Mereka telah mempelajari komunitas kita. Mereka tahu. Tapi apa yang mereka juga tahu… Bahwa Islam… Islam tidak kehilangan ajaran aslinya dengan cepat.

Orang-orang ini tetap makan daging halal. Wanita-wanita ini tetap memakai jilbab. Orang-orang ini masih.. mereka masih berpakaian sopan. Mereka masih pergi ke masjid. Gereja-gereja kosong, tidak apa-apa. Tapi masjid-masjid ini masih penuh. Anda tahu… Dan ini… Ini tidak baik untuk kita.

Yang baik adalah.. Yang baik itu bila kita menjajah mereka, kemudian memaksakan keinginan kita, memaksa sistem pendidikan kita, dan menanamkan pemikiran bahwa bahasa Arab tidaklah penting. Salat, Qur’an tidaklah penting. Belajarlah bahasa Prancis, Inggris, Jerman sehingga Anda bisa sukses.

“Tetapi bila kita membawa pulang orang-orang kampungan ini ke negara kita, mereka perlu beradaptasi dengan zaman dan menyesuaikan diri.”

“Jika masih memegang teguh agama, mereka pasti masih ekstrim dalam hal tertentu.”

“Jadi, pertama-tama, pastikan kita jelekkan mereka dengan menyebutnya ekstremis.”

Ya ‘kan?

“Kita berikan pembenaran pada yang terjahat, atau yang gila di antara mereka.”

“Mari kita cari beberapa kasus, yang akan membenarkan cara kita menangani mereka.”

“Kalian semua gila sampai kami mengatakan sebaliknya.”

Ya ‘kan?

Ada banyak negara di dunia saat ini yang beranggapan jika Anda salat lima kali sehari maka Anda seorang ekstremis. Banyak negara yang Anda akan ditanyai.

“Apakah Anda, orang tua Anda salat di rumah?”

“Mereka salat?”

Ada negara-negara di dunia yang jika Anda berpakaian dengan cara tertentu, Anda akan diawasi. Itu kenyataan. Ada banyak negara di dunia yang Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan tertentu. Tidak mungkin Anda masuk lembaga tertentu, tempat tertentu karena Anda Islam, karena Anda memperlihatkan keislaman Anda. Anda harus menyembunyikannya. Anda harus takut. Anda harus melepaskannya.

Dan gagasan ini… gagasan menghina seseorang atas nama kebebasan berpendapat. Kemunafikannya begitu jelas. Sungguh sangat jelas. Sekarang ini ada gerakan politik melawan rasisme. Bila seseorang di negara ini mengatakan sesuatu yang rasis, akan ada protes publik.

“Anda tidak boleh mengatakan itu.”

“Anda tidak boleh mengajarkan itu di sekolah.”

“Anda akan dipecat.”

Mengapa? Karena itu menyinggung kelompok tertentu. Anda membuat mereka merasa rendah diri. Dan itu benar sekali. Tapi sekarang… kalau untuk muslim boleh-boleh saja, ya ‘kan? Anda bisa menyinggung mereka semau Anda. Karena mereka… mungkin ekstremis.

“Mereka perlu belajar untuk… untuk mengikuti cara kita seperti yang lain.”

Apa Seharusnya Tanggapan Kita Selain Dengan Kemarahan?

Kita selalu berada pada posisi seperti ini. Tapi apa seharusnya tanggapan kita selain dengan kemarahan? Selain protes? Berapa lama Anda akan berdiri di luar dengan papan protes? Apa…

Kita seperlima dari populasi dunia. Kita memiliki kitab suci paling berpengaruh di tangan kita dan kita baca dengan sepenuh hati. Tetapi kita tidak menemukan solusi yang lebih baik? Kita tidak bisa menemukan sesuatu yang lebih cerdas? Lalu apa yang kita lakukan? Kita berharap pemerintah Muslim bertindak, ya ‘kan?

