Saat Persahabatan Terputus – Yasir Qadhi


Saat Persahabatan Terputus

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah dua orang sahabat yang bersama karena Allah, atau dalam Islam, putus kecuali karena dosa yang dilakukan salah satu dari mereka.” [HR al-Bukhari dalam Adab al-Mufrad].

Dalam hadis yang luar biasa ini, kita belajar:

– Dosa mempengaruhi semua aspek kehidupan kita. Beberapa orang bijak di masa lalu berkata, “Kadang-kadang saya melakukan dosa dan saya melihat efek dari dosa itu dalam cara pasangan saya memperlakukan saya.” Ibnu al-Qayyim mencatat lebih dari dua lusin efek dosa dalam karyanya yang terkenal “The Disease and the Cure” (Penyakit dan Pengobatannya).

– Memiliki teman karena Allah adalah berkah yang besar, jadi hargai hubungan itu dan berusahalah untuk menjaganya. Dan salah satu cara untuk menjaga hubungan kita tetap kuat adalah dengan menghindari dosa.

– Ketika persahabatan atau hubungan terpengaruh, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah introspeksi hidup kita, dan kembali kepada Allah dengan tobat.

– Sebagai Muslim, kita menyadari bahwa setiap rasa sakit atau penderitaan atau kerusakan alam ini sebenarnya adalah cara untuk menyucikan dosa-dosa kita di dunia ini, sebagai ganti hukuman kita di kehidupan selanjutnya. Tidak ada satu duri pun yang melukai kita, tidak juga kesedihan atau kekhawatiran, kecuali sebagai akibat dari penderitaan itu sejumlah dosa diampuni. Jadi sementara kita tidak ingin ada rasa sakit atau kesedihan, ketika kita merasakannya, kita berharap Allah memberi pahala dan mengampuni kita. Dan dengan pengetahuan itu, kita menemukan penghiburan yang membantu menahan rasa sakit / kesedihan itu.

Kita memohon perlindungan dan pengampunan dari Allah atas dosa-dosa kita!

– Yasir Qadhi

Sumber: https://www.facebook.com/yasir.qadhi/posts/10158286265318300


When Friends Break Up

Anas b. Mālik reported that the Prophet ﷺ said, “Never do two friends who were together for the sake of Allah, or in Islam, break up except because of a sin that one of them did” [Reported by al-Bukhārī in his Adab al-Mufrad].

In this amazing hadith, we learn:

– Sins affect all aspects of our life. Some of the sages of the past remarked, “Sometimes I commit a sin and I see the effects of that sin in how my spouse treats me.” Ibn al-Qayyim lists over two dozen effects of sins in his famous work “The Disease and the Cure”.

– Having a friend for the sake of Allah is a great blessing, so cherish those relationships and work to maintain them. And one of the ways to keep our relationships strong is by avoiding sins.

– When a friendship or relationship is affected, the first thing we need to do is introspect our own lives, and return to Allah in repentance.

– As Muslims, we realize that any pain or suffering or break-up of this nature is in fact a means of purifying our sins in this world, instead of being punished for them in the next. Not a single thorn affects us, nor any grief or worry, except that as a result of that anguish some sins are forgiven. So while we don’t want any pain or anguish, when we do feel it, we expect Allah to reward and forgive us. And in that knowledge, we find some comfort to help bear that pain/anguish.

We ask Allah for protection and forgiveness for our sins!

– Yasir Qadhi

Source: https://www.facebook.com/yasir.qadhi/posts/10158286265318300

One thought on “Saat Persahabatan Terputus – Yasir Qadhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s