[VoB2020] Daftar Pustaka untuk Analisis Ayat per Ayat


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-173

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 11 Desember 2020

Materi VoB Hari ke-173 Pagi | Daftar Pustaka untuk Analisis Ayat per Ayat

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#FridayAlKahfWeek25Part1

Part 1

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Kemarin kita membahas tentang beberapa sumber koherensi. Sekarang kita membahas sumber lainnya.

Ketika Ustaz Nouman akan membuat kajian membahas surah Al-Kahfi misalnya, berarti Ustaz perlu membaca kitab karya Islahi lalu kitab Khalil ur Rahman Chishti. Hamiduddin Farohi tidak menulis tentang surah Al-Kahfi, karena beliau keburu meninggal sebelum menyelesaikan tafsirnya.  Begitupun dengan sumber yang lainnya: Al Mawdoo’I, Consonants in the Qur’an, dan lain-lain.

Pada akhirnya, Ustaz Nouman punya 800 catatan dari sumber-sumber itu. Masalahnya adalah, bagaimana merangkum itu semua dan membuat darus (kajian) yang mudah dipahami. Harus merapikan hal-hal yang berulang, dan mengetahui mana sebenarnya tidak terlalu prioritas untuk dijelaskan. Untuk itu, dibutuhkan skill dan kebijaksanaan sebagai seorang guru.

Kitab ini semua adalah sumber kita sebagai seorang murid. Student of Qur’an. Tetapi ketika kita akan mengajarkannya, itu beda lagi. Itulah tantangannya. Membuat catatan dari referensi tersebut kemudian memprosesnya agar mudah dipahami orang lain. It’s not easy.

Begitulah proses yang dilakukan Ustaz Nouman. Beliau membaca sumber, kemudian membuat catatan, memilah-milih mana yang tumpang tindih kemudian menentukan mana yang lebih prioritas untuk dijelaskan dan mana yang tidak. Terakhir, Ustaz mempresentasikan mana yang masuk akal untuk diajarkan.

Kalau tadi kita berbicara sumber untuk satu surah secara kesuluruhan namun sumber tersebut tidak membahas ayat per ayat. Sekarang kita akan membahas sumber yang digunakan Ustaz Nouman untuk Analisis Ayat per Ayat dan Akar Kata:

1.  Al-Qutoof Min Lughat Al-Qur’an, Mu’jam Alfath Wa Tarakib Lughawiyyah Min Al-Qur’an Al-Karim. (Al Qutoof, Kamus Istilah dan Struktur Liguistik dari Al-Qur’an) oleh Mohamed Mikati, Mohamad Zuhri Ma’sarani & Abdallah Ahmad Al Dandashi

2.  Lisaan al-Arab

3.  Lanes lexicon

4.  Verbal Idioms of the Quran oleh Prof. Mustansir Meer

Ustaz Nouman berkata setelah Anda lulus dari Bayyinah Institute, salah satu buku yang harus masuk ke dalam wishlist adalah Al-Qutoof. Ustaz Nouman menyukai Al-Qutoof karena beliau merangkum pendapat ulama klasik disertai rangkuman analisis kata dalam Al-Qur’an.

Sumber yang juga menurut Ustaz Nouman juga bisa dibintangi adalah Lanes Lexicon. Berbayar tapi masih terjangkau. Kalau ini bisa diakses secara online.

Sumber lain seperti Lisaan Al-Arab tidak sepadat penjelasan Al-Qutoof, karena membahas satu ayat saja bisa membutuhkan 8 halaman dengan ukuran font 6. Intinya, cukup melelahkan membaca dalam kitab setebal itu. Sedangkan Al-Qutoof merangkum catatan tersebut yang paling berkaitan kalau kita mau belajar Qur’an dan analisis akar katanya.

Untuk Verbal Idioms of The Qur’an, Ustaz mengatakan akan menyiapkan agar bisa diakses mahasiswa beliau di Bayyinah Institute. Buku ini ditulis oleh seorang profesor di Pennsylvania bernama Mustansir Meer asal India.

Profesor Meer sudah mempelajari bahasa Arab selama 20 tahun. Beliau datang ke Amerika Serikat pada sekitar tahun 1980-an dan mengambil S-3 di bidang Al-Qur’an. Kitab yang beliau tulis ini sangat komprehensif tentang idiom verbal dan ekspresi di dalam Al-Qur’an. Ustaz Nouman pernah membahas tentang kalimat kiasan atau figurative speech yang sumbernya adalah kitab karya Profesor Meer.

Selanjutnya, kita akan membahas sumber untuk struktur bahasa dan retorika dalam Al-Qur’an.

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da Zhuhur )

Sumber: Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 05. Resources & Principles of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (37.25-42.00)


Materi VoB Hari ke-173 Siang | Daftar Pustaka untuk Struktur Bahasa dan Retorika

Ditulis oleh:  Rendy Noor Chandra

#FridayAlKahfWeek25Part2

Part 2

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Karya Profesor Meer yang berfokus pada figurative speech dan idiom verbal sangat komprehensif, dan menurut Ustaz Nouman belum ada literatur yang selengkap itu bahkan dalam Bahasa Arab yang menyangkut ekspresi di dalam Al-Qur’an. Profesor Meer juga membahas sisi linguistik dari Al-Qur’an.

