[VoB2021] Tiga Kaum


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-198

Topik: Pearls from Al Baqarah

Selasa, 5 Januari 2021 

Materi VoB Hari ke-198 Pagi | Tiga Kaum #1

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa’

#TuesdayAlBaqarahWeek29Part1

Part 1 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

🏴🏁🏳️

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ  

Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. (QS Al-Baqarah 2:9)

Hari ini kita akan membahas ayat kesembilan dari surat Al-Baqarah.

Di dalam bahas Arab, ada istilah tawassu’ fil ma’na yang berarti openness in the meaning, keterbukaan makna, keluasan makna.

Telah dijelaskan pekan lalu bahwa ayat tentang orang munafik dapat diterapkan pada dua kelompok orang. Orang munafik itu sendiri dan mereka para pemimpin komunitas Yahudi beserta pengikutnya. Ada dualisme pada teks munafiquun ini.

Hal yang paling mudah untuk melihat penerapan dualisme ini adalah melihat bagaimana ayat-ayat tersebut diterapkan pada orang-orang munafik di Madinah dan juga bagaimana ayat-ayat tersebut diterapkan pada komunitas Yahudi di Madinah.

Dari satu kata munafiquun ini kita bisa mendapatkan beberapa pelajaran yang berbeda ketika kita membayangkan dua kelompok tersebut. Sama halnya ketika dua orang yang berbeda mendengarkan sebuah ayat, mereka akan merasakan hal yang berbeda dari ayat tersebut. Setiap orang akan mengalami pengalaman yang spesial ketika mereka mempelajari Al-Qur’an.

🏴🏁🏳️

Hal pertama yang akan dibahas pada bagian ini adalah sesuatu tentang manifestasi atau sesuatu yang terjadi secara alami pada nabi Muhammad ﷺ ketika beliau mendeklarasikan dirinya sebagai seorang rasul yang membawa perintah dari Allah ﷻ.

Secara alami, terdapat tiga reaksi pada orang-orang Mekah ketika nabi Muhammad ﷺ menyampaikan ajarannya. 

🏳️

Pertama, adalah kelompok orang yang apa pun kondisinya, mereka menerima apa yang diucapkan Rasulullah ﷺ. Mereka siap menghadapi apa pun yang akan mengancam mereka. Beberapa dari mereka sampai kehilangan keluarganya, kehilangan pekerjaannya, kehilangan hak warisnya, tapi mereka sama sekali tidak ada keinginan untuk mengambil langkah mundur dari Islam.

🏴

Reaksi yang sangat berlawanan muncul dari kelompok kedua. Apa pun yang terjadi pada mereka, mereka tidak akan pernah menerima ajaran Islam. Tidak hanya itu, mereka melangkah lebih jauh dengan mengolok-olok ajaran Islam, mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ gila, atau seorang penyair, atau seorang yang memiliki agenda politik, atau seorang pembuat bidah. Mereka adalah musuh yang paling keras terhadap Islam. Semua orang yang mendukung Islam, secara otomatis akan menjadi musuh mereka. Mereka memiliki kebencian yang sangat bulat terhadap Islam.

Jadi dari satu sisi kita temukan kaum yang sangat mencintai Islam, dan di sisi lain kita temukan kaum yang sangat membenci Islam.

Inilah dua kutub yang akan selalu muncul secara alami ketika seorang rasul diangkat di tengah-tengah suatu kaum. 

insyaAllah berlanjut di bagian selanjutnya

🏴🏁🏳️🏴🏁🏳️

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 2. Al-Baqarah > 05. Al-Baqarah (Ayah 9-12) – A Deeper Look (00:00-03:35)


Materi VoB Hari ke-198 Siang | Tiga Kaum #2

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa’

#TuesdayAlBaqarahWeek29Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ada satu kelompok lagi yang berada di tengah-tengah dua kelompok sebelumnya. Dan kelompok ini juga ada di kota Mekah saat itu.

Kelompok ketiga ini berkata,

“Oh, ayolah. Kalian semua telah membuat konflik yang tidak penting di tengah-tengah masyarakat Mekah.”

“Beberapa tahun lalu, kita semua adalah keluarga, semuanya baik-baik saja.”

“Mengapa kita tidak membuatnya kembali normal seperti biasanya.”

“Mengapa kalian tidak saling berkompromi saja?”

“Duduklah bersama di satu meja, lalu berdiskusi, bernegosiasi mencari jalan tengah.”

“Ambillah sebagian ajaran Islam dari Muhammad, lalu usulkan kepada Muhammad untuk mengikuti sebagian agama nenek moyang kita.”

“Kita mencintai Kabah, tapi kita juga mencintai berhala-berhala kita.”

🏳️

Kelompok ketiga ini menginginkan ada kompromi antara umat Islam dan kaum penentang Islam. 

Mereka berpikir bahwa konflik internal di kota Mekah ini akan membuat persatuan di Mekah terancam.  Mekah akan menjadi sangat lemah dan mudah sekali dikalahkan jika terjadi serangan dari suku-suku dari luar Mekah. Jika mereka kalah, maka mereka akan kehilangan status mereka sebagai penjaga Kabah.