Negara Muslim harus memboikot semua perdagangan dengan negara-negara ini sampai mereka meminta maaf. Kita harus… memutus… jalur perdagangan dan wilayah udara dengan mereka. Dan kita harus memberikan sanksi kepada mereka. Semoga beruntung dengan itu.

Anda dapat meminta sesuka Anda. Tetapi bukan begitu cara dunia nyata ini bekerja, mari bersikap dewasa dan menyadari itu. Alih-alih mendikte pemerintahan Muslim apa yang harus dilakukan. Mari kita sadari realita apa adanya.

Jadi… apa yang harus kita lakukan? Apa yang seharusnya kita lakukan? Anda tahu, apa yang harus kita lakukan? Kita harus melakukan sesuatu yang paling membuat senang Allah dan yang paling dibenci Kuffar kaum pembenci Islam. Hal yang paling Allah cintai. dan hal yang paling dibenci kaum Kuffar.

Ada potongan ayat tentang itu di Surat Al-Fath. Allah menggambarkan Nabi (ﷺ) sebagai seorang petani. Dia berfirman,

(48:29) يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَ

“Petani terkesan dengan hasil panennya dan selagi tanaman itu tumbuh dan berkembang, tanaman itu membuat marah kaum Kuffar.”

Itu membuat marah orang-orang kafir. Mengapa tanaman ini bisa tumbuh dan matang? Bagaimana bisa? Tanaman matang apa yang ditanam Nabi (ﷺ)? Pelajarilah ayat itu dengan cermat dan Anda akan menemukan, itulah cara Nabi membimbing para sahabat (رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِينَ).

Al-Qur’an mengalir melalui pembuluh darah mereka. Mereka mengerti sudut pandang ini dan memahami dengan penuh keyakinan. Inilah saatnya Anda dan saya menunjukkan betapa Islam bagian yang tidak terpisahkan dari identitas kita. Juga tidak dapat dipisahkan dari identitas generasi mendatang kita.

Jika Anda seseorang yang jarang salat, seharusnya berkata, “Karena kalian sangat membenci keislaman saya, sekarang saya justru akan salat lima waktu.”

Anda ingin memakai hijab, tapi masih ragu.

“Karena kalian sangat membenci Islam, dan ingin saya melepas jilbab, sekarang saya akan lebih sering memakainya.”

“Sekarang saya akan memakainya.”

Saya masih ragu menumbuhkan jenggot.

“Baiklah. Sekarang saya akan menumbuhkannya.”

“Karena saya akan menyinggung Anda dengan hal yang membuat Allah senang.”

“Hal yang mendekatkan saya dengan Nabi. Saya akan menyinggung perasaan Anda dengan itu.”

“Anda suka menyinggung perasaan Nabi?”

“Saya suka menyinggung Anda bila Anda membenci Nabi.”

“Saya akan menyinggung Anda dengan mempelajari kitab ini.”

“Saya akan menyinggung Anda dengan mengubah cara saya berpikir tentang mencerdaskan diri.”

“Bagaimana saya berpikir tentang mendidik anak-anak saya.”

“Saya akan berubah…”

“Setidaknya dalam keluarga saya.”

“Saya akan mengubah arah akan jadi Muslim seperti apa 10 tahun ke depan.”

“Betapa terpelajarnya kami.”

“Betapa kuatnya iman kami.”

“Saya akan melakukan itu untuk keluarga saya, untuk komunitas saya.”

Semua tindakan ini, tindakan provokasi ini, apa tujuan sesungguhnya? Tujuannya untuk mengatakan, “Orang-orang ini tidak pantas berada dalam masyarakat kita.”

“Jadi mari kita tunjukkan betapa gilanya mereka, agar kita dapat menemukan semacam jalur hukum atau tekanan sosial untuk mengusir mereka, atau setidaknya membuat mereka cukup takut, sehingga mereka terlihat lebih Prancis daripada Muslim.”

“Mereka menjadi lebih mirip kita daripada seperti mereka sendiri.”

