[SSS 2020] Semua Yang Di Langit Dan Bumi Membutuhkan-Nya – Nouman Ali Khan


🌿🌿 *SSS NAK Indonesia* 🌿🌿

Bismillahirrahmanirrahim.

In syaa Allah pekan ini kita mulai lagi ya agenda sharing pekanan.

Teknisnya:

1⃣ Tonton video ini ⬇️

Kurang dari 10 menit, klik CC untuk subtitle indonesia.

2⃣ Catat poin-poin menarik, insight, share ke sosial media/blog/podcast

3⃣ Kirim tanggapan/catatan dan pertanyaan terkait video di grup NAKIndonesia

🗓 SSS in syaa Allah dilaksanakan tiap Sabtu, paralel di grup whatsapp dan telegram NAKIndonesia

Yuk ramaikan ^^

Sesi SSS:

👤 mas Agung:

Ketika ustad NAK di video ini membahas bahwa anggota anggota tubuh seperti jantung dapat bekerja atas izin Allah, dan orang orang yang bermaksiat dengan tubuhnya gak langsung di hukum oleh Allah saya jadi keinget video ustad NAK yang ini yang baru saya tonton kemarin

Beliau membahas 3 kejadian mengerikan ketika tiba saatnya hari kebangkitan nanti. Beliau membahas 3 kejadian ini karena ketiganya diawali dengan kata hatta idza jauuha (hingga apabila mereka sampai kepadanya/ menyaksikannya)

Kejadian mengerikan yang pertama adalah ketika orang orang zalim sampai dan akhirnya melihat pintu Neraka ( QS 39:71)

Yang kedua adalah saat dimana seseorang yang zalim akhirnya bertemu dengan Allah dengan membawa penyesesalan, penyesalan karena dia dekat sekali dan menuruti bisikan setan ( surat Az zukruf ayat 38)

Dan yang ketiga ……

Yang menurut ustad NAK kejadian ini lebih mengerikan daripada dua kejadian diatas bila melihat dari tata bahasanya adalah

Ketika seseorang di akhirat nanti akhirnya melihat bahwa telinga, kulit dan seluruh anggota tubuhnya bersaksi untuk melawan dirinya (surat fussilat ayat 20)

Tubuh yang selama ini kita rasa milik kita, bisa dipake semaunya akhirnya di akhirat nanti justru memberi saksi memberatkan kita agar jatuh ke Neraka

Tubuh ini sesungguhnya ingin taat kepada Rabbnya dengan tidak melakukan hal yang buruk tapi jiwa manusia yang memerintahkan dia untuk berbuat buruk

Mata kita mungkin kelak akan berkata:

” Bukan salahku ya Allah aku melihat hal yang buruk, jiwa manusia ini yang mengendalikanku, maka hukumlah dia “

Wallahualam bissawab

👤 Mba Trias

Izin share tanggapan:

Hal yang ingin saya soroti dari sini adalah fakta yang disampaikan dalam lecture ini menegaskan kembali kekuatan bahasa Arab yang telah dipilih oleh Allah AWJ sebagai bahasa kitab yang menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia.

Ketika saya membaca Al-Quran, sebelum saya mengetahui tentang Bahasa Arab Al-Qur’an, sejujurnya sulit untuk tergerak oleh terjemahannya. Seringkali saya bahkan tidak tahu apa maksud di balik kalimat rumit tersebut, atau malah kata yang seharusnya memiliki makna yang dalam, menjadi terlihat sangat sederhana karena keterbatasan dalam bahasa kita.

Seperti dalam ceramah ini diterjemahkan sebagai “meminta kepada Allah AWJ”. Ya oke, tapi tanpa “meminta” pun saya masih bisa bernafas, pepohonan masih tumbuh, bumi masih berputar. Itu sains. Tetapi, menjadi sangat berbeda ketika kita tahu bahwa makna di baliknya adalah “membutuhkan”.

Setiap hal di dunia ini membutuhkan Allah AWJ. Sains memang nyata, tetapi bekerja hanya seizin Allah AWJ. Itu mengubah keseluruhan narasinya, bukan? Mindblowing!

