[VoB2020] Meminta kepada Allah ﷻ Agar Allah Mampukan Kita Menjadi Abdi-Nya


بسم الله الرحمن الرحيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-183
Topik: First Ayahs of Fatihah
Senin, 21 Desember 2020 

Materi VoB Hari ke-183 Pagi | Meminta kepada Allah ﷻ Agar Allah Mampukan Kita Menjadi Abdi-Nya

Ditulis oleh: Nurfitri Anbarsanti

#MondayAlFatihahWeek27Part 1

Part 1

Ketika kita beribadah di waktu sholat, maka kita harus pastikan diri kita juga sebagai ‘abdi’ Allah di luar waktu-waktu sholat. Ya kan?

Itu artinya, ketika kita berkomitmen kepada Allah ﷻ, maka kita tidak akan meloncat dari ‘pagar’ (batasan-batasan Allah) di luar waktu sholat atau di antara waktu-waktu sholat (misalnya, antara Shubuh dan Zuhur atau antara Zuhur dan Ashar). 

Di waktu jeda antara waktu-waktu sholat, jangan sampai kita melampaui jalur. Itulah komitmen kita kepada Allah. Dan setiap waktu, setiap jam, kita harus me- remind diri kita sendiri bahwa kita tetap di ‘jalur’ Allah. Kita harus me- remind diri kita lagi, lagi dan lagi. 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Aku berusaha komitmen kepada Allah. Tapi jika kita tanyakan pada diri kita sendiri dengan jujur, ini komitmen yang mudah atau komitmen yang sulit? 

Ya, komitmen kepada Allah adalah komitmen yang berat. 

Karena ketika kita membuat komitmen kepada sosok yang lebih tinggi dan sosok yang lebih penting atau sosok yang lebih kuat, kita biasanya merasa tertekan. Tapi, tidak ada yang punya kekuatan lebih dibandingkan kekuatan Allah. Jadi ketika kita sudah berkomitmen menjadi ‘abdi’ Allah, kita harus siap pada apapun. 

Sadari bahwa ketika kita memutuskan menjadi muslim seutuhnya, maka kita sudah teken kontrak dengan Allah ﷻ. Tapi kita mungkin menyadari bahwa kita sebenarnya tidak mampu. Tidak akan pernah kita menjadi ‘abdi’ terbaik. 

Kita akan punya banyak kesalahan, kita akan mudah lupa, sehingga kita butuh ditolong. Untuk menjadi ‘abdi’ Allah seutuhnya dengan mengandalkan kekuatan sendiri adalah sangat berat. 

Jadi, apa yang akan kita lakukan begitu kita sadar bahwa kita punya komitmen yang sangat berat?

Kita akan mengatakan, 

وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS Al-Fatihah 1:5)

We seek your help and only your help. Kalimat ini sangat powerful bagi banyak orang yang ingin bertaubat, tapi tahu bahwa hal ini sangat berat jika hanya bertumpu pada kekuatan diri sendiri, tanpa pertolongan dan dukungan. 

Akan sangat berat bagi orang-orang yang memulai belajar Islam, mengganti cara berpakaian seluruhnya menjadi menutup aurat, mengganti cara berbicara, mengganti teman, hal-hal tersebut terasa berat. 

Kita ingin menjadi ‘abdi’ seutuhnya, benar-benar kembali kepada Allah, tapi kita merasa belum mendapat pertolongan. Al-Fatihah menjawab ini semua. 

Jika kita ingin menjadi ‘abdi’ Allah, kita tidak perlu mencari pertolongan dari yang lain. Pertolongan itu sudah ada. Cukup baca saja Al-Fatihah. 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Hanya kepada Engkaulah kami mengabdi dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Kita tidak perlu mencari teman yang lain, kita tidak perlu mencari dukungan dari yang lain, kita tidak perlu mencari fasilitas-fasilitas lain. 

Semua yang kita butuhkan, adalah kita meminta kepada Allah ﷻ, dan menyatakan bahwa hanya Allah-lah yang mampu menolong kita. 

Bersambung insya Allah di Part 2

Sumber: Bayyinah TV – Surahs – Deeper Look – Al-Fatihah – 05. Al-Fatihah A Deeper Look (00:06:00-00:08:20)


Materi VoB Hari ke-183 Siang | Al-Fatihah Memberimu Seluruh Alasan untuk Mengabdi kepada-Nya

Ditulis oleh: Nurfitri Anbarsanti
#MondayAlFatihahWeek27Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحيم

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Jadi, yang perlu kita lakukan adalah mengucapkan Al-Fatihah ayat 5 ini dengan sungguh-sungguh, maka insya Allah, pertolongan Allah akan datang. Dijamin. 

Ini adalah solusi powerful yang akan mematahkan argumen dan alasan orang-orang yang menunda untuk kembali kepada Allah. Semua alasan mereka akan patah. Cukup dijawab dengan Al-Fatihah.

Al-Fatihah membuka pintu hati semua orang, jika dijelaskan kepada orang-orang dengan benar.

Nah, mari kita mundur sedikit untuk lebih mendalami lagi.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Kita telah mengenal Allah sebagai Rabbul ‘Alamin

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

Kita telah mengenal bahwa Allah itu Ar-Rahman Ar-Rahim

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

Kita juga telah tahu bahwa dia Malikiyaumiddin

Akhirnya kita punya tiga alasan – atau sebenarnya lebih – bahwa Allah itu berhak dan pantas untuk kita syukuri dan kita ingin menjadi ‘abdi’-Nya. 