“Begitu kita bisa mencapai itu, maka kita akan baik-baik saja. Karena jika Anda terlihat dan bertindak seperti kami, pada dasarnya Anda menerima perbudakan budaya.”

Ya ‘kan?

“Karena pemikiran Anda radikal, sedangkan pemikiran kami… adalah kemajuan untuk umat manusia.”

“Jadi jika sependapat dengan kami, artinya Anda bergabung dengan kami dalam peradaban. Karena itu kalian orang-orang terbelakang perlu mengikuti program ini, ya ‘kan?”

Kenapa Ini Bukan Waktunya Kita Berdemonstrasi?

Nah, tahukah Anda? Kenapa… kenapa ini bukan waktunya kita berdemonstrasi? Tetapi kita tunjukkan bahwa manusia yang paling cerdas, yang paling beradab, yang paling seimbang, yang paling dewasa adalah orang-orang yang membawa keyakinan ini. Bahwa kita adalah yang paling stabil. Tidak peduli masyarakat mana yang kita tuju, kita adalah aset terbesarnya. Karena cara kita membawa diri. Kita tidak perlu membuktikan diri kepada siapa pun. Kita tidak perlu…

Ceramah tidak akan mempan. Siaran pers tidak akan mempan. Artikel tidak akan mempan. Video tidak akan mempan. Lalu apa yang akan mempan? Cara Anda membawa diri. Cara Anda menjalankan bisnis. Cara Anda memulai institusi.

Saya berpendapat bahwa Muslim perlu tahu, ayat… ayat yang saya bacakan kepada Anda dari Surat Ar Ra’d adalah sebuah cetak biru. Qur’an “menyerang”. Ia “menyerang”. Mengapa Qur’an “menyerang”? Karena Qur’an masuk ke dalam hati.

Jika Qur’an hanya tergeletak di rak, ia tidak akan “menyerang” siapa pun. Rasulullah (ﷺ) tidak “menyerang” siapa pun karena beliau tokoh sejarah. Beliau sudah wafat. Kapan… kapan ini… Mengapa hal-hal ini “menyerang”? Nah, ada alasan yang benar mengapa semua itu “menyerang”. Dan ada alasan jahat mengapa itu “menyerang”. Mari kita jujur ​​tentang itu juga.

Alasan yang benar hal-hal ini “menyerang” karena Muslim tidak mencerminkannya dengan baik. Mereka terlibat korupsi, kejahatan, kegilaan. Mereka terlibat segala macam hal yang anti-Islam, atas nama Islam.

Ketika non-Muslim melihatnya, mereka pun berkata, “Inikah agama mereka?”

“Inikah keinginan mereka?”

“Mereka adalah penyakit bagi masyarakat kita.”

Dan tahukah Anda? Ketika Muslim berperilaku jelek, mereka memang bertingkah seperti penyakit di masyarakat. Itu juga fakta. Tapi ada alasan lain. Ada banyak Muslim yang bukan penyakit di masyarakat. Ada sebagian besar Muslim yang merupakan aset bagi masyarakat mana pun. Mereka sumber kebaikan dalam masyarakat mana pun. Mereka kebenaran keadilan dalam masyarakat mana pun. Sumber keadilan dalam masyarakat mana pun.

Para Muslim itu sekarang harus lebih kuat dari sebelumnya. Mereka harus lebih tangguh dari sebelumnya. Ini mengingatkan saya kepada Hamzah (رضي الله عنه) yang bahkan saat itu bukan Muslim. Tapi ketika dia tahu Nabinya… keponakannya dihina.

Dia mengatakan, “Oh ya?”

“Baiklah, sekarang saya Muslim.”

Saya agak berpikir, “Sekarang… lalu kenapa!?”

“Lalu kenapa?”

Saatnya untuk menanggapi dengan “lalu kenapa” dari seluruh komunitas Muslim, dari Muslim di seluruh dunia.

