SSS Memahami Doa Sapu Jagat – Nouman Ali Khan


🌿🌿 *SSS NAK Indonesia* 🌿🌿

Bismillahirrahmanirrahim.

In syaa Allah hari ini kita ada agenda rutin sharing pekanan.

Teknisnya:

1⃣ Tonton video ini ⬇️

**Kurang dari 15 menit. Ada subtitlenya.

2⃣ Catat poin-poin menarik, insight, share ke sosial media/blog/podcast.

3⃣ Kirim tanggapan/pertanyaan terkait video di grup wa/telegram NAKIndonesia.

🗓 SSS-nya in syaa Allah dilaksanakan tiap Sabtu paralel di grup whatsapp dan telegram NAK Indonesia.

Yuk ramaikan ^^

🌼🌼🌼

👤 Mas Agung

Doa yang dibahas oleh Ustaz Nouman Ali Khan pada video kali ini ternyata merupakan doa yang paling sering di baca oleh Rasulullah shallahu alaihi wassalam, berdasarkan riwayat dari Anas Bin Malik.

Dari Anas Radhiyallahu anhu, ia berkata: 

Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan ialah: 

_rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar_

_“Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka”_

( Bukhari no. 6389 dan Muslim no. 2690)

Sebuah doa yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 201, yang oleh masyarakat kita di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan doa sapu jagat. Doa yang mungkin sudah sering kita dengar dan kita baca.

Karena ini adalah doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallahu alaihi wassalam, maka pasti ada kebaikan luar biasa di dalamnya, dan kita sebagai umat beliau seharusnya benar-benar memahami ketika kita membaca doa ini.

Saya pribadi terus terang agak underestimate sebelum menonton video ini

_” Ahh doa ini mah udah tau lah ya kayanya, kalau liat dari terjemahannya aja kayanya udah cukup jelas kok “_

Tapi ternyata tidak semudah itu.

Pelajaran pertama yang saya dapat setelah menonton video ini adalah tentang pentingnya belajar, pentingnya beramal yang dilandasi ilmu. Karena beramal tanpa ilmu bisa berbahaya.

Pemahaman saya selama ini terhadap doa ini ternyata kurang tepat. Sama seperti pemahaman Ustaz Nouman Ali Khan dulu sebelum beliau mempelajari doa ini. 

Ketika membaca doa ini harapan saya adalah untuk mendapatkan paket komplit.

Dapat segala apapun yang terbaik di dunia. rezeki melimpah, lancar jodoh, sehat terus, dimudahkan segala urusan.

Dan kemudian kalau saya udah mati nanti, maka lemparkan saya juga ke Surga ya Allah. 

Mantep banget.

Tapi ternyata bukan seperti itu yang lebih tepat dalam memahami doa ini

Ustad NAK mengawali penjelasannya dengan mengatakan bahwa doa ini erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah haji. 

Dimana 1 ayat sebelum ayat doa ini, Allah seperti menyentil orang-orang yang berdoa dengan niat yang kurang tepat ketika melaksanakan ibadah haji. 

orang-orang yang hanya meminta dunia saja ketika berdoa saat ibadah haji. Allah berfirman

Maka di antara manusia ada yang berdoa, 

_”Ya Tuhan kami, *berilah kami (kebaikan) di dunia* “_

dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun

( surat Al-Baqarah ayat 200 )

Kayaknya ayat 200 ini harsh banget ya, ada orang yang berdoa tapi kemudian Allah janjikan tidak dapat apa-apa di akhirat kelak.

Ibadah haji yang seharusnya menjadi simulasi judgement day, yang seharusnya jadi ajang mengingat tibanya hari kebangkitan kelak, justru dipakai oleh sebagian orang sebagai ajang untuk ‘nembusin proposal’ urusan dunianya saja, supaya urusan dunianya dibantu.

Dan hal-hal seperti ini, yang hanya sibuk meminta urusan dunianya saja agar dibantu,  agama hanya dijadikan alat agar urusan dunianya lancar, hal seperti ini sangat menyinggung bagi Allah.

Dan Allah memastikan dia tidak mendapat apapun di akhirat.

Maka di ayat selanjutnya, di ayat 201,  Allah ajarkan bagaimana sih doa yang lebih tepat. Allah berfirman

Dan diantara mereka ada yang berdoa

_“Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami *hasanah* di dunia dan hasanah di akhirat, dan pelihara lah kami dari siksa neraka”_

( doa sapu jagat, surat Al-Baqarah ayat 201 )

Orang yang berdoa disini adalah Rasulullah shallahu alaihi wassalam. Dan kata *hasanah* disini menjadi kunci untuk memahami doa ini

Disini Allah mengajarkan kepada kita untuk meminta hasanah di dunia. 

Apa itu hasanah?

