“Disalamin” Malaikat


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-174

Topik: Parenting

Sabtu, 12 November 2020 

Materi VoB Hari ke-174 Pagi | “Disalamin” Malaikat

Oleh: Indri Djangko

#SaturdayParentingWeek25Part1

Part 1

Setelah mengulas tentang ciri-ciri orang yang akan masuk ke Jannah-Nya di QS ar-Ra’d:22, maka di ayat selanjutnya, ayat 23, Allah memberi jawaban: 

جَنَّاتُ عَدْنٍ

Surga ‘adn-lah tempatnya.

 يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ

Mereka akan masuk bersama orang-orang saleh dari orangtua mereka, pasangan mereka, dan anak-anak mereka. 

Wa man sholaha. Ada catatannya. Yaitu harus orang-orang yang sama-sama saleh, apapun bentuk usaha kesalehannya saat di dunia. 

Sebagaimana bahasan kita di pekan-pekan sebelumnya ketika membahas anak sebagai investasi akhirat. Anak-anak akan bermanfaat untuk kita di akhirat hanya jika kita layak untuk ‘ditolong’.

Ga cukup dengan menyebutkan tempat kesudahan yang bisa dimasuki bersama dengan keluarga, ada pelayanan spesial bagi orang-orang yang masuk surga ‘Adn, yaitu dikunjungin dan disalamin malaikat.

  وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

Dan para malaikat akan masuk dan menemui mereka dari semua pintu, memberi salam kepada seluruh keluarga yang masuk ke surga bersama-sama.

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ

Yaitu salam keselamatan karena kesabaran mereka ketika di dunia. 

فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

Inilah tempat kesudahan yang paling baik. Rumah yang keren abis. 

Pelayanan di surga enggak tanggung-tanggung, sekalinya dapat salam, di-salaminnya sama para malaikat.  

Tentunya kita ingin masuk surga bareng seluruh keluarga, kan. Ini harus menjadi cita-cita besar keluarga kita.

Oleh karenanya, agar seluruh anggota keluarga punya cita-cita ke surga bareng bareng, kita harus mengenal tujuan dan punya keinginan ini.

Jannah harus menjadi keinginan bersama, sebagaimana salah satu kenikmatan terbesar berada di surga adalah bersama-sama keluarga.

Semoga Allah memasukkan kita dan keluarga kita ke dalam surga. 

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da Zhuhur)

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 12. We and Our Children Part 1 – Parenting (00:07:15-00:08:26)

*****

Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-174 Pagi | “Disalamin” Malaikat

Ajeng Izura:

Aamiin

Siti Badriyah:

Amiin.. Allaahumma Amiin.. semoga kita bersama keluarga kita atau orang-orang yang kita kenal di surga kelak.. Aminn

*****


Materi VoB Hari ke-174 Siang | The Day When All Wrapped Things are Exposed

Oleh: Indri Djangko

#SaturdayParentingWeek25Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحيم

Mengapa penting bagi setiap anggota keluarga untuk memahami dan punya cita-cita yang sama untuk ke Jannah-Nya?

Jawabannya, karena akan ada saatnya kita akan berjuang sendiri-sendiri. Seperti sekelompok orang yang menjalankan misi masing-masing untuk dapat bertemu di garis finish.

Allah swt. berfirman dalam QS Al-An’am:94

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ

Di hari pengadilan kelak, kalian akan datang kepada Kami sendirian.

 كَمَا خَلَقْنَٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ

Sebagaimana ketika Kami menciptakanmu pertama kali, engkau sendirian, tidak ada orang lain yang bersamamu.

 وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَٰكُمْ

Kalian akan meninggalkan semua hal yang pernah “membungkus”mu, yang pernah kami berikan di sekitarmu. 

Ustaz Nouman ingin sekali menyoroti bagian ini. 

Ustaz mengajak kita membayangkan tentang keberadaan ruh yang Allah ciptakan.

Allah meniupkan ruh kita ke dalam perut ibu kita. Ruh itu berada di dalam tubuh kita, dan tubuh kita berada di dalam perut ibu kita.

Kemudian kita lahir, dan kita dilindungi oleh pakaian kita,  dikelilingi oleh keluarga, dinaungi di bawah atap rumah-rumah kita.

Begitu seterusnya. Rumah kita berada di dalam sebuah kota, kota tersebut berada di sebuah pulau, di bumi, dan seterusnya.

Satu hal “membungkus” atau melingkupi hal yang lain.

Kemudian hari pengadilan tiba, dan semua “pembungkus” itu terlepas. 

Hanya ada kita. Tidak ada lagi yang melindungi, melingkupi, atau membungkus kita. Kita, sendirian. Masing-masing.

 وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُم

Kita meninggalkan semuanya di belakang. Kita tidak akan melihat seorang pun yang membantu kita. Tidak ada satu pun yang datang. 

Mungkin kedekatan kita dengan anggota keluarga, membuat kita ingin saling membantu di hari akhirat kelak. Namun terkait ini, Allah berkomentar

ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَٰٓؤُا۟

Termasuk orang-orang itu juga akan kita tinggalkan. Yaitu orang-orang yang kita pikir akan datang dan membantu kita. 

Melalui ayat ini Allah ingin mengajari kita. Jangan pernah berpikir tentang bantuan atau pembelaan dari orang lain ketika hari pengadilan.

Satu-satunya syafaat yang harus kita harapkan adalah dari Rasulullah saw. Itu pun syafaatnya memiliki syarat dan ketentuan berlaku. 

Kelak di hari pengadilan akan ada dua situasi dari Rasulullah terhadap kita. Apakah Rasulullah akan menolong kita atau justru memberikan kesaksian melawan kita. 

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Courses – Parenting – 12. We and Our Children Part 1 – Parenting (00:08:26-00:10:27)

*****


Semoga Allah terangkan, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s