Rencana Permainan

Terakhir yang ingin saya sampaikan. Ada banyak yang ingin saya sampaikan, tapi… Misalnya yang ingin paling saya sampaikan… Rencana permainan.

Rencana permainan mereka untuk menguasai dunia. Islam hanyalah salah satu bagian dari rencana mereka. Mereka sebenarnya tidak mengincar Islam. Mereka hanya… Mereka hanya tidak ingin ada yang menghalangi… Itu…

Tahukah Anda, budaya konsumtif yang sedang berkembang pesat kini, yang Anda semua hanyalah… Keberadaan Anda hanyalah untuk membeli produk, menjadi konsumen yang materialistis. Anda hanyalah sebuah angka. Hanya itu diri Anda. Anda tidak berarti apa-apa.

Sudut pandang yang kita miliki. Cara kita memandang masyarakat, diri kita. Cara kita memandang kebenaran. Itu menghadirkan masalah bagi mereka, karena kita tidak materialistis. Kita tidak murahan. Kita pemikir independen. Kita kritis. Kita analitis. Kita memikirkan keadilan dan ketidakadilan. Itu menghadirkan masalah bagi mereka.

Tahukah Anda? Jika hal itu merupakan masalah. Itu masalah mereka yang terlibat dalam ketidakadilan. Saatnya kita menunjukkan semua orang di sekitar kita, Islam yang sebenarnya. Apakah Anda kira dengan memiliki mesin propaganda, maka mereka dapat memajang kartun di kantor pemerintah lalu orang-orang akan mendapatkan gambaran salah tentang siapa Nabi Muhammad (ﷺ)? Tidak.

Dunia mendapat gambaran yang salah tentang siapa Rasulullah. Dunia mendapat gambaran yang salah tentang tentang apa itu Qur’an karena umat Islam tidak mewakilinya dengan benar.

Satu dari lima orang di planet ini seorang Muslim. Kita memiliki banyak juru bicara di planet ini untuk menyampaikan apa sebenarnya Qur’an itu? Apa sebenarnya Islam itu? Tidak ada media yang memiliki pengikut seperti itu. Tidak satu pun yang memiliki angka sebanyak itu. Tetapi kita mempunyainya. Sudah waktunya kita bertindak dan tunjukkan Islam yang sesungguhnya. Kita berpegang pada Islam. Kita bicara untuk Islam.

Saya berbicara tentang Qur’an. Saya berbicara tentang Rasulullah (ﷺ) dengan siapa saja, dengan siapa pun saya berbisnis. Anda tahu, baru-baru ini saya mempekerjakan seseorang di kampus kami. Seorang pria non-Muslim. Saya tidak mendakwahinya. Tapi tahukah Anda? Setiap ada kesempatan, misalnya dia, “Hei, saya lupa mengirimi Anda tagihan, sedangkan pembayarannya jatuh tempo minggu lalu.”

Saya segera membalasnya, “Nabi kami mengajarkan sebelum keringat mengering, Anda harus membayar pekerja Anda. ”

“Kami akan segera mengurusnya.”

Dan dia membalas, “Oh, seandainya orang lain juga mengikuti ajaran ini.”

Ya ‘kan? Inilah yang harus kita lakukan sekarang. Kita harus memperkenalkan Nabi (ﷺ) dalam cara kita berbisnis. Anda harus memperkenalkan Nabi (ﷺ) di Qur’an dengan cara kita membawa diri dalam masyarakat. Kita adalah duta besarnya sekarang.

Berhentilah berpikir pemerintah akan turun tangan. Berhentilah berpikir milyuner itu akan membantu. Berhentilah berpikir media itu akan membantu. Andalah medianya. Sayalah medianya. Kita harus melakukan apa yang tidak mengalihkan kita dari omong kosong ini.

