[VoB2020] Cinta Orang Tua dan Anak yang Bersyarat


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-181

Topik: Parenting

Sabtu, 19 Desember 2020

Materi VoB Hari ke-181 Pagi | Cinta Orang Tua dan Anak yang Bersyarat

Oleh: Rendy Noor Chandra
#SaturdayParentingWeek26Part1


بسم الله الرحمن الرحيم
Pekan lalu kita membahas tentang cinta yang bersyarat.

Kalau hewan sama anaknya cintanya itu tidak bersyarat, sedangkan cinta kita dengan anak kita itu bersyarat.

Mengapa seperti itu?

Kalau teman-teman tahu, para sahabat ada anaknya yang jadi musuh Islam. Mereka ingin membunuh Rasulullah ﷺ. Ayahnya salah seorang sahabat tapi anaknya musuh Islam.

Atau sebaliknya, anaknya seorang sahabat tapi ayahnya yang mau membunuh Rasulullah ﷺ.

Kita tahu sebagai seorang anak kita sayang dan cinta kepada ayah kita. Tapi dalam kasus yang seperti ini, kita kembali pada Al-Mujaadillah ayat 22, yang berbunyi :

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ


“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” 

-QS. Al-Mujadilah : 22

Jadi, seseorang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah tidak akan bisa menyayangi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya, walaupun itu ayah mereka atau anak-anak mereka sendiri. 

Tapi itu kasus di ayat itu terjadi di zaman Rasulullah ﷺ. Lalu bagaimana dengan zaman ini?

Kita tidak bisa mengatakan seseorang tidak beriman kepada Allah. Musuh Allah dan Rasul-Nya itu jelas ketika di zamannya. Sedangkan, musuh Allah dan Rasul-Nya di zaman ini tidak jelas, kecuali orang tersebut memberi khutbah yang membenci Islam atau menghina Rasulullah ﷺ. 

Kalau ayah kita seorang muslim pada umumnya dan punya pendapat negatif tentang Islam, kita tidak lantas mengucapkan “Aku tidak sayang ayahku.”

Kenapa? 🤨

Karena kita tidak paham konteks ayat ini. Pendapat seperti ini disebut Ustaz Nouman termasuk menghina Al-Qur’an. Jadi, kita harus lebih hati-hati mengutip suatu ayat.

Lalu ada kisah menarik lain yang Ustaz Nouman ceritakan. Seperti apa?

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 12. We and Our Children Part 1 – Parenting (00:12:55-00:14:50)


Tanggapan dan Komentar Materi VoB Hari ke-181 Siang | Cinta Orang Tua dan Anak yang Bersyarat

  1. +62 896****40: 🥺🥺🥺 semoga kita termasuk keluarga, orangtua dan anak yang bisa saling tolong menolong di akhirat 🤲🏻 Aamiin

Materi VoB Hari ke-181 Siang | Cinta Orang Tua dan Anak yang Bersyarat


Oleh: Rendy Noor Chandra

#SaturdayParentingWeek26Part2

بسم الله الرحمن الرحي


Ustaz Nouman akan menceritakan kisah yang sering Ustaz ulang-ulang, karena kisah ini sangat memilukan bagi beliau. 

Seorang ibu datang kepada Ustaz Nouman, seorang muslimah yang baik, bercerita tentang anaknya.

“Saya punya masalah. Anak laki-laki saya, benar-benar seperti keluar dari Islam. Ia tidak mau sholat dan minum alkohol, berpacaran, ikut pesta, dan masih banyak lagi. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya seperti tidak sayang lagi kepadanya. Saya bahkan sudah tidak mendoakan dia lagi. “

Ustaz Nouman menjawab,

“Bu, saya tahu itu semua membuat hati sakit. Tapi, doakanlah anakmu.”

“Saya enggak bisa. Dia sudah parah banget.”

“Saya tahu, tapi dia anakmu. Ibu tidak bisa menyerah begitu saja. Ibu tetap harus mendoakannya. Lalu, bagaimana dengan Nuh Alayhissalam? Kalau ibu sudah mengingatkan selama 950 tahun lalu Allah menurunkan wahyu bahwa dia bukan anakmu, barulah ibu boleh bilang begitu. Kalau ibu belum seperti itu, ibu tidak boleh menyerah.”

Rasulullah tidak pernah melaknat Abu Lahab, pamannya, tapi Allah yang memberi laknat. Di dalam surah Al-Lahab, Allah Berfirman,

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّl

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. 

-QS. Al-Lahab : 1

Rasulullah tidak bisa menyerah begitu saja dengan keluarganya. “Dia sudah enggak bisa dikasih tahu”- kita tidak bisa berkata seperti itu. Kenapa tidak? Karena kita tahu hari Kiamat akan datang dan kita akan ditanya. Kalau Allah masih membuka pintu taubat sebelum manusia dicabut nyawanya, kenapa kita menyerah begitu saja?

Kita tetap harus percaya bahwa Allah akan membawa mereka kembali.

Subhanallah..

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 12. We and Our Children Part 1 – Parenting (00:14:50-00:16:30)


Materi VoB Hari ke-181 Sore | CInta Orang Tua dan Anak yang Bersyarat


Oleh: Rendy Noor Chandra
#SaturdayParentingWeek26Part3

بسم الله الرحمن الرحيم


Di dalam Al-Baqarah ayat 166-167 disebutkan:

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ ﴿١٦٦﴾ وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ 

Ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allâh memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. 

-QS. Al-Baqarah:166-167 

Disebutkan pada ayat tersebut bahwa orang yang diikuti akan mengaku berlepas diri dari yang mengikuti. Kalau kita orang tua yang buruk, dan anak kita berkata “Ayah, ayah enggak pernah mengajariku sholat. Ayah enggak pernah peduli, jadi kami pun enggak peduli.”

Anak-anak kita mungkin bisa menjawab seperti itu. Lalu kita akan menjawab apa?

Jadi yang dimaksud trendsetter itu bukan hanya artis saja, tapi orang tua juga jadi trendsetter. Karena orang tua lah yang memberikan contoh kepada anaknya.

Nanti orang tua pada hari Kiamat akan berkata, 

“Aku tidak punya urusan dengan kalian. Aku berlepas diri dari kalian.”

Baik orang tua maupun anak keduanya melihat azab. Dan terputuslah hubungan di antara mereka. Lalu orang yang mengikuti atau anak-anak tersebut berkata,

“Kalau kami punya kesempatan, kami akan berlepas dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. “

Ayat ini tidak hanya membahas manusia pada umumnya, tapi juga menyangkut orang tua dan anaknya. Jangan jadi orang tua yang anaknya nanti di Hari Kiamat berkata, “Andai aku bisa kembali ke dunia, aku akan berlepas dari orang tuaku.” 

Ada bagian dari catatan Ustaz Nouman yang belum disebutkan dari Petunjuk dari Al-Qur’an untuk Orang Tua yang isinya jangan jadi orang tua yang seperti ini. Isinya tentang hal yang kita harus hindari sebagai orang tua. 

Semoga kita dihindarkan menjadi orang tua yang buruk. Semoga di Hari Kiamat kita tidak termasuk orang yang berlepas diri dari anak-anak kita. 

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 12. We and Our Children Part 1 – Parenting (00:16:30-00:18:10)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s