Bukankah luar biasa mengetahui bahwa setiap bagian, setiap sel di tubuh kita meminta izin kepada Allah AWJ untuk menjaga wadah jiwa kita agar tetap dapat bekerja? Tubuh saya sendiri menyebut “Allah” lebih sering dari jiwa saya.

Terlalu banyak yang dapat diambil dari lecture 7 menit ini, tetapi jika kita dapat memahami dan menerapkannya dalam hidup kita, saya kira dapat membawa perubahan besar dalam hidup.

👤 Mas Faizal Achmad

Terima kasih Mas Agung..

Izin bertanya, maaf jika pertanyaan saya ini pertanyaan kurang berbobot dikarenakan kurangnya ilmu, mungkin dari sini saya bisa dapat penjelasan dari teman”..

Apakah ada momen saat didunia, dimana seluruh anggota tubuh (yang sesungguhnya awalnya ingin taat kepada Rabb-Nya) lelah dengan kemaksiatan lantas ‘memaksa’ bertobat kepada si pemilik tubuh?

Pertanyaan saya ini berkaca dari perjalanan spiritual dari kisah pencuri yang awalnya berniat mencuri di rumah Malik bin Dinar.. Namun si pencuri tersebut tidak menemukan barang berharga, malah naas pencuri tersebut kepergok oleh Malik bin Dinar..

Akan tetapi, Malik bin Dinar tidak melaporkan si pencuri tersebut ke hakim, tetapi malah diberi saran untuk berwudhu dan melaksanakan shalat..

Dan yang terjadi kemudian, si pencuri tersebut melaksanakan shalat, dan ketika setelah selesai shalat ia meminta izin untuk berlama-lama di rumah Malik bin Dinar agar tetap bisa merakan nikmatnya beribadah.. Lalu diizinkan oleh Malik bin Dinar hingga akhirnya si pencuri tersebut menjadi ulama masyhur..

Atau si pencuri tersebut diarahkan untuk mendapatkan apa yang ia cari lewat ‘jalan’ terswbut.. Karena saya pernah dengar dari ceramah, kalau bisa shalat dengan khushu adalah harta atay kenikmatan terbesar yang ada di dunia..

👤 Mas Agung

Kalau saya belum pernah dengar sih mas kalau anggota tubuh berontak dengan kemaksiatan misalnya. Mungkin teman2 yang lain bisa menambahkan

Tapi kalau dari kisah pencuri di rumah Malik Bin Dinar itu saya nangkepnya bahwa yang disentuh itu jiwanya dari pada fisik tubuhnya. Hal yang sesuai fitrah manusia setau saya akan membawa ketenangan jiwa

Tolong dikoreksi kalau salah

👤 Kang Irfan Habibie

*Semua yang di Langit dan Bumi Membutuhkan-Nya*

يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ 

_Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan._ (Ar-Rahmaan: 29)

Allah berkata segala sesuatu meminta kepada-Nya (يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ), Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Malaikat meminta kepada-Nya, hewan meninta kepada-Nya, kita meminta kepada-Nya. Namun seseorang datang dan berkata, “Saya punya teman ateis, dia tidak meminta pada Allah.” “Saya punya teman yang tidak agamis, dia tidak pernah meminta pada Allah.” “Lalu dosen filsafat saya, dia tidak pernah meminta pada Allah.” “Apa maksudmu segala sesuatu meminta pada-Nya?”

Pertama, mari kita pahami hal itu. Sual (سُؤَال) atau meminta, dalam Bahasa Arab ada dua jenis. Pertama, “secara sadar meminta”, yang kedua, “membutuhkan”. Sebagai contoh, (وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ) (QS. Ad-Duha: 10) yang artinya “Terhadap yang meminta, jangan angkat bahu (tolak) mereka.” Ayat ini juga berarti, “Terhadap yang membutuhkan, jangan angkat bahu (tolak) mereka”. Hal ini karena ada orang-orang yang memang demikian kondisinya, butuh, tapi tidak mengemis. Anda harus tahu bahwa mereka butuh. Sebelum mereka meminta, Anda seharusnya sudah memberi mereka.

