[VoB2021] Dua Sisi Dajjal


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-229

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at,  05 Februari 2021

Materi VoB Hari ke-229 Pagi | Dua Sisi Dajjal

Ditulis oleh: Wina Wellyanna

#FridayAlKahfWeek33Part1

Part 1

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Sekarang kita akan membahas fadilah salah satu surat yang Ibnu Abbas utamakan menghafalnya, dan salah satu surat yang ustaz NAK menganggapnya my oldest treasures atau harta berharganya Ustaz.

Keutamaan surat al-Kahfi berpusat pada nur atau cahaya.

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi)

Dari satu Jumat ke Jumat berikutnya disinari cahaya?

Kita tahu hadis tentang waktu ketika Dajjal datang, waktu bergerak cepat, satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu minggu dan satu minggu seperti satu hari.

Satu minggu seperti satu hari.

Jika kita membacanya di salah satu hari yaitu pada hari Jumat, di akhir zaman nanti satu minggu akan terasa seperti satu hari.

Satu Jumat yang seolah-olah sudah bertemu Jumat lagi.

Satu minggu dan sehari sangat dekat, saat itu, kelak di akhir zaman.  Sehari terasa seperti satu jam.

Nanti kita akan bahas tentang hal ini lebih jauh lagi, kata Ustaz Nouman.

Hadis tentang kedatangan Dajjal sudah banyak dibahas oleh para ulama, Ustaz menyarankan kita mencari tau sendiri ceramah yang membahas hadis kedatangan Dajjal, Ustaz Nouman hanya akan membahas keterkaitan antara surat Al-Kahfi dengan fitnah Dajjal.

Berkaitan dengan hadis akhir zaman, Ustaz Nouman berdiskusi dengan beberapa ulama dan beliau mendapat sedikit potongan-potongan puzzle yang sedikit banyak telah menjadi sebuah bentuk, meski Ustaz masih harus mengonfirmasi beberapa hal lagi sebelum membagikannya dengan kita.

Oke, sedikit saja bocorannya, kata Ustaz Nouman, jika kita melihat seluruh kajian atau penelitian ilmiah yang membahas mengenai akhir zaman (yang beredar di dunia), menyusun potongan-potongan puzzle ini, akan dapat melihat gambaran besarnya.

Gambaran yang terbentuk adalah, akhir zaman nanti sebetulnya keadaan dimana dunia sedang sangat indah, kekayaan yang berlimpah, tidak pernah sebelumnya dunia begitu mempesona dan menarik hati, Dajjal menambah-nambahi ‘kecantikan’ dunia sehingga membuat banyak manusia terpikat.

Ia bisa menurunkan hujan, menghidupkan kembali orang yang telah mati, memotong manusia menjadi dua dan menjadikannya utuh kembali, tanah yang tandus menjadi hidup dengan tetumbuhan.

Siapa yang butuh surga kalau dunia ini sudah terasa seperti surga?

Keindahan yang begitu sempurna, materi yang berlimpah, hal-hal yang belum pernah ada sebelumnya di dunia manusia, peran Dajjal akan banyak dikaitkan dengan keadaan yang seolah sempurna ini.

Sampai-sampai para sahabat tidak bisa membayangkan seindah apa dunia nanti ketika mendengar hadis betapa Dajjal mampu melakukan semua hal yang memesona, tapi di saat yang sama Dajjal diasosiasikan dengan peperangan dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia.  

Perang habis-habisan.  

Perang yang menumpahkan darah terburuk sepanjang tragedi kemanusiaan.

Dua sisi koin berlawanan yang dilekatkan dengan karakter Dajjal.

Di satu sisi koin Dajjal mempercantik dunia tapi merusak spiritual manusia.

Di sisi koin yang lain Dajjal memerangi kaum muslim, yang tidak tergoda dunia dan menjaga spiritualnya.

Kaum muslim akan berkali-kali menang lalu kalah, selalu bergantian, meski lebih sering kalah sebetulnya.

Yah kok lebih banyak kalah?