Fakta bahwa Allah adalah Rabbal ‘Alamin, Rabb semesta alam, maka tidak mungkin ada lagi yang lebih pantas untuk diabdi selain-Nya. Jika kita tidak mengabdi kepadaNya, maka kita akan mengabdi untuk diri kita sendiri. 

Lebih baik kita mengambil Rabb atau The Master yang tepat, sehingga kita mau dan bersedia menjadi abdi bagiNya. Tidak akan ada yang menyamai rasa sayang dan rasa peduli-Nya bagi kita selain daripada-Nya. Bahkan kita sendiri saja tidak mampu ‘memperhatikan’ dan menjamin kebutuhan diri kita sendiri.

Maka inilah saat terbaik untuk membangun hubungan dengan Rabbul Alamin dan kembali kepada Allah dan menjadi abdi-Nya. 

Di Yaumil Hisab, kita benar-benar membutuhkan belas kasihan dan keadilan dari Allah. Dan belas kasihan dan keadilan tentu akan berpihak pada abdi-abdi Allah. Kita benar-benar ingin menjadi abdi Allah, dan semua alasan yang mendorong kita untuk menjadi abdi Allah telah diberikan seluruhnya di dalam Al-Fatihah. 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Dan ketika kita benar-benar menjadi abdi Allah, maka kita, insya Allah, berhak mendapatkan pertolongan-Nya. 

Nah, sebelumnya, kita telah mempelajari sebelumnya bahwa tujuan penciptaan kita adalah untuk mengabdi kepada Allah. 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Ku. (QS 51:56)

Bersambung insya Allah di Part 3

Sumber: Bayyinah TV – Surahs – Deeper Look – Al-Fatihah – 05. Al-Fatihah A Deeper Look (00:08:20-00:10:00)


Materi VoB Hari ke-183 Sore | Menjadi Hamba Sepenuhnya, Baru Meminta Pertolongan

Ditulis oleh: Nurfitri Anbarsanti

#MondayAlFatihahWeek27Part3

Part 3

بسم الله الرحمن الرحيم

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Indah sekali ketika Allah menaruh ‘pengabdian’ di awal, lalu ‘pertolongan’ setelahnya. Kita berkomitmen kepada Allah sebelumnya, lalu kita meminta pertolongan kepada-Nya setelahnya. 

Kita memenuhi tujuan penciptaan kita. Ingat bahwa tujuan penciptaan kita adalah bukan untuk mendapatkan pertolongan dari Allah ﷻ. Tujuan hidup kita adalah menjadi ‘abdi’, hamba, slave

Itulah mengapa kita tidak meminta pertolongan kepada Allah dulu. Mendapat pertolongan dari Allah adalah sebuah ‘bonus’. Pertama kali kita harus melakukan tugas kita dulu, barulah kita mendapatkan gaji atau bonus. 

اِيَّاكَ نَعْبُدُ 

adalah tugas kita,

 وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ  

adalah bonus atau gaji kita. Melakukan tanggung jawab, lalu meminta hak. Keduanya harus bergandengan tangan. 

Ada hikmah lain dari urutan mengapa pengabdian disebut terlebih dahulu sebelum permintaan tolong, adalah bagian yang pertama adalah untuk Allah ﷺ, bagian yang kedua adalah untuk kita. 

Ketika kita mengatakan اِيَّاكَ نَعْبُدُ, itu adalah untuk Allah ﷻ. Ketika kita mengatakan وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ , kita butuh pertolongan, ini untuk siapa? Ini untuk kita, insya Allah

Sehingga, apa yang kita lakukan untuk Allah, harus diprioritaskan pertama kali. Apa yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, itu menjadi prioritas kedua. Ini perilaku yang baik, kan?

Ini adalah prinsip dalam hidup kita. Jika kita membutuhkan pertolongan Allah, maka jadilah sebenar-benar hamba kepada-Nya. Dedikasikan diri kita untuk-Nya. Maka pertolongan itu pasti ada, dijamin oleh-Nya. وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Nah, kita akan membahas tentang  وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ  yang artinya adalah “hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan”. Ada dua hal yang bisa dibahas di sini. 

Yang pertama, Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat luas. Ada banyak kata yang artinya ‘tolong’ atau ‘pertolongan’. A’un adalah salah satunya, yang dipakai di surat Al-Fatihah ini. Tapi ada juga An-Nashr atau Nusra, Al-Madad, Musa’ada. Seluruh kata itu artinya tolong atau pertolongan. 

Tapi yang dipakai di Al-Fatihah ini adalah A’un, kata khusus yang memiliki derivasi atau turunan kata yaitu isti’anah. Beberapa ulama memberi keterangan tentang pola atau nature dari kata isti’anah ini.

Ust. Nouman akan memberikan contohnya.

Bersambung insya Allah di minggu depan.

Sumber: Bayyinah TV – Surahs – Deeper Look – Al-Fatihah – 05. Al-Fatihah A Deeper Look (00:10:00-00:12:00)

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,
The Miracle Team 
Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2020] Meminta kepada Allah ﷻ Agar Allah Mampukan Kita Menjadi Abdi-Nya

Leave a Reply to Zae AbJal Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s