Karena itu maksud surat Ar-Rahmaan ayat 29 adalah, “Segala sesuatu di langit dan segala sesuatu di bumi membutuhkan”. Semua hal yang ada selalu membutuhkan Allah. Ada yang kafir, ada Muslim yang suka menentang. Ada yang sudah paham bahwa mereka melakukan sesuatu yang salah, yang tidak sepatutnya mereka lakukan, tapi tetap mereka lakukan dan tetap melanggar perintah Allah. Allah juga memberi mereka, dan terus memberi mereka. Di antara Anda ada yang salat lima waktu, ada pula yang tidak salat sama sekali, ada lagi yang baru ke masjid sekalinya dalam setahun ini. Semuanya Allah beri, tidak ada yang tidak Allah beri.

Paru-paru kita semua diisi Allah dengan udara. Jantung kita semua dijaga Allah tetap berdenyut. Jantung saya yang berdenyut di dalam sini, setiap kali akan berdenyut lagi, meminta kepada Allah, “Ya Allah bolehkah aku berdenyut kembali?” Lalu Dia memberikan izin-Nya. Setiap urat di dalam tubuh saya membutuhkan, dia butuh dari Allah. Tidak selembar daun pun akan gugur dari sebuah pohon, tidak satu sel pun di dalam tubuh saya akan bergerak tanpa izin-Nya.

Saya bisa saja menentang Allah, Allah telah memberi jiwa saya kesempatan untuk melupakan Allah, melakukan segala yang saya inginkan, bicara semau saya, memperoleh uang dengan cara apapun yang saya inginkan, menjalani hubungan dengan lawan jenis semaunya, menghabiskan Jum’at malam sesuka saya. Jum’at siang, alhamdulillah Anda sudah melakukan kewajiban terhadap Allah. Jum’at malam untuk setan, kan? Bagi sebagian besar orang begitu? Membuat akhir pekan yang sempurna? Menyeimbangkan pahala dan dosa? Tetapi Allah tidak menyengat Anda dengan petir karenanya. Allah tidak menyeret Anda kembali ke dalam masjid karenanya. Dia bisa jika Dia berkehendak.

Dia sudah menghukum bangsa-bangsa terdahulu. Dia tidak melakukan hal itu pada Anda dan saya. Ketika tangan mencuri, ia tidak serta merta lumpuh. Ketika seseorang berzina, mereka tidak langsung kena serangan jantung. Ketika seseorang memakan yang haram, tidak serta merta kena kanker usus. Dia tidak melakukan itu. Mereka masih tetap makan dan tersenyum.

Lalu Dia berfirman, (كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ), “setiap waktu Dia dalam kesibukan.” Artinya setiap waktu, setiap jam, setiap hari, selamanya, Dia sibuk dengan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh-Nya. 

Coba bayangkan seorang guru yang mengajar 50 orang siswa. Salah seorang dari mereka bertanya, yang lain butuh bantuan ekstra, seorang lagi berkata sedang ada masalah, yang lain lagi mengatakan sedang bingung. Jika setiap orang mendapat pembelajaran tambahan lima menit, sudah 250 menit. Tentu sangat melelahkan. Kalaupun bisa, tetap saja ada yang akan protes, “Kok cuma dapat lima menit? Saya butuh waktu Anda tiga jam.” 

Saya tidak mampu mengingat semua permintaan mereka. Saya bahkan tidak bisa menjawab semua pertanyaan mereka. Beberapa di antara pertanyaan mereka jauh melampaui ilmu saya. Beberapa di antara permintaan atau kebutuhan mereka, tak mampu saya penuhi. 

Ketika orang-orang menuntut dari Anda, Anda akan paham apa artinya ketika terlalu banyak orang meminta terlalu banyak hal. Anda tahu apa yang akan terjadi? Manusia akan lelah jika Anda terus meminta dari mereka, meminta, dan terus meminta. Dalam posisi demikian, Anda pasti tahu akan ada sebagian orang yang didengar permintaannya, sebagian yang lain tak akan didengar. Mereka yang lebih penting atau menjadi prioritas akan didengar. Mereka yang tidak seberapa penting tak akan didengar.

