[VoB2020] Kritik


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-140

Topik: Leadership

Ahad, 8 November 2020

Materi VoB Hari ke-140 Pagi | Kritik

Oleh: Muchamad Musyafa’

#SundayLeadershipWeek20Part1

Part 1

***

Kita juga perlu memahami bahwa tidak sedikit yang menganggap aktivitas dakwah itu adalah bagian dari sebuah kompetisi, berlomba-lomba menghadirkan pembicara keren, berebut jemaah.

Ustaz Nouman mengatakan bahwa kita harus tetap menghormati semua bentuk kegiatan sebagai suatu kegiatan yang hanya dikerjakan untuk mencapai rida Allah, meski kita tidak berperan di sana.

Selain itu kita perlu juga mendoakan orang-orang yang tidak ikut berperan dalam kegiatan kita, tidak menghadiri halaqoh yang kita datangi, orang-orang yang berbeda guru namun masih dalam satu akidah yang lurus.

Karena dengan kegiatan dakwah mereka sendiri, setidaknya mereka melakukan sesuatu untuk umat ini dan tidak ada yang dapat melakukannya termasuk komunitas kita. Masing-masing mengambil porsi dakwahnya. Paling tidak mereka telah melakukan sesuatu. Paling tidak mereka telah berkontribusi. 

Tidak ada yang sempurna memang. Tidak ada

Komunitas kita sendiri telah melakukan suatu program untuk Islam, walaupun bisa dikatakan juga bahwa pencapaiannya tidak seratus persen sempurna. Maka, daripada sibuk mengeluh atas kekurangan dari kegiatan yang telah kita lakukan, carilah pencapaian-pencapaian yang baik dari kegiatan itu, lalu berdoalah orang-orang yang telah berperan di dalamnya.

***

Islam bukanlah agama yang agresif, bukan agama yang pemarah, bukan agama orang-orang yang frustrasi. Kita harus berusaha menghindari timbulnya perasaan ini dalam berkomunitas Islam. Jika kita memiliki rasa marah dan frustrasi, maka  masalahnya bukan orang lain. Masalahnya ada di kita. Di dalam hati kita.

Kita harus bisa menjadi orang yang mampu melelehkan hati orang-orang lain yang ada di sekitar kita.

Jangan sampai adanya diri kita membuat orang lain tidak suka, dan jangan sampai kita sendiri suka marah terhadap orang lain.

***

Ustaz Nouman bercerita bahwa suatu  ketika ia memberi khotbah di sebuah masjid, kemudian setelah itu seorang laki-laki mendatanginya. Ia menyampaikan kepada ustaz Nouman bahwa ada beberapa orang yang duduk bersandar di dinding  lalu tertidur ketika khotbah berlangsung. 

Orang itu berkata, “Ustaz, cobalah memberikan khotbah tentang orang-orang yang tertidur itu.”

Ya kita tahu bahwa jika tertidur sambal bersandar ketika mendengar khotbah, maka dampaknya bisa membatalkan wudu sehingga salat Jumatnya menjadi tidak sah. Sia-sia.

Lalu ustaz Nouman berkata, “Saudaraku tahanlah dirimu, dengarkan aku, Jika aku memberi khotbah tentang mereka yang tidur di saat khotbah berlangsung, dan saat aku berkhotbah itu mereka sendiri sedang tidur, orang yang butuh mendengarkan khotbah ini sedang tertidur, lalu apa yang kita dapatkan dari situ?

Lalu orang itu berkata, “Tapi Anda harus mengatakan sesuatu tentang hal ini”

Lalu ustaz menjawab, “Ya, tapi kepada siapa aku harus mengatakannya? Kepada orang yang terjaga ketika khotbah?”

Lalu orang itu membalas, “Tapi, hanya berbicara tentang mereka atau kepada mereka, ustaz?”

Ustaz menjawab, “Apakah Anda ingin aku mempermalukan mereka di depan umum karena ketiduran? Apakah Anda berpikir orang datang ke masjid ini untuk dipermalukan?”

Sebenarnya saat itu ustaz bisa saja bilang “Baik, insyaAllah.” Agar tidak perlu berpanjang lebar dengan orang yang di hadapannya waktu itu. Tapi ustaz lebih suka menyampaikan secara terus terang.

