[VoB2020] Mengapa Mengubah Sekuens | Studi Perbandingan Agama | Yakin Sepenuhnya


Voice of Bayyinah (VoB) Hari Ke 100

Topik : Pearls from Al Baqarah

Selasa, 29 September 2020

Materi VoB Hari Ke-100 Pagi | Mengapa Mengubah Sekuens

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#TuesdayAlBaqarahWeek15Part1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kalau sebelumnya kita sudah membahas tentang bagaimana kondisi ahli kitab ketika Al-Qur’an turun, yaitu satu-satunya hubungan mereka dengan Allah adalah Alkitab itu sendiri. 

Akan tetapi, ketika Al Qur’an datang, mereka tidak bisa menjadikan Alkitab itu sumber kebenaran yang utama. 

Mereka harus menjadikan Alkitab dari kacamata Al-Qur’an. Akibatnya, ketika ada perbedaan antara Alkitab dan Al-Qur’an mereka harus menjadikan Al -Qur’an sebagai sumber kebenaran. 

🤿🤿🤿

Oleh karena itu, di ayat keempat Al-Baqarah ini Allah menyebutkan Al-Qur’an terlebih dahulu, lalu kemudian menyebut kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya.

Allah menyebut Al-Qur’an sebagai Al-Muhaiminan alayhi atau penjaga atau pengawas dari kitab-kitab lain.

🔍🔍🔍

Kalau kita mempelajari Hebrew Bible atau Perjanjian Lama sekarang (Ustaz Nouman tidak menyarankannya kalau kita tidak punya background keilmuan yang mumpuni), maka kita akan menemukan kisah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq alayhimussalam dalam Perjanjian Lama, dan bahkan kisah Nabi ‘Isa alayhissalam dalam Perjanjian Baru yang kita tidak akan sanggup menerimanya. 😱😱😱

Mereka mengisahkan nabi-nabi yang mulia tersebut dengan tidak patut sehingga Ustaz Nouman menyebutkan mereka pasti menceritakan tentang orang lain, karena para nabi dan rasul tersebut tidak mungkin begitu.🤔

Sebagai contoh, kisah Nabi Nuh alayhissalam disebut sebagai manusia yang mengerikan lagi kasar, dan mereka menyebutkannya dengan “santai” tentang hal itu. 😨

Jadi, perubahan yang terjadi pada Taurat dan Injil itu begitu banyak.

Saking banyaknya, sampai konsep akhirat pun hampir hilang dalam agama mereka. 😯

Padahal konsep akhirat ini merupakan hal yang fundamental dalam agama kita. 

Bagaimana kehidupan setelah mati.

Apa yang manusia alami setelah meninggal dunia, hampir tidak dapat ditemukan dalam agama mereka. Hampir seluruhnya.😔

Kemudian apa yang Allah katakan? 

Sekarang kalian akan melihat Al-Qur’an, dan dengan cahayanya kalian akan menerima atau menolak apa yang disampaikan sebelum kalian, dan sebagai hasilnya, keyakinan kalian akan akhirat atau kehidupan setelah mati akan menjadi kuat.

🌟🌟🌟

Kalau kita mengubah sekuens atau urutannya, apa yang terjadi?

Kitab-kitab sebelumnya enggak banyak membahas tentang Hari Perhitungan Amal, kok.😒

Ada seseorang yang mengirim email kepada Ustaz Nouman dan berkata, “Kami bertanya kepada teman Yahudi kami yang sangat konservatif, apakah kamu percaya kehidupan setelah mati? Dan teman mereka itu langsung menjawab, sebenarnya itu (kehidupan setelah mati) bukan hal yang besar dalam agama kami.  Kami hanya fokus membuat dunia ini lebih baik.” 😌

Tidak hanya itu.

Ada email lain yang juga ditujukan kepada Ustaz Nouman yang isinya mereka terus-menerus bertanya kepada teman Yahudi mereka dan kepada para Rabi, apakah kalian percaya dengan kehidupan setelah kematian? Dan jawaban yang paling umum adalah, “Kami enggak yakin.” 🙁

Kebayang, enggak?

Kalau kita menempatkan kitab-kitab  tersebut dulu baru Al-Qur’an, maka kita akan menemukan kritik di jaman now mungkin seperti,

“Al-Qur’an mengada-adakan konsep akhirat  karena tidak ditekankan di kitab-kitab sebelumnya.” 

Na’udzubillahi min dzaalik

Karena bagi para orientalis, akademisi Barat yang mempelajari Al-Qur’an, Al Qur-an bukan munazzal minallah. 😢

Menurut mereka, Al-Qur’an bukanlah wahyu dari Allah. Al-Qur’an itu adalah sebuah produk plagiat yang sedikit banyak mengambil dari Taurat dan Injil, dan hal kreatif dalam Al-Qur’an adalah urusan akhirat ini. 

