[SSS 2020] Semua Yang Di Langit Dan Bumi Membutuhkan-Nya – Nouman Ali Khan


List Pertanyaan

1. Hamba Allah – Kira kira apa landasan dalilnya ketika ustad NAK bilang kalau jantung itu setiap sebelum berdetak meminta izin dulu ke Allah?

2. Fulanah – Ustad menjelaskan seperti di ayat 29b surat Ar Rahman bahwa kata ‘meminta’ ini sebenarnya adalah ‘membutuhkan’ , kenapa ya di terjemahan Al Quran gak langsung aja di tuliskan ‘membutuhkan’ daripada kata ‘meminta’ ?

Diskusi Jawaban

Pertanyaan no 1

Fulan 1:

Dalilnya ya ayat yang dibahas di video bagian yang kedua soal kesibukan Allah *(كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ)*. Yang saya tangkap ustadz sedang mengurai apa saja yang meminta ke pada Allah. Termasuk organ2 yang manusianya sendiri tidak pernah berdoa. lalu dijawab dengan kesibukan Allah.

Fulan 2:

Izin menanggapi dan menanbahkan sedikit.

Di Surat Al-An’am ayat 59, Allah AWJ berfirman bahwa segala sesuatu yang ada di darat dan di laut bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Allah mengetahui. 

Sama seperti tanggapan saudara/i yang lain, ini seperti perluasan dari pengertian ayat tersebut bahwa tidak ada satupun di alam semesta ini yang terjadi tanpa sepengetahuan dan seizin Allah AWJ. Termasuk setiap detakan jantung.

Dan di lecture tersebut “meminta” juga berarti “butuh”. Karena jantung butuh untuk tetap bekerja, dia “meminta”. Wallahualam bissawab.

Fulan 3:

Saya lupa pernah nanya atau enggak, tapi kayanya belum pernah 

Di video ini ustadz NAK bilang kalau jantung manusia berdetak itu atas izin Allah.

Saya pernah dengar juga katanya kalau secara ilmu kedokteran, sampai saat ini belum ditemukan apa yang menyebabkan jantung itu berdetak

Maksudnya gini……..

Organ organ tubuh itu kan sepemahaman saya punya sistem kerja sendiri, misalkan saja seperti sistem pendengaran

Ada gelombang suara yang ditangkap gendang telinga, dari gendang telinga kemudian diubah dari getaran menjadi impuls listrik oleh telinga bagian dalam, yang kemudian di kirim ke otak melalui sistem saraf, barulah kemudian otak bereaksi dan memprosesnya.

Jadi yang saya pahami, ada bagian otak yang baru akan bekerja untuk memproses suara ketika menerima sinyal awal dari gendang telinga

Nah gimana dengan jantung ? Apa hal yang mentrigger jantung untuk berdetak ?

Kata orang yang saya denger itu, dia bilang katanya sampai saat ini di ilmu kedokteran belum diketahui apa sinyal yang kemudian menyebaban jantung berdetak

Bener gitu kah ?

Kalau benar seandainya belum diketahui apa yang menyebabkan jantung berdetak, maka itu mendukung bahwa jantung berdetak atas izin Allah, inline saja dengan ilmu yang ada, tapi seandainya tidak pun Allah itu Al Hayyu Al Qayyum

Mungkin pak @⁨+62 812-2138-122⁩ atau mba @⁨+62 853-2192-9149⁩ atau rekan2 dokter lainnya pernah belajar mengenai hal tersebut ?

Fulan 4 :

Pertanyaan no 2

Fulan 1:

Izin menanggapi pertanyaan no. 2.

Penerjemahan, terutama untuk Al-Qur’an, dari yang saya pernah baca, merupakan proses yang sangat panjang dan rumit. Menyamakan pendapat para ulama mengenai makna ataupun kata yang akan digunakan pun bukan proses yang mudah.

Di dalam buku tafsir dari Muhammad Assad, ayat tersebut diterjemahkan, “on Him depend all creatures in the heavens and on earth”. Tapi di translasi Bahasa Inggris lain, menggunakan “ask”. Setiap ulama memiliki alasan tersendiri. 

