[VoB2020] Jika Sudah Soal Anak, Seorang Ibu Akan Hilang Kendali


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-158

Topik: DivineSpeech

Kamis, 26 November 2020

Materi VoB Hari ke-158 Pagi | Jika Sudah Soal Anak, Seorang Ibu Akan Hilang Kendali

Oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek23Part1

Part 1

Pekan lalu kita sudah bahas dua kata untuk menyebut hati di dalam Al-Qur’an, yaitu qalb (قلب‎) dan ada fuad (فؤاد). Bagaimana fuad sering disalahkan jika kita sedang emosi dan kelepasan, 

“itu tadi yang marah-marah bukan aku kok, tapi ‘Si Fuad’ 😬”.

Penyebutan fuad dan qalb ini sering terpisah. Namun kali ini, Ustad memberi satu contoh di mana fuad dan qalb disebutkan bersamaan dalam satu ayat, dalam QS Al-Qasas:10

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Di part 1 ini kita bahas dulu soal ‘fuad’ nya yang muncul pertama dalam ayat ini.

Hati (fuad) Ibu Musa seolah lenyap seketika karena meninggalkan bayinya di dalam air. 

Dan kini bayinya sudah pergi jauh dan luput dari pandangannya.

Ibu Musa menjadi lumpuh secara emosional. 

Pada saat itu, ketakutan, kesedihan, stress, kemarahan yang luar biasa, menjadi satu.

Begitu banyak emosi yang campur aduk, sehingga hatinya dideskripsikan dengan fuad, bukan qalb.

Kemudian Allah berfirman, Ibu Musa hampir saja membongkar rahasianya.

إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِ

Ia hampir keluar dari rumahnya, mengejar keranjang yang dilarungnya dan berkata “Itu bayikuuuu”. 

Ibu Musa hampir kehilangan kendali.

Ini penting untuk dipahami. Bagi seorang Ibu, menahan diri-apalagi terkait anaknya-adalah sesuatu yang mustahil secara psikologis. 

Sebagai contoh, jika kita menjadi seorang Ibu dan membawa anak kita ke supermarket.  

Anak kita ‘pegangan’ ke baju kita, dan dalam beberapa detik kita tidak bisa merasakan pegangannya. 

Bagaimana reaksi kita pertama kali? Pasti panik, bingung harus melakukan apa. 

Tapi, pada lanjutan ayat QS Al-Qasas:10, Allah membantu Ibu Musa ‘menahan diri’. 

Bagaimana penjelasan selengkapnya?

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da Zhuhur)

***

Sumber: Home / Quran / Courses / Divine Speech / 05. Consistency in the Quran (00.00-02.07)


Materi VoB Hari ke-158 Siang | A Protective Instinct of a Mother

Oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek23Part2

Part 2

Berapa lama seorang ibu akan bereaksi ketika sadar anaknya ‘hilang’? Mungkin sekitar 10 detik, lalu ibu akan panik dan hilang kendali. 

Mungkin berbeda dengan ayah yang biasa saja ketika tahu anaknya tidak ada. “Ah, dia pasti masih ada di sekitar sini”. 

Pada diri seorang Ibu terdapat insting untuk selalu melindungi anaknya. Selain itu tidak ada lagi yang penting.

Ketika anaknya bermain di sebuah area, Ibu bisa memarahi melihat ada orang yang melajukan kendaraannya di jalanan di sekitar area tersebut.

Ada protective instinct pada diri seorang Ibu. Dan pada kisah Ibu Musa, ia meletakkan bayinya di atas air sungai. Apa insting pertamanya?

Apakah dia yakin dengan keputusannya melarung anaknya di sungai, dan dengan santainya melambaikan tangan kepada anaknya?

Nope.

Insting pertama Ibu Musa adalah ingin menarik keranjang itu. Ia tidak bisa duduk dengan tenang. Bahkan hendak keluar rumah untuk membongkar rahasianya.

Maka untuk meredam emosi Ibu Musa yang campur aduk itu, harus ada sesuatu yang menahannya.

Allah berfirman, 

لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا

Seandainya Kami tidak mengencangkan ikatan di atas hatinya (meneguhkannya). 

