[VoB2020] Tiga Makna Rabb


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari Ke 99
Topik : First Ayahs of Fatiha
Senin, 28 September 2020

Materi VoB Hari Ke-99 Pagi | Tiga Makna Rabb

Oleh: Muchamad Musyafa’
#MondayAlFatihahWeek15Part1

Part 1

Hari ini kita akan membahas potongan ayat selanjutnya dari surat Al-Fatihah.

رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  

…Tuhan seluruh alam (QS. Al-Fatihah 1:2).

Berbicara tentang rabbil ‘aalamiin, urutan pertama yang paling prioritas untuk kita bahas di sini adalah mencari tahu definisi dari kata rabb.

Apa arti dari rabb?

Sebenarnya lumayan luas arti dari rabb ini, seperti kata al-hamd yang memiliki dua arti, kita sudah membahasnya di minggu-minggu sebelumnya. Nah kata rabb ini memiliki arti yang lebih kaya.

Yang pertama, kata rabb memiliki arti pemilik (owner).

Yang kedua, kata rabb memiliki arti yang berkuasa atau yang bertangggung jawab (someone who is in charge).

Jadi ada makna kepemilikan dan pengontrolan di sini.

Mari kita bahas perbedaan dari kedua arti ini. 

Suatu ketika kita bertempat tinggal di sebuah lingkungan perumahan. Di lingkungan ini kita tidak memiliki kuasa untuk mengatur bentuk tampilan rumah kita. Kita tidak diperbolehkan membangun rumah lebih dari sekian lantai sehingga menghalangi rumah lain mendapatkan cahaya matahari. Kita tidak memiliki kuasa untuk membuat acara pesta sesuka hati melewati jam malam. Ada juga aturan tidak diperbolehkan menaruh jemuran di luar dan aturan-aturan lainnya. Tentu saja, di setiap perumahan akan ada peraturan-peraturan seperti ini yang mengatur dan mengikat ke setiap pemilik rumah. Kita tidak bisa melakukan semua yang kita inginkan walaupun rumah itu milik kita sendiri.

Memang betul kita adalah pemilik rumah itu, tapi kita tidak memiliki kendali yang penuh atas rumah itu. 

Rabb selain bermakna pemilik, tetapi dia juga memiliki makna ‘yang berkuasa’.

Di luar makna-makna di atas, kata rabb juga bermakna murabbi, ‘yang memastikan sesuatu tumbuh, merawatnya dan mengurusinya agar menjadi seuatu yang lebih baik’. Ini adalah makna ketiga dari rabb.

Mengapa makna yang satu ini penting untuk disebutkan? 

Karena ada seorang pemilik rumah yang memang dia memiliki rumah itu, ia berkuasa atas rumah itu. tapi selama bertahun-tahun ia biarkan rumah itu, tak ada perkembangan dari rumah itu menjadi rumah yang lebih besar, lebih indah. Rumah itu dibiarkan begitu saja.

Lalu ada juga seorang orang tua yang memiliki anak, menguasai anaknya, namun tidak merawat anaknya dengan baik, tidak memberikan pendidikan yang baik pada anaknya.

Sampai di sini kita paham bahwa kata rabb meliputi bahwa Allah ﷻ adalah sang pemilik, yang berkuasa dan yang merawat makhluknya agar menjadi lebih baik.

Apakah sudah cukup sampai ini saja?

Masih ada makna lainnya.

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Surah >  02. Al-Fatihah – A Deeper Look (00:00 – 03.05)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-99 Pagi | Tiga Makna Rabb

Hfm : 

“MashaaAllah..
He, Allah SWT is our Rabb. 
He is the Owner of us
He is the One who is in charge of us
He is the One who takes care of us.. 

✍️🙏🏼”


Materi VoB Hari ke-99 Siang | Pengurus

Oleh: Muchamad Musyafa’
#MondayAlFatihahWeek15Part2
Part 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sebelumnya kita sudah paham bahwa kata rabb meliputi bahwa Allah ﷻ adalah sang pemilik, yang berkuasa dan yang mengurusi atau mendidik makhluknya menjadi lebih baik.

Selain itu kata rabb juga memiliki makna qayyim.

