[VoB2021] Apakah OK Kalau Berbeda Budaya?


بسم الله الرحمن الرحيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-217

Topik : Leadership

Ahad, 24 Januari 2021

Materi VoB Hari ke-217 Pagi | Apakah OK Kalau Berbeda Budaya?

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayLeadershipWeek31Part1

Part 1

———————————

Ustaz Nouman akan berhenti bicara dan akan mendengar pendapat murid-muridnya. 

Kalau tadi sedikit serius, sekarang waktunya bicara lebih santai. Kemudian ada murid beliau yang bertanya tentang loyalitas dan membangun kepercayaan. Namun, hal tersebut sudah Ustaz Nouman bahas di pertemuan sebelumnya. Teman-teman bisa mencari lagi di artikel sebelumnya.

Kemudian ada yang menanyakan tentang batasan budaya untuk pemuda. Menurut Ustaz Nouman, bagi pemuda tidak terlalu banyak batasan budaya yang berlaku. Di satu sisi kita memang punya budaya masing-masing. 

Misalnya orang Minangkabau punya budaya yang tidak ditemukan di Banjarmasin. Tidak ada masalah kalau kita punya budaya tertentu.

Kita tidak harus punya ketertarikan akan satu budaya yang sama. Justru menurut Ustaz Nouman akan keren kalau orang Indonesia belajar kriket dan orang Amerika belajar bulutangkis… hehe…

Seperti misalnya anak-anak muda banyak yang senang dengan basket, sedangkan orang tua mereka penggemar sepak bola. Jadi ada persilangan budaya, istilahnya.

Banyak budaya dalam satu komunitas itu sebenarnya hal yang baik. Kita bisa belajar budaya yang lain dan mengenal lebih dekat orang yang punya budaya yang berbeda. Karena setiap orang punya keunikan tersendiri.

وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ

Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.

QS. Al-Hujurat :13

Allah menciptakan kita unik agar kita saling mengenal satu sama lain. Agar kita bisa menghargai orang lain. Oleh karena itu, kita tidak perlu merasa terlalu terintimidasi dengan banyaknya perbedaan budaya atau menjadi minoritas dalam kehidupan sosial kita.

Ustaz Nouman juga sering mendorong orang-orang dari golongan tertentu agar mereka mau menerima orang lain dari bukan golongannya, agar orang lain punya pengalaman bagaimana bergabung di dalam golongan ini.

Misalnya, ketika ada orang yang bermain kriket dan menguploadnya ke Youtube. Orang ini secara tidak langsung seperti menjadi duta budaya India. Mau main kriket? Ayo ke India! Nah, seperti itulah budaya seharusnya. Mengajak orang lain untuk merasakan keunikan yang kita miliki.

Bersambung insya Allah _ba’da Zhuhur._

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Leadership – 07. Leadership Workshop (00:17:06-00:18:36)


Materi VoB Hari ke-217 Siang | Beda Sasaran Beda Program

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayLeadershipWeek31Part2

Part 2

———————————

Pertanyaan selanjutnya yang ditanyakan oleh murid ustaz Nouman adalah tentang program olahraga atau latihan fisik di kampus Bayyinah.

Ustaz menjelaskan bahwa program olahraga yang beliau lakukan ditujukan ke komunitas yang memang tertarik (dengan Kajian Tafsir Qur’an dan bahasa Arab). 

Kampanye online sesungguhnya hanya ditujukan untuk orang-orang yang tidak tertarik. 

Ustaz kemudian menceritakan pengalaman beliau terkait beda sasaran, maka beda program. Ustaz Nouman baru saja pulang dari konferensi membangkitkan semangat Islam di Kanada beberapa minggu sebelum kuliah ini.