Artinya, Allah memberikan hati yang tenang dan stabil kepada Ibu Musa, sehingga ia tidak kehilangan kendali dan mengejar bayinya.

Sangat penting bagi Ibu Musa untuk tetap tenang, meskipun itu mustahil secara psikologis.

Maka Allah ingin campur tangan dalam masalah ini. 

Melalui ayat ini kita jadi tahu bahwa ketenangan hati Ibu Musa bukan berasal dari dirinya sendiri. 

Ketenangan itu berasal dari Allah. 

Emosi yang timbul dari diri Ibu Musa, itu adalah fuad

Allah menenangkan hatinya, dan manakala hatinya sudah tenang dan emosinya tidak campur aduk, barulah disebut Qalb.

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da Ashar)

.

***

Sumber: Home / Quran / Courses / Divine Speech / 05. Consistency in the Quran (02.07-04.20)


Materi VoB Hari ke-158 Sore | Allah Akan Menyembuhkan Sakit Hatimu

Oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek23Part3

Part 3

Ada pelajaran penting tentang keadaan emosional kita. Tentang hati dan bagaimana cara sembuhnya.

Ada orang yang mengaku punya masalah kemarahan dan tidak bisa mengatasinya. 

Orang yang lain merasa kecewa, depresi, dan bingung bagaimana menyembuhkannya. 

Beberapa orang lain lagi merasa terluka karena bertengkar dengan teman atau saudara. Sampai-sampai tidak mau mendengar nama mereka lagi.

When you say their name I get upset. I can even think about that person. And just makes me angry.”

Isu seperti ini marak terjadi. Dan orang yang mengalaminya merasa hatinya terluka dan tidak bisa disembuhkan.

“Aku tau dia sudah menyesali perbuatannya. Aku tahu dia sudah berubah. Tapi aku tidak bisa melupakan apa yang terjadi”. Kurang lebih seperti itu.

Bicara masalah terluka, Ibu Musa pun terluka ketika harus melarung anaknya ke sungai. 

Bayi Musa dihanyutkan, perlahan hilang dari pandangan. Dan sejak saat itu Ibu Musa tahu bahwa bayi ini tidak akan kembali kepadanya.

Bukankah peristiwa ini melukai Ibu Musa? Pasti ini memberi trauma tersendiri, apalagi bagi seorang wanita. 

Secara normal, kita bisa bilang bahwa ia tidak akan sembuh setelah kejadian itu.

Tapi Allah campur tangan dalam masalah ini dan langsung menyembuhkan Ibu Musa. Immediately.

Masih ingat, kan QS Al-Qashash:10 di part sebelumnya? Allah langsung mengukuhkan hati Ibu Musa.

Immediately Allah gave rabth to her Qalb.

Selanjutnya, ada yang menarik dari fenomena ‘pengukuhan hati’ ini. Rabth tidak hanya berlaku untuk qalb para nabi.

Apakah Ibu Musa adalah seorang nabi?

Atau pemuda al-Kahfi, di QS Al-Kahfi:14, ada kata rabth pada وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ .

Apakah mereka adalah para nabi? Bukan juga.

Dari ayat ini Allah menenangkan, menguatkan, dan menyembuhkan hati siapa saja. Bukan hanya hati para nabi. 

Allah punya campur tangan terhadap kita dan hati kita.

Allah datang ke hati kita dan menyembuhkannya. 

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِ

Allah berfirman bahwa Dia punya andil dan campur tangan terhadap hati kita. 

Dengan kata lain, Allah sangat mampu untuk membuat kita maju, merelakan masa lalu, menyembuhkan luka lama, dan kita bisa melanjutkan hidup. 

Jadi, yang sedang sakit hati, harus yakin ya, Allah Maha Menyembuhkan Hati kita 😊

 (bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa pekan depan)

***

Sumber: Home / Quran / Courses / Divine Speech / 05. Consistency in the Quran (04.20-06.58)

👑🏡👨‍👧‍👧👑


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

One thought on “[VoB2020] Jika Sudah Soal Anak, Seorang Ibu Akan Hilang Kendali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s