😣😣😣

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 7. A Christian Perspective and Virtues of The Surat al-Kahf (36:08 – 39:05)


Materi VoB Hari ke-229 Siang | Kabar Gembira Versi Allah

Ditulis oleh:  Wina Wellyanna

#FridayAlKahfWeek33Part2

Part 2

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Gambarannya akan makin terlihat jelas, dengan makin jauhnya kita menyelami surat al-Kahfi.

Ustaz akan memberikan satu contoh, surat al-Kahfi diawali dengan

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu

“Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah” (Q.S Al-Kahfi ayat 2)

Atau ‘sebagai peringatan akan ada perang yang sangat intens.’

Al-Qur’an menggunakan sebuah kata yang eksklusif untuk menggambarkan peperangan di dunia: ba`san.

Tapi para ulama juga menyepakati, ba`san bisa digunakan untuk dunia maupun akhirat (jahanam), meski lebih sering untuk penggambaran siksa di dunia.

Ketika akan terjadi perang, semua orang tentu harus diberi peringatan, tapi ada orang yang diberi peringatan oleh Allah agar kelak mereka disiksa.

Disiksa bukan hanya di dunia ini tapi juga di akhirat kelak.

Mereka adalah kaum kafir.

Lalu siapa yang berseberangan dengan kaum kafir?

Orang-orang beriman, tentu.

Jadi, ketika ada yang memperingatkan kita kalau akan terjadi perang,

“Akan ada perang, tapi jangan khawatir….”

Harapan kita semua titik-titik itu adalah :

Jangan khawatir ….(kalian akan menang) begitu bukan?

Atau,

Jangan khawatir ….(kalian akan baik-baik saja atau kalian akan bertahan).

Tapi Allah mengatakan,   

wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

“Dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,” (Q.S Al-Kahfi ayat 2)

Oh, ini pasti Allah sedang memberi kabar baik kepada kaum muslimin yang mengerjakan amal-amal baik, kelak juga akan mendapatkan balasan yang baik, ya kan?  

Karena bisa juga berarti balasan yang baik ini Allah beri di dunia.  Dengan diberi kemenangan perang melawan Dajjal dan semua orang beriman akan happy ending di dunia, begitu harapannya.

Tapi lihat ayat selanjutnya:

mākiṡīna fīhi abadā

“Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.” (Q.S Al-Kahfi ayat 3)

Kekal sudah pasti negeri akhirat, bukan dunia.

Jadi setelah Allah memperingatkan tentang perang yang sangat mengerikan kepada kita, kemudian Allah memberikan kabar gembira karena kita mendapatkan surga.

Jadi intinya apa?

Mereka yang diberi kabar gembira ini jelas akan mati.

🙃🙃🙃

Sulit diterima ya? Padahal kita mengharapkan

“Kalian akan baik-baik saja di perang tersebut”

Tapi Allah tidak melindungi kita dari perang atau siksa di dunia, Allah ingin melindungi kita dari siksa di akhirat kelak.

Dengan kata lain, orang-orang yang selamat dari perang yang sangat mengerikan nanti adalah mereka yang telah meninggalkan materialisme mereka kepada dunia sepenuhnya.

Mereka bahkan tidak perlu dilipur laranya karena tidak mempedulikan materi dunia.

Penghibur hati mereka adalah kebahagiaan di akhirat.

Karena Dajjal ada di satu titik ekstrim, yaitu dunia, sementara orang-orang yang beriman meletakkan asa dan harapan mereka pada akhirat.  

Berharap balasan baik dari Allah di akhirat.

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 7. A Christian Perspective and Virtues of The Surat al-Kahf (39:06 – 42:05)


Materi VoB Hari ke-229 Sore | Mākiṡīna Fīhi Abadā vs Khālidīna Fīhā Abadā

Ditulis oleh: Wina Wellyanna

#FridayAlKahfWeek33Part3

Part 3

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Salah satu hal yang membuat Ustaz bingung di surat Al-Kahfi adalah ketika Al-Qur’an menggambarkan tentang seseorang yang abadi di akhirat, biasanya dengan kholidina fiha abada (mereka kekal didalamnya).