Mereka yang tertidur adalah saudara muslim kita, mereka merasa letih dari pekerjaan mereka. Ya mereka tertidur ketika khotbah berlangsung dan itu bukanlah hal yang baik. 

Ustaz lebih memilih untuk akan menghampiri dan menasihati mereka secara individual, bukan menasihatinya di depan umum ketika khotbah berlangsung. 

***

Hal yang sama berlaku ketika kita berorganisasi, sesungguhnya banyak sekali ruang untuk mengkritik.

“Ya Rabb, kami adalah orang yang terbaik didunia untuk mengkritisi” “Kami luar biasa karena bisa menilai ini itu. Dengan kompetensi kami, kami tahu apa yang harus dikritisi, Alhamdulillah”

Ya paling tidak mereka memang hebat dalam suatu hal. Tapi tidak bijak juga jika apa-apa langsung dikritisi.

InsyaAllah akan diteruskan bada Dzuhur

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (1:01:24 – 1:05:00)

***


Materi VoB Hari ke-140 Siang | Kritik – Bagian Dua

Oleh: Muchamad Musyafa’

#SundayLeadershipWeek20Part2

Part 2

***

Ada suatu ungkapan dalam bahasa Arab terkait apa yang disampaikan sebelumnya. Berikut kami sampaikan dalam bahasa Indonesianya :

Dunia barat telah berhasil karena mereka menerima kesalahan mereka, lalu terus saling menyemangati hingga mereka sukses.

Dunia timur (orang-orang muslim) telah gagal karena mereka menerima kesuksesan mereka, lalu terus menamparinya, saling mempermalukan hingga akhirnya mereka jatuh pada kegagalan.

Ungkapan ini sangat benar adanya,  ketika kita mendapatkan keberhasilan yang kecil, langsung muncul berbagai tanggapan, muncul berbagai macam suara-suara sumbang.

”Oh ini orang niatnya tidak lurus. Pasti ada maunya.”

”Acara masjid itu memang ramai, banyak pengunjung. Tapi kok gara-gara acara itu azannya jadi terlambat ya? Kok ceramahnya banyak bercanda ya? Dan lain-lain. Terlalu fokus mengkritisi, kurang mengapresiasi, kurang saling menyemangati.”

Baru saja mendapatkan sedikit keberhasilan, langsung mendapatkan banyak nyinyiran. Muncullah banyak hater di antara netizen. Hater fii sabilillah katanya.

***

Tahukah kita, jika kita melihat adanya kekurangan pada suatu program, adanya kecacatan, adanya masalah di sana, namun tidak bisa memberi solusi yang membangun, tidak bisa membantu mereka untuk mendapatkan jalan keluar, lebih baik kita diam saja.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ , فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ 

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

***

Belajarlah untuk menghormati usaha dakwah yang dibuat oleh organisasi Islam lain, walaupun kita tidak menjadi bagian di dalamnya. Bahkan jika kita tidak sepakat seratus persen dengan strategi mereka. Belajarlah untuk menghargai mereka.

Belajarlah bagaimana cara memberi masukan yang tulus, dan tidak tersinggung jika masukan kita tidak diterima.

Sebagai seorang pemimpin, belajarlah untuk memaafkan, belajar untuk mendoakan orang-orang yang ada di bawah kepengurusan kita. 

***

Pesan yang sungguh sederhana, tetapi merupakan pelajaran yang sangat kuat dan sangat Indah. Pelajaran yang diharapkan mampu membuat usaha dakwah tidak hanya berhasil tapi juga bisa dinikmati dalam prosesnya. 

Keberlangsungan sebuah komunitas Islam sangat berkaitan dengan keluarga muslim. Kehidupan sebuah keluarga tidak lengkap tanpa partisipasi dari komunitas. Sedangkan sebuah komunitas tidak lengkap tanpa adanya partisipasi dari berbagai keluarga. Saling mempengaruhi.

