[VoB2020] Munafik Tidak Akan Berkorban


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-163

Topik: Al Baqarah

Selasa, 1 Desember 2020

Materi VoB Hari ke-163 Pagi | Munafik Tidak Akan Berkorban

Oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek24Part1

Part 1

Tidak semua orang yang masuk ke dalam Islam siap untuk berjuang dan mengorbankan dirinya.

Begitulah karakteristik orang-orang munafik di Madinah saat diperintahkan untuk terjun ke medan perang.

Mereka awalnya memang mengucap kalimat syahadat dengan ketulusan, tapi ketika mereka menyadari bahwa Islam membutuhkan pengorbanan yang serius dari harta dan nyawa mereka, mereka memilih mundur beberapa langkah.

Mereka berkata, “Saya tidak tahu apakah berperang benar-benar jalan yang terbaik untuk saya. Sebelum ada Islam, Yatsrib tenang dan tidak rumit seperti ini.”

Dan siapakah yang membuat kemunafikan mereka semakin menjadi?

Abdullah bin Ubay.

Abdullah bin Ubay adalah seorang munafik yang sesungguhnya. 

Ia memang mempunyai alasan politik untuk menjadi munafik. 

Tapi, ia juga dapat melemahkan iman yang lain dan mengumpulkan mereka agar semakin ragu terhadap Islam. Sehingga akhirnya mereka menjadi kelompok orang yang munafik.

Kedua hal inilah yang menjadi bahan kemunafikan: iman yang sangat lemah dan penyimpangan dari jalan yang lurus.

Selanjutnya, ada dua kelompok lagi yang tidak kalah penting untuk dibahas.

Kelompok apakah itu?

Bersambung in syaa Allah ba’da zhuhur.

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 04. Al-Baqarah (Ayah 8) – A Deeper Look (0:23:00 – 0:24:15)


Materi VoB Hari ke-163 Siang | Para Rabi Madinah yang Menolak Rasul

Oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek24Part2

Part 2

Dua kelompok yang akan dibahas adalah kelompok Yahudi.

Saat itu, bangsa Israel, Yahudi, bisa dibagi menjadi dua kategori.

Kategori yang pertama adalah kelompok rabi Yahudi.

Ketika Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wa salam datang ke Madinah, para rabi Yahudi ini sebenarnya sudah menyadari sosok beliau shalallaahu ‘alayhi wa salam.

Mereka sangat ketakutan tentang fakta kenabian yang mereka temukan. Tapi, mereka memilih menyembunyikan dan menolak ajakan masuk ke dalam Islam.

Para rabi merupakan sosok yang alim tentang persoalan agamanya. Mereka memberikan khotbah, mengajar agama, dan memberikan fatwa.

Semua orang yang beragama Yahudi di Madinah akan datang kepada mereka untuk belajar agama atau sekadar bertanya hukum tentang suatu perkara.

Sehingga jika para rabi menerima kenabian Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wa salam, mereka harus mengambil konsekuensi bahwa mereka tidak akan dimintai fatwanya lagi, tidak ada lagi yang akan datang untuk mendengarkan ceramah mereka, dan sinagog juga akan sepi.

Mereka seakan turun jabatan, dari guru menjadi muridnya Rasulullah shalallaahu ‘alayhi wa salam.

Mereka juga harus menutup mulut dan tidak bisa berfatwa sesuka hati karena Islam adalah agama sami’na wa atha’na (kami dengar, kami taat).

Semua ini berarti profil sosial mereka berubah. Reputasi sebagai alim agama terancam sirna. Karir keagamaan mereka harus dicopot. Mereka merasa tidak mempunyai nilai lagi di mata masyarakat.

Keadaan seperti ini merefleksikan psikologis dalam beragama yang terjadi di semua agama.

Ketika seseorang mempunyai posisi sebagai pemuka agama, mereka akan memberikan ceramah, mengajar, dan memberi fatwa. 

Posisi ini sebenarnya berkaitan dengan peran dalam mengambil pengaruh publik.

Dan pada praktiknya, ini juga mempunyai hubungan dengan dunia politik.

Bagaimana maksudnya?

Bersambung in syaa Allah ba’da ashar.

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 04. Al-Baqarah (Ayah 8) – A Deeper Look (0:24:15 – 0:26:05)


Materi VoB Hari ke-163 Sore | Para Rabi, Politik, dan Bisnis

Oleh: Icha Farihah

#TuesdayAlBaqarahWeek24Part3

Part 3

Hubungan para pemuka agama dengan dunia politik adalah tentang pengaruh.

Politisi dapat memengaruhi banyak orang, begitu juga dengan pemuka agama. 

Itulah alasan kenapa para pemuka agama yang rusak dan buruk dekat kepada para politisi.

Para politisi dan pemuka agama yang rusak saling berkaitan seperti saudara sepupu.

Dan dengan mengatasnamakan agama, para pemuka agama yang rusak dapat memengaruhi pengikutnya untuk melakukan apa saja, termasuk meminta uang.

Terkadang uang-uang tersebut juga malah masuk ke dalam kantungnya sendiri.

Mereka juga akan memberikan fatwa-fatwa yang menyesuaikan permintaan dan keinginan para pengikutnya.

*****

Ketika Rasulullaah shalallahu ‘alayhi wa salam datang ke Madinah, para rabi Yahudi mengetahui bahwa apa yang disampaikan sang rasul adalah benar. 

Tapi, mereka tetap menolak kebenaran itu.

Karena mereka tahu bahwa dengan mengakui kebenaran, semua pengikut mereka juga akan turut menerima dan otomatis beralih menjadi pengikut Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wa salam.

Dan dampaknya, bisnis agama mereka akan berakhir.

Ustaz Nouman mengingatkan bahwa pembahasan ini sebenarnya tidak hanya terbatas pada komunitas Yahudi di Madinah atau tentang Madinah saja, pembahasan ini mencakup semua fenomena tentang pemuka agama yang rusak, siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

Terkadang ada pemuka agama yang mengubah urusan agamanya menjadi kepentingan bisnis dengan sangat mudah.

Di bisnis, kita mengenal adanya kompetisi. 

Untuk tetap menjadi juara di kompetisi, terkadang menjual produk yang bagus saja tidak cukup.

Para pebisnis perlu usaha yang lebih ekstra agar para pelanggan tidak lari dan memilih produk lain.

Dan cara satu-satunya untuk tetap menjaga loyalitas pelanggan adalah dengan menyingkirkan lawan. 

Jadi dalam bisnis agama, khotbah, ceramah, dan nasihat yang disampaikan harus berisi tentang bagaimana sang lawan sebenarnya menyesatkan, atau kelompok lain sebenarnya menyimpang, atau tuduhan-tuduhan lainnya. 

Mereka memberikan ceramah yang isinya berupa larangan untuk tidak mendengarkan ceramah-ceramah selain dari kelompok mereka.

Semua itu dilakukan karena mereka takut kehilangan pelanggan dan pasar bisnis agamanya.

Dan itu pula cara yang dilakukan para rabi di Madinah. 

Para rabi melarang para pengikutnya mendekat kepada Islam di setiap khotbah, ceramah, dan diskusi keagamaan mereka.

Bersambung in syaa Allah minggu depan.

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 04. Al-Baqarah (Ayah 8) – A Deeper Look (0:26:05 – 0:27:52)


***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s