Mereka ini… serangan terhadap Nabi (ﷺ) ini. Serangan terhadap Qur’an ini tidak akan pernah bisa menyingkirkan Qur’an. Mereka tidak akan pernah bisa mengurangi kemuliaan Nabi (ﷺ). Tidak pernah bisa! Yang dapat mereka pengaruhi adalah mengurangi kepekaan kita seiring waktu karena kita akan mulai berpikir, “Apa yang bisa kita lakukan?”

“Apa yang bisa kita perbuat?”

Bukankah begitu? Semua yang kita lakukan tidak ada yang berubah karena kita kembali ke situasi yang sama. Ketika seseorang melakukan sesuatu dan selalu berakhir dalam situasi yang sama.

Mereka akan berkata, “Apa gunanya?”

Ya ‘kan? Apa kesuksesan terbesar mereka? Membuat kita putus asa. Tetapi jika Anda sedang menanam benih, dan orang-orang mengganggu, namun Anda tetap menanam benih. Mereka berkata, “Apa yang Anda lakukan?”

“Ini bahkan belum menjadi pohon!”

Dan Anda tidak… Anda tidak terganggu olehnya. Anda tetap menyirami tanah karena orang-orang ini ingin tetap tempat ini gurun pasir.

Respon yang Qur’ani

Saat pohon itu tumbuh, pohonnya akan tetap di sana, dan buahnya terus bermunculan, lalu… Mungkin reaksi kita pelan. Tapi itu respons yang terukur, respon yang Qur’ani. Ayat Surat Ra’d yang saya bacakan, – saya akan mengakhiri khutbah ini dengannya – adalah فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا

Luar biasa… Anda tahu bagaimana Allah menjelaskan kedatangan Qur’an di Makkah? Allah berfirman Dia mengirimkan air dari langit dan lembah pun banjir. Lembah banjir. Tahukah Anda gambaran apa itu?

Qur’an datang dari langit dan Makkah banjir. Orang-orang yang membenci… yang membenci Islam sekarang tahu Qur’an. Mereka tidak mampu mengenyahkan Qur’an dari pikirannya.

وَٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُ

Itu kata-kata dalam Qur’an yang sangat sering diulang, sampai menjadi tren di Makkah. Kaum musyrik sampai merasa, “Bagaimana ini bisa terjadi?”

“Mengapa ini terjadi?”

“Bagaimana kita menghentikannya?”

Anda mengira Rasul (ﷺ) “menyerang”? Manusia terbaik yang pernah ada, (رحمة للعالمين) rahmatul lil ‘aalamiin. Orang yang mereka percayai, yang صادق (jujur) dan أمين (amanah)? Mereka sangat membenci Nabi, ya ‘kan?

Anda tahu apa artinya? Tidak ada yang salah dengan Anda. Anda bisa saja menjadi orang yang paling ramah, yang paling baik, yang paling peduli dengan mereka. Lebih dari siapa pun. Tapi begitu Anda berpegang pada kitab ini, Anda menjadi musuh nomor satu.

Apa yang kita lakukan tidak disukai, bertentangan dengan masyarakat, dianggap tidak beradab, ancaman. Ancaman atau bukan, bukan itu intinya. Ketika ada… sekelompok orang ingin berbuat jahat dan memanipulasi kerusakan dalam masyarakat, maka mereka hanya butuh pembenaran agar dapat melabeli orang lain. Akhirnya Anda jadi sibuk melepaskan label Anda dan saya juga sibuk melepaskan label saya.

“Tidak, tidak, tidak!”

“Kami bukan orang-orang gila itu.”

“Tidak, Islam tidak mengatakan itu.”

“Tidak, Islam tidak pernah mengatakan itu selama satu setengah milenium.”

“Ini coba baca.”

“Tidak ada ulama yang mengatakan itu.”

Tidak ada peradaban… Muslim telah menjadi bagian dari peradaban Eropa, Afrika, Asia. Di seluruh benua. Ulama Islam bukanlah ulama Arab. Namun merupakan ulama internasional, multi peradaban yang telah berkembang bersama masyarakat Yahudi, Kristen, Hindu, dan Buddha selama berabad-abad. Ada sejarahnya.

