[VoB2020] Ego Diri Atas Nama Islam


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-131

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 30 Oktober 2020

Materi VoB Hari ke-131 Pagi | Ego Diri Atas Nama Islam

Ditulis oleh: Icha Farihah

#FridayAlKahfiWeek19Part1

Part 1

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Ada dua orang pemuda yang sedang duduk di sebuah restoran untuk makan malam. Mereka merupakan anggota rohis. Seorang tampak mempunyai jenggot, seorangnya lagi tidak.

Seorang yang memelihara jenggot berkata, “Akhi, apakah kamu tidak tahu tentang hadis memelihara jenggot? Kenapa kamu tidak menjalankan sunnah? Hadisnya sahih. Wajahmu bisa saja haram. Kamu fasik, Akhi.”

Syekh Abdul Nasir dan Ustaz Nouman juga sedang berada di restoran itu.

Mendengar percakapan tersebut, Syekh menghampiri dua pemuda itu dan bertanya kepada pemuda berjenggot, “Isi hadisnya seperti apa? Siapa yang menarasikan? Apakah ada penjelasan tentang hal ini oleh para sahabat dari generasi pertama Islam? Siapa sahabat yang mendengar dan ikut meriwayatkan? Latar belakang dan kejadian dari hadis ini seperti apa? Bagaimana penerapannya di Madinah, di Makkah, dan kota-kota lainnya? Apa pendapat Imam Hanafi tentang ini? Bagaimana pandangan Imam Syafi’i?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat pemuda berjenggot merasa dipermalukan.

Syekh mengatakan, “Iya, itu memang memalukan. Tapi, ada baiknya jika kamu tidak tahu tentang sesuatu. Diam adalah lebih baik untukmu.”

*

Jangan mengambil ilmu secara dangkal dan menjadikannya sebagai senjata untuk melukai orang lain.

Kita mempelajari agama ini untuk menjadi seorang yang rendah hati, bukan untuk mempersenjatai diri.

Kita tidak belajar Islam untuk menyerang orang lain.

Kita tidak mencatat ilmu dari majelis untuk merusak hidup orang lain.

Kita tidak mengutip sebuah pengetahuan dengan tujuan membuat orang lain merasa lebih rendah dari kita.

Kita mungkin sering mengatakan bahwa ini untuk “amar ma’ruf nahi munkar” (melaksanakan kebaikan, mencegah keburukan).

Coba periksa lagi. Sepertinya ini bukan untuk “amar bil ma’ruf”, tapi untuk “amar bil hawa” (melaksanakan dengan hawa nafsu), sebuah kondisi memenangkan ego pribadi dengan mengatasnamakan bukti-bukti Islam.

Bersambung in syaa Allah ba’da zhuhur.

Sumber:

-Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 04. Basics of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (16:00-18.05)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-131 Pagi |  Ego Diri Atas Nama Islam

~:

Ya Allah 🥺 penasaran

Kei:

Pernah denger ustad Nouman cerita tentang hal ini.

🤣

I really miss the lectures\

Nanda:

Masya Allah 🥺✨

Dian:

👌

Agus Antoniero:

Sip

Dewi:

👍🏻


Materi VoB Hari ke-131 Siang | Basic Tafsir: Belajar dari Berbagai Referensi

Ditulis oleh:  Icha Farihah

#FridayAlKahfiWeek19Part2

Part 2

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Ustaz Nouman memiliki prinsip filosofis untuk proses belajar tafsir.

Ustaz berprinsip akan mengambil sumber tafsir apapun dari mereka dengan bidang keahlian masing-masing selama kandungannya baik.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ustaz mengambil referensi tafsir bahasa dari Zamakhsyari. Karena menurut ustaz, referensi bahasanya luar biasa.

Termasuk juga, jika orang-orang kristen menulis tentang Al-Qur’an dan mereka memiliki sesuatu yang berharga untuk ditawarkan dari satu perspektif. Ustaz juga akan membacanya.

Ustaz tidak masalah untuk membaca berbagai macam referensi selama terdapat ilmu yang bermanfaat di dalam referensi tersebut.

Kita harus memahani bahwa semua orang selain Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wa salam memiliki kecenderungan untuk berbuat kesalahan.

Kita tinggal perlu memiliki kepekaan dan nalar yang baik untuk membedakan mana referensi yang bermanfaat dan mana yang tidak.

Dan meskipun kita memutuskan untuk tidak mengambil bagian-bagian yang tidak bermanfaat, kita juga tidak boleh mengecam dan mengutuk referensi-referensi tersebut.

Dalam sejarah dunia tafsir, kasus seperti ini terjadi. Ustaz menceritakan bagaimana orang-orang mengkritisi Zamakhsyari sambil memaki tafsirnya. Bahkan dalam mengkritisi beberapa tafsir surat Zamakhsyari, mereka menggunakan bahasa yang kurang santun.

