[VoB2021] Bisikan Setan pada Anak


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-251

Topik: Parenting

Sabtu, 27 Februari 2021

Materi VoB Hari ke-251 Pagi | Bisikan Setan pada Anak

Oleh: Icha Farihah

#SaturdayParentingWeek36Part1

Part 1

بسم الله الرحمن الرحمن

Ketika berbicara tentang sibling rivalry atau persaingan antar saudara kandung, kita harus menyadari keterlibatan setan di dalamnya.

Sebenarnya keterlibatan setan ini tidak hanya pada lingkup keluarga saja, kita tahu bahwa manusia saling berkelahi satu sama lain karena ulah makhluk yang sama.

Ba’dhukum liba’dhin ‘aduww (QS Al-Baqarah, 2:36)

“Sebagian kamu akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain..”

Kita mungkin merasa sangat dekat dengan ibu kita karena secara biologis merekalah yang telah melahirkan ke dunia. 

Tapi sebenarnya kedekatan yang paling nyata adalah antara nabi Adam dan Hawa. Mereka benar-benar diciptakan dari satu menjadi yang lainnya, Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam.

Dengan kedekatan yang nyata ini, mereka pun masih diperingatkan oleh Allah tentang keberadaan setan yang akan menyebabkan mereka saling bermusuhan.

Maka sangat wajar kalau peringatan ini juga berlaku bagi saudara kandung. 

Setan akan membuat seorang adik bersaing dengan kakaknya secara tidak sehat. Setan juga akan membuat seorang kakak iri hati dengan pencapaian adiknya. Setan akan terus bertipu muslihat. 

Kisah Habil dan Qabil serta Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya di dalam Al-Qur’an telah menjadi bukti tentang realitas ini. 

Sibling rivalry adalah salah satu agenda terbesar setan.

***

Lalu bagaimana solusinya? 

Kita harus mengajarkan anak-anak tentang cara berlindung diri dari setan, isti’adzah, lafalkan doa-doa yang benar untuk mengusir mereka, tetap menjaga wudhu, sibukan anak-anak dengan kegiatan yang menjauhkan mereka dari setan, dan membersihkan diri mereka dengan benar.

Ketika ada anak yang sedang marah, kita bisa menyadari bahwa itulah tanda waswasa setan. Marah adalah tanda bahwa waswasa dari setan sedang aktif. 

Waswasa di sini bukan berarti si anak “dimasuki” setan. 

Waswasa artinya bisikan.

Misalnya,

“Kamu beneran membiarkan kakakmu mendapatkan mainan itu?”

“Kamu tahu tadi adikmu berbicara apa kepadamu? Itu sangat menyebalkan sekali.”

“Kamu tahu kakakmu tadi mengambil spiderman-mu?”

Itulah bentuk waswasa mereka kepada anak-anak kita. 

Dari bisikan semacam itu, kita tentu tahu gambaran yang akan terjadi selanjutnya, anak akan meledak-ledak dan berkelahi dengan saudaranya sendiri.

InsyaaAllah bersambung ba’da zhuhur.

Sumber: 

– Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 18. Lessons in Parental Psychology Part 2 (00:00-02:09)


Materi VoB Hari ke-251 Siang | Saudara Kandung vs Teman

Oleh: Icha Farihah

#SaturdayParentingWeek36Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحمن

Ada beberapa tips untuk mengatasi persaingan antar saudara kandung.

Yang pertama adalah tentang prinsip bahwa teman dapat datang dan pergi sesuka hati, tapi saudara kandung akan selamanya membersamai.

Seorang kakak tidak akan meninggalkan adiknya, begitu juga sebaliknya.

Ketika tidak ada yang memedulikan kita, saudara kandunglah yang akan ada di sana.

Ketika tidak ada yang mau mendengar kita, saudara kandunglah yang akan memasang telinganya dengan segera.

Anak-anak harus belajar untuk melindungi saudaranya sendiri. 

Seorang kakak harus menjadi sahabat sejati bagi adiknya. Karena pada akhirnya, saudara adalah seseorang yang berharga di hidup kita.

Para orang tua harus menceritakan bagaimana kisah mereka dengan saudara kandungnya masing-masing.

Misalnya, Ustaz Nouman dan kakak perempuannya.

Ustaz sering menceritakan kepada anak-anaknya tentang bagaimana Ustaz dan kakak perempuanya yang sangat berbeda, tapi sebenarnya sangat mirip. 

Ketika Ustaz memiliki masalah tertentu dan tidak ada yang dapat mengerti masalah tersebut, Ustaz akan mencari kakaknya. 

Ustaz dan kakaknya seperti sudah diprogram untuk mengerti satu sama lain. Sering kali tanpa menjelaskan kalimatnya secara lengkap, kakaknya sudah tahu dan mengerti apa yang dirisaukan oleh Ustaz. 