Jadi mereka bisa menganalisis bagaimana Al-Qur’an mencomot dari sini dan dari sana sehingga bisa menghasilkan “ide” akhirat ini. 

Itu karena mereka melihat Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran sekunder dan melihat kitab-kitab lainnya sebagai kebenaran yang primer.

🥇➡️🥈

Lalu, sikap seperti apa yang harus kita miliki terhadap Alkitab?🤔

‐—-‐————————-

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Surahs – Deeper Look – 03. Al-Baqarah (Ayah 4-7) – A Deeper Look

(04.26- 07.10)


Materi VoB Hari Ke-100 Siang | Studi Perbandingan Agama

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#TuesdayAlBaqarahWeek15Part2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Allah membalikkan urutan prioritas studi kitab suci, mulai dari awal Al-Baqarah. Di awal Al-Baqarah, Allah ingin supaya kita sadar bahwa kitab permulaan yang harus kita pelajari adalah Al-Qur’an.

Ketika kita mempelajari Al-Qur’an kita harus menjadikannya pertama, dan lainnya yang kedua. 

🥈➡️🥇

Dan ini menentukan sesuatu yang besar. Kita tidak menjadikan Taurat dan Injil, kisah dan hukum di dalamnya sebagai referensi. Itu semua masih berharga, terutama bagi yang ingin mempelajari studi komparasi agama. 

☪️✝️✡️

Selain itu, memahami Alkitab juga penting agar kita bisa mengerti konteks diturunkannya Al-Qur’an. Ketika Al-Qur’an turun, ia berbicara kepada para rabi dan pendeta, dan mereka  punya pola pikir masing-masing. Jadi penting mengetahui apa yang ada dalam pikiran mereka ketika Al-Qur’an berbicara kepada mereka. 

Sebagai contoh, misalnya kita tahu latar pendidikan seseorang, tentu kita akan menyesuaikan perkataan kita dengan pemahaman orang yang bersangkutan. Kita tidak bisa berbicara rumus integral kalkulus di depan seseorang anak TK, misalnya. 

🧠🧠🧠

Jadi, ketika Allah berbicara dengan para rabi dan pendeta, Allah tahu apa yang mereka ketahui dari kitab sebelumnya. Oleh karena itu, penting membandingkan bagaimana Taurat dan Injil berbicara tentang suatu kisah.

🏜️🏜️🏜️

Misalnya kisah Nabi Daud alayhissalam dan Jalut yang terkenal dalam Bible atau dalam bahasa Inggris disebut David and Goliath. Di akhir surah Al-Baqarah, Allah menyebutkan kisah tersebut.

Dari sana, kita bisa memahami bagaimana Bible menceritakan suatu kisah, dan bagaimana Al-Qur’an memperbaikinya. 

Tapi, bukan berarti kita belajar detail Al-Qur’an dari Bible, karena tidak semua detail yang dijelaskan Bible itu benar, melainkan sebagian dari Bible dibenarkan oleh Al-Qur’an. 

📖📖📖

Dan kita masih menerima semua detail yang masih nyambung dengan Al-Qur’an.

Kira-kira begitu pendekatan terhadap hubungan antara Al-Qur’an dan kitab sebelumnya yang perlu kita ketahui.

Ustaz Nouman kemudian membahas lanjutan ayat Al-Baqarah tersebut terkait yuuqinun.. ada apa dengan yuuqinun?

📕📗📘

‐—-‐————————-

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Surahs – Deeper Look – 03. Al-Baqarah (Ayah 4-7) – A Deeper Look

(07.10-08.36)


Materi VoB Hari Ke-100 Sore | Yakin Sepenuhnya

Ditulis oleh: Rendy Noor Chandra

#TuesdayAlBaqarahWeek15Part3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Hal berikutnya yang perlu kita ketahui adalah kata yuuqinun yang sangat menarik. Kenapa?

Kata yuuqinu… bagi teman-teman yang familiar dengan tasrif, adalah mazid fiihi. Dia adalah if’al.

Aiqana-yuuqinu-iqanan

Yang artinya menjadi yakin sepenuhnya.

😌😌😌

Tapi sebenarnya ada kata lain yang maknanya serupa yaitu yaqina yang artinya juga yakin sepenuhnya.

Tapi Allah tidak mengatakan wa bil akhiratihum yaaqinuun..akan tetapi wa bil akhiratihum yuuqinuun.

Prinsipnya dalam bahasa Arab adalah ketika kita mengucapkan lebih, maka maknanya semakin luas. 

Ketika Allah memasukkan kata iqaan ke dalam ayat tersebut maka artinya menjadi sangat yakin sepenuhnya dengan akhirat.  Kepercayaan mereka akan akhirat menjadi sempurna. 