Ustaz Nouman memberikan khotbah di konferensi tersebut dan didatangi oleh seorang wanita non-muslim. Ia berkata telah mendengarkan  ceramah Ustaz Nouman di Youtube selama 6 bulan dan ingin bertemu dengan Ustaz Nouman secara langsung. Ia mengaku sebagai seorang kristiani dan berterimakasih kepada Ustaz. 

Ia bercerita bahwa ia tergabung dalam komunitas wanita Kristen yang sering berkumpul tiap hari Jum’at siang dan mendengarkan ceramah beliau. 

“Tidak mungkin”, kata Ustaz Nouman.

“ _Beneran,_ Ustaz. “, kata wanita itu. 

“Doakanlah kami,” lanjutnya.

“OK,saya akan doakan kalian.” kata Ustaz. Terkesima dengan cerita wanita tadi. 

Selain wanita itu, ada orang lain, penganut agama Sikh yang datang dan mengaku mendengarkan podcast beliau. Ada juga Ismailiyah dan Ahmadiyah yang menonton Youtube dan mendengarkan _podcast._

Ternyata pendengar beliau tidak hanya umat muslim di US saja, ya. 

Ketika Ustaz Nouman memberi kuliah di kampus, tidak seperti ceramah di masjid, _guys._ pernah suatu kali beliau mengisi ceramah di suatu kampus, ada 400 orang di depan beliau, 200 orang laki-laki dan 200 orang perempuan. 

Di antara 200 orang perempuan, mungkin hanya 1 orang yang pakai hijab. Dan sebagian besar mereka ternyata sudah mengenal Ustaz Nouman dari _online_ : Youtube, Spotify, dan semacamnya.

Kemudian Ustaz bertanya siapa yang _mem-follow_ beliau dan ternyata ada sekitar 200 orang. Masyaa Allah..

Di waktu yang lain Ustaz Nouman mengecek siapa saja _follower_ beliau di Twitter. Dan beliau terkaget-kaget karena yang mengikuti beliau ada yang dari personel band, aktor, dan musisi.

Banyak diantaranya yang non-muslim. Jadi ketika menyangkut kampanye _online,_ sasaran kita menjadi lebih luas, dari bermacam-macam kalangan. Jadi sedikit yang diproduksi, tapi menyentuh lebih banyak kalangan. 

Bersambung insya Allah _bada Ashar._

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Leadership – 07. Leadership Workshop (00:18:36-00:20:43)


Materi VoB Hari ke-217 Sore | Beda Pengayaan dan Pendidikan

Oleh: Rendy Noor Chandra

#SundayLeadershipWeek31Part3

Part 3

———————————

Ustaz Nouman menceritakan bahwa ketika Ustaz Nouman berkelana berbeda dengan ketika beliau mengajar di kampus Bayyinah. Ketika mengajar, Ustaz Nouman akan mengajar suatu subjek semaksimal mungkin dan membahas sedetail mungkin. Misalnya, subjek berat seperti Tafsir Al-Lughowwy, Nahwu, dan lainnya. Ketika Ustaz mengisi ceramah di luar kota Dallas, Texas, Ustaz tidak akan memberikan materi yang sama ketika beliau mengajar di kampus Bayyinah di Dallas.

Pola pikir yang Ustaz Nouman pegang adalah, ketika memberikan kuliah di luar dan ada non-muslim yang mendengarkan, bagaimana caranya agar mereka tidak akan melewatkan satu kata pun yang tidak mereka mengerti. Itu sengaja dilakukan. Ustaz ingin agar anak usia 11 tahun pun sanggup mengerti apa yang beliau sampaikan. Itulah metode yang selama ini beliau terapkan. 

Kemarin kita sudah membahas tentang konsep _Enrichment_ dan _Education._ _Education_ diterapkan di kampus Bayyinah, sedangkan _Enrichment_ diterapkan di seminar-seminar atau kuliah-kuliah yang diadakan terbuka untuk umum. 

Bersambung insya Allah pekan depan. 

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Leadership – 07. Leadership Workshop (00:20:43-00:End)


***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s