[VoB2021] Pendahuluan Materi Parenting Bagian ke-2


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-223

Topik: Parenting

Sabtu, 30 Januari 2021

Materi VoB Hari ke-223 Pagi | Pendahuluan Materi Parenting Bagian ke-2

Ditulis Oleh: Rizka Nurbaiti 

#SaturdayParentingWeek32Part1 

Part 1 

Pekan kemarin kita telah sampai pada akhir materi ‘Parenting Bagian Pertama’. Oleh karena itu, hari ini kita akan mulai memasuki materi ‘Parenting Bagian Kedua’. 

Ustadz Nouman membuka pembahasan parenting ini dengan membacakan QS. Yusuf, 12:14. 

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَـٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَـٰجِدِينَ

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

Kenapa Ustaz memilih ayat ini? 🧐

Hal ini akan dijelaskan nanti Insyaa Allaah.

Hari ini kita mempelajari ‘Pengantar Parenting Bagian Kedua’.

Pertama-tama, Ustaz Nouman menyampaikan bahwa beliau akan memberikan materi parenting ini selama kurang lebih 40 menit pada setiap sesinya. Beliau tidak memberikan waktu yang lebih dari itu.

Karena menurut beliau, kita membutuhkan waktu yang cukup untuk mencerna materi yang beliau sampaikan.

Dan beliau juga tidak ingin kita terbebani dengan materi yang berlebihan. 🤯

Setiap sesi pada materi ini dibuat menjadi sebuah topik utama pembahasan. Jadi satu topik dibahas selama 40 menit. 

Pendekatan yang beliau lakukan dalam menyusun materi ini adalah dengan membaca Al-Qur’an melalui sudut pandang sebagai ‘orang tua’.

Beliau melakukan pendekatan melalui Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup untuk kita semua.

Sehingga setiap pendekatan yang kita lakukan kepada Al-Qur’an tujuannya adalah untuk mendapatkan ‘petunjuk’. 

Kita mempelajari Al-Qur’an karena kita membutuhkan bimbingan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Misalnya ketika kita membutuhkan bimbingan tentang bagaimana beribadah kepada Allah ﷻ  maka kita bisa mendekati dan mempelajari Al-Qur’an dengan menggunakan perspektif sebagai ‘seorang hamba’. 

Kita juga mempelajari Al-Qur’an saat kita meminta petunjuk agar kita dapat mengendalikan amarah kita. Agar kita dapat mengendalikan keserakahan kita. 

Begitu juga saat kita membutuhkan bimbingan untuk menjadi seorang pemimpin, pengusaha, dai atau karyawan yang baik. 

Jadi, setiap kita memiliki masalah dan membutuhkan bimbingan tentang suatu hal, maka kemana kita mencari jawabannya?

Kita bisa mencari jawabannya dari Al-Qur’an. Dari Kitab Allah.

Hal ini juga berlaku dalam mengasuh anak.

Mengasuh anak adalah salah satu pekerjaan terbesar yang dimiliki oleh setiap manusia. 

Menjadi orang tua adalah tanggung jawab kepemimpinan pertama yang diberikan kepada umat manusia. 

Adam alaihissalam adalah orang tua pertama dan sekaligus juga Nabi pertama.

Dan itu bukan merupakan suatu kebetulan. Karena ketika kita telah menjadi orang tua berarti kita juga menempatkan posisi kita sebagai guru dan murabbi, pembimbing. 

Orang tua adalah seseorang yang akan memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani anak-anaknya

Jadi, setiap anak akan mulai belajar segalanya dari orang tua mereka. 👨‍👩‍👦

Anak-anak kita belajar suatu bahasa dari kita. Mereka belajar berpakaian dari kita. Bahkan mereka belajar cara makan juga dari kita.

Semua yang anak-anak dapatkan sebenarnya berasal dari orang tua mereka.

Sehingga setiap orang dapat berubah menjadi dirinya saat ini, semuanya berawal dari orang tua. 

Jadi, jika sekarang kita telah menjadi orang tua maka seharusnya kita menyadari bahwa kita memiliki tanggung jawab yang sangat besar.