Dan sebenarnya, di masa kanak-kanak, Ustaz pun juga mengalami perkelahian dengan kakaknya, bahkan basement rumahnya dijadikan sebagai arena untuk berkelahi.

Tapi, Ustaz menyadari pada akhirnya saudara kandunglah yang akan tetap setia dan peduli.

Mereka yang akan membuat situasi kita menjadi lebih baik saat kesulitan menghampiri.

Mereka yang akan bertahan ketika semua orang menyerah.

Prinsip ini sangat perlu ditanamkan kepada anak-anak kita berkali-kali supaya mereka tidak menerima waswasa setan dan berhenti berkelahi dengan saudaranya sendiri.

InsyaaAllah bersambung ba’da ashar.

Sumber: 

– Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 18. Lessons in Parental Psychology Part 2 (02:09-04:40)


Materi VoB Hari ke-251 Sore | Membentak Anak

Oleh: Icha Farihah

#SaturdayParentingWeek36Part3

Part 3

بسم الله الرحمن الرحمن

Salah satu waktu yang tepat untuk mengingatkan anak-anak tentang prinsip “teman dapat datang dan pergi, sedangkan saudara kandung akan selalu ada” adalah ketika ada teman dari anak kita yang datang untuk bermain.

Contoh kasusnya adalah anak-anak perempuannya Ustaz Nouman sendiri.

Ketika anak Ustaz yang lebih tua mengajak temannya bermain, ia dan temannya mengunci kamar supaya tidak ada yang mengganggu. Kemudian, anak Ustaz yang lebih kecil meminta ikut bermain dengan mereka.

👧: Aku boleh ikut main?

🧕: Enggak boleh. Ini temanku, kamu masih kelas 3 SD, sedang kita udah kelas 5. Anak kecil enggak boleh main dengan kita. Sana sana pergi.

Ustaz langsung memanggil kedua anaknya itu.

🧔: Kakak, masih ingat tentang nasihat Abah tentang teman bisa pergi kapan saja, sedangkan saudara kandung tidak akan pergi? Adikmu sekarang sedih.

🧕: Tapi, dia selalu berisik dan melakukan hal-hal aneh.

🧔: Kalau begitu, Adik, kamu boleh ikut main, tapi enggak boleh berisik, ya? 

👧: Oke.

🧔: Nanti kalau diajak main, kamu menuruti kakak, ya?

👧: Oke.

🧔: Ya sudah, kakak ajak adiknya masuk ke kamar.

Pada kondisi seperti ini, Ustaz memilih untuk tidak membentak anaknya yang lebih tua. Ustaz memahami bahwa jika sang anak dibentak, ia pasti akan merasa sangat malu di depan temannya.

Orang tua harus membuat anak-anaknya merasa nyaman ketika mereka sedang mendapat nasihat.

Selain itu, jika orang tua membela salah satu anaknya terus-menerus maka akan muncul rasa menang dalam benak anak yang dibela, biasanya anak yang lebih kecil.

Waktu-waktu seperti ini mungkin membuat anak-anak kesal dengan kita, tapi kita harus menjadikannya sebagai sarana belajar dan pembiasaan diri untuk mereka.

***

Memarahi atau membentak anak-anak, apapun masalah atau kondisinya, akan dilihat oleh mereka sebagai hukuman. 

Pada kasus anak-anak perempuannya Ustaz Nouman, jika sang kakak dibentak maka ia akan berpikir bahwa itu adalah hukuman yang disebabkan oleh adiknya.

🧕: Abah menghukumku hanya karena ulah adik. Abah mempermalukanku di depan temanku. Aku benci adik. Terserah saja, adik boleh masuk ke kamarku, tapi aku enggak akan mau dia ada di hatiku. 

Tentu semua orang tua tidak ingin anaknya berperilaku demikian, bukan?

Alih-alih membentak mereka, kita harus belajar untuk melembutkan hati mereka karena terkadang anak-anak memiliki emosi yang sangat kuat.

***

Ustaz menyarankan kepada semua orang tua untuk membaca dan mempelajari buku-buku dasar psikologi untuk orang tua, bisa berupa buku teks di kampus atau buku psikologi apapun. Itu akan sangat bermanfaat bagi orang tua.

Ustaz menyadari bahwa saran-saran yang diberikannya bersifat amatir sehingga sangat bagus jika para orang tua mau mengambil saran-saran psikolog profesional tentang parenting.

Tentunya sebagai seorang muslim, kita akan mengambil saran pertama dari Al-Qur’an. Kemudian, dari buku teks psikologi. 

Dengan urutan tersebut, kita akan menyadari bahwa buku-buku teks psikologi sebenarnya juga terinspirasi dari kitab Allah yang telah diturunkan ribuan tahun yang lalu.

InsyaaAllah bersambung pekan depan.

Sumber: 

– Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 18. Lessons in Parental Psychology Part 2 (04:40-07:22)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s