[VoB2020] Siap Ditolak!


بسم الله الرحمن الرحيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-112

Topik: Leadership

Minggu, 11 Oktober 2020 

Materi VoB Hari ke-112 Pagi | Siap Ditolak!

Ditulis oleh: Ayu S Larasaty

#AhadLeadershipWeek16Part1

Sebelumnya kita sudah berbicara mengenai kepemimpinan, kan?

Ya, sebelumnya ustadz menyampaikan bahwa dalam organisasi atau komunitas dakwah ini kita harus bisa menyesuaikan diri dengan pemimpin kita di organisasi, mengikuti mereka.

Tapi ada kalanya mungkin kita tidak siap untuk ditolak opininya, sehingga kita merasa organisasi atau komunitas tersebut tidak cocok untuk kita dan kita keluar.

Ustadz mengatakan bahwa apabila kita keluar organisasi atau komunitas hanya karena kita merasa opini, pendapat, nasihat, usul dan pandangan kita terhadap masalah di organisasi tersebut dan bukan karena Allah, bisa jadi kita memiliki rasa ujub.

Kita gak siap dengan penolakan, mungkin saja kita memiliki ujub terhadap opini kita dan menurut kita opini tersebut sangat penting sehingga kita tidak siap dengan penolakan. Meskipun ini semua adalah masalah agama Islam yang harus diutamakan, hanya saja kita gak siap dengan penolakan itu.

Kita memberikan opini tersebut bukan karena Allah, tapi mungkin saja kita memberikan opini itu untuk pamer kepada yang lain bahwa opini kita lah yang akhirnya berujung pada suatu proyek di organisasi tersebut.

Kita sangat suka kalau orang lain menilai bahwa kita itu keren dan kita lah yang menjadi pelopor terwujudnya masjid atau organisasi ini, seolah takkan bisa tanpa diri kita atau bahkan kita akan menyebutkan bahwa ‘tanpa kita’, orang-orang di sekitar takkan mengenal Islam.

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (Part 1) (27:03-29.05).


Materi VoB Hari ke-112 Siang | Ayat Tersulit

Ditulis oleh: Ayu S Larasaty 

#AhadLeadershipWeek16Part2

Namun ternyata ayat yang berkaitan dengan tanggung jawab seorang pemimpin itu adalah ayat tersulit loh.

Tapi sebelum membahas ayat ini, apakah Anda tahu peran apa saja yang dimiliki oleh Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wassalam?

Peran yang paling penting yang dimiliki beliau adalah peran sebagai Rasulullaah. Namun, beliau juga memiliki peran lain yakni sebagai ayah, sebagai pemimpin umat, sebagai teman, sebagai da’i, sebagai pemuda di komunitasnya, juga sebagai suami dan peran-peran lainnya.

Saat ayat turun kepadanya, memang kebanyakan adalah ayat-ayat untuk perannya sebagai Rasul, tapi ternyata juga ada ayat yang turun untuk peran-peran beliau yang lain.

Itulah pentingnya mengapa saat membaca Al Qur’an kita harus memahami peran Rasulullaah saat ayat turun adalah sebagai apa, sehingga saat membacanya kita bisa memahami bahwa ayat itu juga turun kepada kita jika kita memainkan peran yang sama.

Nah ayat yang ustadz bagikan ke kita adalah ayat yang berkenaan dengan perannya sebagai pemimpin. Jika kita memahami makna surat ini, kita takkan memerlukan seminar atau pelatihan tentang kepemimpinan lagi.

Ayat ini membahas saat kita menjadi pemimpin dan memiliki anggota yang keren-keren, memiliki anggota yang responnya lambat dan susah diatur, memiliki anggota yang melakukan semua yang Anda minta untuk lakukan dan anggota yang tidak pernah melakukan apa yang Anda minta untuk lakukan.

Ujian sejati kepemimpinan adalah saat menghadapi kekecewaan. Bukan saat memperoleh kemenangan.

Apakah perang Badar sebuah kesuksesan atau kekecewaan?

Apakah perang Uhud sebuah kesuksesan atau kekecewaan?

Ngomong-ngomong ini belum ke pembahasan ayat ya, masih prolog. :p

Akan kami jelaskan di part berikutnya

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (Part 1) (29.05- 32.00).


Materi VoB Hari ke-112 Sore | Taatlah pada Pemimpin

Ditulis oleh: Ayu S Larasaty

#SundayLeadershipWeek16Part3

Oke, kita cerita tentang Perang Uhud sebentar.

Saat para sahabat berada di atas gunung, Anda tentu mengingat kisah para pemanah di perang Uhud, bukan?

Berikut ini mungkin adalah banyak hal yang tidak kita ketahui tentang kondisi pemanah saat itu.

Pada saat itu, Rasulullaah menyampaikan agar para pemanah tidak turun dari gunung tersebut meskipun para burung memakan mayat saudaramu. Namun saat itu, para pemanah melihat hal yang merupakan kebalikannya, mereka melihat musuh menjauh pergi dan meninggalkan pedang, perisai hingga kuda-kuda mereka.

Sebagian dari mereka berkata, “Kita harus turun, Gaes!”

Namun, sebagian dari mereka berkata, “Jangan! Rasul tidak mengizinkan kita untuk turun, bahkan jika kita melihat burung-burung memakan jasad saudara kita”

Lalu terjadilah perdebatan disana, “Iya, benar! Itukan kondisinya kalau kita kalah, tapi lihat! Sekarang semua musuh kita pergi!”

Ngomong-ngomong, perdebatan ini setara dengan perdebatan para fuqoha yang kita ketahui sekarang, loh!

Dan kedua pihak yang berdebat itu sebenarnya memegang dalil yang benar karena memang ada beberapa sisi dalam melihat hadits. 

Namun, yang menjadi kesalahan disini bukanlah pada sudut pandang melihat hadits-nya, melainkan saat para sahabat tetap turun dari gunung setelah pemimpin mereka mengatakan untuk tetap tinggal.

Kesalahannya bukan terletak pada salah menginterpretasikan hadits, melainkan para sahabat tidak taat kepada pemimpin mereka.

Kita bisa saja berkata, “Mereka memiliki sudut pandang yang berbeda dalam melihat hadits,” tapi kalau kita mau taat, seharusnya kita mengikuti urutan dari perintah tersebut, kan?

Jadi saat perintahnya adalah untuk tetap tinggal, maka sebagai anggota kita seharusnya tetap tinggal, hingga ada perintah atau hasil diskusi yang dilakukan oleh pemimpin kita.

Pada masa perang Uhud yang terjadi adalah mereka memutuskan rantai perintahnya dan dari sanalah masalahnya bermula.

Nah, sekarang, berapa banyak sahabat yang syahid saat itu?

Yak benar, 70 orang, termasuk seorang yang Rasul benar-benar sayang, paman beliau Hamzah radiyallaahu ‘anhu, beliau tidak hanya terbunuh, namun dibunuh dengan brutal hingga jantungnya dikeluarkan dari tubuhnya.

Bisakah kita membayangkan bagaimana marahnya Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wassalam?

Bahkan Rasulullaah juga hampir terbunuh, loh!

***

Sumber:  Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 03. Leadership Workshop (Part 1) (32.00 – 35.00).


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s