Qayyim adalah dia yang memastikan sesuatu tetap utuh.

Ada perbedaan antara makna dari murabbi dan qayyim. Murabbi memiliki makna bahwa pengurusannya terhadap sesuatu membuat sesuatu itu menjadi lebih baik, tumbuh menjadi lebih baik. 

Seperti pekerjaan mengurusi sebuah kebun yang juga menginginkan kebun tersebut makin subur, makin banyak daun, bunga, dan buahnya.

Seperti seorang guru, seorang pendidik yang salah satu tujuan pengajarannya adalah agar si murid menjadi lebih pintar dan memiliki kepribadian lebih baik.

Allah ﷻ tidak hanya menciptakan kita, tapi Dia juga mendidik kita  untuk menuju pribadi yang lebih baik. Dia juga membimbing kita untuk semakin dekat dengan diri-Nya. Itulah bagian di mana Allah ﷻ menjadi rabb bagi kita.

Sedangkan qayyim memiliki makna yang lebih mendasar lagi. Qayyim memastikan sesuatu tidak berantakan, memastikan sesuatu tidak tercerai berai, memastikan sesuatu tetap utuh. Jika murabbi bermakna mengembangkan sesuatu, membuat sesuatu tumbuh lebih baik, maka qayyim bermakna menjaga sesuatu agar tetap utuh, tetap pada fungsinya.

Dengan kata lain, tanpa adanya Allah ﷻ sebagai qayyim maka kita tidak akan bisa berdiri tegak seperti saat ini. Jantung kita tidak akan berdetak, paru-paru kita tidak akan bernafas, sel otak kita tidak akan bisa memproses segala informasi tanpa adanya peran Allah ﷻ sebagai qayyim yang mengurusi diri kita.

Jadi ketika Allah ﷻ sebagai rabb, Allah ﷻ memiliki kita, menguasai kita, mendidik kita, dan juga mengurusi segala detail kecil kebutuhan kita agar bisa tetap hidup.

Seorang anak kecil pada awalnya segala urusannya diurus oleh orang tuanya, dari makan minum sampai buang air dibantu oleh orang tuanya. Lalu ia tumbuh hingga dewasa sampai ia bisa mengurus dirinya sendiri. Namun di luar itu semua, tetap saja manusia tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Ada Allah ﷻ yang mengurus hidup tiap manusia termasuk kita. 

Kita tidak akan bisa hidup berlepas diri dari Allah ﷻ. Ada kuasa Allah ﷻ dibalik tiap hembusan nafas kita.

Di akhir Part-2 ini kita sudah tahu bahwa kata rabb meliputi  Allah ﷻ sebagai: 

🌸 Pemilik
🌸🌸 Penguasa
🌸🌸🌸 Pendidik
🌸🌸🌸🌸 Pengurus

Apakah sudah cukup sampai ini saja?

Tenang saja, masih ada yang lainnya kok, hehehe …

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Surah >  02. Al-Fatihah – A Deeper Look (03:05 – 05.15)


Materi VoB Hari Ke-99 Sore | Pemberi Hadiah 

Oleh: Muchamad Musyafa’
#MondayAlFatihahWeek15Part3
Part 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kita bahas makna lain lagi dari rabb, dan ini menjadi bagian paling favorit dari ustaz Nouman,

Al-Mun’im ( المُنْعِمٌ ), 

Mun’im berarti pemberi hadiah, pemberi karunia, Dia yang dermawan. 

Tidak ada satu hal pun yang Allah ﷻ berikan kepada kita kecuali merupakan sebuah hadiah. Tidak ada satu nikmat yang kita miliki kecuali merupakan karunia yang Allah ﷻ berikan kepada kita. 

Semua pemberian tersebut bukanlah gaji, bukanlah upah dan bukan juga sebuah bentuk ganti rugi. Semua yang kita dapatkan itu bukanlah sesuatu yang kita hasilkan, bukan juga sesuatu yang kita pantas terima sebenarnya. Semua itu sesungguhnya adalah sebuah hadiah.

Ada perbedaan yang mendasar antara menghasilkan sesuatu dengan menerima sebuah pemberian hadiah. 