Oleh karena itu mereka berpikir pentingnya mempersatukan masyarakat Mekah, mempertemukan semua pimpinan kota Mekah di meja yang sama.

🏴🏁🏳️

Jadi sampai disini kita paham ada 3 kelompok, 

🏴

Kelompok pertama adalah kelompok Muslim yang sangat menjaga ketauhidannya, mereka tidak akan mundur sedikit pun dari Islam. Tidak ada negosiasi dalam hal akidah bagi mereka.

🏁

Kelompok kedua adalah kelompok yang memusuhi kelompok pertama, sangat menentang keras ajaran Islam.

🏳️

Lalu kelompok ketiga adalah kelompok yang menginginkan adanya kompromi di antara kedua kelompok sebelumnya.

insyaAllah berlanjut di bagian selanjutnya

🏴🏁🏳️🏴🏁🏳️

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 2. Al-Baqarah > 05. Al-Baqarah (Ayah 9-12) – A Deeper Look (03:360-05:17)


Materi VoB Hari ke-198 Sore | Tiga Kaum #3

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa’

#TuesdayAlBaqarahWeek29Part3

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Lalu cerita selanjutnya adalah ketika nabi Muhammad ﷺ hijrah ke kota Madinah. Saat itu perdebatan-perdebatan masih terjadi di kota Mekah. 

Ada orang-orang Mekah yang mengejar kaum muslim yang pergi ke Madinah, mereka ingin menghalangi orang-orang Islam menyebarkan agama Islam di Madinah. Bagi mereka ajaran Islam bagaikan virus yang harus dicegah penyebarannya.

Namun ada juga orang-orang Mekah yang berpikir. 

“Hei, biarkan saja mereka kaum muslim itu pergi ke Yatsrib.”

“Jika mereka ke sana, maka ada kemungkinan mereka akan menguasai kota itu.”

“Jika mereka berhasil, itu artinya orang Mekah telah berhasil menaklukkan kota Yatsrib.”

“Itu artinya kekuatan kita semua makin besar.”

“Ya, sejujurnya aku tidak menyukai orang muslim itu, tapi bisa jadi ini akan baik untuk kita semua.”

🏴🏁🏳️

Beberapa kaum muslim Madinah mendapatkan tugas untuk memantau perkembangan situasi di Mekah. Mereka bersembunyi di pinggiran kota Mekah. Pada suatu kesempatan, orang muslim tersebut ketahuan dan ditangkap oleh kafilah dari Mekah, maka perkelahian pun akhirnya terjadi.

Berita ini pun tersebar di kota Mekah. Mereka berpikir bahwa kaum muslim Madinah sedang merencanakan serangan teror ke penduduk Mekah.  

Ketika berita itu tersebar, maka beberapa orang Mekah yang sebelumnya mendukung penyebaran Islam di Madinah akhirnya dipaksa diam. Hingga akhirnya disepakati bahwa mereka harus berperang dengan kaum muslim Madinah. Itulah latar belakang terjadinya perang Badar.

🏴🏁🏳️

Di sisi lain, di kota Madinah juga terdapat 3 reaksi yang berbeda atas kedatangan ajaran Islam di kota Madinah. 

Memang hal seperti ini terjadi alami seperti yang terjadi juga pada semua misi kenabian sebelum nabi Muhammad ﷺ. Termasuk di dalamnya perjuangan nabi Musa alayhissalam.

Kita tahu bahwa kisah perjuangan nabi Muhammad ﷺ terbagi menjadi dua bagian, bagian makkiyah dan madaniyah. Dan menariknya, perjalanan kehidupan nabi Musa pun begitu, kehidupan sebelum laut merah, dan kehidupan setelah laut merah. Kehidupan sebelum laut merah adalah kehidupan di bawah kekuasaan musuh. Lalu kehidupan setelah laut merah adalah kehidupan ketika mereka terbebas dan memerintah kaum bani Israil sendiri dan menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Banyak sekali kemiripan apa yang dihadapi nabi Muhammad ﷺ dengan apa yang dihadapi nabi Musa. Nabi Musa berhadapan dengan Firaun, nabi Muhammad berhadapan dengan penguasa kaum Quraisy, Nabi Musa harus berurusan dengan tingkah laku bani Israil, begitu juga nabi Muhammad yang harus menghadapi tingkah laku kaum munafik Madinah. 

🏴🏁🏳️

Tentu saja ada alasan mengapa kisah nabi Musa begitu banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an. Dari sini kita tahu bahwa dengan turunnya ayat-ayat tentang kisah nabi Musa, maka kaum muslim di bawah nabi Muhammad saat itu bisa banyak mengambil pelajaran dari kisah nabi Musa. 

insyaAllah berlanjut di pekan depan

🏴🏁🏳️🏴🏁🏳️

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 2. Al-Baqarah > 05. Al-Baqarah (Ayah 9-12) – A Deeper Look (05:18-10:00)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s