Dan bagi kita untuk berpikir… entah kita harus… Apakah kita harus membela diri serta meminta maaf karena menjadi Muslim, atau kita harus… (memukul meja) membenarkan kegilaan ini. Seolah-olah Allah tidak memberi kita jawaban.

Kita Perlu Berhenti Bersikap Reaktif

Kita perlu berhenti bersikap reaktif. Ketika sesuatu… “Seseorang harus ada yang menjawab!”

Berhentilah berpikir seperti itu. Apa gunanya? Saya berbicara pada Anda… Jika Anda dan saya duduk bersama di restoran, dan dari jarak dua meter, Anda berkata pada saya, “Apa yang harus kita lakukan!?”

“Kenapa Anda tidak memberikan pernyataan!?”

“Baiklah, saya akan memberi pernyataan, lalu apa?”

“Apa yang akan terjadi?”

“Anda akan membaca pernyataan ini dan berkata, ‘Oh, dia sudah memberikan pernyataan.'”

“Oh, kita aman sekarang.”

Beginikah cara pikir kita sekarang? Inikah tanggapan kita? Itukah yang Allah (عَزَّ وّ جَلَّ) harapkan dari kita? Itukah yang Dia inginkan dari kita? Tunjukkan kekuatan Islam melalui cara hidup Anda. Cara hidup Anda. Ini pertarungan antara hati dan pikiran dari masing-masing individu. Jangan lupakan itu. Itulah pertarungan sesungguhnya.

Dan itu… Tidak masalah jika Anda tinggal di Eropa. Tidak masalah jika Anda berada di Afrika. Tidak masalah. Mari… mari kita akui adanya kemunafikan. Tidak peduli Anda tinggal di negara Muslim, Anda bisa dipecat karena tidak datang ke pesta Natal sebab itu juga sebuah kenyataan di dunia Muslim. Karena Anda tidak mengikuti program yang ada. Ini bukan hanya karena Barat… “Barat mencoba membaratkan Islam!”

Ayolah… Ada banyak orang dan banyak benua selain Eropa, yang para Muslim lebih diperbudak oleh dominasi Barat di dalam pola pikirnya dibandingkan dengan secara politis. Dan mereka paksakan keinginannya kepada masyarakat. Mereka paksakan itu ke masyarakat.

Budak siapa Anda? Anda harus sungguh-sungguh menanyakan itu pada diri Anda. Apa sesungguhnya arti hidup Anda? Bagaimana Anda akan membuat… kekuatan, keindahan, dan pesan universal dari agama ini terlihat seperti aslinya. Terlihat seperti… Mewakili kenyataannya. Bagaimana saya dapat melakukan itu? Bagaimana Anda dapat melakukan itu?

Saat kita bersikap tenang dan berusaha keras, maka komentar-komentar itu akan tetap datang dan pergi. Saya sudah bacakan ayatnya, Saya terus merujuk padanya. Saya bahkan tidak sempat membahas semuanya, tetapi… Saya akan sebut satu… Satu hal yang akan saya sebutkan.

اَللَّبِيبُ مِنَ الْإِشَارَةِ يَفْهَمُ

“Orang yang cerdas akan paham.”

Apa yang Allah katakan?

فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ

Dia berkata…

فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذۡهَبُ جُفَآءٗۖ

(13:17) وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمۡكُثُ فِي ٱلۡأَرۡضِ

Biarkan bagian ini masuk ke jiwa Anda, seperti air hujan yang masuk ke dalam tanah. Perhatikan apa yang Allah katakan. Dia berkata, “Sedangkan buihnya…”

Anda tahu apa itu buih? Saat hujan ada kerikil, dedaunan kering, ranting di tanah. Pada dasarnya itu semua kotoran. Itu kotoran. Apa yang dilakukan air bah? Ia membasuhnya ya ‘kan?

