[VoB2021] Cinta yang Melelahkan


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-234

Topik: Pearls from Ali Imran

Rabu, 10 Februari 2021

Materi VoB Hari ke-234 Pagi | Cinta yang Melelahkan

Oleh: Muchamad Musyafa

#WednesdayAliImran34Part1

Part 1

😣🤕

Pada pekan sebelumnya kita sudah membahas kecintaan-kecintaan (syahawaat) manusia pada wanita-wanita, anak-anak, emas, perak dan kuda pilihan. Namun ternyata rasa cinta itu tidak akan pernah bisa memuaskan manusia. Mereka ingin mendapatkan lebih dan lebih. Dan untuk mendapatkan yang lebih itu mereka harus bekerja lebih keras lagi. Urusan-urusan mereka akan menjadi lebih menyibukkan. Mereka harus membayarnya dengan waktu istirahat mereka. Semua itu akan membuat manusia makin lelah.

Bukanlah urusan bisnis itu yang dicintai manusia. Sebab urusan bisnis ini justru makin melelahkan jika terus dikejar. Manusia hanya menginginkan apa yang akan mereka dapatkan dari urusan bisnis yang mereka jalankan itu. 

Ada orang yang memiliki usaha bisnis yang bisa berjalan sendiri. Biarkan uang bekerja untuk orang itu, sehingga uang-uang terus mengalir ke dompetnya. Sehingga ia bisa pensiun dari rutinitas pekerjaan, lalu duduk manis di rumah yang mewah, berlibur ke luar negeri. 

😣🤕

Semua orang pasti akan iri dengan kesenangan ini. Enak sekali kehidupan orang kaya itu. Namun mereka tidak tahu bahwa untuk bisa mencapai kondisi ini,  ada usaha membanting tulang yang tidak mereka lihat. Ada tulang-tulang yang hampir saja remuk karena usaha mencapai semua kesenangan itu.

Itulah gambaran dari syahawaat, sebuah kecintaan yang begitu kuatnya sehingga orang-orang rela berkorban banyak untuk mendapatkan apa yang mereka cintai itu. 

Cinta pada seorang wanita terkasih, akan bisa membuat seorang pria buta. Ia akan rela melakukan hal-hal gila demi mendapatkan cintanya.

Cinta pada anak-anak. Para orang tua memiliki harapan-harapan yang tinggi pada anak mereka. Mereka rela bekerja siang malam agar bisa membeli apa-apa yang dibutuhkan anak mereka. Mereka harap apa yang mereka investasikan pada anak mereka, akan menjadikan anak-anak mereka menjadi orang yang hebat.

😣🤕

Dalam perjalanan meraih cinta itu, mereka sendiri tidak sepenuhnya bahagia. Tapi mereka berharap di ujung jalan itu mereka bisa mendapatkan cinta yang dulu mereka idam-idamkan.

Itulah yang ingin disampaikan di surat Ali-Imran ayat ke empat belas ini. Allah ﷻ ingin menyampaikan bahwa manusia bersusah payah untuk mendapatkan apa yang mereka cintai itu, syahawaat mereka.

Sebagian dari mereka berhasil mendapatkan syahawaat mereka. Namun banyak juga yang tidak mendapatkan apa-apa, mereka ini hanya mendapatkan keletihan, kesusah-payahan.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِي كَبَدٍ  

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam susah payah. (Al-Balad 90: 4)

InsyaAllah masih akan berlanjut nanti siang

😣🤕😣🤕😣

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 05. ‘Ali ‘Imran – Ayah 13-15 Ramadan 2018 (34:11 – 36:40)


Materi VoB Hari ke-234 Siang | Cinta yang Luar Biasa

Oleh: Muchamad Musyafa

#WednesdayAliImran34Part2

Part 2

💓💯

Cinta yang luar biasa itu tidak beraroma mawar, tidak pula dibalut kain yang lembut berwarna merah muda. Tapi ia berbau keringat, berbalut kain yang lusuh dan kusam. Ia butuh pengorbanan. 

Ketika satu masalah berhasil diselesaikan, masalah lain muncul. Cobaan silih berganti menghadang. Itulah bagaimana kehidupan manusia terus berjalan ke depan. Dalam hidupnya manusia tidak akan bisa lepas dari kesusahan.

ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا

Itulah kesenangan hidup di dunia

💓💯

Kata mataa’ (مَتَٰعُ) digunakan untuk sesuatu yang panjang atau luas, bisa juga digunakan untuk sesuatu yang berkaitan dengan hal yang menyenangkan.

Kecintaan/keinginan manusia tentunya bisa membuat kesenangan di hati. Mereka yang dalam perjalanan panjang mengurusi urusan-urusan mereka, akan bisa mendapatkan kesenangan apabila mereka mendapatkan hasil kerja keras mereka. 

Mereka senang melihat angka-angka di rekening mereka bertambah. Mereka senang ladang dan sawah mereka memberikan hasil panen yang memuaskan. Segala keletihan itu mulai terasa menyenangkan bagi mereka. Mereka menikmati kesibukan mereka. Mereka mencintai pekerjaan mereka. Bahkan mereka bisa jadi depresi jika mereka kehilangan kesibukan mereka, ketika mereka kehilangan pekerjaan mereka.

💓💯

Selain dari itu, kecintaan untuk memiliki seorang wanita (Hubbu syahawaat) tidak tanya sesempit seperti ketertarikan fisik antara lawan jenis. Namun juga berhubungan dengan pemenuhan hati, kebersamaan, komitmen yang lama.