Menurut saya, semua kembali kepada satu prinsip. Di Surat Al-Jatsiyah ayat 13, disebutkan “perhatikanlah, dalam yang demikian ini sungguh terdapat bagi orang-orang yang berpikir”.

Apapun terjemahan dari sebuah ayat di Al-Qur’an, sebagai seorang Muslim terutama, tugas kita adalah berpikir, tidak menerima mentah-mentah. Karena itu juga ada buku tafsir, itu pun beragam. Karena setiap scholar berpikir. 

Terjemahan menurut saya, jika diandaikan sebagai jembatan antara kita dan apa yang sesungguhnya ingin Al-Qur’an sampaikan, hanyalah fondasi. Untuk benar-benar bisa menyeberang, kita harus bangun jalan setapaknya sendiri dengan berpikir.

Ini sebatas pendapat, mohon koreksi jika ada yang salah atau kurang tepat 🙏🏻

Fulan 2:

Jadi ingat makna Ar-Rahmaan sendiri itu sayangnya Allah buat semua makhluknya. Sedangkan Ar-Rahiim itu khusus untuk yang beriman saja. 

Saya lupa, ada mufassirun yang menafsirkan Ar-Rahmaan untuk dunia dan Ar-Rahiim itu untuk akhirat. 

Malau kita analisis ayat per ayat dan  koherensi di dalam surah, ayat ini letaknya di antara ayat yang banyak diulang yaitu:

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

-Surah Ar-Rahman, Ayah 28&30

_Alaa_ diartikan sebagai ni’mat. Ni’matnya apa? yaitu kesibukan Allah yang menjawab permohonan apa yang di langit dan di bumi.

رَبِّكُمَا

Rabb kalian berdua.

تُكَذِّبَانِ

tukadzdzibaani

kalau yang familiar dengan bahasa Arab imbuhan ‘aani’ berarti fi’l yang pelakunya 2 orang. 

Siapa kalian berdua ini?

Kita (manusia) dan jinn. kalau di ayat sesudahnya disebut sebagai _tsaqalan_

سَنَفۡرُغُ لَكُمۡ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ

Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!

-Surah Ar-Rahman, Ayah 31

Di Tafsir Ibnu Katsir disebutkan kesibukan Allah itu diantaranya mengampuni dosa, melenyapkan musibah, meninggikan derajat suatu kaum dan merendahkan yang lainnya. 

Hikmahnya kita harus bersyukur dan berterimakasih sama Allah yang mengabulkan permintaan kita. Tapi kita juga pada saat yang sama _praise to_ Allah. Balik lagi ke ayat _Alhamdulillahirabbil ‘alamin_.

_Praise and thanks to_ Allah

Fulan 3

ArRahman = Pengajar Alquran. Karena DIA yg menciptakan manusia, maka DIA pula yg menjelaskan tata cara/sistem bagaimana seharusnya manusia hidup berdasarkan ajaranNYA, yaitu Alquran. 

Seperti orang tua yg mendidik anaknya karena kasih sayangnya. Kalau gak sayang pasti dicuekin, ditelantarkan. Apalagi Allah, bukti bahwa Allah Maha Penyayang adalah dengan mengajarkan Alquran.

Area

Manfaat Keseluruhan Video

Fulan 1:

*Tiga Pelajaran Penting*

Buat saya pribadi, video di atas, mengingatkan saya tentang tiga pelajaran penting yang selalu saya berusaha terapkan hari demi hari, diperbaiki terus menerus.

1. Selalu bersyukur, karena nikmat Allah kepada kita tidak akan pernah dapat kita hitung. 

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Karenanya kita harus belajar untuk bersyukur apapun kondisi yang sedang kita hadapi, karena sesulit apapun, pastinya jauh lebih banyak nikmat yang sedang kita terima dibandingkan sedikit cobaan yang Allah berikan kepada kita.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan _sedikit_ ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah 2:155)

Dan karenanya, Allah sangat menghargai hambanya yang masih tetap bersyukur ketika ditimpa berbagai kesulitan, dan menjanjikan akan menambah keberkahan bagi yang mau sedikit saja bersyukur.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS Ibrahim 14:7)

Kita bersyukur dalam hati, dengan lisan, dan dengan menyalurkan segala nikmat yang kita terima di jalan yang Allah ridlai.