Masalahnya, karya ini merupakan disertasi beliau pada program Ph.D sehingga banyak tulisan Arab yang ditransliterasikan, sehingga sulit untuk dibaca. Alhamdulillah, ada murid Ustaz Nouman yang mau menuliskannya ke dalam Bahasa Arab, kemudian mengurutkannya sesuai dengan urutan Al-Qur’an, bukan urutan secara alfabet. Sehingga Ustaz Nouman punya remake dari tulisan Profesor Meer.

Berikutnya referensi yang dipakai Ustaz Nouman untuk struktur bahasa dan retorika.

1.  Al-I’rabul Mufashshol – kitab analisis struktur bahasa yang lebih detail

2.  I’rabul Quran

3.  altafsir.com- ada bagian khusus membahas i’rob/struktur yang bernama AlNohaas

4.  Al-Kashaaf oleh Al-Zamakhsyari

5.  Al-Razi- banya analisis linguistik di dalamnya.

6.  Buku dari Dr. Fadel Saleh Samirai- seorang ulama Iraq dari Samira. Beliau menulis manfaat linguistik dari ayat Al-Qur’an. Kalau teman-teman memperhatikan kajian Divine Speech, maka kita akan menemukan Ustaz Nouman banyak mengutip Dr. Fadel Samirai.

Jadi, ketika Ustaz Nouman membaca Ar-Razi, Qurthubi, Islahi atau apapun itu, beliau akan membuat catatan. Apa yang Ustaz Noman sampaikan di kuliah sebenarnya bukanlah persis apa yang tertulis di dalam kitab-kitab tersebut. Akan tetapi lebih ke pendapat beliau tentang apa yang beliau baca.

Jadi ketika penulis ingin mengarahkan pembaca ke sesuatu, penulis ingin melatih proses berpikir pembaca. Namun, ternyata si pembaca berhasil menyimpulkan lebih dalam dari  apa yang ditulis oleh penulis sendiri. Jadi, menurut Ustaz Nouman, para penulis tafsir dan buku-buku terkait tafsir tersebut bukanlah kata akhir, akan tetapi lebih ke arah membantu kita dalam melatih proses berpikir kita.

Ustaz Nouman pernah ditanya, “Kuliah anda ini referensinya darimana?”

“Banyak, tapi Anda mungin tidak menemukan apa yang saya katakan sama persis seperti tertulis di kitab-kitab referensi tersebut.” Jawab Ustaz

Misalnya kita ambil contoh di surah Al-Kahfi ayat 4 yang berbunyi:

وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.

-QS. Al-Kahfi:4

Ustaz Nouman dalam beberapa hari akan membaca riset bagaimana Nabi Isa dalam sejarah sampai akhirnya dinisbatkan sebagai anak Tuhan. Menurut Ustaz Nouman penting untuk mendalami itu. Bagaimana ada orang yang bisa berpikir Allah punya anak?

Ustaz Nouman menemukan ada seseorang yang datang 20 tahun setelah Nabi Isa Alayhissalam dari bagian barat dari Kerajaan Romawi. Orang-orang menyebutnya anak Tuhan karena lahir dengan cara yang ajaib, bisa menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang yang sudah mati. Kemudian orang ini ditetapkan sebagai kriminal oleh kerajaan karena orang-orang menyembahnya. Tapi setelah dieksekusi, pengikutnya percaya orang ini naik ke surga dan kemudian orang-orang menuliskan ajarannya setelah itu. Sebelum akhirnya ada agama Kristen yang resmi, ada perdebatan mana anak Tuhan yang lebih hebat, Nabi Isa atau orang ini.

Naudzubillahi min dzalik. Ternyata ada lho yang seperti itu.

Pada abad ketiga juga ada perdebatan antara siapa anak Tuhan yang lebih baik. Anak Tuhan yang diklaim orang lain dianggap tidak sehebat anak Tuhan yang lainnya, karena yang satu hanya bisa menyembuhkan yang buta sedang yang lain bisa mengeluarkan orang dari dalam samudra. Jadi, ide anak Tuhan itu tidak selalu melekat pada Teologi Nasrani, karena hal itu lumrah pada saat itu. Sebagai seorang student of Qur’an , kita harus memahami latar belakang yang seperti ini, khususnya karena di dalam surah Al-Kahfi akan membahas tentang ini.

Tafsir mungkin tidak membahas itu, tapi mendorong kita untuk mencari lebih dalam dan melakukan riset ke arah itu.

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa pekan depan )

Sumber: Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 05. Resources & Principles of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (42.00-47.56)


Materi VoB Hari ke-173 Sore 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Assalamualaikum.. kami sampaikan untuk sore ini, tidak ada Part 3, karena sudah di penghujung video untuk materi “A Deeper Look”  😊

Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-173 Sore 
R L Kamaruddin:

Māsyā-الله tabāraka-الله

Sudah Week25 utk al Kahf

Alhamdu-li-الله

Favorit saya materi al Kahf karena belakangan agak lebih banyak konten2 literatur

Menu yg menggugah selera utk saya yg agak geeky ini

😇

Utk Verbal Idioms of Qur`an oleh Mustansir Mir, berikut ada link utk file PDF nya

Mungkin bisa diverifikasi oleh tim VoB

Wallāhu’alam

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s