[VoB2020] Rumah Pertama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-127
Topik: First Ayahs of Fatihah
Senin, 26 Oktober 2020 

Materi VoB Hari ke-127 Pagi | Rumah Pertama

Oleh: Wina Wellyanna
#MondayAlFatihahWeek19Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ar-Rahman, Ar-Rahiim.

Dalam bahasa Indonesia Ar-Rahman berarti Yang Maha Pengasih, sedangkan dalam bahasa Inggris ar-Rahman dipahami sebagai Merciful atau Compassionate atau Gracious

Karena guru kita, Ustaz Nouman berbahasa Inggris, kita akan mengupas ar-Rahman dalam pengertian bahasa Inggrisnya, yang sebetulnya dari tiga arti di atas memiliki kemiripan arti.

Dan sayangnya tidak banyak yang menjelaskan arti dari Rahmah, yang sebetulnya adalah kata dasar dari ar-Rahman dan ar-Rahim.

Mercy yang berasal dari Merciful berarti kasihan atau ampunan.  Ini terjemahan ar-Rahman dalam bahasa Inggris, meski agak kurang pas sebetulnya.

Allah memilih namanya ar-Rahman dan ar-Rahiim meski kedua nama ini memiliki kata dasar Rahmah dan arti yang mirip pasti ada alasannya, bukan?

Meskipun ar-Rahman dan ar-Rahiim punya arti yang hampir mirip, tapi Allah memilih ar-Rahman dan ar-Rahiim untuk disandingkan dan dilekatkan pada namaNya, artinya ini pasti sesuatu yang penting untuk hambaNya ketahui.

Arti Rahm pada dasarnya adalah rahim ibu, ‘kamar’ pertama kita.

Merciful berasal dari kata Mercy artinya kasihan atau ampunan.  

Seorang guru tidak menghukum muridnya yang terlambat masuk kelas, tapi dia juga mengampuninya ketika si murid ternyata tidak mengerjakan tugas.

Seorang pencuri singkong ditangkap tapi tidak jadi dihukum karena petugas polisi kasihan padanya.

Kata mercy atau merciful memiliki pengertian, seseorang mengasihani atau mengampuni kesalahan kita, begitu kurang lebih, pengertiannya mercy yang agak sedikit negatif.

Mercy hampir tidak pernah digunakan untuk sesuatu yang positif.

“Ah, Ibu membuatkanku sarapan, Ibu mengasihani aku” yang tepat sih sebetulnya ‘menyayangi’ ya. 

Mercy adalah kata yang lazimnya digunakan pada hal negatif.

Padahal, Rahmah atau Rahm  tidak ada kaitannya dengan situasi yang negatif.

‘Kamar’ pertama kita atau Rahim Ibu bukan tempat yang bisa kita asosiasikan dengan hal negatif.

 (bersambung insyaa Allaahu ta’ala ba’da Zhuhur)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 1. Al-Fatihah > 03. Al-Fatihah – A Deeper Look (00.15 – 03.30)


Materi VoB Hari ke-127 Siang | Terselimuti dengan Nyaman

Oleh: Wina Wellyanna
#MondayAlFatihahWeek19Part2

Part 2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sedangkan arti mercy adalah kita diselamatkan dari situasi yang buruk.
Seorang bayi sebelum lahir ke dunia berada dalam rahim ibunya.  
Pernahkan selama dalam rahim Ibu ia khawatir akan kelaparan?
Atau memikirkan akankah ia kehausan dalam rahim ibunya?
Atau apakah jabang bayi dalam rahim ibu kuatir ia akan kelelahan di dalamnya?

Hidupnya dalam rahim ibu sudah terjamin dengan baik.
Makanan sudah tersedia, kehausan tinggal menikmati minum.
Hidupnya dalam rahim ibu sesempurna itu.  
Seterjamin itu.

Tidak pernah sekalipun ia kuatir atau ketahui apa yang ibunya usahakan atau alami untuk membuatnya dalam keadaan nyaman, kenyang, dan tenang.

Ini yang dimaksud dengan Rahmah.

Tidak sekalipun bisa kita ketahui keseluruhan apa yang telah Allah berikan untuk kita, ada yang  kita ketahui memang, tapi yang tidaknya jauh lebih banyak.  

Di luar kemampuan kita memahami, seperti sang bayi dalam rahim Ibunya, adalah contoh paling dekat apa itu Rahmah.

Terjaga, terlindungi, terpenuhi kebutuhannya.

Seperti bayi dalam rahim ibunya, tidak bisa membayangkan apa yang telah ibunya upayakan.