Tapi anehnya, ada juga surat yang dikutip secara keseluruhan analisis gramatikalnya tanpa disertai kredit terhadap Zamakhsyari.

Mereka membenci tafsir tersebut, tapi secara kontradiktif, juga melakukan plagiasi.

Plagiasi yang dilakukan pun sangat terlihat. Kata per kata dan letak koma nya sama persis. Menurut ustaz, setidaknya kalau ingin menjiplak karyanya, gunakan sedikit kreativitas. 🙂

Terlepas dari itu semua, ustaz tetap akan membaca tafsir yang terdapat plagiasi tersebut. Mungkin akan ada sesuatu yang keren di dalamnya.

Ustaz berlepas diri dan tidak tertarik untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang tidak. Allah yang berhak untuk mengurus hal tersebut. Ustaz hanya ingin mempelajari dan memahaminya.

Selain itu, ustaz juga mempelajari referensi sejumlah buku I’rab Al-Qur’an, analisis gramatikal Al-Qur’an, baik yang klasik maupun kontemporer. Di dalamnya terdapat diskusi yang panjang tentang bahasa.

Bersambung in syaa Allah ba’da ashar.

*

Sumber:

-Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 04. Basics of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (18:05-20:16)


Materi VoB Hari ke-131 Sore | Tafsir Al-Razi

Ditulis oleh: Icha Farihah

#FridayAlKahfiWeek19Part3

Part 3

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Ustaz Nouman sangat menyukai tafsir Fakhruddin Razi, yaitu Mafatih al-Ghayb.

Beberapa mengatakan, “tafsir Al-Razi mempunyai segalanya, kecuali tafsir.”

Artinya, tafsirnya tidak terasa dan tidak akurat (insensitive and inaccurate).

Meskipun sebagian pendapat mengatakan hal seperti itu, ustaz tetap berpandangan bahwa tafsir ini menakjubkan.

Sebagian isi tafsir ini menjelaskan hal-hal yang bersifat filosofis dan menurut ustaz itu wajar karena kita terkadang memang membutuhkannya.

Sama seperti ketika ustaz, dalam sesi basic tafsir ini, beliau seharusnya membahas tentang dasar-dasar tafsir, tapi malah menceritakan tentang percakapan dua pemuda berjenggot dan tidak berjenggot di sebuah restoran.

Sebagian mengkritisi dan menulis bahwa tafsir ini tidak jelas dan tidak dapat diraba. Tapi, hal itu tidak mengubah kecerdasan Al-Razi. Serta insight lain yang ada di dalam tafsirnya.

*

Sepuluh tahun yang lalu di masa awal ustaz mempelajari tafsir, ustaz sempat di Atlanta bersama Syekh Muhammad Asy-Syinqithi.

Saat itu, ustaz masih sangat awam dan menanyakan pendapat Syekh tentang tafsir Al-Razi yang ustaz dengar tidak teraba dan tidak akurat tersebut.

Syekh menjelaskan selama tiga puluh menit mengenai Al-Razi.

Semasa hidupnya, Imam Al-Razi mempelajari banyak cabang ilmu, mulai dari kimia, filsafat, biologi, sejarah, retorika, sastra, bahasa persia, dan akhirnya tafsir.

Beliau belajar ini dan itu. Bepergian menuntut ilmu dari satu tempat ke tempat lainnya.

Setelah mendapat penjelasan, ustaz termenung beberapa menit. Ustaz merasa seperti seekor kecoa.

Apa opini yang pantas untuk Fakhruddin Razi? Beliau belajar lebih dari satu cabang ilmu dalam sehari, sedangkan ustaz mempelajari satu cabang ilmu selama seumur hidupnya yang mungkin juga tidak cukup. Begitulah yang ustaz pikirkan.

Terkadang kita sangat mudah menghakimi orang lain.

Padahal untuk membaca dan mengerti sesuatu membutuhkan waktu.

Meskipun kita tidak setuju suatu pendapat, maka kita tetap menghormati dan menghargai.

Kita harus mempelajari sebuah ilmu dengan jiwa yang besar dan tidak meremehkan referensi manapun.

*

Jadi, sejauh ini referensi yang ustaz sebutkan adalah Zamakhsyari, i’rab Al-Qur’an, Al-Razi, dan buku i’rab Al-Qur’an lainnya. Tapi, sudah cukup untuk belajar dasar tafsir.

Bersambung in syaa Allah minggu depan.

*

Sumber:

-Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 04. Basics of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (20:16-22:38)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-131 Sore | Tafsir Al-Razi

Perjuangan:

Fakhruddin Ar-Razi 🤩 ulama favorit saya

👍🏼👍🏼👍🏼

Eka Tiara Arpilia:

Masyaa Allah ❤❤❤❤❤

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s