Lihatlah siapa Allah (عز وجل) itu. Setiap orang meminta dari-Nya. Yang beriman meminta dari-Nya, yang kafir meminta dari-Nya. Muslim yang paling menentang, lupakan sejenak golongan non-Muslims. Muslim yang paling menentang, yang secara terbuka, dengan bangga melakukan yang haram, yang mengatakan hal-hal yang buruk dengan mulut mereka, yang menzalimi satu sama lainnya. Mereka melakukan semuanya secara terbuka. 

Namun bahkan jantung mereka memohon untuk denyut berikutnya, dan Allah kabulkan. Bahkan bagi mereka, Allah kirimkan malaikat dan penjaga mobilnya seraya mereka berkendara menuju kelab malam di Jum’at malam. Bahkan bagi mereka, Allah (عز وجل) melindungi dan memberi mereka semua, dan Dia berkata, “Aku beri, apa yang diberikan Allah, hanya Dia yang bisa memberikan.”

Inilah (شَأْن, شَأْن) yaitu hal yang hanya bisa dilakukan orang tertentu saja. Seperti sebagian Anda yang menjalankan bisnis, ada hal-hal yang hanya Anda yang bisa melakukannya. Jika Anda menyuruh orang lain untuk melakukannya, maka akan kacau. Anda sudah mencoba sebelumnya, Anda percayakan kasir pada mereka, lalu sesuatu menjadi kacau. Jadi hanya Anda yang bisa melakukannya. Ini disebut (شَأْن). Ada hal-hal yang dilakukan Allah, yang hanya Allah yang bisa melakukannya, yang lain tidak bisa melakukannya. Tidak ada yang lain yang bisa melakukannya. 

Ketika Anda menyadari itulah yang dilakukan Allah bagi Anda setiap saat, Anda akan melupakan satu pertanyaan tolol, yang dibisikkan setan ke dalam hati Anda dan hati saya. “Di mana Allah ketika aku membutuhkan-Nya?” “Di mana Allah ketika aku punya masalah ini?” “Mengapa Dia tidak menolongku menghadapi hal ini?” Orang-orang mempertanyakan hal ini, bukan?

Bahkan pertanyaan ini kadang hinggap di kepala Anda. “Di mana Allah?” Dan jawaban Allah adalah, “Aku selalu ada di sana.”  “Aku yang menjaga lidahmu, ketika kamu mengatakan hal itu.” Memangnya bagaimana suara bisa keluar dari kotak suara Anda? Memangnya bagaimana udara bisa keluar dari mulut Anda sehingga Anda bisa mempertanyakan Allah? Dia memberi Anda kemampuan untuk melakukan itu. Inilah yang dimaksud dengan (كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ).

Disadur dari https://youtu.be/W2v8eFbky-Q

👤 Pak Heru Wibowo

Ada _believers_, ada _disbelievers_.

Kalau _believers_, bisa dipastikan mereka (atau, kita) minta sama Allah.

Bagaimana dengan _disbelievers_? Apakah mereka minta sama Allah?

Katakanlah misalnya Donald Trump. Yang masih tidak yakin bahwa dia kalah pilpres.

Setelah dia menjelaskan panjang lebar dan berbusa-busa bahwa dia dicurangi, Trump mendadak haus. Dia ingin minum.

Trump memang tidak minta sama Allah. Tapi tenggorakan Trump yang minta sama Allah.

Permintaan tenggorokannya itulah yang mendorong Trump untuk mencari _something to drink_.

Karena Allah adalah _Ar-Rahmaan_, Allah mengabulkan permintaan tenggorokan Trump.

Ref: BTV / Concise Commentary / Ar-Rahman 29

👤 Bella

Mau share kutipan yang paling ngena aja dari video tersebut.

🌼🌼🌼

__

And when you realized that is what Allah is doing for you all the time, you will forget one silly question, that shaitan brings into your heart, and brings into mine.

“Where was Allah when I needed Him?”

“Where was Allah when I was having this problem?”

“Why didn’t He helped me at this?”

