[VoB2021] Constantly Painful Punishment 


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-233

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 9 Februari 2021 

Materi VoB Hari ke-233 Pagi | Kalau Kita Membiarkan Mereka di Dalam Hati

Ditulis oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek34Part1

Part 1 

Kata selanjutnya yang akan dibahas di dalam surat Al-Baqarah ayat 10 adalah tentang kata aliim.

…وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ….

Kata aliim berbeda dengan ‘azhiim.

Secara singkatnya, kata ‘azhiim digunakan untuk hukuman yang sangat berat.

Manusia di dunia bisa saja disiksa dengan sangat kejam, misalnya dicambuk, disengat arus listrik, dibakar, dan berbagai siksaan lainnya. Ketika intensitas dan frekuensi siksaan itu ditingkatkan, seperti cambukannya diperbanyak, apinya diperbesar, voltase listriknya dinaikkan. Yang terjadi selanjutnya adalah manusia tersebut akan mati.

Manusia tidak didesain untuk menghadapi siksaan dengan level ‘adzaabun ‘azhiim karena pada akhirnya, siksaan itu menyebabkan kematian.

Jadi, hanya Allah yang mampu memberikan siksaan yang besar dan tetap membiarkan manusia hidup di dalam derita siksaan itu.

Dan itulah siksaan yang akan dirasakan manusia di hari pembalasan.

Mungkin kalau menggunakan takaran dunia, hal itu seolah-olah tidak akan mungkin terjadi. Karena akal hanya menangkap realitas yang dirasakan oleh panca indra.

Kita tahu, di dunia ini, ketika seseorang diberi siksaan yang sangat menyakitkan, orang itu akan mati dan rasanya percuma melanjutkan siksaan ke mayat yang sudah terbujur kaku. Mayat tidak memiliki reaksi apapun terhadap siksaan, mau dipukul, dicambuk, atau apapun siksaannya, dia sudah tidak mempunyai respon karena kesadarannya sudah hilang. 

Tapi, coba bayangkan kalau siksaan itu diberikan kepada manusia dalam kesadaran penuh. Manusia itu pasti merasa sangat kesakitan. 

Itulah makna singkat ‘adzaabun ‘azhiim.

***

Di ayat ini, Allah memilih menggunakan kata ‘adzaabun aliim.

Kata yang digunakan ini tidak lazim. Bahasa Arab normal bukan mengatakan ‘adzaabun aliim, melainkan ‘adzaabun mu’lim yaitu siksaan yang menyakitkan.

Aliim adalah ‘ism sifat musyabbahah. 

Implikasinya penggunaan kata aliim membuat makna siksaannya menjadi siksaan yang menyakitkan secara terus-menerus (constantly painful punishment).

Sekarang kita coba belajar makna dari rasa sakit atau nyeri yang normal yang biasa dirasakan oleh manusia pada umumnya.

Ketika kita sakit gigi, nyeri otot, tersandung bebatuan, dan rasa sakit lainnya, pertama kali sensasi yang kita rasakan adalah rasa seperti lumpuh, tidak bisa apa-apa, dan rasanya sakit sekali. Tapi, setelah beberapa jam kemudian, meskipun rasa sakitnya masih ada, intensitas sakitnya tidak separah yang pertama. Di sini tubuh kita melakukan toleransi terhadap rasa sakit tersebut.

Beberapa orang ada yang mengonsumsi obat-obatan antinyeri. Makin lama mereka menjalani terapi, mereka akan diresepkan dengan obat antinyeri dengan dosis yang lebih rendah. Hal ini terjadi karena tubuh meningkatkan ambang nyeri sehingga semakin baik dalam merespon rasa nyeri tersebut.

Derajat rasa sakit tiap orang itu sangat bervariasi. Misalnya saja, saat jarum suntik masuk ke dalam pembuluh darah, pertama kali yang kita rasakan pasti sangat sakit dan tidak nyaman, tapi setelah beberapa menit kemudian, rasa sakit itu hilang.

Itu rasa sakit yang normal yang biasanya manusia rasakan. Rasa sakit akan menurun seiring dengan toleransi tubuh terhadapnya.