💯💯💯

Jadi idenya adalah sebagian tentang akhirat telah mereka dapatkan dari kitab sebelumnya, dan sekarang ketika melihat dari lensa Al-Qur’an seluruh pemahaman akhirat mereka menjadi utuh. 

Apa yang akan terjadi ketika manusia dibangkitkan?

Bagaimana kita akan diadili?

Atas dasar apa kita akan diadili?

Ustaz Nouman dulu pernah belajar studi perbandingan agama ketika masih kuliah. Beliau belajar bukan karena tertarik akan subjek tersebut akan tetapi karena mudah mendapatkan nilai A. Dan ternyata menakjubkan sekali. 

Pakar teologi Kristiani memperdebatkan apa yang terjadi dengan orang-orang soleh sebelum Yesus (Nabi Isa Alayhissalam). Lewat Yesus, Anda akan bisa ke surga, betul? Tetapi dalam Bible juga dikisahkan orang-orang yang baik sebelum Yesus. Lalu, mereka akan kemana? 🤔

🚧🚧🚧

Mereka pun mulai menanyakan hal itu. Beragam ahli filosofi dan teologi akhirnya membuat teori purgatory yaitu lift menuju surga akan macet untuk sebagian orang. Nabi-nabi seperti Ibrahim, Musa, dan lainnya berhenti kemudian dikatakan kepada mereka. 

Tunggu, Anda tidak bisa masuk tanpa melewati Yesus. 😠

Dan kemudian Yesus datang lalu mereka baru bisa masuk surga lewat Yesus. 😎

Mereka sampai membuat teori seperti itu. 😢

Karena mereka tidak bisa membayangkan akhirat seperti apa untuk orang-orang sebelum Isa Alayhissalam.

🕍🕍🕍

Begitu pula dengan Yahudi. Mereka tidak punya kejelasan bagaimana kehidupan setelah mati. 

Kita sebagai muslim mungkin berbeda pendapat dalam hal apakah setelah ruku’ mengangkat tangan atau tidak, berapa jumlah rakaat dalam tarawih, tapi kita tidak ada perbedaan pendapat akan seperti apa Yaumil Hisab itu. Karena hal tersebut merupakan hal yang fundamental dalam Islam.

Sedangkan dalam Nasrani dan Yahudi, disinilah perdebatan mulai terjadi. Menurut Yahudi, surga adalah ketika Tuhan membunuh semua orang selain Yahudi. Itulah surga di dunia. 😱

Kebanyakan mereka juga tidak percaya dengan Hari Kebangkitan. Menurut mereka itu tidak terlalu penting. 😥

Oleh karena itu, Allah dalam ayat ini menggunakan kata iqan, yang artinya mereka sepenuhnya yakin dengan akhirat.

‐—-‐————————-

Sumber: Bayyinah TV – Quran – Surahs – Deeper Look – 03. Al-Baqarah (Ayah 4-7) – A Deeper Look

(08.36-12.17)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-100 Sore | Yakin Sepenuhnya

Peppy: 

Assalamu’alaikum. ada yang tau tidak arab dan arti inggrisnya dari doa Hamiduddin Farahi yg sering ustd NAK ucapkan di awal kutbah beliau? atau sudah pernah dibahas saya tidak baca? kalau ada yg tau mohon di share ya. Terimakasih

Rizki F. Maulana: 

Yg doa Nabi Musa bukan ya?

Peppy: 

bukan… ini lagi dengerin bahasan surah yusuf ayat terakhir di fb ust NAK dan ust menyebutkan doa yang sering beliau ucapkan itu ditulis seorang ulama india yg namanya Hamiduddin Farahi. ga tau kenapa haru sekali begitu tau artinya

ya sebenernya karena nyambung dg cerita dalam surah itu sih, jadinya haru. mohon bantuannya ya jika ada yang tau…. terimakasih

beliau menjelaskan kenapa beliau sering menyebut doa itu di awal kutbahnya, dan diberitau artinya….

Irfan Habibie Martanegara: 

Wa alaikumus salam

Cc mas @Ario Darul Arqam Studio

Ario Darul Arqam Studio

Wah saya ga tahu, biasanya dengarnya biasa aja seperti doa pembuka khutbah Jum’at, doa singkat penutup ceramah

Peppy: 

ok mas ario gapapa

Faiq Miftakhul Falakh: 

komentar paling atas sepertinya ttg artinya

Peppy: 

iya, itu sudah disebutkan juga sih di penjelasan surah yusuf barusan. saya pensaran arabnya

terimakasih ya

besok deh saya dgrin lagi yg penjelsaan surah yusufnya

https://nakindonesia.com/2018/07/26/jujur-dan-adil/ ada disini ^^

Hafni: 

👍🏾👍🏾👍🏾


Penutup:

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan 😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s