[VoB2020] Pura-Pura Setia


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-109

Topik: Divine Speech

Kamis, 8 Oktober 2020

Materi VoB Hari ke-109 Pagi | Pura-Pura Setia

Oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek16Part1

Part 1

بسم الله الرحمن الرحيم

Setiap orang di dunia ini pasti menyukai kesetiaan. 

Tidak ada yang suka dikhianati atau ada yang pura-pura setia kepadanya. In any cases.

Pengkhianatan dan ketidaksetiaan tidak hanya ada di cerita fiksi. Di dunia nyata juga ada pengkhianatan.

Dan Rasulullah ﷺ mengalaminya sendiri.

🕰️🕰️🕰️

Jika kita kembali ke pembahasan pekan lalu, ada dua istilah yang digunakan untuk kota Rasulullah hijrah, yaitu Yatsrib dan Madinah.

Saat ini kita sudah tidak pernah dengar lagi kata Yatsrib. Kita menggunakan kata Madinah.

Tidak ada lagi yang bilang “Setelah umrah aku mau ke Yatsrib sebentar”. Tidak ada.

Kita bilangnya “Aku mau pergi ke Madinah”. 

Allah yang mau kota itu diberi nama dan disebut Madinah. 

Itu sekarang. Tapi jika kita kembali lagi ke masa Rasulullah ﷺ, ada sekelompok manusia yang disebut orang munafik. Al-Munaafiquun.  

Orang munafik ini tidak loyal kepada Rasulullah ﷺ.

Mereka tidak suka fakta bahwa kota itu sudah berubah nama dari Yatsrib menjadi Madinah. 

Masalahnya, mereka tidak terbuka dan mengatakan “Kami tidak suka nama Madinah! Kami ingin kota ini kembali bernama Yatsrib”.

Mereka tetap menggunakan kata Madinah. 

Trus, kalo enggak suka, kenapa masih tetap pakai kata Madinah? 

Ternyata, mereka hanya berpura-pura setia kepada Rasulullah ﷺ.

Di dalam QS Al-Munaafiquun: 2

اِتَّخَذُوْٓا اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰ

Mereka ingin membuat Rasulullah terkesan. Di surat yang sama, di ayat 8, mereka menggunakan kata Madinah.

لَئِن رَّجَعْنَآ إِلَى ٱلْمَدِينَةِ

Mereka terus menggunakan kata Madinah ketika ber-muamalah dengan Rasulullah dan muslimin di Madinah. 

Kenapa?

Karena, mereka ingin Rasulullah percaya bahwa mereka loyal.

Padahal? 🤔

Sumber: 

– Bayyinah TV – Quran – Courses  – Divine Speech – The Quran is Beyond Expectation (36:52-38:41) –

Bersambung insya Allah ba’da Zhuhur

🤥🤥🤥


Materi VoB Hari ke-109 Siang | Masa-Masa Sulit

Oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek16Part2

Part 2

بسم الله الرحمن الرحيم

Ada pelajaran berharga dari perubahan nama yang semula Yatsrib menjadi Madinah.

Orang-orang munafik sangat lihai menyamar dan membaur di antara muslim. Mereka terus menyembunyikan diri dan berpura-pura loyal.

Tapi orang munafik hanya berhasil bersembunyi di waktu-waktu yang mudah.

Mereka tidak akan mampu bersembunyi ketika masa-masa sulit.

Di awal-awal bergabungnya mereka di Madinah, di awal Rasulullah ﷺ hijrah, belum ada peperangan, saat itu hidup di Madinah terasa mudah.

Saat itu, mereka menyebut Madinah dengan ‘Madinah’.

Kota Madinah dikelilingi suku-suku Arab. Orang-orang Mekkah membentuk aliansi dari suku-suku tersebut, mengajak mereka untuk menyerang Madinah.

“Ayo kita serang Madinah. Ayo kepung mereka. Dan jika kita berhasil masuk ke kota itu. Ayo lakukan genosida. Jangan biarkan satu orang Madinah pun hidup”.

Sementara itu, satu-satunya hal yang dapat melindungi kota Madinah adalah parit. 

