[VoB2021] Terencana dan Memiliki Target


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-238

Topik: Leadership

Ahad, 14 Februari 2021

Materi VoB Hari ke-238 Pagi | Terencana dan Memiliki Target

Oleh: Wina Wellyanna

#SundayLeadershipWeek34Part1

Part 1

Kenapa Ustaz berteori banyak sekolah atau institusi masuk “zona merah”?.  

Banyak masjid dan sekolah islam yang mengimplementasikan teori:

“In syaa Allah besok akan ada yang memberi donasi.” 

Dengan segala hormat kepada semua yang memiliki cara pandang ini, Ustaz Nouman kurang setuju.

Kenapa memang?  Ustaz memiliki keyakinan: 

1. Pola donasi tidak sustainable.

2. Dalam 10-15 tahun ke depan anak-anak kita yang sekarang akan menjadi pekerja, dan apabila mereka jauh dari masjid, siapa yang akan memberikan donasi untuk keberlangsungan masjid? 

3. Sedangkan generasi yang sekarang mungkin adalah donatur tetap, 10-15 tahun ke depan sudah bukan kaum produktif atau yang memiliki penghasilan.

Kecuali ada program-program menarik yang diselenggarakan masjid sehingga menimbulkan rasa ketertarikan generasi mendatang, mungkin bisa sustain.

Kembali kepada finansial Bayyinah Institute.

Untuk mendapatkan BEP (break even point) maka Bayyinah harus mendapatkan 40 siswa, biaya ini di luar tenaga administrasi.

Sedangkan kelas di Bayyinah bisa menampung maksimal 60 pelajar, meski saat berlangsungnya materi leadership ini jumlah pelajarnya 65, yang tentu melanggar peraturan di Bayyinah sendiri, tapi tidak apa-apalah sesekali melanggar peraturan, toh kita orang Pakistan, canda Ustaz Nouman.

😋😋😋

Alhamdulillah saat materi leadership dibawakan Ustaz Nouman di kelas dan direkam, kegiatan belajar-mengajar di Bayyinah telah memasuki tahun ke-4, dan jumlah pelajarnya melebihi kapasitas.

🥺🥺🥺

Tahun lalu agak sedikit sulit, pelajar di kelas Bayyinah berjumlah 70an pelajar.

Kesulitan karena over kuota sebetulnya.

Ustaz bercerita, ayah beliau yang memberi kelonggaran:

“Tidak apa-apa lah hanya bertambah 5 orang ini.” 

Kemudian jumlah pelajarnya membeludak.

Inti cerita Ustaz bukan mengenai pelajar di Bayyinah yang membeludak, tapi dibalik ini semua adalah kehendak Allah azza wa jalla, juga ada rencana yang disusun dengan matang, bukan sebuah kebetulan belaka Bayyinah Institute mendapati kelasnya penuh.

Ada promosi melalui Facebook, beriklan di Google, promosi berkeliling, beriklan lewat YouTube. 

Ustaz dan tim berstrategi, mereka memiliki target, bukan ujug-ujug banyak orang mengetuk pintu Bayyinah kemudian mendaftar.

Jadi, tips Ustaz Nouman seperti apa untuk masjid atau sekolah yang ingin mempertahankan keberlangsungan hidupnya?.

In syaa Allah berlanjut ba’da Zhuhur.

Sumber: Bayyinah TV / Quran / Courses / Leadership / 08. Leadership Workshop (19:11 – 22:05)


Materi VoB Hari ke-238 Siang | Nilai Tambah

Oleh: Wina Wellyanna

#SundayLeadershipWeek34Part2

Part 2

Ustaz Nouman memberikan kiat bagi masjid atau sekolah yang ingin terus berkelanjutan eksistensinya tapi tidak mengandalkan donasi.

Dengan mempelajari statistik jamaah.

Perhatikan pengunjung yang datang ke masjid, rentang umur muslim yang tinggal di sekitar masjid, seberapa banyak keluarga muda yang hidup di kota tempat masjid berada, apa pekerjaan mereka, berapa banyak dari mereka yang baru memiliki kredit kepemilikan rumah, atau masih memiliki cicilan studi (student loan).

DKM bisa mempertimbangkan faktor-faktor di atas sebelum membuat rencana untuk program-program yang membutuhkan dana.

Apa yang terjadi jika tidak mempertimbangkan hal-hal tersebut?. 

Kita jadi akan mengandalkan sumber-sumber pendanaan dari luar komunitas masjid.

Ustaz mengisahkan tentang seminar yang misalnya di adakan di Texas.

Seminar biasanya diisi dengan stan dari berbagai produk, yang umum pasti ada stan kaligrafi, stan penjualan hijab, stan buku-buku Islam, kemudian juga ada stan masjid yang membuka donasi.

Misal stan masjid dari Connecticut atau masjid dari New Jersey atau dari Wyoming.

Coba tebak stan mana yang paling sedikit didatangi pengunjung?. 

Biasanya stan masjid.

Logikanya, pengunjung akan berpikir: 

“Kenapa saya harus berdonasi untuk masjid di Wyoming?  Saya sudah berdonasi kepada masjid di daerah saya sih, dan belum ada rencana ke Wyoming dalam waktu dekat.”

“Apakah di Wyoming tidak ada yang memberikan sumbangan untuk masjidnya?.”    

Apabila ada yang mengatakan:

“Sedekahlah demi mengharap pahala dari Allah, bro.”

Dengan mudah akan dijawab:

“Yaaa, saya sudah melakukan itu untuk masjid di daerah saya.” 

