[VoB2020] Tafsir Rujukan Ustaz Nouman


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-124

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 23 Oktober 2020

Materi VoB Hari ke-124 Pagi | Tafsir Rujukan Ustaz Nouman

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#FridayAlKahfiWeek18Part1

Part 1

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Masih berbicara tentang Tafsir bil Ma’tsur.

📖📖📖

Jadi, ketika membaca tafsir klasik belum tentu itu naskah yang paling otentik. Tapi kita juga harus tahu cara berpikir dari penulisnya, dan kenapa mereka menuliskannya, walaupun itu tidak otentik. Kita enggak akan tahu sebelum memahami cara berpikir mereka, para mufassirun. Setiap penulis punya cara berpikir.

Jadi kebanyakan orang ketika membaca tafsir, mereka  melewatkan bagian muqaddimah dan kata pengantar dari sebuah buku dan langsung masuk ke Bab 1.

😅🙈

Tujuan dari pengantar buku-buku ini adalah membantu kita memahami manhaj apa yang digunakan. Manhaj maksudnya metodologi dan filosofi yang mengarahkan penulis menuliskan tafsir tersebut.

Selanjutnya, Ustaz Nouman mereview kembali tafsir yang sudah disebutkan, mulai dari yang penuh dengan komentar per ayat yaitu Tafsir Ath-Thabari, kemudian yang lebih selektif yaitu Al-Qurthubi, kemudian ada yang lebih ketat dan cukup terkenal yaitu Tafsir Ibnu Katsir. Setelah itu, ada mufassir yang lebih ketat lagi dan termasuk kontemporer yang bernama Asy-Syaukani rahimahullah.

✒️✒️✒️

Beliau menulis pada sekitar akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an. Beliau juga menulis Tafsir bil Atsar.

Tafsir bil Ma’tsur tidak mesti ditulis pada awal abad permulaan Hijriah. Akan tetapi, yang menjadi fokus tafsir ini adalah komentar paling awal akan suatu ayat Al-Qur’an.

💬1️⃣💬2️⃣

Sudah jelas, ya?

Ustaz Nouman suka dengan Tafsir Asy-Syaukani, karena Asy-Syaukani sudah melakukan banyak takhrij. Jadi, kalau Ustaz Nouman mau cepat dapat pendapat klasik yang paling otentik tentang satu ayat, cari Asy-Syaukani.

✅✅✅

Tapi kalau mau cari gambaran yang sangat panjang, mungkin ada diskusi detail tentang hal lainnya, atau mau melihat dari sisi muhaddits, tentang perdebatan akan satu ayat tertentu. Kalau dia tidak otentik, apa derajatnya? Apakah hasan, maudhu, atau dhaif? Nah, kalau mau cari yang seperti itu  carinya di Tafsir Al-Qurthubi.

🗣️👤

Thabari jarang disentuh Ustaz Nouman karena terlalu banyak. Saking banyaknya, satu ayat bisa bermakna apapun. Menurut Ustaz Nouman  itu terlalu banyak. Keren, tapi kebanyakan.

😵😵😵

Ok, itu Tafsir bil Ma’tsur. Atau Tafsir bir Riwayat . Maksudnya tafsir dengan narasi. Jelas, kan?

Selanjutnya kita akan bahas tipe selanjutnya. Apakah itu?

🤔

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 04. Basics of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (07:32-10:08)

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da Zhuhur )


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-124 Pagi | Tafsir Rujukan Ustaz Nouman

~hfm:

MashaaAllah. Thank you.

I have shared this text in other group where all members are moeslems.

Here is one of the comment 👇🏾👇🏾👇🏾

Nurhimah: Hafni…luar biasa inisiatifnya dlm berbagi utk nambah wawasan yg terasa msh kurang cukup, dan terasa sdg dlm bimbingan proses nulis Thesis…mks Dinda…👍👍👍

Syarifah Annisa:

Can’t wait.. Smg ada pembahasan tg tafsir bir ra’yi jg.. 🙂

Chandra:

Masya Allah


Materi VoB Hari ke-124 Siang | Tafsir Rujukan Ustaz Nouman

Ditulis oleh:  Rendy Noor Chandra

#FridayAlKahfiWeek18Part2

Part 2

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Kemudian ada Tafsir Al-Laghawi.

Tafsir Al-Laghawi adalah tafsir dari bahasa Al-Qur-an. Dari setiap ayat. Dan di dalam ayat, dari setiap kata. Dan dari kerumitan gramatikalnya.

📜📜📜

Jadi tafsir ini menjelaskan bahasa Al-Qur’an dan balaghah. Manfaat dari satu kata tertentu, maknanya, dan yang seperti itu.

Dan standar terbaik (yaitu standar emas) dari tafsir jenis ini, yang sebenarnya cukup kontroversial, adalah Tafsir Zamakhsyari.

Zamakhsyari adalah ulama mu’tazilah, sangat brilian sebagai seorang ahli bahasa, dan apa yang banyak ditulis setelah beliau adalah plagiarisme terhadap beliau. 😱

Ustaz Nouman saat memberikan kuliah tentang ini baru saja mendapat hardcopy dari Tafsir Zamakhsyari dengan ta’liqat, yang merupakan kumpulan komentar ulama tentang dimana letak keanehan dari keyakinan mu’tazilahnya.

Kita tidak akan membahas itu, tapi porsi bahasanya memang keren di bagian ini.

Jadi para ulama mengambil yang baiknya dan meninggalkan yang kontroversial.

Kalau kita enggak tahu mu’tazilah enggak apa-apa. Kita enggak harus tahu. Kita akan baik-baik aja. Kita akan tetap berwudhu sebagaimana biasanya. It’s OK.

