[VoB2020] Branding, Iklan and Pemasaran Produk


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-189

Topik: Leadership

Hari, tanggal: Ahad, 27 Desember 2020

Materi VoB Hari ke-189 Pagi | Branding, Iklan and Pemasaran Produk

Oleh: Muchamad Musyafa’

#SundayLeadershipWeek27Part1

Part 1

Alhamdulillah, ceritanya Ustaz Nouman pernah mengenyam pengalaman di sekolah bisnis. Walaupun jurusan kuliahnya adalah sistem informasi komputer, tetapi ustaz juga mendapatkan beberapa pengetahuan tentang bisnis. Ustaz juga memiliki rasa semangat pada dunia iklan, _branding_ dan pemasaran. Ustaz sangai menyenanginya.

Ustaz berada di bidang itu secara profesional saat ia terjun ke dunia industri. Ia masuk ke dalam tim pemasaran yang mengembangkan materi desain untuk beberapa perusahaan. Ketika ustaz memutuskan untuk menjalankan Bayyinah secara mandiri, Ustaz mendesain situsnya sendiri, ia mendesain kartu namanya sendiri, ia mendesain logonya sendiri, ia membuat iklannya sendiri.

Prinsip yang ingin disampaikan ustaz di sini adalah bahwa ketika seseorang berjalan mengunjungi halaman Facebook atau situs milik organisasi masjid kita, maka halaman situs tersebut harus terlihat semenarik apple.com. Ia harus bersih, mulus, estetik, mudah navigasinya, menarik sehingga orang lain betah berlama-lama di dalamnya.

Jika beberapa tahun lalu orang-orang banyak menggunakan Facebook, maka Facebook organisasi masjid kita juga harus sangat menarik. Jika sekarang orang lebih banyak menggunakan Instagram, maka Instagram dari organisasi masjid kita harus dibuat menarik maksimal. Kita bisa menciptakan daya pikat pada halaman Instagram tersebut dengan menciptakan konten yang bernilai di mata target kita. Tidak melulu isinya video-video kutbah. Mungkin di dalamnya bisa kita isi unggahan terkait kontes video. Atau unggahan tentang siapa saja yang bisa menghafal surat ini, maka ia akan mendapatkan hadiah.

Ciptakanlah keterikatan pada situs milik organisasi kita. Ciptakanlah unggahan yang bisa mendulang tombol ”Like” pada unggahan kita.

insyaAllah bersambung ke part selanjutnya

👍🏼❤️👍🏼❤️👍🏼

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 06. Leadership Workshop (09.15-11.30)


Materi VoB Hari ke-189 Siang | Instagram Masjid

Oleh : Muchamad Musyafa

#SundayLeadershipWeek27Part2

Part 2

Biasanya halaman instagram milik sebuah masjid tidak jauh-jauh berisi video kutbah, kutipan ayat dan hadist, atau info mengenai waktu salat. 

Untuk menarik masyarakat, bisa jadi bukan informasi seperti itu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika targetnya adalah kaum wanita muda, mungkin acara Girl Talk akan lebih menarik bagi mereka. Jika targetnya adalah kaum remaja laki-laki, mungkin acara turnamen futsal akan lebih menarik bagi mereka.

Tidak harus terlihat seperti halaman instagram milik masjid pada umumnya. Biasanya orang membuka  instagram untuk melihat hal-hal yang mereka sukai bukan?

Katakan saja bahwa akan ada turnamen futsal di hari tertentu, di sebuah lapangan dengan biaya partisipasi sekian rupiah.  Sehingga banyak orang yang akan mendaftar dan berpartisipasi pada acara tersebut tanpa menyadari bahwa acara tersebut didukung oleh sebuah masjid.

Sebenarnya banyak acara yang bisa diselenggarakan sebuah masjid (tentunya yang bermanfaat) untuk menggalang dana tanpa melulu tentang kajian-kajian saja.

Jika sebuah masjid membutuhkan penggalangan dana, carilah terobosan-terobosan cerdas, yang di luar dari kotak kebiasaan.