Mendengarkan suaramu di telepon, hatiku begitu senang.

Senyumanmu mampu membuat hariku terang.

Berada disisimu, masalah-masalahku seakan sirna.

Cukup duduk di sampingmu, tanpa berbicara pun aku bahagia.

Perasaan-perasaan ini cukup mendominasi di dalam kisah manusia. Menginspirasi bait-bait puisi dan lagu.

💓💯

Lalu konteks apa sebenarnya yang ingin disampaikan di ayat ini? 

Sebelumnya dari di awal surat Ali-Imran ini, Allah ﷻ menyampaikan tentang turunnya kitab Al-Qur’an. Lalu tentang orang-orang kafir yang menolak wahyu Al-Qur’an dan menentang rasul. Bagi orang kafir, tidak akan berguna harta benda dan anak-anak mereka. Apa yang mereka miliki itu tidak akan mampu menghindarkan mereka dari azab. Mereka itu terkena azab atas perbuatan mereka sendiri.

Seperti kebanyakan manusia, mereka orang kafir itu mencintai harta mereka, mereka mencintai anak-anak mereka. Mengapa mereka mengorbankan sebagian harta dan anak-anak mereka untuk melawan Allah ﷻ dan rasulnya?

InsyaAllah masih akan berlanjut nanti sore

💓💯💓💯💓

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 05. ‘Ali ‘Imran – Ayah 13-15 Ramadan 2018 (36:41 – 40:10)

💓💯💓💯💓


Materi VoB Hari ke-234 Sore | Harta untuk Melawan Islam

Oleh: Muchamad Musyafa

#WednesdayAliImran34Part3

Part 3

💰🐄

Pada tulisan bagian sebelumnya, mereka orang kafir itu mencintai harta mereka, mereka mencintai anak-anak mereka. Mengapa mereka mengorbankan sebagian harta dan anak-anak mereka untuk melawan Allah ﷻ dan rasul-Nya?

Mereka orang kafir seperti Firaun percaya bahwa cara melindungi hasrat mereka, melindungi cinta-cinta mereka adalah dengan melawan Islam. Melawan para nabi, nabi Musa, nabi Muhammad ﷺ. Mereka mengorbankan sebagian harta mereka dan anak-anak mereka untuk berperang melawan Islam. Untuk melindungi keinginan-keinginan mereka yang lainnya.

💰🐄

Masyarakat Arab pada zaman dulu, orang-orang musyrik tidak memercayai kehidupan setelah kematian. Ibadah-ibadah mereka tidak ditujukan untuk mengharap keselamatan di akhirat. Mereka menyembah tuhan-tuhan mereka berharap untuk mendapatkan kekayaan yang berlimpah. Mereka berharap agar kaum mereka bisa memenangkan perang menghadapi musuh. 

Agama yang mereka percayai, ibadah-ibadah yang mereka lakukan hanya untuk kebutuhan duniawi saja. Mereka sangat materialistis. Oleh sebab itu mereka sangat ingin melindungi harta materi mereka. Mereka merasa adanya nabi Muhammad yang membawa risalah Islam akan mengancam kedudukan mereka, mengancam apa-apa yang mereka miliki. Dengan segenap kemampuan mereka berusaha menyerang Rasulullah ﷺ, mereka ingin menggagalkan misi dakwahnya.

💰🐄

Di ayat ini, Allah ﷻ menyampaikan bahwa semua manusia memiliki keinginan terhadap hal-hal duniawi,  wanita-wanita, anak-anak, harta, kuda, ternak dan ladang. Semua orang menginginkan kesenangan seperti itu, tidak terkecuali orang-orang muslim. Namun seorang muslim tentunya harus memiliki perbedaan prinsip dengan orang musyrik. 

 وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَئَابِ   

dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik. (QS. Ali-Imran 3:14)

Pengembalian kepada Allah ﷻ lah yang paling baik. Inilah prinsip yang harus dipegang dan disadari. Bahwa boleh saja mereka menginginkan ini itu, tapi mereka harus tahu bahwa ada yang lebih besar dan lebih baik di sisi Allah ﷻ. 

Di awal ayat ini, Allah ﷻ tidak mengaitkan dengan hal-hal yang haram. Allah ﷻ hanya menjabarkan keinginan-keinginan yang dimiliki manusia. Keinginan seperti itu pada dasarnya sah-sah saja, tidak haram. 

💰🐄

Tanpa adanya keinginan terhadap wanita, tentunya tidak akan pada pernikahan. Terlebih lagi jika tidak ada keinginan pada anak-anak, maka manusia akan punah juga. Jika tidak ada keinginan pada harta, kuda, ternak, ladang, maka kehidupan manusia juga tidak akan berkembang. Manusia akan kelaparan, dan akan punah juga. Jadi hasrat keinginan itu sesungguhnya memang hal yang penting dimiliki manusia.

Namun manusia yang baik harus memenuhi keinginan mereka dengan cara yang baik tentunya. Cara pemenuhan keinginan yang salah akan melukai hak-hak orang lain dan diri mereka sendiri.

Tugas setan adalah membisiki hati manusia untuk mengikuti keinginan mereka dengan cara yang salah, dengan cara yang haram.

insyaAllah dilanjut pekan depan

🐄💰🐄💰🐄

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 05. ‘Ali ‘Imran – Ayah 13-15 Ramadan 2018 (40:11 – 43:07)

🐄💰🐄💰🐄


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s