[VoB2020] Kenyataan Tersulit


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-160
Topik: Parenting
Jum’at, 28 November 2020

Materi VoB Hari ke-160 Pagi | Kenyataan Tersulit

Oleh: Ayu S Larasaty
#SaturdayParentingWeek23Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dalam membimbing anak, kita akan cenderung memberikan yang terbaik, berusaha untuk hadir dalam setiap saat anak-anak kita membutuhkannya, bahkan menjadi sosok yang sangat dibutuhkan anak akan menjadi kepuasan tersendiri bagi ayah dan ibu.

Namun, di saat kita teramat mencintai anak kita, kita harus mengingat bahwa ada satu kenyataan yang teramat sulit bisa terjadi pada orang tua di mana saja.

Kita sebagai orang tua tidak bisa membimbing anak kita untuk mendapatkan hidayah. Allah yang mengatakan kepada Rasulullaah, bahwa beliau tidak akan pernah bisa menjadikan seseorang mendapatkan hidayah.

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” QS. Al-Qashash : 56

Kita sebagai orang tua hanya bisa memfasilitasi dan menguatkan anak-anak kita di usia anak-anak hingga remaja.

Anda harus melakukan apapun yang Anda bisa sebelum anak-anak memasuki usia remaja. 🙂

Wallaahu ‘alaam

Sumber:

Home / Quran / Course/ Parenting / 11. Concerned Parents Part 5 / (Start – 03.15)


Materi VoB Hari ke-160 Siang | Prerogatif Allah

Oleh: Ayu S Larasaty
#SaturdayParentingWeek23Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kenyataan yang telah disampaikan pada tulisan sebelumnya perlu menjadi hal yang sangat diperhatikan, karena memang ada beberapa orang yang sudah mati hatinya. Bahkan Allah mengatakan kepada Rasulullah, bahwa beliau tidak bisa menjadikan seseorang mendapatkan hidayah.

Apalagi kita, bukan?

Hal ini menjadi penting bagi kita saat mungkin melihat orang-orang yang memang menyimpang. Namun, di saat yang sama kita ingin agar mereka segera kembali ke jalan yang benar. Dalam menghadapi orang-orang ini, atau siapa pun yang kita ingatkan terhadap kebaikan.

KIta perlu mengingat bahwa hidayah sepenuhnya milik Allah, sehingga ketika mereka tidak kunjung berubah menjadi pribadi yang lebih, baik. Kita tidak merasa bersalah dan bersedih terhadap hal itu.

Terlebih jika yang menyimpang itu adalah anak-anak kita sendiri.

Ustaz Nouman mengatakan bahwa beliau tidak menemukan satu ayat pun dalam Al-Qur’an yang menunjukkan sikap terbaik dalam berdakwah dan menasihati selain yang Rasulullah lakukan pada umatnya.

Sehingga, kita perlu memahami bagaimana cara terbaik untuk menasihati dan mengarahkan seseorang sebagaimana Rasulullaah melakukannya. 🙂

Wallaahu ‘alaam

Sumber:

Home / Quran / Course/ Parenting / 11. Concerned Parents Part 5 / (03.16 – 07.00)


Materi VoB Hari ke-160 Sore | Kesedihan Nabi Nuh

Oleh: Ayu S Larasaty
#SaturdayParentingWeek23Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pembahasan hari ini sejujurnya sulit untuk saya tuliskan sebagai materi, karena ini termasuk dalam doa-doa saya tiap harinya. Ketika seseorang sedang mempersiapkan untuk menjadi ibu atau ayah atau orang tua yang baik, terlebih dengan segala tantangan pemikiran dan perkembangan zaman yang bisa saja berbahaya bagi generasi berikutnya.

Maka jika visi dan misi orangtua adalah masuk surga sekeluarga, hal yang tersulit adalah ketika ada satu orang anaknya atau (semoga tidak terjadi pada kita semua) semua anak-anaknya justru menyimpang dari agama ini.

Semua bisa saja terjadi, kita diuji dengan sesuatu yang amat kita cintai, meski bukan berarti kita harus mengurangi kadar kecintaan dan kasih sayang kita kepada anak-anak kita.

Lagipula, siapa yang mampu?

Ketika kita sudah memahami bahwa membawa keluarga untuk bersama-sama masuk surga bukanlah hal yang mudah, teramat sulit, namun kita sebagai manusia teramat mengidamkannya.

Bisakah teman-teman membayangkan bagaimana Nabi Nuh yang merupakan utusan Allah, namun beliau tidak dapat mengajak anak dan istrinya untuk beriman kepada Allah?

Nabi Nuh bahkan harus mengatakan “Hasbiyallaah”, “Cukuplah Allah bagiku”

Hal yang juga harus dikatakan oleh kita semua untuk merelakan siapapun yang kita cintai, ketika mereka berpaling dari Allah.

Cukuplah Allah Bagiku.
Cukuplah Allah Bagiku.
Cukuplah Allah Bagiku.

Wallaahu ‘alaam

Sumber:

Home / Quran / Course/ Parenting / 11. Concerned Parents Part 5 / (07.00 – Selesai)

***
Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲
Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,
The Miracle Team
Voice of Bayyinah

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s