[VoB2021] Start with Your Own


بسم الله الرحمن الرحيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-224

Topik : Leadership

Ahad, 31 Januari 2021

Materi VoB Hari ke-224 Pagi | Start with Your Own

Oleh: Icha Farihah

#SundayLeadershipWeek32Part1

Part 1

بسم الله الرحمن الرحيم

“Don’t spend beyond your means”

“Jangan menghabiskan di luar kemampuanmu”

Nasihat semacam ini biasanya disampaikan oleh para tetua, terutama seorang nenek, kepada kita ketika masih kecil.

Meski terkesan sederhana, nasihat ini sebenarnya sangat ampuh dalam menentukan keberhasilan kita, keluarga, organisasi, maupun komunitas yang kita jalani. Dan sebaliknya, malah berbahaya ketika kita mengabaikannya.

Kata means di sini artinya semua yang ada di kantung kita. 

Jadi, jangan menghabiskan semua hal yang ada di dalam kantung.

Jangan membuat rencana anggaran berdasarkan sesuatu yang tidak kita miliki. Rencanakanlah sesuai budget yang ada.

💸💸💸

Poin selanjutnya adalah tentang mencari dana yang besar ketika ingin mengawali sebuah kegiatan atau project.

Sebuah project sebaiknya dimulai dengan uang kita sendiri. Baru setelah project tersebut berjalan lancar dan semakin besar, tanpa perlu mencari sponsor atau donatur, orang-orang akan datang sendiri untuk memberikan bantuan. Ingat prinsip pertama yang ustaz Nouman ajarkan di sesi Leadership ini.

Jadi, jangan memulai dengan meminta dana yang besar. Dan termasuk juga, jangan memulainya dengan dana donasi. 

Kalau kita yakin dengan project kita, maka sudah seharusnya kita juga berani untuk menaruh uang kita sendiri di dalam project tersebut.

Sudah menjadi hal alami bagi manusia, jika uang sendiri yang dipakai maka kita akan sangat berhati-hati dalam perencanaan dan pengeluaran. 

Maka mulailah dengan uang sendiri sehingga kita menjadi lebih berhati-hati, lebih matang dalam berencana, dan lebih tidak menyepelekan proses pembuatan anggaran.

Dan sekali lagi, jika kita mengerjakan project tersebut dengan benar dan sungguh-sungguh, orang-orang akan datang membantu project tersebut.

Jika kita percaya dengan prinsip ini, nantinya kita akan melihat hasilnya sendiri. Let’s see.

💸💸💸

Dengan demikian, dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa memulai sebuah project itu tidak selalu membutuhkan bantuan dari siapapun. 

Jangan mengatakan, “Saya punya ide yang besar nih, tapi sayangnya enggak ada uang.”

Padahal bisa saja, idenya dibuat menjadi lebih sederhana, tapi dijalankan dengan serius. Lalu seiring berjalannya waktu ide itu akan membesar dengan sendirinya.

Bersambung insya Allah ba’da zhuhur.

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Leadership – 08. Leadership Workshop (00:00-02:11)


Materi VoB Hari ke-224 Siang | Ulasan Tentang Najwaa

Oleh: Icha Farihah

#SundayLeadershipWeek32Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحيم

Poin terakhir yang akan disampaikan pada sesi Leadership adalah tentang satu topik yang pernah dijelaskan ustaz sebelumnya, yaitu najwaa, pembicaraan rahasia. 

Mari kita ulas kembali.

Pada dasarnya, kita boleh saja mengikuti sebuah rapat, diskusi, halaqah, dan bentuk pertemuan lainnya. Kita juga boleh berbicara secara terbuka di pertemuan-pertemuan tersebut.

Namun, adakalanya, ketika pertemuan selesai, kita masih ingin melanjutkan percakapan secara privat dengan orang lain. Terkadang kita mencoba berdiskusi lagi terkait topik-topik tertentu yang menarik dan cara implementasinya di dalam organisasi kita.

Sayangnya, topik-topik tersebut juga biasanya digunakan sebagian orang sebagai amunisi untuk menyerang orang lain. Entah orang itu keluarga sendiri, teman kantor, maupun teman seperjuangan dakwah di masjid/organisasi.

Beberapa orang lainnya terkadang juga malah terusik dengan pembahasan ustaz Nouman. Mereka merasa tersinggung seolah-olah ustaz tahu semua kisah hidupnya.

“Kok ustaz ini bisa tahu tentang perilaku saya?”

“Siapa yang kasih tahu ustaz, ya?” 

Yang lain malah berterima kasih kepada ustaz, “Ya Allah, terima kasih Ustaz, apa yang barusan Ustaz sampaikan ini cocok sekali dengan kelakuan kolega saya, saya akan gunakan ceramah ustaz ini sebagai amunisi terhadapnya selama 6 bulan kedepan.”

Semua yang disebutkan di atas ini termasuk ke dalam kategori najwa.