🤷🏻‍♂️

Jadi, ini kenapa Ustaz Nouman berpendapat mengandalkan donasi tidak bisa dijadikan sumber utama untuk keberlangsungan masjid.

Tidak ada rencana yang dibuat untuk ke depan dan hanya mengharap rasa peduli orang lain.

Oh, tentu orang lain bisa sangat peduli, seperti contoh yayasan yang dimiliki Syekh Yasir Qadhi dan Syekh Omar Soleiman, kita mengenali keduanya sebagai tokoh yang mengagumkan.

Andai Syekh Yasir atau Syekh Omar mengadakan program seri live berbayar di channel mereka, semisal tentang “Wanita Di Dalam Al-Qur’an” dengan biaya USD 10 untuk program tersebut, kira-kira yang bisa menikmati program ini siapa?.  

Mereka yang ada di seluruh dunia, yang terhubung dengan jaringan internet pastinya.

📡📡📡🛰️

Anggap saja jumlahnya 3.000-4.000 peserta, jika setiap orang membayar USD 10, mereka tidak akan terasa berat karena ada nilai atau value dari program yang diberikan dan memberikan sustainability kepada yayasan.

⏳⏳⏳

Pun hal ini bisa direncanakan untuk diadakan secara berkala, barangkali setiap 8 (delapan) minggu sekali.

Merencanakan program apa lagi kira-kira yang bisa diberikan nilai tambah (value added).

📌

Merencanakan promosi yang sesuai dan anggaran yang dibutuhkan.

📢

Sebetulnya hal-hal ini tidak memerlukan banyak investasi, kok.

In syaa Allah berlanjut ba’da Ashar.

Sumber: Bayyinah TV / Quran / Courses / Leadership / 08. Leadership Workshop (22:05 – 24:30)


Materi VoB Hari ke-238 Sore | Untuk Saat Ini Saja, Tapi Tidak Untuk 10 Tahun Lagi

Oleh: Wina Wellyanna

#SundayLeadershipWeek34Part3

Part 3

Promosi melalui facebook atau google mungkin memang mengeluarkan biaya, tapi tidak sebanding dengan banyaknya target yang bisa diraih.

Investasi yang tidak terlalu merogoh kantong bisa memberikan pemasukan yang cukup untuk proyek-proyek dengan nilai tambah, satu kali tayang bisa jadi menghasilkan revenue USD 50,000-100,000.

Tentu saja harus diimbangi dengan kualitas keilmuan dan kemampuan berkomunikasi yang mumpuni.

Ustaz Nouman berpendapat, tidak banyak yang bisa diambil pelajaran dari organisasi gereja karena dua alasan:

1.  Organisasi gereja sangat mengandalkan donasi dari jamaahnya dibanding DKM.  Mereka melekatkan gagasan pentingnya donasi kepada jamaahnya, dan para jamaah secara teratur dan bergiliran harus memberi kontribusi. 

Jika kita mempelajari mengenai organisasi-organisasi non-profit, banyak ditemukan penyelewengan dana gereja di Amerika Serikat.

2.  Alasan kedua, organisasi gereja jauh melampaui pengertian organisasi itu sendiri, dalam tindakan finansialnya mereka tidak mempermasalahkan pinjaman dengan cicilan, sekalipun dengan termin cicilan 200 tahun atau 60 tahun.  

Karena kedekatan institusi ini dengan Bank, mereka akan datang ke Bank dan meminta pinjaman dengan pembayaran minimal setiap bulannya, hal ini tidak mungkin ditemui pada DKM masjid di Amerika, karena kita kaum muslimin mengenal yang namanya riba.

Itu sebabnya kita bisa menemukan gereja super besar dan super mewah (mega church).

Pembangunannya memakan biaya yang tidak sedikit, lho, ya karena seringnya dengan kemudahan pinjaman, meski ada juga yang melalui donatur-donatur dengan jumlah mereka yang sangat banyak.

🕸️🕷️🕸️🕷️🕸️

Ustaz Nouman memberikan contoh mengenai jumlah donatur, keluarga muslim di wilayah sekitaran masjid Bayyinah berjumlah antara 70-80 kepala keluarga.

Berapa banyak perumahan keluarga kristen yang mengelilingi gereja besar di wilayah yang sama?  Hampir semua rumah sisanya, pastinya berkali lipat dari jumlah keluarga muslim di wilayah yang sama.

Perbandingannya jauh sekali, bukan? 

Tidak bisa disamakan kekuatan donasi institusi gereja dan DKM, dua hal yang berbeda, apples and oranges.

🍎🍊

Tapi untuk saat ini, memang tidak ada pilihan lain selain mengandalkan donasi, meski harus tetap ada rencana jangka panjangnya.

Kemudian bangun strategi-strategi untuk tidak lagi mengandalkan donasi dalam 10 tahun ke depan.

Keduanya membutuhkan perhitungan yang matang dan cermat, proyeksi finansial kedepan, berapa banyak yang masuk, dari mana sumbernya, apakah mungkin sumber yang sama bisa memberikan pemasukan yang reguler dan apa efeknya?.

Jika institusi atau DKM kita sampai mendapat label “penggalang dana tersering” bisa saja penggalangan dana saat ini terpenuhi tapi besok-besok tidak ada lagi yang akan memberi donasi, sebaliknya malah akan kehilangan jamaah.

In syaa Allah berlanjut minggu depan.  

Sumber: Bayyinah TV / Quran / Courses / Leadership / 08. Leadership Workshop (24:30 – 26:45)


***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s