Tapi, rasa sakit di dalam ‘adzaabun alim sangat berkebalikan. Rasa sakitnya tidak akan menghilang sama sekali, ia akan terus menerus dan berkelanjutan.

Kalau respon awal saat disuntik, kita mengatakan “Aw… sakit” hanya sekali. Tapi, saat diberi siksaan Allah dengan kata aliim, kita tidak henti-hentinya menderita dan berteriak “Aw.. Sakit… Sangat sakit.”

InsyaAllah bersambung ba’da zhuhur.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 05. Al-Baqarah (Ayah 9-12) – A Deeper Look (37.15-39.28)


Materi VoB Hari ke-233 Siang | Tiga Golongan

Ditulis oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek34Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Salah satu prinsip dari Al-Qur’an adalah “al jaza’ min jinsil ‘amal” artinya balasan sesuai amal perbuatan.

Jika seseorang menyebabkan perasaan sakit yang terus-menerus kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan hukuman yang sama.

Begitu juga, jika seseorang melakukan kejahatan yang besar, maka dia harus diberi hukuman yang juga sama besarnya.

Intinya, Allah hanya memberikan hukuman kepada setiap orang berdasarkan kejahatan yang mereka lakukan.

***

Golongan orang munafik adalah kelompok yang menebarkan kejahatan dari dalam umat muslim. Dan kelak, mereka lah yang akan menjadi penerima hukuman Allah atas apa yang mereka lakukan.

Mereka menyebabkan derita demi derita tepat dari dalam tubuh umat muslim sendiri. 

Kita tahu bahwa pasti akan ada serangan terhadap umat muslim dari luar. 

Para musuh Islam mencaci, menghina, membuat lelucon, menyerang, dan melakukan kejahatan lainnya kepada kita secara terang-terangan. 

Tapi, sebenarnya ada kejahatan lain yang lebih terasa menyakitkan, yaitu kejahatan yang dilakukan dari dalam. 

Misalnya, kita melihat bagaimana sesama orang beriman saling menumpahkan darah, saling menghancurkan kehormatan, saling membenci, dan lain-lain.

***

Kita mungkin sangat kesal ketika negara-negara non-muslim menyerang negara muslim. 

Tapi, di manakah posisi kita ketika sesama saudara seiman saling mengutuki saudaranya yang lain?

Semua itu lebih terasa menyakitkan dan sulit ditoleransi bagi umat muslim itu sendiri.

Kenapa terasa lebih menyakitkan?

Karena kita sudah terlatih dan punya asumsi bahwa sangat wajar kalau ada non-muslim yang tidak menyukai dan membenci kita. Kita sudah mempunyai ekspektasi itu.

Tapi, sangat berbeda jika kebencian malah datang dari sesama kita.

Kita tentu tidak berpikiran bahwa  saudara seiman yang sama-sama mengucap kalimat tauhid “laa ilaa ha ilallaah” akan saling melukai, menyakiti, dan bahkan membunuh sesama.

Itu adalah rasa sakit yang tak tertahankan, tapi begitulah keadaan yang terjadi.

Dan semua itu bersumber dari fitnah dan kekejian yang dilakukan oleh kaum munafik. 

**

Maka, dari sini, kita tahu bahwa Allah membuktikan betapa cintanya Dia terhadap agama Islam dan orang-orang yang memeluknya. 

Saking cintanya Allah terhadap agama ini, Allah akan memberikan siksaan yang pedih secara terus menerus kepada mereka yang menorehkan luka di dalam hati umat muslim.

Mari kita berdoa, semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang munafik dan terbebas dari siksa-Nya. 

InsyaAllah bersambung ba’da ashar.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 05. Al-Baqarah (Ayah 9-12) – A Deeper Look (39.28-41.30)


Materi VoB Hari ke-233 Sore | Spiritual and Physical Connection

Ditulis oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek34Part3

Part 3

فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ 

Selanjutnya kita akan membahas ayat ke 11 dan 12 dari surat Al-Baqarah.

Ayat ini juga nanti akan dibacakan kembali oleh ustaz Nouman ketika membahas tentang orang-orang Yahudi di Madinah.