Kita bertanggung jawab untuk membuat anak-anak kita menjadi seorang muslim yang baik, beradab dan sukses. 

Kita harus melaksanakan peran kita sebagai orang tua dengan kemampuan terbaik kita.

Pada seri parenting ini ustaz tidak akan membahasnya dengan cara seperti yang umumnya dilakukan, yakni hanya membahas ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan kata ‘orang tua’ atau yang menyebutkan kata ‘anak’.

Melainkan, beliau akan membahasnya dengan lebih mendalam lagi. Beliau tidak hanya membahas ayat-ayat Al-Qur’an yang secara eksplisit membahas topik tentang orang tua dan anak saja. 

Tetapi juga akan membahas ayat-ayat Al-Qur’an yang sebenarnya bukan secara khusus berisi materi parenting. Jadi, ayat-ayat ini berisi nasihat yang relevan dalam semua keadaan dan termasuk di dalamnya relevan untuk orang tua.

Oleh karena itu, pada pembahasan materi parenting ini, kita akan melihat ustaz mengutip beberapa ayat yang pokok pembahasannya bukan tentang parenting.

Mengapa ustaz melakukan demikian?

Bersambung Insyaa Allah ba’da zhuhur.

🌼🌼🌼🌼🌼

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Course > 16. Introduction Part 2-Parenting (00:00-03:16)

🌼🌼🌼🌼🌼


Materi VoB Hari ke-223 Siang | Pendahuluan Materi Parenting Bagian Kedua

Ditulis Oleh: Rizka Nurbaiti 

#SaturdayParentingWeek32Part2 

Part 2

Mengapa ustaz juga mengutip ayat-ayat yang tidak secara khusus membahas masalah ‘Parenting’?

Ustaz Nouman mengutip ayat-ayat yang berisi nasihat yang relevan untuk semua keadaan dan termasuk untuk orang tua karena ustaz merasa bahwa kita sebagai orang tua perlu mendapatkan nasihat dari ayat-ayat tersebut juga.

****

Selanjutnya, pada sesi pengantar materi parenting bagian kedua ini, ustaz juga mengingatkan kita bahwa tidak ada satupun dari kita termasuk beliau sendiri, yang merupakan orang tua yang sempurna. 

Kita tidak bisa menjadi orang tua yang selalu sempurna dalam segala hal. 

Dan kita juga tidak dituntut untuk menjadi orang tua yang sempurna, itulah salah satu hal yang indah di Islam. 

Jadi, jika Anda memiliki masalah dengan anak-anak Anda, itu bukanlah tanda bahwa Anda adalah orang tua yang gagal. Anda bukanlah satu-satunya orang tua yang mengalami hal tersebut. 

Setiap orang tua memiliki masalahnya tersendiri dalam membesarkan anak-anaknya. 

Kita dihadapkan kepada ketidakpatuhan anak-anak kita. pertengkaran anak-anak kita.🤼‍♀️

Kecemburuan diantara anak-anak kita. Persaingan diantara mereka. Atau mungkin kita memiliki masalah dalam mengontrol emosi kita. 🤯

Permasalahan tersebut adalah permasalahan yang umum terjadi. Jadi saat anak-anak kita menimbulkan masalah tersebut bukanlah berarti mereka anak yang nakal. Atau kemasukan jin. 

Tidak. Kita tidak boleh berpikir seperti itu.

Karena itu semua berasal dari emosi yang secara alamiah ada di setiap individu. Emosi ini bisa naik dan turun. Sehingga terkadang anak-anak kita bisa memiliki emosi yang baik, tapi terkadang emosinya buruk. 

Oleh karena itu, jika mereka sedang menunjukkan emosi yang tidak baik kepada kita, hal itu bukan berarti mereka adalah anak-anak yang nakal. 

Dan jika mereka pernah membalas ucapan Anda dengan perkataan yang kasar, tidak berarti mereka adalah anak-anak yang durhaka. 

Jadi, kita tidak bisa begitu saja menghakimi anak-anak kita. Kita tidak bisa langsung melabeli mereka dengan kata-kata yang buruk. 