People ask this question, don’t they? 

This question even comes in your head sometimes.

“Where was Allah?”

And Allah’s answer is, “I’ve always been there.”

“And I’m taking care of your tongue, as you get to say that.”

How do you think the voice comes out of your voice box?

How’s the air come out of your mouth so you question Allah?

He give you the strength to do that.

__

This is (كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ).

-Nouman Ali Khan

🌼🌼🌼

Jadi belajar lagi memaknai kehadiranNya. Belajar lagi, bahwa ini yang dimaksud tentang beriman pada yang ghaib. Belajar bahwa kita tiap detik membutuhkan-Nya (:

🌼🌼🌼

Oh ya, aku tadi coba nulis resume-nya juga di https://betterwordforlife.blogspot.com/2020/11/allah-selalu-memenuhi-kebutuhanmu.html

Untuk pertanyaan, pengen tahu… nikmat/kebutuhan apa yang terlintas saat menonton video ini? Sesuatu yang kita mungkin tidak secara sadar memintanya, tapi Allah memberikannya karena kita membutuhkannya.

👤 Bella

❓ List Pertanyaan dari Google Form

1. Hamba Allah – Kira kira apa landasan dalilnya ketika ustad NAK bilang kalau jantung itu setiap sebelum berdetak meminta izin dulu ke Allah?

2. Fulanah – Ustad menjelaskan seperti di ayat 29b surat Ar Rahman bahwa kata ‘meminta’ ini sebenarnya adalah ‘membutuhkan’ , kenapa ya di terjemahan Al Quran gak langsung aja di tuliskan ‘membutuhkan’ daripada kata ‘meminta’ ?

👤 Kang Irfan Habibie

1. Hamba Allah – Kira kira apa landasan dalilnya ketika ustad NAK bilang kalau jantung itu setiap sebelum berdetak meminta izin dulu ke Allah?

Dalilnya ya ayat yang dibahas di video bagian yang kedua soal kesibukan Allah *(كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍۢ)*. Yang saya tangkap ustadz sedang mengurai apa saja yang meminta ke pada Allah. Termasuk organ2 yang manusianya sendiri tidak pernah berdoa. lalu dijawab dengan kesibukan Allah.

👤 Anonim

Jum’at siang, alhamdulillah Anda sudah melakukan

kewajiban terhadap Allah.

Jum’at malam untuk setan, kan?

Bagi sebagian besar orang begitu?

Membuat akhir pekan yang sempurna?

Menyeimbangkan persamaan (pahala=dosa)?

———–

he he, mungkin sebagian kita pernah punya pemikiran seperti ini

menyeimbangkan persamaan, habis berbuat amal baik, lanjut berbuat amal buruk

saya rasa banyak di antara kita yang sedang hijrah, berjuang mengatasi habits buruk

ngaji, salat, puasa.. tapi masih banyak mendengar musik, nonton film, baca komik, jalan-jalan, dll

menurut saya itu semua bagian dari proses hijrah, diuji dengan habits-habits (kebiasan) buruk

👤 Mba Trias

Izin menanggapi dan menambahkan sedikit.

Di Surat Al-An’am ayat 59, Allah AWJ berfirman bahwa segala sesuatu yang ada di darat dan di laut bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Allah mengetahui. 

Sama seperti tanggapan saudara/i yang lain, ini seperti perluasan dari pengertian ayat tersebut bahwa tidak ada satupun di alam semesta ini yang terjadi tanpa sepengetahuan dan seizin Allah AWJ. Termasuk setiap detakan jantung.

Dan di lecture tersebut “meminta” juga berarti “butuh”. Karena jantung butuh untuk tetap bekerja, dia “meminta”. Wallahualam bissawab.

👤 Mba Trias

Izin menanggapi pertanyaan no. 2.

Penerjemahan, terutama untuk Al-Qur’an, dari yang saya pernah baca, merupakan proses yang sangat panjang dan rumit. Menyamakan pendapat para ulama mengenai makna ataupun kata yang akan digunakan pun bukan proses yang mudah.