Najwaa adalah menggunakan nasihat yang baik sebagai senjata untuk mengkritisi orang lain.

Ustaz mengatakan bahwa Alhamdulillaah kita semua muslim sehingga kita sudah sangat pandai dengan urusan kritik-mengkritik. 

🗣🗣🗣

Jadi, semisal, ketika ada yang mendengar kajian Leadership hari ini, lalu ia mendapatkan ilmu di dalamnya. 

Secara teori, ilmu itu seharusnya bermanfaat, tapi najwaa membuat kebermanfaatan itu berubah menjadi racun yang merugikan. Ia menyerang seseorang, sebuah project dakwah, dan hal-hal lainnya yang ada di dalam masjid dari ilmu yang baru saja ia dapatkan.

Majelis ilmu itu bukan untuk menyerang. 

Ketika terlintas di dalam pikiran kita untuk menggunakan ilmu sebagai senjata melawan orang lain, kita harus segera memerintahkan diri kita untuk berhenti.

Seharusnya kita memfokuskan diri kita tentang bagaimana membuat situasi di masjid menjadi semakin lebih baik dengan prinsip-prinsip yang telah diajarkan ustaz Nouman.

Meskipun semua prinsip itu tidak bisa kita terapkan secara keseluruhan, misalnya karena beberapa project terlanjur sudah berjalan, kita masih bisa memikirkan dan mengubah arah percakapan kita tentang bagaimana membuat sebuah situasi menjadi lebih ideal, bagaimana kita bisa ikut berkontribusi, dan bagaimana kita bisa meningkatkan kreativitas dakwah kita.

Bersambung insya Allah ba’da ashar.

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Leadership – 08. Leadership Workshop (02:11-04:29)


Materi VoB Hari ke-224 Sore | Tetap Membangun Meskipun Berbeda

Oleh: Icha Farihah

#SundayLeadershipWeek32Part3

Part 3

بسم الله الرحمن الرحيم

Aset kita sebagai umat muslim adalah masjid.

Setuju atau tidaknya kita terhadap sebuah program atau project masjid jika itu sudah berjalan hampir setengahnya, maka kita juga harus terlibat. Itu telah menjadi program kita bersama. 

Kita harus berhenti mengeluh dan mempersoalkan argumentasi-argumentasi ketidaksetujuan kita. 

Kita harus ikut serta dalam prosesnya sehingga jika mereka melakukan kesalahan di masa lalu yang kita ketahui, kita dapat mengingatkan agar tidak terulang kembali. 

Itulah tugas kita yang seharusnya. Bukan sinis, kritis, apalagi menarik diri dari mereka.

Kalau kita berperilaku yang kurang menyenangkan terhadap mereka, kita malah kehilangan poin utama dari sebuah organisasi. Kita kehilangan tujuan secara keseluruhan sebagai bagian dari umat Islam.

Kita seharusnya ikut membangun. Sebagaimana bunyi ayat berikut,

 وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا

“Dan menjadikanmu pemakmurnya (bumi).” (QS Hud, 11: 61)

Maksud ayat ini adalah Allah menaruh kita di bumi untuk membangun, bukan menghancurkan.

Dalam bahasa Arab modern, kata isti’mar diartikan sebagai menjajah. Padahal di bahasa Arab klasik, artinya adalah mencoba untuk membangun atau mengembangkan sesuatu.

Jadi, apapun yang kita lakukan seharusnya kita terinspirasi dari isti’mar. 

Terinspirasi dalam makna untuk membangun, bukan menjajah.

Itulah salah satu tujuan kita ada di muka bumi.

Jadi, ketika kita mengambil ide membangun ini, kita seharusnya memiliki percakapan yang konstruktif dan non-personal antar sesama. Singkatnya, tidak baperan.

Walaupun sejujurnya sangat sulit ketika kita sudah jatuh cinta kepada sebuah program atau project dan  kita telah mengorbankan banyak waktu untuk keberhasilan project tersebut, tapi tiba-tiba ada saja orang yang tidak menyukainya dan melontarkan ucapan yang menyakitkan.

Tapi, begitulah, kita harus mengesampingkan emosi kita. Karena sebenarnya itu adalah ujian keikhlasan kita.

Terkadang ketika kita bekerja keras dan bersikukuh terhadap opini, project, pekerjaan, dan lain-lain, keikhlasan menghilang. Yang tersisa hanya rasa kepemilikan dan bangga terhadap hal-hal tersebut.

Sifat alami manusia memang seperti itu, semua yang dicapai olehnya menjadi sebuah kebanggaan. Tapi tenang, tidak semua rasa bangga bersifat buruk.

Rasa bangga dapat berubah menjadi buruk ketika kita bersikap defensif dan memberikan perasaan tidak suka kita terhadap orang lain.

Bersambung insya Allah pekan depan.

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Leadership – 08. Leadership Workshop (04:29-07:14)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s