Pun biasanya bukan ayat yang terpisah dengan ayat sebelumnya, tapi lihat dengan ayat

mākiṡīna fīhi abadā

“mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.” (Q.S Al-Kahfi ayat 3)

Sudahlah ayatnya terpisah dengan ayat sebelumnya, pemilihan kata juga berbeda dari ayat di surat-surat lain yang menggambarkan kekekalan di akhirat.

Pasti ada sesuatu yang berbeda dan tidak biasa dari ayat ini.

Iya, salah satunya untuk menaruh harapan kita pada kehidupan di akhirat.

Dan satu lagi, meski belum waktunya dibahas, tapi ustaz memberi sedikit bocoran (lagi), ada hubungannya dengan materialisme (cinta dunia) dan perjuangan membebaskan diri dari materialisme.

Allah memberi gambaran akan keutamaan untuk mengharap penghidupan di akhirat.

Ternyata ustaz membocorkan bahasan lebih banyak 😅, jadi oke kata Ustaz, lanjutkan saja.

Ingat tidak kalau Al-Kahfi menceritakan tentang 4 kisah.

Kisah pertama, tentang pemuda-pemuda yang lari ke Gua, mereka saat itu tidak memikirkan:

“Aduh, saya masih muda dan saya kan belum menikah”

“Nanti terus mau ngapain gitu di Gua?”

“Nanti makannya gimana dong?”

Mereka tidak memikirkan itu semua, karena meletakkan harapan dan keyakinan mereka pada tempat yang benar.

Banyak sekali dari kita yang menaruh harapan dan keyakinan pada tempat yang salah.

Memang apa tempat yang benar? Allah.

Dan tempat yang salah? Selain Allah pastinya.

Kisah kedua tentang pemilik dua kebun, harapan dan keyakinannya dia letakkan dimana? Pada kebunnya.

Kisah ketiga tentang Nabi Musa, a.s, beliau meletakkan keyakinannya pada apa yang ia lihat, padahal apa yang kita lihat bisa jadi bukan kenyataan yang sebenarnya.

Kisah keempat, kisah tentang Dzulqarnain, beliau selalu memenangkan perang kemanapun beliau dan pasukannya berjalan.

Ketika beliau sedang memberikan pidato kemenangan, alih-alih mengucapkan terima kasih kepada pasukannya, dan menganggap mereka nomor satu, ia malahan berkata:

hāżā raḥmatum mir rabbī, fa iżā jā`a wa’du rabbī ja’alahụ dakkā`, wa kāna wa’du rabbī ḥaqqā

“Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”

Dzulqarnain telah meletakkan harapan dan keyakinannya pada tempat yang tepat.

mākiṡīna fīhi abadā

“mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.” (Q.S Al-Kahfi ayat 3)

Surga yang kekal dan abadi akan menjadi balasan baik untuk orang beriman kelak, Allah telah menyebutnya di awal-awal surat Al-Kahfi untuk memberi kekuatan iman kepada kaum muslimin.

Di surat Al-Kahfi, secara bergantian Allah membandingkan yang kekal dan yang tidak kekal, yang abadi dan yang tidak abadi, terus berulang-ulang.

Perbandingan yang kekal dan yang tidak kekal akan kita temukan secara berkala di pembahasan Al-Kahfi selanjutnya, in syaa Allahu ta’ala.

Al-Kahfi menurut Ustaz Nouman : salah satu petualangan yang indah juga salah satu surat yang istimewa dan Ustaz sudah tidak sabar untuk melanjutkan episode berikutnya.

In syaa Allah bersambung pekan depan dengan pembahasan lebih jauh tentang Dajjal dan satu bahasan yang masih Ustaz rahasiakan.

Sumber: Bayyinah TV / Home / Quran / Deeper Look / 7. A Christian Perspective and Virtues of The Surat al-Kahf (42:05 – 45:41)

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s