Allah berfirman, “Sedangkan buih…”

Anda tahu ketika… ketika air berbusa, itu juga disebut “zabad” (زَبَدٌ). Anda tahu ketika… ketika air bah berbusa, bergelembung dan kotor? Itulah yang disebut “zabad” (زَبَدٌ).

Allah berkata, “Sedangkan buih… ia akan hilang.”

“Sedangkan apa yang memberikan manfaat bagi manusia, akan masuk jauh ke dalam tanah.”

Apa yang Dia bicarakan? Bila kata-kata yang diucapkan. Bila orang-orang mengatakan sesuatu. Bila orang-orang menulis sesuatu. Kebanyakan kata-kata mereka itu hanyalah apa? Buih.

Kata-kata itu datang dan terlihat seperti air bah tapi sebenarnya hanya kotoran. Kata-kata itu akan hilang. Yang akan tinggal adalah air yang masuk jauh ke dalam tanah, dan apa yang akan dihasilkannya? Pohon dan kehidupan baru akan muncul.

Pahamilah Perbedaan Kekuatan Kata-kata Allah dengan Kata-kata Kotor Manusia

Pahamilah perbedaan kekuatan kata-kata Allah dengan kata-kata kotor manusia. Kata-kata kotor manusia akan datang dan pergi kemudian menghilang. Tanpa meninggalkan jejak dalam sejarah. Tanpa memberi dampak pada dunia.

Kita memiliki apa yang dapat mengubah dunia. Mengubah dunia. Mengubah dunia Anda sepenuhnya dan dunia di sekitar Anda. Mengubah bisnis Anda, sekolah Anda, lingkungan Anda. Sayangnya kita menginginkan perubahan dimulai dari atas ke bawah. Kita ingin pemerintah berubah. Kita ingin peradaban berubah. Kita melawan Mereka. Tidak!

Tanamlah benih. Biarkan keteduhannya menaungi orang beriman dan orang kafir. Bahkan biarkan orang yang tidak tahu apa yang diimani, juga ikut merasakan keteduhannya, memakan buahnya dan berkata, “Wow!”

“Bagaimana bisa?”

Jadi orang-orang yang memaki Anda karena Anda menanam pohon itu, “Saya ingin bergabung dengan perkebunan ini.”

“Saya ingin menjadi bagian dari kebun itu.”

Jadilah demikian! Renungkanlah dengan sungguh-sungguh… apa yang coba saya sampaikan dan saya berdoa agar mampu menjelaskan apa yang saya coba sampaikan. Kita harus berhenti berpikir ledakan amarah kita, kemurkaan sesaat kita, adalah semacam solusi. Sebab itu bukan solusi.

Ya, Anda memang bisa bereaksi dengan cara-cara sesuai hukum. Merespon dan beraksi secara legal, melalui surat, bahkan… Saya bahkan menyarankannya gugatan hukum. Saya bahkan menyarankannya.

Tidakkah Anda berpikir kartun semacam itu bisa mengakibatkan trauma pada anak-anak? Itu… kartun itu tidak menyinggung anak-anak? Anda tidak berpikir bahwa… kartun itu menyakiti jiwa mereka? Tidakkah seharusnya kita menjaga setidaknya… menjaga kesehatan mental anak-anak kita? Tidakkah semua ini layak digugat secara hukum? Tentu saja layak. Tentu saja. Tidak ada jalan lain!

Lakukan semua langkah itu tapi pahami satu hal. Itu hanya reaksi. Itu bukan aksi yang dibutuhkan. Itu hanya reaksi sesaat. Aksi nyata yang diperlukan adalah membuat umat ini bangun, agar menjadi seseorang yang layak diberikan syafa’at Rasulullah (ﷺ) pada hari kiamat.

“Merekalah orang-orang yang membawa sunnahku.”

فَلْيُـبَلِّغْ الشَّاهِدُ الغَائِبَ

“Biarkan orang-orang yang hadir di sini menyampaikannya kepada yang hadir.”