Muka tampilan instagram milik masjid kita tidak harus seperti muka instagram masjid pada umumnya. Muka tampilan instagram milik masjid kita harus menampilkan apa yang menarik bagi masyarakat yang menjadi targetnya.

Biasanya terlihat seperti apa yang dimiliki masjid pada umum nya justru kontra-produktif. Biasanya orang langsung teringat dengan informasi jadwal salat berikut dengan tombol donasi.

Selain dengan cara donasi, tentunya orang akan lebih tertarik jika ketika mereka mendapat nilai lebih ketika mereka mengeluarkan uang. Oleh karena itu, penggalangan dana masjid tidak harus selalu menggunakan sistem donasi tetapi bisa juga dengan menjual tiket, menjual biaya langganan, menjual pernak-pernik. Hal-hal seperti ini tentunya akan memberikan nilai lebih bagi mereka yang telah mengeluarkan orang.

Tentu saja tidak ada yang salah dengan bersedekah. Hal itu sangat dianjurkan. Namun bagi sebuah masjid untuk menggalang dana seharusnya tidak boleh hanya mengandalkan penerimaan sedekah. Harus ada usaha kreatif lain untuk menggalang dana.

InsyaaAllah bersambung nanti sore

****

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 06. Leadership Workshop (11.31-13.53)


Materi VoB Hari ke-189 Sore | Kesuksesan Organisasi

Oleh: Muchamad Musyafa’

#SundayLeadershipWeek27Part3

Part 3

Kita ingin orang lain mendanai masjid tanpa harus mereka sadari bahwa mereka sedang mendanai masjid. Itulah kondisi yang kita inginkan dari penjelasan sebelumnya.

Ada beberapa masjid yang sudah bagus mengaplikasikan konsep ini. Mereka membuka area pasar/toko-toko di sekeliling masjid yang uang sewanya dapat dipergunakan untuk keperluan masjid. Pengunjung-pengunjung yang datang ke pasar itu mereka membeli kerudung, baju, makanan tanpa mereka menyadari bahwa mereka sedang mendanai masjid. Ramainya pasar itu tentu saja akan menarik makin banyak massa, sehingga mereka makin dekat dengan masjid juga. 

Adalah hal yang besar jika kita mampu menghimbau banyak orang untuk datang ke masjid. Namun dengan cara yang kreatif seperti di atas kita bisa “membawa” masjid berada di tengah kerumunan masyarakat. Kemampuan “menjual” masjid sesuai dengan tren keinginan masyarakat akan membuat masjid menjadi lebih makmur dan semarak.

Kesuksesan agung yang kita incar dalam berorganisasi adalah ketika masyarakat sangat mempercayai organisasi kita, sehingga mereka mendatangi organisasi kita dengan sendirinya.

Ustaz Nouman mencoba memberikan contoh yang terjadi berdasarkan pengalamannya. Dulu ketika ustaz ingin mengajar bahasa arab, dirinya tinggal di New York. Apakah ustaz hanya mengajar di New York saja. Apakah ia hanya mendatangi masjid di dekat rumahnya saja? Tidak, ustaz berusaha mendatangi di mana saja muslim-muslim itu berada. Beliau ingin mengajar di mana saja.

Lembaga Bayyinah dimulai pada tahun 2005. Ustaz mengusahakan lembaga Bayyinah selama beberapa tahun hingga banyak momentum terjadi. Sebagai info saja bahwa lembaga Bayyinah tidak pernah melakukan usaha penggalangan dana. Saat itu ustaz menandatangani biaya sewa gedung untuk kantor Bayyinah. Padahal saat itu juga ustaz belum memiliki murid tetap, belum memiliki kegiatan yang tetap, tetapi ustaz memberanikan diri untuk menandatangani kontak sewa gedung untuk lima tahun ke depannya dengan pembayaran sewa tiap tahun. Lalu di mana ustaz akan mendapatkan uang ini?

Jawabannya akan kita ulas pekan depan,

****

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 06. Leadership Workshop (13.54-16.08)


Semoga Allah terangkan, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.  

Mohon do’akan kami agar bisa istiqomah untuk berbagi mutiara-mutiaraNya. 🙏

Jazakumullahu khairan 😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s