Sebenarnya di dalam sejarah kita, ada permasalahan filosofis ketika ulama muslim bertemu dengan filosofis Yunani. Sebagian ulama mencoba menjawab filosofi dengan filosofi. Tapi berujung pada mereka menanyakan sesuatu yang tidak Allah Tanyakan.

Sebagaimana ketika seorang filosofis bertanya tentang sesuatu yang tidak Allah Tanyakan, maka kita menjawabnya dengan sesuatu yang tidak Allah Berikan.

Pada akhirnya, kita mencoba mengekstrak jawaban kita sendiri. Namun hal ini berujung pada mempersulit konsep agama Islam yang sudah ada.

Orang-orang mungkin akan berkata,

Astagfirullah!! Nouman Ali Khan mengutip Zamakhsyari…!

Zamakhsyari kan mu’tazilah! 😱😱😱

Walaupun orang berkata begitu, tetap saja Ustaz akan mengutip beliau karena aspek bahasa beliau memang keren. Maaf ya…. 😎 Beberapa orang akan merasa alergi ketika mendengar nama Zamakhsyari.

Yang lainnya mungkin berkata,

“Anda (Ustaz Nouman) dapat ilmu dari mana?”

Ustaz Nouman menjawab, “Dari buku-buku.”

“Memangnya otentik?”

“Kan ada dalam paper.”

Ustaz senang membaca orang-orang yang seperti itu.

Ustaz Nouman punya cerita epik tentang otentisitas. Seperti apa?

📕📗📘📙

Sumber: Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 04. Basics of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (10:08-14:00)

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da Ashar )


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-124 Siang | Tafsir Rujukan Ustaz Nouman

Hanif Acep:

Adakah komentar dari para ahli tafsir saat ini dg apa yg disampaikan oleh ust nouman? misal dari Prof Qurays Shihab? Gus Baha? Ust Firanda? atau mufassir internasional?

Irfan Habibi Martanegara:

belum menemukan

banyak yang membagi tafsir bir matsur dan bir rayi. Tapi ada yang menganggap pembagian ini kurang pas.

Karena tafsir bil matsur saja membutuhkan pemikiran hadits mana yang menjelaskan ayat tertentu. Sehingga tetap bir rayi.

Biasanya tafsir2 yang disebut bir rayi sebenarnya menguraikan al Qur’an dengan keluasan dan keluwesan bahasa arab.


Materi VoB Hari ke-124 Sore | Jangan Sok Tahu

Ditulis oleh:   Rendy Noor Chandra

#FridayAlKahfiWeek18Part3

Part 3

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Syaikh Akram Nadwi menceritakan kisah yang  epik beberapa hari yang lalu (sebelum kuliah ini). Tapi enggak akan pakai nama, ya. Karena Ustaz Nouman bukan tipe orang yang mengingat nama. Syaikh Akram Nadwi ini seorang photographic memory, muhadditsun,  bisa mengingat nama, sedangkan Ustaz Nouman tidak.

📝📝📝

Jadi syaikh tersebut sedang mengajar kelas, kemudian mengutip sebuah hadits.

Apabila ada seorang syaikh mendapat ijazah studi di bidang ilmu hadits, ketika mengutip sebuah hadits sebenarnya kita tidak perlu menanyakan apakah hadits itu otentik atau tidak, karena itu sudah jadi makanannya sehari-hari.

Jadi, ada salah seorang murid dalam kelas tersebut bertanya,

“Tunggu, syaikh. Sumber hadits itu dari siapa? Apakah shahih?”

“OK. Hadits ini diriwayatkan oleh ini, dari ini, dari ini, dan dari ini. (Syaikh tersebut menyebutkan beberapa nama) dari Muslim, dari ini, dari ini, dari Sahabat, dari Rasulullah ﷺ. Apakah kamu senang, sekarang?”

“Iya, syaikh.”

“Asal kau tahu, yang barusan aku sebutkan tadi adalah nama teman-temanmu di kelas ini.”

Menurut Ustaz Nouman, sang penanya ini dianggap beliau ‘melecehkan’ keilmuan guru beliau: bukan ‘bertanya’, tapi ‘mempertanyakan’.

🏡🏡🏡

Ibarat ketika ada seorang arsitek bilang, “Ini kacanya pakai yang tempered aja 5 mm.”

“Sebentar pak! Itu enggak salah 5 mm tebalnya? Darimana bapak tahu harusnya 5 mm?”

📏📏📐📐

Kita harus paham betul konteks yang dibicarakan di sini. Konteksnya bukan tentang ‘pertanyaan yang tak dihargai’ dan ‘ulama yang meremehkan seorang penanya’, bukan itu. Konteksnya adalah seorang yang baru belajar ilmu hadits, tapi sok tahu dan memotong pembicaraan syekh yang ijazah ilmu hadits-nya berderet-deret.

Dan dia sudah puas begitu disebutkan nama-nama perawi yang panjang. Intinya dia tidak paham bahkan dengan pertanyaannya sendiri, dia tidak paham bagaimana menilai authenticity sebuah hadits, tapi belum-belum sudah ‘protes’ seperti itu. Dia langsung puas dengan jawaban syaikh yang menyebutkan nama-nama yang panjang, dan itu justru menunjukkan ketidaktahuannya atau kedangkalan ilmunya.

Jadi poin yang ingin ditekankan Ustaz Nouman adalah, jika kita masih ‘hijau’ jangan sok atau pura-pura jadi orang yang ‘matang’.

😉

Sumber:

-Bayyinah TV > Home / Quran / Deeper Look / 18. Al-Kahf / 04. Basics of Tafsir – Al-Kahf – A Deeper Look (14:00-16.00)

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa pekan depan)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-124 Sore | Jangan Sok Tahu

Jadi:

Syukron materinya

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s