Serta kita juga tidak boleh menghakimi diri kita sebagai orang tua yang gagal dan akan dihukum di hari penghakiman nanti, karena kita belum berhasil menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang baik seperti malaikat. 

Kita seharusnya tidak memiliki yang sempit dan pesimis seperti itu. Itu bukanlah sikap yang sehat. Bukan itu yang dituntut oleh agama kita kepada kita sebagai orang tua.

Lalu apa yang diharapkan Islam kepada kita?🤔 

Sebelum mengetahui jawaban itu, terlebih dahulu ustaz mengingatkan kita untuk mengetahui bahwa Allah ﷻ memahami kita semua adalah makhluk yang tidak sempurna. Kita memiliki kekurangan masing-masing. Begitu juga ketika kita berperan sebagai orang tua, Allah ﷻ mengetahui bahwa kita bukanlah orang tua yang sempurna.

Sehingga, sebenarnya yang Allah ﷻ inginkan dari kita sebagai orang tua adalah untuk terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Tidak menjadi sempurna. Tapi untuk menjadi lebih baik. 

Lebih baik dari apa? 

Lebih baik dari siapa?

Bersambung Insyaa Allah ba’da ashar. 

🌼🌼🌼🌼🌼

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Course > 16. Introduction Part 2-Parenting (03:16-05:03)

🌼🌼🌼🌼🌼


Materi VoB Hari ke-223 Sore | Pendahuluan Materi Parenting Bagian Kedua

Ditulis Oleh: Rizka Nurbaiti

#SaturdayParentingWeek32Part3

Part 3

Allah ﷻ menginginkan kita sebagai orang tua untuk terus berusaha menjadi lebih baik. 

Lebih baik dari siapa?

Menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin. 

Jadi, apapun yang kita lakukan kemarin, maka buatlah sedikit kemajuan hari ini. Dan sedikit kemajuan lagi besok harinya. Terus begitu hari demi hari.

Hanya itu yang harus kita lakukan, jika kita ingin menjadi orang tua yang sesuai dengan apa yang Allah ﷻ  inginkan. 

Dan ketika kita bisa menginternalisasi nilai tersebut, maka kita tidak akan menjadi orang yang mudah merasa puas dalam setiap peran yang kita jalani.

Kita tidak akan menjadi seseorang yang merasa tahu segalanya. Merasa punya segalanya. Merasa dirinya yang paling hebat. 

Begitu juga dalam hal mengasuh anak (parenting), kita tidak akan bersikap defensif terhadap pola pengasuhan yang kita terapkan. 

Sama halnya untuk peran kita yang lain. Misalnya sebagai seorang hamba, guru, pegawai, pelajar dan peran-peran kita lainnya.

Dengan menginternalisasi nilai tersebut pada setiap peran yang kita jalani, maka kita akan berkembang menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Sebaliknya, jika nilai tersebut tidak kita internalisasi, maka seringkali ketika kita mendapatkan nasihat dari orang lain, kita cenderung langsung menolaknya. Bersikap defensif karena harga diri yang kita miliki.

Misalnya saat seseorang memberikan nasihat ke kita, sebelum orang tersebut selesai menyampaikan pendapatnya, kita sudah duluan memotong pembicaraannya dan melakukan pembelaan.

“Sebenarnya sebelum kamu kasih tahu saya juga saya sudah melakukannya, kok!”

“Sebenarnya semua masalah saya tersebut sudah beres tahu!”

“Sebenarnya di rumah saya tidak ada masalah kok, semua baik-baik saja!”

“Anak-anak saya adalah anak yang baik kok!”

Kita terus menerus melakukan pembelaan terhadap diri kita sendiri dan menolak pendapat atau nasihat yang datang dari orang lain.

Ketika Anda merasa anak Anda baik-baik saja, yah benar setiap anak memang bukan penjahat, tapi bukan berarti kita mengabaikan kesalahan yang mereka lakukan. Atau menutup mata terhadap apa yang mereka lakukan, dan merasa semua sudah sempurna.