Di dalam buku tafsir dari Muhammad Assad, ayat tersebut diterjemahkan, “on Him depend all creatures in the heavens and on earth”. Tapi di translasi Bahasa Inggris lain, menggunakan “ask”. Setiap ulama memiliki alasan tersendiri. 

Menurut saya, semua kembali kepada satu prinsip. Di Surat Al-Jatsiyah ayat 13, disebutkan “perhatikanlah, dalam yang demikian ini sungguh terdapat bagi orang-orang yang berpikir”.

Apapun terjemahan dari sebuah ayat di Al-Qur’an, sebagai seorang Muslim terutama, tugas kita adalah berpikir, tidak menerima mentah-mentah. Karena itu juga ada buku tafsir, itu pun beragam. Karena setiap scholar berpikir. 

Terjemahan menurut saya, jika diandaikan sebagai jembatan antara kita dan apa yang sesungguhnya ingin Al-Qur’an sampaikan, hanyalah fondasi. Untuk benar-benar bisa menyeberang, kita harus bangun jalan setapaknya sendiri dengan berpikir.

Ini sebatas pendapat, mohon koreksi jika ada yang salah atau kurang tepat 🙏🏻

👤 Mas Agung

Saya lupa pernah nanya atau enggak, tapi kayanya belum pernah 

Di video ini ustadz NAK bilang kalau jantung manusia berdetak itu atas izin Allah.

Saya pernah dengar juga katanya kalau secara ilmu kedokteran, sampai saat ini belum ditemukan apa yang menyebabkan jantung itu berdetak

Maksudnya gini……..

Organ organ tubuh itu kan sepemahaman saya punya sistem kerja sendiri, misalkan saja seperti sistem pendengaran

Ada gelombang suara yang ditangkap gendang telinga, dari gendang telinga kemudian diubah dari getaran menjadi impuls listrik oleh telinga bagian dalam, yang kemudian di kirim ke otak melalui sistem saraf, barulah kemudian otak bereaksi dan memprosesnya.

Jadi yang saya pahami, ada bagian otak yang baru akan bekerja untuk memproses suara ketika menerima sinyal awal dari gendang telinga

Nah gimana dengan jantung ? Apa hal yang mentrigger jantung untuk berdetak ?

Kata orang yang saya denger itu, dia bilang katanya sampai saat ini di ilmu kedokteran belum diketahui apa sinyal yang kemudian menyebaban jantung berdetak

Bener gitu kah ?

Kalau benar seandainya belum diketahui apa yang menyebabkan jantung berdetak, maka itu mendukung bahwa jantung berdetak atas izin Allah, inline saja dengan ilmu yang ada, tapi seandainya tidak pun Allah itu Al Hayyu Al Qayyum

Mungkin pak @⁨Andi Pratama Dharma⁩ atau mba @⁨Mba Almahira Azzahra⁩ atau rekan2 dokter lainnya pernah belajar mengenai hal tersebut ?

👤 Mas Faizal Achmad

Iya Mas Agung, mungkin karena pandangan baik Malik bin Dinar terhadap pencuri tersebut..

👤 Pak Andi Pratama

*Tiga Pelajaran Penting*

Buat saya pribadi, video di atas, mengingatkan saya tentang tiga pelajaran penting yang selalu saya berusaha terapkan hari demi hari, diperbaiki terus menerus.

1. Selalu bersyukur, karena nikmat Allah kepada kita tidak akan pernah dapat kita hitung. 

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Karenanya kita harus belajar untuk bersyukur apapun kondisi yang sedang kita hadapi, karena sesulit apapun, pastinya jauh lebih banyak nikmat yang sedang kita terima dibandingkan sedikit cobaan yang Allah berikan kepada kita.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan _sedikit_ ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah 2:155)

Dan karenanya, Allah sangat menghargai hambanya yang masih tetap bersyukur ketika ditimpa berbagai kesulitan, dan menjanjikan akan menambah keberkahan bagi yang mau sedikit saja bersyukur.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS Ibrahim 14:7)

Kita bersyukur dalam hati, dengan lisan, dan dengan menyalurkan segala nikmat yang kita terima di jalan yang Allah ridlai.