Mata kita untuk melihat, jika kering, enggak terbayang sakitnya mata kita, ada orang yang harus meneteskan cairan ke matanya setiap beberapa menit karena matanya kehilangan nikmat memproses cairannya sendiri.  

Dalam keadaan normal, kita menganggap ini hal kecil, yang bahkan kita enggak sadar akan nikmat cairan dalam mata kita.

Tapi Allah yang menjaga agar mata kita terus dalam keadaan basah, memerintahkan mata kita jangan sampai kering untuk menjaga kita.

Jantung kita, berdenyut setiap saat, tiada baterai yang memberinya daya, jantung kita bekerja tanpa henti siang-malam untuk memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Kita bahkan tidak terpikir untuk memikirkan si jantung setiap saat:  

“Jantung lelah tidak ya? Darah yang dipompa jantung ada yang macet atau enggak ya?”’

Kita hampir tidak pernah tau apa yang terjadi dan tidak pernah memikirkannya setiap saat.  Yang kita tau, kita bisa melakukan apa yang kita mau, beraktivitas dengan leluasa.

Tapi Allah yang menjaga jantung agar terus memompa, untuk siapa? Untuk kita, hamba-Nya.

وَهُوَ ٱلْخَلَّٰقُ ٱلْعَلِيمُ

“Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.”

Kita sedang berjalan-jalan di Mall, atau duduk di tepi pantai bersama teman-teman, apa pernah selintasan terpikir bagaimana jantung terus bekerja?

Penjagaan Allah atas kita tak pernah berhenti, terus dan terus setiap waktu, sampai pada titik salah satu nikmat yang Allah berikan, Allah ambil, baru terpikir oleh kita.

Layaknya bayi dalam rahim ibunya, kita pun seperti itu, ‘terbungkus’ dalam penjagaan Allah.

(bersambung insyaa Allaahu ta’ala ba’da Ashar) 

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 1. Al-Fatihah > 03. Al-Fatihah – A Deeper Look (03.31 – 06.25)


Materi VoB Hari ke-127 Sore | Tak Terhingga Sepanjang Masa

Oleh: Wina Wellyanna
#MondayAlFatihahWeek19Part3

Part 3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Jadi arti mercy untuk ar-Rahman belumlah pas.

Konsep ar-Rahmah ini jauh lebih luas dan lebih dalam daripada mercy.

Love and Care atau Cinta dan Penjagaan lebih cocok untuk konsep ar-Rahman.

Allah menjaga kita karena mencintai hamba-Nya.

Mengapa seorang ibu rela bersusah payah ketika mengandung bayinya? Karena mencintai bayinya.

Apakah sang bayi kemudian memeluk ibunya? 

Apakah sang bayi mengucapkan terima kasih kepada ibunya?

Yang terjadi malah sebetulnya sang bayi menyebabkan ibunya menemui banyak kesulitan saat mengandung.

Belum selesai sampai di situ, ketika sang bayi akan lahir, ibunya berjuang lalu berada dalam titik antara hidup dan mati.

Ketika bayinya lahir apakah kemudian ibunya marah

“Kau membuatku hampir mati!”

Tentu saja tidak.

Berpayah-payah selama beberapa bulan, berjuang dalam hidup dan mati, ketika akhirnya bertemu, dipeluk dan diberinya ASI.

Dan untuk beberapa wanita, ada yang saat-saat memberikan ASI pertama kalinya sama sakitnya dengan ketika melahirkan.

Pernahkah ada orang yang setelah mengalami kesakitan yang luar biasa seperti ibu yang melahirkan kemudian langsung beraktivitas seperti biasa lagi?

Ustaz menceritakan, beliau punya enam anak, dan setiap istrinya selesai berjuang setelah melahirkan, beliau berucap:

Alhamdulillah, tadi tuh benar-benar melelahkan ya”

Seakan-akan beliau yang baru saja melahirkan.

Kemudian Ustaz beristirahat di sofa, sedangkan istri beliau langsung menyusui bayinya.  

Seorang ibu berbuat sejauh itu untuk bayinya.

Kembali ke ar-Rahmaan.

Dalam bahasa Arab, akhiran ‘AAN’ (ar-RahmAAN) memiliki tiga karakteristik

Apa saja karakteristik tersebut?

(bersambung insyaa Allaahu ta’ala minggu depan)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Deeper Look > 1. Al-Fatihah > 03. Al-Fatihah – A Deeper Look (06.25 – 09.30)

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya
Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊


Salam,
The Miracle Team 
Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s