***

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

“Ketika dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami ini orang-orang yang malah membuat perbaikan.” (QS. Al-Baqarah, 2:11)

Kata ishlah bermakna sesuatu yang rusak dan kemudian diperbaiki. Mereka, orang-orang munafik, merasa bahwa diri merekalah yang memperbaiki kekacauan dan masalah yang ada. 

Orang-orang munafik ini berkata, “Kalian semua yang bermasalah, antar satu dengan yang lainnya, kita di sini ingin membantu menyelesaikan. Ayo kita akhiri perseteruannya, mari berdamai.”

***

Kemudian, pada ayat selanjutnya, Allah mengatakan,

أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS Al-Baqarah, 2: 12)

Orang-orang munafik itulah yang sebenarnya sumber dari segala kerusakan yang terjadi. Tapi, mereka tidak sadar dan tidak akan pernah menyadari hal tersebut.

Kata fasad pada ayat ini berarti sesuatu yang muncul di dunia ini.  

Untuk lebih memahaminya, ustaz Nouman merujuk pada surat Ar-Rum ayat 41,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum, 30:41)

Allah mengatakan bahwa kerusakan yang muncul di darat dan laut adalah akibat dari tangan manusia sendiri.

Apa yang dimaksud kerusakan di darat dan di bumi ini?

Yaitu, ketika daratan dan lautan berhenti menghasilkan kebaikan. 

Tidak ada tanaman yang bisa dipanen dan tidak air yang bisa diminum akibat kekeringan atau kontaminasi. 

Semua ini menyebabkan darat dan laut tidak bisa memberikan rezeki yang seharusnya mereka sediakan bagi semua makhluk hidup.

Dari sini, Allah mengatakan bahwa sebenarnya kerusakan spiritual yang dialami seseorang, seperti melakukan kecurangan dalam berbisnis, berbohong dengan orang lain, makan dan minum dari penghasilan yang haram, mencuri harta orang lain, dan membunuh sesama adalah kekerasan spritiual yang tidak hanya berdampak pada level individu semata. Kerusakan-kerusakan spiritual ini juga memiliki efek pada kondisi kesehatan bumi sehingga akibatnya bumi menjadi sakit 

***

Sebaliknya, ketika seseorang di suatu lingkungan beriman dan taat kepada Allah, bumi juga akan  membersamainya. Ia akan memproduksi lebih banyak sayur-mayur dan buah-buahan. Dan ketika hujan turun, hujan itu akan membawa keberkahan, bukan kebanjiran atau bentuk penderitaan lainnya.

Allah mengatakan, 

وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ مِّنۡهُمۡ أُمَّةٞ مُّقۡتَصِدَةٞۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ

“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka…” (QS Al-Ma’idah, 5:66)

Ayat ini mendeksripsikan kejadian ketika nabi Isa ‘alayhis salam turun ke bumi dan saat itu orang-orang taat kepada Allah. 

Ketaatan itu bahkan bisa membuat seekor singa berhenti menerkam mangsanya, panen makanan di mana-mana, tanah menjadi sangat subur, dan bahkan, menurut ustaz, Texas yang gersang bisa memiliki sungai seperti di California. 

Itulah yang akan terjadi ketika keburukan di bumi menghilang dan digantikan dengan kebaikan.

***

Mungkin kita sudah sangat familiar dengan kerusakan fisik yang terjadi di bumi ini, polusi udara dari kendaraan bermotor dan pabrik, bahan kimia yang meracuni laut, sampah plastik yang menggunung, dan berbagai macam kerusakan lainnya. 

Itu adalah kerusakan yang memang sangat nyata dan kita bisa merasakannya.

Tapi, sesungguhnya, realitas fisik ini tidak lepas kaitannya dengan realitas spiritual. Ada hubungan tidak kasat mata seperti wireless connection antar keduanya.

Ketika kebaikan spiritual menyebar maka kebaikan fisik dan material akan tersebar pula.

Itulah prinsip kehidupan yang diajarkan dari Islam. 

Bumi akan menjadi tempat yang lebih baik karena kebaikan-kebaikan yang tersebar secara merata di darat maupun laut.

Subhanallah.

InsyaAllah bersambung pekan depan.

Sumber: Bayyinah TV > Surahs > Deeper Look > 05. Al-Baqarah (Ayah 9-12) – A Deeper Look (41.30-44.58)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s