2. Selalu beristigfar atas kekurangan upaya kita bersyukur atas nikmat-Nya yang tidak pernah berhenti kita terima.

“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nisa’: 110). 

Salah satu bentuk kejahatan dan menganiaya diri sendiri, adalah kurangnya rasa bersyukur atas begitu banyak nikmat Allah SWT. 

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (Al-Mu’minum 23:78)

3. Memberi kesempatan, berhusnuzhan atas akhir hidupnya, dan memohon hidayah bagi saudara-saudara kita yang masih belum mendapatkan hidayah-Nya. 

Kalau Allah saja masih berkenan mengurus semua sel-sel dalam tubuh orang yang banyak berdosa, berarti Ia selalu memberi kesempatan hamba-Nya untuk bertaubat, selama ruhnya masih belum dipanggil. Maka lebih layak lagi bagi kita untuk selalu memberi kesempatan, berhusnuzhan atas akhir hidup seseorang, dan memohon hidayah bagi saudara-saudara kita yang belum mendapat nikmat ilmu dan hikmah.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imran 3:159)

Semoga bermanfaat.

Wallahu’alam bishowwab.

👤 Mba Vivin Ardiani

Kalo rangkaian surat Az zumar 71-74 juga mengingatkan sy pd video ini.

Qs Az Zumar 71:

Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka

Qs Az Zumar 73:

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya _telah_ dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka

***

Bayangkan kita mau kedatangan tamu. 

Opsi pertama, pintunya masih tertutup. Otomatis si tamu harus mengetuk pintu, salam, tekan bel unt diizinkan masuk.

Opsi kedua, pintu setengah terbuka. Si tamu pun msh ragu2. Boleh ga ini langsung masuk? Atau harus izin dulu?

Opsi ketiga, kita minta kerabat unt menahan pintu. Tentu si tamu merasa lebih terhormat.

Ada huruf و pada Az Zumar 73 yg menunjukkan mercy dr Allah. Ada yg menahan pintu surga agar tetap terbuka (Qs Shad 50). Sedang pintu neraka baru dibuka ketika manusia baru mau akan masuk neraka (Qs Az Zumar 71). Allah ga sabar manusia masuk surga lalu menyambut mereka. Dan Allah ga ingin manusia masuk neraka, pintunya masih tertutup sebelum mereka sampai di depannya.

Qs Az Zumar 74

Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” 

Kita sering mengucap _alhamdulillah_ . Apa kabar hari ini? _Alhamdulilah_ , baik. _Alhamdulilah_ weekend.. dst dst. Begitu manusia memasuki pintu surga, pertama kali yg ia ucapkan adalah _alhamdulilah_ . Masya Allah. Tentunya ucapan _alhamdulilah_ itu menjadi ucapan _alhamdulilah_ terindah yg pernah kita katakan selama ini.

👤 Mba Vivin Ardiani

Kalo dari lecture ini 

Di dalam jiwa kita ada cahaya ruh yg selalu terhubung dengan Allah. Kadang menguat, kadang meredup. Bahkan sebenarnya sebelum sampai berbuat maksiat, cahaya Allah itu hadir, menerangi mana yg boleh dilakukan/tidak. Demikian halnya ketika kebutuhan dasar ga terpenuhi, maka orang akan melakukan sesuatu untuk memenuhi gap itu. 

Saat konflik itu terjadi kita juga sedang perang dengan setan agar kita memilih jalannya. Jalan setan akan tampak lebih mudah dan menyenangkan tetapi tentu tidak berkah.

Asy Syams mengandung metafor yg indah tentang jiwa. 

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ﴿١﴾ وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ﴿٢﴾ وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ﴿٣﴾ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا

Silih bergantinya siang dan malam, demikian pula jiwa manusia. Bahkan suatu waktu akan masa tergelap kita layaknya malam yg sempurna menutup matahari. Tapi di tengah pekat malam itu sesungguhnya masih ada rembulan yg memantulkan cahaya matahari meski temaram. Semoga kita bisa mengontrol diri kita ketika konflik itu hadir, menuju cahaya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s