Kalau di terjemahan Al-Quran  biasanya hasanah diartikan sebagai ‘kebaikan’, tapi sebenarnya lebih dari itu.

hasanah adalah kebaikan yang sebenar-benarnya baik, bukan keburukan yang tampak seperti kebaikan.

Salah satu tugas iblis adalah membuat yang baik jadi terlihat buruk, dan membuat buruk jadi terlihat baik. Yang halal jadi terasa sulit, yang haram jadi terasa sangat menarik.

Dan kita meminta di hindarkan dari tipu daya ibl

is tersebut melalui kata hasanah di dalam doa ini.

di doa ini kita meminta kebaikan yang sejati, Lalu kebaikan yang sejati itu maksudnya yang bagaimana? 

Yakni kebaikan dunia yang akan membuka jalan untuk menuju Surga dan menjauhkan dari api neraka.

Sebagai contoh,

Mungkin ada orang yang dalam doanya selalu meminta untuk naik jabatan, karena naik jabatan bagi dia adalah kebaikan dunia,  karena bisa lebih mensejahterakan keluarganya.

Tapi mungkin ia tidak tahu bahwa jika ia naik jabatan, godaan baginya akan semakin berat dan semakin mumbuka jalan untuk jatuh ke api neraka. Sementara ia rawan tergelincir untuk urusan ini

Maka untuk menghindari hal yang semacam ini, saat kita membaca doa ini, *kita harus menghubungkan antara permintaan dunia kita dengan kebaikan di akhirat*

_” Ya Allah, hamba memang ingin yang bagus-bagus, yang indah-indah di dunia”_

_” tapi tolong ya Allah, tolong hanya berikan hamba kenikmatan dunia yang tidak membahayakan akhirat hamba “_

_” tolong hanya berikan kebaikan yang semakin mendekatkanku kepada Surga-Mu, yang menjauhkan hamba dari siksa neraka”_

Kira-kira seperti itulah seharusnya kondisi hati saat kita sedang melafazkan doa ini.

Jadi ketika kita meminta urusan dunia, harus selalu diiringi dengan kesadaran bahwa kita meminta kebaikan dunia untuk mendapat kebaikan di hari akhir.

Ini kuncinya, *harus ada hubungan* antara yang kita minta di dunia dengan akhirat kita ketika membaca doa ini.

sangat berbeda dengan pemahaman saya sebelumnya yang minta paket komplit tapi tidak pernah menghubungkan antara kepentingan dunia dengan surga neraka.

Jangan sampai kita selalu meminta dunia tapi di akhirat kelak tidak mendapat apa-apa, seperti contoh di ayat 200 tadi.

Sebenarnya masih banyak hal menarik lain yang disampaikan Ustaz, tapi bakalan panjang banget.

Resume ini sekedar teaser saja. Penjelasan selengkapnya ada di video terlampir

Rasanya perlu meluangkan waktu sekitar 14 menit untuk mengkaji doa ini. 

Doa yang bakalan sering di baca, dan mudah-mudahan setelah menonton video ini jadi lebih bisa memahami apa yang kita ucapkan dengan pemahaman yang benar yang kemudian akan berguna untuk dunia dan akhirat kita.

Mohon dikoreksi jika ada kesalahan

Sumber teks hadis: https://www.almanhaj.or.id/3776-doa-yang-paling-sering-dilantunkan-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

👤 Mas Agung

Izin berbagi resume alakadarnya, mungkin ada manfaatnya untuk teman-teman yang lagi ga ada waktu atau yang kuota internetnya lagi ‘sakaratul maut’.

Tapi seandainya ada waktu dan kuota, saya sangat menyarankan teman2 mempelajari langsung video 14 menit tersebut. Karena ini doa yang paling sering di baca Rasulullah shallahu alaihi wassalam dan kita pun sebagai umatnya harusnya sering juga membaca doa ini dengan pemahaman yang benar

👤 Pak Heru

Di BTV, tepat sebelum masuk ke pembahasan ayat yang mengandung doa sapu jagat ini, ustaz bilang, _”Everything you want in this world, if you are going to ask for it, you’d better ask for it with one condition. Ya Allah give it to me, if it’s good for my akhirah.”_

“Ya Allah, jadikan aku insinyur (atau dokter atau pengacara atau profesi apa pun) jika itu baik untuk akhiratku.”

“Ya Allah, jadikan dia jodohku jika itu baik untuk akhiratku.”

Lalu ustaz masuk ke ayat ini.

(وَمِنۡهُم مَّن یَقُولُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ)

[Surah Al-Baqarah 201]

_So then Allah says wa minhum man yaquulu rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah._

_Hasanah_ itu kebaikan, tapi kebaikan yang seperti apa?

