[VoB2020] Kapan Harus Berhenti?


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-133

Topik: Leadership

Ahad, 1 November 2020

Materi VoB Hari ke-133 Pagi | Kapan Harus Berhenti?

Ditulis Oleh: Ayu S Larasaty

#SundayLeadershipWeek19Part1

Di pembahasan sebelumnya, kita sudah membicarakan tentang betapa pentingnya komunikasi jika kita tidak mampu untuk melakukan sesuatu dalam komunitas yang kita geluti.

Mengatakan bahwa kita tidak mampu melakukan sesuatu itu adalah hal yang wajar, namun jangan sampai kita hilang tanpa kabar dan membiarkan amanah kita begitu saja.

Nah, di sisi lain sebagai pemimpin kita juga harus mengambil pelajaran dari situasi darurat di Perang Tabuk.

Perang Tabuk menceritakan tentang betapa daruratnya saat itu dan bisa dijadikan acuan jika suatu saat komunitas Anda mengalami kondisi darurat juga, misal komunitas Anda dihadapi dengan berbagai persyaratan yang harus segera dipenuhi atau izin komunitas atau izin sekretariat Anda akan dicabut dalam waktu 24 jam.

Waw! Itu sangat darurat, bukan?

Setiap orang di komunitas Anda yang menganggap hal itu penting pasti akan mengusahakan untuk terlibat dan membantu.

Namun, terkadang pasti ada saja yang menghilang dengan alasan yang tidak penting seperti harus membeli makanan untuk adik di rumah, misalnya. Padahal kita ada di zaman dimana semua bisa diorder secara online.

Ketahuilah bahwa dia sebenarnya tidak menganggap komunitas Anda atau project yang diamanahkan kepadanya sebagai hal yang sangat penting.

Tetap hormati dan hargai dia, tetap jadikan dia sebagai teman, tapi seharusnya Anda tidak memberikan amanah lagi kepadanya.

Saat itulah, Anda seharusnya berhenti.

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (Part 1) (52:41 – 54:18).


Materi VoB Hari ke-133 Siang | Prioritaskan Aset dengan Tepat

Ditulis Oleh: Ayu S Larasaty

#SundayLeadershipWeek19Part2

Okay, ini adalah hal penting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Meski semua pembahasan ini tetap penting, sih hehe

Jadi, jika Anda memiliki toko dan dua orang karyawan. Misal karyawan yang pertama adalah orang yang rajin, disiplin, cekatan, bisa bekerja tepat waktu dan bekerja sangat baik. Lalu karyawan yang kedua adalah titipan kerabat Anda, sehingga mungkin saja kerjaannya biasa saja, sering datang terlambat, kerjaannya kurang rapi, dan jarang berusaha terlibat dalam kegiatan penting di toko Anda.

Namun, suatu saat Anda ada dalam kondisi dimana Anda harus membuka toko di saat bazar akhir tahun, toko Anda pasti akan ramai, Anda pasti akan kewalahan kalau melaluinya tanpa karyawan Anda. Tapi di saat yang bersamaan, kedua karyawan Anda ini mengajukan cuti.

Karyawan mana yang akan Anda izinkan untuk cuti?

Pasti karyawan yang kedua, kan?

Malahan Anda akan menyuruhnya untuk cuti satu minggu full.

Namun, untuk karyawan yang satunya, meskipun dia tidak pernah cuti dan selalu bekerja dengan baik, namun Anda tidak mengizinkannya untuk cuti. Anda harus menyampaikan kepadanya bahwa itu disebabkan dia sangat Anda butuhkan.

Hanya saja jangan berikan karyawan yang berharga tersebut tekanan terus menerus, mereka akan kelelahan dan akhirnya pergi meninggalkan Anda.

Lalu ada kategori, ‘InsyaaAllah guy‘, biasanya kita mengenal kondisi ini sebagai “Afwan akhi…” atau “Afwan ukhti…”, mereka yang selalu mengatakan insyaaAllah bisa dan sanggup untuk melakukan sebuah amanah, namun di akhir selalu saja ada alasan mereka tidak melakukannya.

Apa yang harus Anda lakukan kepada orang seperti ini?