Nah, tahukah Anda? Tidak ada orang lain di sini. Kitalah yang ada di sini sekarang. Kita… kitalah yang harus menyampaikannya. Kitalah yang harus membelanya. Benarkah Anda mencintai Nabi (ﷺ)? Bila iya, maka lanjutkan misinya. Cerminkanlah! Benarkah Anda mencintai Nabi (ﷺ)? Berusahalah menjadi seperti dia dan bangga menjadi seperti dia. Teguhlah dengannya.

Dengan begitu pertolongan Allah akan datang. Semua tantangan ini akan datang namun akan jatuh berderai seperti buih. Dan yang tetap tinggal di dalam diri kita akan mengokohkan kita.

(2: 250) وَثَبِّتۡ أَقۡدَامَنَا وَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

“Kokohkanlah kaki kami dan tolonglah kami melawan mereka yang kafir.”

Semoga Allah (عَزَّ وّ جَلَّ) memberi kita rasa akan tanggung jawab kepada Allah dan Rasul-Nya (ﷺ). Semoga Allah (عَزَّ وّ جَلَّ) tidak pernah membiarkan cinta, penghargaan, dan rasa hormat kita terhadap Rasulullah (ﷺ) tercinta berkurang. Semoga Allah (عَزَّ وّ جَلَّ) tidak pernah mengizinkan upaya-upaya gagal orang-orang ini untuk menghina Nabi (ﷺ) memasuki hati kita. Dan semoga Allah (عَزَّ وّ جَلَّ) menjadikan kita pembela sejati kehormatan dan warisan Muhammad Rasulullah (ﷺ) serta firman Allah.

(بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِي القُرْآنِ الحَكِيمِ)
(ونَفَعَنِي وَ إِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ)

(اَلْحَمْدُ لله وَكَفَى)
(وَالصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى)
(خُصُوصًا عَلَى أَفْضَلِهِمْ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ)
(مُحَمَّدٍ الْأَمِيْنِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ)

(قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ)
(بَعْدَ أَنْ أَقُوْلَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ)

(إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ)
(يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا)

(اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ)
(كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ)
(فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ)

(اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ)
(كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ)
(فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ)

(عِبَادَ الله، رَحِمَ كُمُ الله، اِتَّقُوا اللهَ)
(إنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ)
(وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ)
(وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، واللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ)

Penutup

Sebelum saya akhiri. Saya ingin menambahkan sesuatu yang tidak terpikirkan oleh saya di khutbah. Saya ingin mengajak kepada semua orang, termasuk saya, semua orang.

Kita membutuhkan seorang pembaru. Kita membutuhkan pemuda-pemuda berpikiran cemerlang agar menjadi yang terbaik dalam agama, menjadi yang terbaik dalam sejarah, politik, sains, antropolog, psikolog, ekonom. Anda harus menjadi yang terbaik di kedua dunia. Anda harus menjadi pemimpin di setiap aspek kehidupan. Anda harus menjadi seseorang yang ahli.

Ketika orang-orang memikirkan siapa yang terbaik di bidangnya, mereka memikirkan orang-orang yang mengatakan La ilaha illallah. Ketika Anda melakukannya… Ketika Anda memimpin dunia akhirat. Ketika Anda memimpin kedua dunia, lihatlah siapa yang berani menghina Anda?

Lihat siapa yang berani menghina Anda. Allah memberi ayat ini untuk kita pelajari. Ayat tentang penciptaan. Dia berikan ayat ini untuk kita pelajari, sama seperti Dia memberi ayat-ayat lainnya untuk dipelajari. Sudah waktunya kita menetapkan standar tinggi, standar yang jauh lebih tinggi.

Setiap dari Anda. Pemuda, laki-laki dan perempuan yang mendengarkan saya. Apa hal yang ingin dicapai dalam hidup Anda? Tetapkan tujuan setinggi mungkin karena cinta Anda terhadap Nabi (ﷺ).

بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ أَقِمِ الصَلَاةَ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s