Ustaz menjelaskan sekaligus menegaskan bedanya _jamaal_ dengan _husn_.

_Jamaal_ adalah _outer beauty_. Kecantikan atau keindahan dari tampak luarnya.

_Husn_ adalah _goodness on the inside and beauty on the outside._ Di dalamnya bagus, tampak luarnya indah. 

Wanita itu ada yang cantik tampak luarnya _(gorgeous on the outside)_ tapi dia adalah iblis di dalamnya _(devil on the inside)._ Seperti tokoh Elsa dalam sinetron Ikatan Cinta. 😃😃

Yang ternyata monster. 😃😃 Jadi wanita seperti itu bukan _hasanah._

Ada rumah yang tampak megah dan indah. Tapi ternyata, ketika kita tinggal di rumah itu, kita seperti terkena kutukan. Berarti ini juga tidak _hasanah_.

Yang kita cari adalah yang menyenangkan kita di dunia, sekaligus juga memperbaiki akhirat kita. Seperti teman-teman yang rajin _share_ tulisan di sini. Untuk teman-teman yang suka menulis, insya Allah dua-duanya _dapet_. Kesenangan menulis dan perbaikan akhirat karena isi tulisannya, _bi-idznillaah_.

Jika kita mendapatkan yang _truly hasanah_ di dunia, hal itu akan mengantarkan _hasanah_ buat kita di kehidupan berikutnya. 

Seperti yang sudah disebutkan mas Agung, ustaz juga berkomentar bahwa kita tidak atau belum memahami makna dari doa ini.

_We do not understand this du’a. I don’t even know how big screen TV YOU are gonna give me in Jannah. But at least 80 inches here_. 😃😃 _That’s not what this means guys_. ❌❌

Sehingga ustaz perlu memberikan contoh cara berdoa yang lebih senada dengan doa sapu jagat:

“Ya Allah berikanlah hal-hal yang baik bagi kami di dunia ini, yang akan membangun kebaikan di akhirat kami juga.”

_Fiddunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah._

Puncaknya adalah _waqinaa ‘adzaabannaar_. _And protect us from the punishment of the Fire_. Kita kembali lagi ke pengampunan _(forgiveness)_. 

Di antara doa-doa yang _shahih_ yang biasa dibaca saat duduk di antara dua sujud, ada doa yang relatif singkat: _rabbighfirlii, rabbighfirlii_. Ini termasuk salah satu doa favorit saya karena bisa dibaca tanpa tergesa-gesa. Bisa dibaca dengan penuh penghayatan. Apalagi jika saya berdiri di belakang imam yang salatnya relatif cepat.

Apa yang mungkin sudah kita rencanakan untuk kita capai di 2021 ini, ada baiknya kita ‘konsultasikan’ lagi kepada Allah. Semoga rencana-rencana itu juga akan membawa kebaikan buat akhirat kita.

_Wallaahu ta’aalaa a’lam_.

👤 Mas Agung

Iya, 1 ayat sebelum ayat yang mengandung doa sapu jagat ini nyentil banget buat saya pribadi

di antara manusia ada yang berdoa, 

_”Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”_

 dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.

( Surat Al-Baqarah ayat 200 )

Meskipun kata Ustaz NAK ayat ini konteksnya adalah saat ibadah haji tapi ada orang yg doanya dunia melulu, tapi rasanya perlu juga jadi cerminan pada doa kita sehari-hari apakah juga dunia melulu.

Ketika Ustaz NAK bahas ayat 200 ini, saya ngerasa kesentil sih. Karena dulu banget pernah ada niatan mau umroh, tujuannya pengen doa depan ka’bah dengan misi supaya urusan dunianya dibantu, gak ada niatan akhirat sedikitpun, tapi untungnya waktu itu gak jadi.

Kan sering tuh ada orang yang nganjurin doa di baitullah supaya doanya lebih cepet tembus.

Khawatirnya, orang awam yg belum belajar cuma akan fokus meminta dunia saja disana, rugi sekali

Mungkin saja doanya diijabah, tapi rugi sekali kalau di akhirat gak dapet apa-apa, padahal bisa beriringan dapet dua-duanya

Salah satu nasihat Ustaz NAK divideo itu adalah,

Memang betul, jika kita taat pada Allah, hidup kita mungkin akan lebih berkah, lebih tenang, tapi jangan dijadikan tujuan, itu sekedar manfaat saja, tujuan akhirnya tetap menatap akhirat

Di Ramadan 2018 yang lalu, Ustaz NAK bahas doa-doa para Nabi, dan sebagian besar doanya saya ngerasa, meskipun terlihat meminta dunia tapi fokus utamanya sebenernya akhirat. Misalnya seperti doa Nabi Ayyub yang sebelumnya di bahas atau doa Nabi Sulaiman yang juga pernah di bahas

👤 Kang Irfan

Ketika ustadz bahas ayat 200 nya saya jadi keingetan film PK nya amir khan. 