2. Selalu beristigfar atas kekurangan upaya kita bersyukur atas nikmat-Nya yang tidak pernah berhenti kita terima.

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa’: 110). 

Salah satu bentuk kejahatan dan menganiaya diri sendiri, adalah kurangnya rasa bersyukur atas begitu banyak nikmat Allah SWT. 

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (Al-Mu’minum 23:78)

3. Memberi kesempatan, berhusnuzhan atas akhir hidupnya, dan memohon hidayah bagi saudara-saudara kita yang masih belum mendapatkan hidayah-Nya. 

Kalau Allah saja masih berkenan mengurus semua sel-sel dalam tubuh orang yang banyak berdosa, berarti Ia selalu memberi kesempatan hamba-Nya untuk bertaubat, selama ruhnya masih belum dipanggil. Maka lebih layak lagi bagi kita untuk selalu memberi kesempatan, berhusnuzhan atas akhir hidup seseorang, dan memohon hidayah bagi saudara-saudara kita yang belum mendapat nikmat ilmu dan hikmah.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imran 3:159)

Semoga bermanfaat.

Wallahu’alam bishowwab.

Fulan 2:

Kalo rangkaian surat Az zumar 71-74 juga mengingatkan sy pd video ini.

Qs Az Zumar 71:

Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka

Qs Az Zumar 73:

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya _telah_ dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka

***

Bayangkan kita mau kedatangan tamu. 

Opsi pertama, pintunya masih tertutup. Otomatis si tamu harus mengetuk pintu, salam, tekan bel unt diizinkan masuk.

Opsi kedua, pintu setengah terbuka. Si tamu pun msh ragu2. Boleh ga ini langsung masuk? Atau harus izin dulu?

Opsi ketiga, kita minta kerabat unt menahan pintu. Tentu si tamu merasa lebih terhormat.

Ada huruf و pada Az Zumar 73 yg menunjukkan mercy dr Allah. Ada yg menahan pintu surga agar tetap terbuka (Qs Shad 50). Sedang pintu neraka baru dibuka ketika manusia baru mau akan masuk neraka (Qs Az Zumar 71). Allah ga sabar manusia masuk surga lalu menyambut mereka. Dan Allah ga ingin manusia masuk neraka, pintunya masih tertutup sebelum mereka sampai di depannya.

Qs Az Zumar 74

Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” 

Kita sering mengucap _alhamdulillah_ . Apa kabar hari ini? _Alhamdulilah_ , baik. _Alhamdulilah_ weekend.. dst dst. Begitu manusia memasuki pintu surga, pertama kali yg ia ucapkan adalah _alhamdulilah_ . Masya Allah. Tentunya ucapan _alhamdulilah_ itu menjadi ucapan _alhamdulilah_ terindah yg pernah kita katakan selama ini.

 Fulan 3:

Kalo dari lecture ini 

Di dalam jiwa kita ada cahaya ruh yg selalu terhubung dengan Allah. Kadang menguat, kadang meredup. Bahkan sebenarnya sebelum sampai berbuat maksiat, cahaya Allah itu hadir, menerangi mana yg boleh dilakukan/tidak. Demikian halnya ketika kebutuhan dasar ga terpenuhi, maka orang akan melakukan sesuatu untuk memenuhi gap itu. 

Saat konflik itu terjadi kita juga sedang perang dengan setan agar kita memilih jalannya. Jalan setan akan tampak lebih mudah dan menyenangkan tetapi tentu tidak berkah.

Asy Syams mengandung metafor yg indah tentang jiwa. 

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿١﴾ وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ﴿٢﴾ وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ﴿٣﴾ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا

Silih bergantinya siang dan malam, demikian pula jiwa manusia. Bahkan suatu waktu akan masa tergelap kita layaknya malam yg sempurna menutup matahari. Tapi di tengah pekat malam itu sesungguhnya masih ada rembulan yg memantulkan cahaya matahari meski temaram. Semoga kita bisa mengontrol diri kita ketika konflik itu hadir, menuju cahaya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s