***

Pesan dari tulisan ini adalah agar semua keluarga muslim bisa memiliki ikatan yang baik dan kuat dengan komunitas Islam yang ada di sekitarnya. Duduk Bersama, makan bersama, pergi rekreasi bersama, layaknya sebuah keluarga yang sangat besar. Hindari prasangka buruk, teruslah saling menyemangati dalam usaha dakwah yang dilakukan oleh komunitas-komunitas yang ada.

InsyaAllah dilanjut bada Ashar

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (1:0:24 – 1:07:14)

***


Diskusi & Tanggapan VoB Hari ke-140 Siang | Kritik – Bagian Dua

Ilmi: 

MasyaAllah. Semoga kita dimudahkan, dimampukan untuk saling mendoakan, membantu, mensupport, menyemangati kelompok2 dakwah dan kegiatan2 dakwah yang dilakukan oleh banyak orang yang berbeda-beda. Semoga niat kita semua lurus dan fokus untuk ridho Allah saja 🙌🏻😊

Gustya Indriani: 

Aamiin 🤲😊 


Materi VoB Hari ke-140 Sore | Tabattala – Tabtiilan

Oleh: Muchamad Musyafa’

#SundayLeadershipWeek20Part3

Part 3

🌴🥥🌴🥥🌴

Mulai pada bagian ini, ke depannya akan ada 2 hal yang akan disampaikan. Hal yang pertama agak pendek, sedangkan yang kedua cukup besar.

🌴🥥 Hal pertama yang pendek itu, kita akan membahas salah satu ayat yang sangat indah dari surat Al-Muzzammil.

وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلۡ إِلَيۡهِ تَبۡتِيلٗا  

Dan sebuah pelajaran yang sangat kuat dari ayat ini bisa mendorong visi sebuah masjid dan visi usaha dakwah lainnya yang sukses.

🌴🥥 Setelah itu yang kedua kita akan berbicara secara spesifik tentang pengalaman bisnis ustaz Nouman dalam menjalankan Bayyinah Institute dan beberapa hal yang bisa dicoba di organisasi lainnya. Hal-hal mana yang efektif, hal-hal mana yang tidak efektif. Hal-hal mana yang mengantarkan ke kesuksesan. Dan lain-lainnya.

🌴🥥🌴🥥🌴

Mari kita mulai.

Jadi, di surat Al-Muzzammil terdapat nasihat dari Allah ﷻ kepada Rasulullah ﷺ , “Dan sebutlah nama Tuhanmu,”

Lalu Allah ﷻ melanjutkan dengan frasa yang luar biasa, Tabattal ilayhi tabtiilaa, “Dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati”.

Ada sesuatu dari kata-kata ini, mari kita berbicara tentang asal katanya terlebih dahulu. Ia berasal dari 3 huruf  ba’, ta’, lam, batala yang artinya memotong. sesuatu yang berhubungan dengan proses memotong.

Ketika sebuah pohon palem tumbuh dan buahnya jatuh dengan alami di atas tanah, maka ia bisa tumbuh bertunas dengan sendirinya. Pohon palem yang tumbuh dengan sendirinya itu oleh orang Arab kuno disebut batul

Arti lain dari batala adalah memotong, memisahkan, menjadikannya individu yang terpisah.

🌴🥥

Ayat ini berbicara tentang Rasulullah ﷺ yang memisahkan dirinya sendiri di tengah malam untuk salat malam. Selanjutnya bisa kita baca dari awal surat Al-Muzammil ini konteksnya adalah bangun di malam hari untuk menegakkan salat. Meninggalkan kehidupan duniawi untuk beribadah kepada Allah ﷻ. 

Ketika kita memisahkan diri dari dunia, maka kita bisa fokus kepada Allah ﷻ. 

Di ayat ini diakhiri dengan kata tabtiilan. Selanjutnya akan ada pembahasan bahasa yang cukup kompleks dari sini. Karena penggunaan kata tabtiilan di sini adalah sebuah kata yang tidak sesuai ekspektasi awal. Tabtiilan bukan lah pasangan resmi untuk tabattala

Mengapa bisa begitu?

InsyaAllah akan masih berlanjut minggu depan.

🌴🥥🌴🥥🌴

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 04. Leadership Workshop (0:00:00 – 0:04:30)

🌴🥥🌴🥥🌴


***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s