Karena jika kita terus-menerus bersikap defensif seperti itu, maka kita akan gagal dalam mengenali mereka. 

Perlu kita ingat bahwa mengenali kekurangan seseorang bukan berarti kita mempermalukan mereka.

Karena kita mengenali kekurangan mereka tersebut bukan untuk kita sebarkan ke orang lain.

Kekurangan mereka tersebut hanya kita ungkapkan kepada Allah ﷻ, agar kita mendapat bimbingan dari-Nya.

Dan dengan mengenali kekurangan anak-anak kita, maka kita tidak akan bersikap defensif lagi terhadap pola asuh yang kita terapkan. Dan dari situlah kerendahan hati berasal. 

Selanjutnya, ustaz juga menyampaikan bahwa nasihat yang beliau sampaikan di materi parenting ini bukan untuk merendahkan kita. Dan juga bukan berarti ustaz telah mendidik anak-anaknya dengan sangat sempurna seperti malaikat. Tidak seperti itu.

Karena ustaz sendiri menyadari bahwa beliau dan istrinya memiliki masalah dan tantangan tersendiri dalam membesarkan anak-anak mereka. Sama halnya dengan kita.

Jadi, ustaz menyadari bahwa apa yang dia sampaikan ke kita di materi parenting ini, merupakan pembelajaran juga buat beliau pribadi. Dan tentunya juga pembelajaran untuk kita semua.

Kemudian, ustaz juga menyampaikan bahwa dengan mengikuti materi ini selama beberapa jam, maka bukan berarti kita akan menjadi orang tua yang sempurna, atau berubah menjadi orang yang berbeda. Tidak seperti itu. 

Ustaz berharap semoga apa yang beliau sampaikan pada seri ini bisa sampai di hati kita. Kemudian membuat kita mampu menjadi lebih baik, lebih sabar, dan lebih cerdas sebagai orang tua dalam menghadapi berbagai keadaan yang muncul setiap hari. Insyaa Allah.

Menurut beliau, jika kita melakukannya dengan ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah ﷻ, maka insyaa Allah, Ia ﷻ akan membantu kita di luar batas kemampuan kita.

Ketika seorang Muslim melakukan sesuatu ikhlas untuk Allah ﷻ  dan mereka melakukannya karena mereka ingin dirinya beserta anak-anaknya dan keluarganya menjadi lebih dekat dengan Allah ﷻ. Kemudian, mereka sunguh-sungguh mencari petunjuk dari Kitab-Nya. Maka insyaa Allah, Allah ﷻ akan membukakan jalan untuk mereka.

Seperti yang terdapat pada QS Al-Ankabut, 29:69 dan QS At-Talaq, 65:3

وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.* Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

(QS Al-Ankabut, 29:69)

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍۢ قَدْرًۭا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. *Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

(QS At-Talaq, 65:3)

Dalam surat tersebut Allah ﷻ berkata bahwa Ia ﷻ akan membuka semua pintu (yang berbeda-beda) untuk orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. 

Semua jalan yang berbeda tersebut dibukakan untuk mereka. 

Dan siapapun yang bertaqwa kepada-Nya, Ia ﷻ  akan membukakan jalan bagi mereka bahkan dari tempat yang tidak bisa mereka bayangkan. 

Dengan kata lain, jika kita memiliki masalah dan kita tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya. 

Maka Allah akan menyelesaikannya dengan cara yang bahkan tidak bisa kita bayangkan. 

Itu bukan lagi menjadi urusan Anda saja, Allah ﷻ akan membantu Anda. Itu adalah ‘unseen world’.

Di dalam ‘dunia keimanan’. Jika kita melakukan sesuatu dengan tulus dan melakukan apa pun yang saya bisa kita lakukan, kemudian kita bertawakal kepada Allah ﷻ. Maka insyaa Allah, Allah ﷻ akan memberikan pertolangan-Nya dengan cara yang bahkan tidak terpikirkan oleh kita.

🌼🌼🌼🌼🌼

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Course > 16. Introduction Part 2-Parenting (05:03-08:52)

🌼🌼🌼🌼🌼


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s