Itulah kenapa pertempurannya disebut perang parit. Al-Khandaq.

Di situasi ini, orang munafik di Madinah berpikir keras. “Kita kan selama ini pura-pura loyal karena tahu Muslim akan memenangkan banyak perang, dan kita bisa kaya”.

“Tapi kalo gini sepertinya enggak mungkin deh. Sepertinya kita semua akan terbunuh”. 

“This whole Madinah things is not a good deal”.

Akhirnya keluarlah kata-kata dari mulut mereka sebagaimana di QS Al-Ahzab:13.

يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا

“Wahai penduduk Yatsrib! Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu.”

Kembalilah ‘menjadi Yatsrib’ lagi. Mereka menggunakan kata Yatsrib lagi. 

Hanya karena orang-orang munafik ini kembali menggunakan kata ‘Yatsrib’ di masa-masa sulit, mereka membuktikan bahwa mereka tidak loyal kepada Rasulullah ﷺ.

Allah azza wa jalla mengungkap para orang munafik melalui mulut mereka sendiri saat masa-masa menjadi semakin sulit.

Sumber: 

– Bayyinah TV – Quran – Courses – Divine Speech – The Quran is Beyond Expectation (38:41-40:51) –

Bersambung insyaa Allah ba’da Ashar


Materi VoB Hari ke-109 Sore | A Strange Thing

Oleh: Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek16Part3

Part 3

بسم الله الرحمن الرحيم

Di bagian ‘Qur’an is Beyond Explanation’ ini Ustaz memberi satu contoh lagi.

 بَلْ عَجِبُوٓا۟ أَن جَآءَهُم 

(QS Qaf:2).

‘bahkan mereka menemukan sesuatu yang aneh’.

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ

 (QS Shad:4).

‘mereka merasa aneh’.

Kelihatannya sama, kan?

Di kedua ayat itu, pembahasan dimulai dengan keanehan yang ditemukan orang-orang musyrik Mekkah. 

Apa yang aneh?

 أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ

Pemberi peringatan yang datang dari kalangan mereka sendiri.

Siapa yang dimaksud pemberi peringatan? Sudah jelas, Rasulullah ﷺ. 

Persoalannya adalah, kenapa mereka merasa aneh? Apa yang aneh dari seorang pemberi peringatan yang berasal dari kalangan mereka?

🤔

Pemberi peringatan datang dengan berita bahaya dari luar. 

Kita bisa tahu ada tentara yang datang dari balik pegunungan, hanya jika kita keluar dari kampung kita, melihat ada tentara lalu kembali dan memperingatkan “Hei, ada tentara yang sedang menuju ke sini”.

Pemberi peringatan harusnya berasal dari luar, atau paling tidak sudah pernah keluar dan melihat apa saja yang ada di luar sana.

Tapi yang ini lain. Pemberi peringatan macam apa yang sama-sama duduk dengan mereka? 

Dia tidak pernah kemana-mana, tapi mengabarkan tentang kehidupan lain, keberadaan malaikat, tentang jahannam, dan banyak hal lain. 

Orang musyrik merasa aneh dengan ini. Seseorang dari mereka mengaku sebagai pemberi peringatan, bicara banyak hal tapi tidak pernah keluar dari tempat mereka. Dia tahu dari mana?

Baik QS Shad: 4 maupun QS Qaf:2, sama-sama membicarakan tentang ini.

Di QS. Qaf:2,

فَقَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ هَٰذَا شَىْءٌ عَجِيبٌ

Para musyrik berkata ini adalah sesuatu yang aneh.

Selain dua ayat itu, kita tambahkan satu ayat lagi, yaitu QS Shad:5 sebagai lanjutan dari ayat 4-nya, di sana disebutkan: 

 إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ 

Dua-duanya punya kata هَٰذَا  dan شَيْءٌ .

Lalu apa perbedaannya?

Sumber: 

– Bayyinah TV – Quran – Courses – Divine Speech – The Quran is Beyond Expectation (40:51-44.02) –

Bersambung insyaa Allah pekan depan

🤔🤔🤔

***


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s