Kelihatan banget di film itu kalau orang2 emang berdoa untuk kepentingan dunia. Menjadikan tuhan atau dewa alat untuk meraih keuntungan di dunia.

👤 Mba Mira

Terima kasih banyak resume nya

Yg paling bikin berkesan ada 2: tentang doa, apapun itu minta utk kebaikan akhirat. Benar2 kesentil bangeeet. Kemudian yg kedua, ternyata pak heru penggemar sinetron ikatan cinta. 😃😄

👤 Pak Heru

🙈🙈🤔🤔🤣🤣

Bukan penggemar, tapi tahu aja. 

Kami punya bibi yang luar biasa. Hampir semua hal dikerjakan beliau. Masak, cuci semua cucian (pakaian, piring, dll.). Nyeterika. Bersih-bersih semua kamar. Merawat kucing (ada 6 kucing dewasa) termasuk bersihin kotorannya dan ganti pasir. Bersihin kolam kura-kura dan lele. Ambil tugas anak-anak ke Kumon. Itu semua beliau lakukan setiap hari. Kadang-kadang juga cuci mobil. Tiap minggu sekali ikut belanja mingguan sama istri saya.

Kalau salat, beliau tepat waktu. _Teng go_. Beliau juga puasa Senin Kamis. Kalau misalnya pulang sebentar (rumahnya dekat), janji balik lagi dalam 24 jam misalnya, beliau tepat waktu. Bahkan balik lagi sebelum waktu yang dijanjikannya.

Kalau diajak jalan-jalan, makan di luar bersama keluarga, atau ikut liburan _weekend_, beliau selalu menolak. Alasannya banyak pekerjaan rumah. Padahal sudah kami _bebasin_. 

Makanya ketika tahu kegemaran beliau adalah nonton sinetron, teve di ruang tamu adalah ‘hak’ beliau. Dari situlah akhirnya saya ‘berkenalan’ dengan sinetron-sinetron yang beliau sukai. 

Dibanding sinetron, saya lebih suka melihat tingkah _polah_ Trump. Kekacauan apa lagi yang ingin dia buat. Pantas saja saat Story Night dia jadi salah satu kelucuan cerita Ustaz Nouman. Kemarin malam _ba’da ‘Isya_ saat bibi nonton Ikatan Cinta, saya ketawa sendiri _dengerin_ ustaz bahas Trump lagi. Saat membahas _ara aytal_ di Deeper Look.

Mungkin kalau Trump ikut My Favorite Ayat, yang dipilihnya adalah Al-Baqarah 200. Mikirin dunia melulu, kursi dan kekuasaan yang tak ingin dilepasnya. Sayangnya, di Al-Qur’an tidak ada ayat _halu_. Tidak mungkin ada.

👤 Mas Agung

Saya jadi keinget kesaksian Abu Sufyan tentang Nabi Muhammad kepada Kaisar Heraklius.

Disitu Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan yang merupakan pimpinnan orang Mekah, 

apakah orang-orang yang mengikuti Nabi Muhammad adalah orang2 lemah atau orang2 terpandang?

Lalu Abu Sufyan menjawab bahwa sebagian besar yang mengikuti Nabi Muhammad adalah orang2 lemah, orang2 miskin dan ga berkuasa

Kaitannya dengan ayat 200 ini, mungkin salah satu sebabnya, kalau orang2 kaya, yg punya power, sudah gak butuh agama, agama jadi gak relevan karena dia udah punya semua yang dia butuhin, mungkin itu salah satu sebabnya orang2 kaya lebih susah nerima.

Saya jadi keinget juga ustaz NAK pernah bilang kalau dia pernah coba menghadiri acara agama orang Nasrani, kenapa bisa rame banget

Dan kalau ga salah salah satu kegiatan ibadah utama di agama itu adalah

Pendetanya memanggil orang yg lagi punya masalah untuk naik ke atas panggung, lalu jemaat yg lain bantu doakan supaya masalah dunianya itu bisa diatasi.

Cuma sebatas mencari solusi dunia.

Yang Indah dari doa sapu jagat ini adalah beriringan, selagi meminta dunia, dikaitkan dengan meminta akhirat juga

👤 Mas Agung

Barusan nonton video ini, Ustaz bahas doa dari Al-Quran favorit beliau, Doa supaya dapat rumah tangga yang tentram

_”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai qurrata a’yun (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”_

( QS 25:74 )

Dan lagi-lagi, setelah di pelajari, ternyata doa ini pun balance, meminta dunia dan juga akhirat

Sayangnya kalau sekilas baca terjemahannya saja agak sulit untuk melihat sisi meminta akhiratnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s