Ketika kita menghasilkan sesuatu, berarti kita telah bekerja, telah berusaha untuk mendapatkannya. Kita memiliki hak penuh untuk menerimanya. Sehingga jika kita tidak menerima penghasilan itu, sah-sah saja jika kita mengadu sambal marah-marah.

Tetapi ketika kita menerima hadiah, kita tidak bekerja untuk mendapatkannya. Ketika kita menerima hadiah, sebenarnya kita menerima sesuatu yang sejak awal bukan hak kita. Kita mendapatkannya secara cuma-cuma. Jika kita tidak menerima hadiah itu, maka kita tidak pantas untuk mengadu dan marah-marah. 

Itulah hadiah, kita tidak mendapatkan hadiah itu sebagai penghasilan. Kita mendapatkannya di luar apa yang telah kita usahakan. Kita mendapatkannya secara cuma-cuma, gratis. 

Jadi apa yang telah Allah ﷻ berikan kepada kita adalah sebuah hadiah. Jari-jari yang kita miliki untuk menggulung pesan ini adalah hadiah. Kita tidak pernah melakukan perjanjian dengan Allah ﷻ agar diberi jari-jari yang lengkap. Kita tidak pernah melakukan perjanjian dengan Allah ﷻ agar diberi dua bola mata yang lengkap. Allah ﷻ memberinya kepada kita sejak lahir, saat kita belum bisa melakukan apa pun untuk Allah ﷻ. 

Jika seseorang tidak bisa mendalami makna Mun’im ini, maka tentu ia akan bertanya mengapa seseorang harus salat.

Jika seseorang belum bisa menginternalisasi pesan bahwa Allah adalah sang pemberi hadiah, maka ia akan bertanya mengapa seseorang harus banyak berdoa ketika doa itu tidak menjamin dirinya mendapatkan banyak harta di dunia.

Mereka menganggap bahwa Allah ﷻ membutuhkan salat kita, Allah ﷻ butuh untuk dipuja dan disembah. Sehingga ketika mereka merasa sudah salat, sudah berdoa maka mereka merasa berhak mendapatkan apa yang mereka minta.

Bukan begitu cara berpikirnya. 

Kita harus sadar bahwa apa yang kita miliki semua di dunia ini adalah hadiah. Dan semuanya hanya titipan sementara. Apa yang kita usahakan, apa yang kita lakukan untuk Allah ﷻ sangat tidak sebanding dengan apa yang telah Allah ﷻ berikan kepada kita. 

Allah ﷻ sudah sangat dermawan dengan apa yang telah Allah ﷻ berikan kepada kita. Berapa mau kita hargai sebuah bola mata kita, berapa harga ginjal kita. Berapa harga oksigen yang telah kita hirup sejak kita lahir sampai hari ini. Itu baru bagian kecilnya. Lalu apa yang telah kita lakukan untuk Allah ﷻ ? Sebanding kah dengan apa yang telah Allah ﷻ berikan kepada kita?

Jadi kata rabb jika kita urai, maka kita akan mendapatkan 5 makna antara lain :

🎁 Pemilik
🎀🎁 Penguasa
🎁🎀🎁 Pendidik
🎀🎁🎀🎁 Pengurus
🎁🎀🎁🎀🎁Pemberi karunia

Kita gabungkan kelima makna di atas, maka kita akan mendapatkan definisi yang baik apa itu rabb.

***

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Surah >  02. Al-Fatihah – A Deeper Look (05:16 – 10.08)


 

Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-99 Sore| Pemberi Hadiah

Siti Badriyah : 

“MashAllaah… baru mengerti makna Rabb itu sangat dekat sekali dengan hidup kita…. yang mengatur, menjaga, dan memiliki kita non stop 24 hours …. 

1. The absolute owner of human being
2. Who has authority (in charge) in us
3. Who gives guidance to us
4. Who take care of us
5. Who give abundance gifts to us 

All we need is connecting and submission to the owner of ourlife  … The Rabb … Allah Swt”

Ilmi : 

MasyaAllah alhamdulillah bi ni’matihii tatimmush shaalihaat 💝

Al Mun’im = memberi hadiah”

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.
Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.

Jazakumullahu khairan
Salam,

The Miracle Team 
Voice of Bayyinah

 

 

🌳🍃🍃🍃🍃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s