Kita harus pandai memetakan, jika tidak sengaja mempercayakan amanah yang cukup besar kepada orang yang seperti ini, kita harus secara konstan menanyakan progress dan melakukan back up, karena kita sudah tahu seperti apa karakter orang tersebut.

Hal ini bukan untuk merendahkan seseorang, namun saya yakin Anda memiliki organisasi atau komunitas atau project yang harus diselesaikan.

Yang penting adalah bagaimana kita sebagai seorang pemimpin, mampu menjalankan project dengan baik dengan berbagai kondisi yang Allah berikan kepada kita.

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (Part 1) (54:19 – 57:20).


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-133 Siang | Prioritaskan Aset dengan Tepat

Siti Badriyah:

Last paragraph:

“Yang penting adalah bagaimana kita sebagai pemimpin, mampu menjalankan project dengan baik dengan berbagai kondisi yang Allah berikan kepada kita”.

–> Allaahumma Amiin.. terlebih tantangan besar sekali jika kualitas skill tim yang dimiliki, tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai. Banyak kesabaran, edukasi, dan kerja leader yang super ekstra keras.


Materi VoB Hari ke-133 Sore | Relax, You Need It

Ditulis Oleh: Ayu S Larasaty

#SundayLeadershipWeek19Part3

Yey, project sudah selesai, waktunya beristirahat dan sedikit rileks di waktu-waktu senggang bersama teman-teman.

Anda dan teman-teman organisasi/kantor/komunitas pasti tidak akan membawa urusan apalagi kepusingan dalam menjalani aktivitas seharian di luar ke dalam rumah, bukan?

Jadi, sebaiknya di saat Anda sedang mengobrol santai di pantry atau makan siang di kantin atau dalam perjalanan pulang tidak membahas soal kepusingan yang sama lagi.

Bahas lah hal-hal lain yang bisa dibicarakan oleh semua orang, misalnya hobi bersepeda, olahraga, musik dan film favorit, atau bisa juga hal-hal jenaka yang ada di media sosial.

Bicarakanlah hal lain, mengapa?

Karena dalam satu komunitas pasti tidak semua orang berperan maksimal, jika Anda hanya membicarakan pekerjaan, project, orang-orang di komunitas secara terus menerus, tentu saja mereka akan merasa tidak enak untuk nimbrung, bukan?

Anda tentu tidak ingin membuat seseorang merasa terpinggirkan, sehingga sangat penting untuk merangkul semua orang dan seolah mengatakan “Yasudah, ini semua sudah berlalu, kamu tetap partner yang baik dan aku menghargai semua jerih payahmu”

Tak semua cara menyentuh hati adalah dengan berbicara, terkadang kita hanya perlu memperlihatkan bahwa dia adalah seseorang yang entitasnya kita akui dan keberadaannya kita sadari.

Siapa tau, esok lusa dia akan menjadi pribadi yang menghargaimu dan komunitas ini karena dia merasa dengan berada di sini, saya dihargai. 🙂 

Selain itu, kita juga perlu memahami bahwa tidak sedikit yang menganggap aktivitas dakwah itu adalah bagian dari sebuah kompetisi, berlomba-lomba menghadirkan pembicara keren, berebut jemaah, mengadakan kegiatan-kegiatan yang kadang mungkin saja cenderung menjauhkan seseorang dari pemahaman Islam yang benar demi menarik golongan yang selama ini tidak terjamah, atau cara-cara lainnya.

Ustaz Nouman mengatakan bahwa kita harus tetap menghormati semua bentuk kegiatan sebagai suatu kegiatan yang hanya dikerjakan untuk mencapai ridho Allah, meski kita tidak berperan disana.

Selain itu kita perlu juga mendo’akan orang-orang yang tidak ikut berperan dalam kegiatan kita, tidak menghadiri halaqah yang kita datangi, orang-orang yang berbeda guru namun masih dalam satu kaidah yang lurus.

Karena setidaknya mereka melakukan sesuatu untuk umat ini dan tidak ada yang dapat melakukannya termasuk kita, termasuk komunitas Anda.

🙂

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (Part 1) (57:21 – 1:01:24).


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s