[AoQ2020] Latihan Mudhoof dan Mudhoof Ilayh


Materi AoQ Hari Ke-23 | Latihan Mudhoof dan Mudhoof Ilayh

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo22Part1

Part 1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Mari kita rekap dulu ya.

Mudhoof itu harus ‘ringan’ dan tanpa AL  ال.

Mudhoof ilayh harus jarr.

Keduanya harus sebelahan.

Sebentar lagi akan ditampilkan beberapa contoh.

Silahkan tentukan apakah contoh yang akan ditampilkan itu Mudhoof atau bukan, Mudhoof ilayh apa bukan.

Kalau iya, kenapa iya.

Kalau bukan, kenapa bukan.

La’alla assaa’ata  لَعَلَّ الساعَةَ.

Tentu saja ada dua kata di sini.

La’alla itu ‘ringan’ dan tanpa AL  ال.

Assaa’ata bukan jarr.

La’alla mungkin Mudhoof.

Karena tidak ada alasan untuk mengatakan bukan Mudhoof.

Assaa’ata  الساعة bukan jarr

Jadi tidak memenuhi syarat sebagai Mudhoof ilayh.

Karena bukan jarr.

Sekarang kita balik lagi ke la’alla  لَعَلَّ.

Apakah la’alla itu Mudhoof?

Dia ‘ringan’ dan tanpa AL, itu benar.

Tapi apakah dia itu Mudhoof?

Bukan.

Kenapa bukan?

Karena la’alla bukan ism.

Ingat bahwa di idhoofah ini kita membahas tentang ism dan ism

Tentang Mudhoof dan Mudhoof ilayh yang keduanya adalah ism.

Emang la’alla bukan ism?

Bukan. 

Anda pasti sudah tahu kenapa.

La’alla adalah harf

Dan kita sudah mempelajarinya. 

Jadi seharusnya kita yakin bahwa la’alla adalah harf

Tepatnya adalah harf nasb.

inna anna ka-anna bi-anna layta laakinna la’alla

Makanya setelah la’alla ada assaa’ata  الساعة yang nasb.

Lalu minallaahi  مِنَ اللهِ.

Mina  مِنَ itu ‘ringan’ dan tanpa AL.

Kata Allaahi  اللهِ itu jarr.

Jadi mungkin ini adalah pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Jawabannya: salah. 

Ini bukan pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Mengapa?

Karena kata mina  مِنَ atau min  مِنْ adalah harf jarr, bukan ism.

Masih ingat kan, harf jarr, ba ta kaf lam waw min fii ‘an ‘alaa hattaa ilaa.

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Ingat lagi bahwa harf  حرف, termasuk harf jarr, beda dengan ism   إسم. 

Ingat bahwa Mudhoof dan Mudhoof ilayh adalah pasangan dua ism.

Jadi dua contoh soal tadi itu pertanyaan jebakan.

Yang satu adalah harf nasb.

Yang satunya lagi adalah harf jarr.

Tentunya harf nasb dan harf jarr punya ‘korban’-nya masing-masing.

Kata assaa’ata adalah ‘korban’ dari harf nasb karena harus berakhiran a.

Kata Allaahi adalah ‘korban’ dari harf jarr karena harus berakhiran i.

Mohon dengan sangat, saat menggunakan contoh kata ‘Allah’, kita disiplin bilang kata ‘Allah’.

Bukan ‘Allah’, karena yang sedang kita bahasa bukan ‘Allah’, tapi kata ‘Allah’.

Jika Anda lupa dengan disiplin ini, mungkin Anda perlu istighfar. Yang banyak.

Kembali ke dua contoh tadi.

Mengapa kita membahas dua contoh yang tricky, yang bisa membuat kita terjebak?

Tentu saja ada tujuannya: supaya kita lebih paham bedanya tiga fragmen yang sudah kita pelajari.

Apa yang dimaksud dengan tiga fragmen itu?

Pertama adalah kombinasi antara harf nasb dan korbannya.

Kedua adalah harf jarr dan korbannya.

Ketiga adalah pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Ketiganya berbeda semua.

Tidak bisa yang pertama merangkap yang kedua.

Tidak bisa yang pertama merangkap yang ketiga.

Tidak bisa yang kedua merangkap yang ketiga.

Salah satu dari ketiganya tidak bisa merangkap sekaligus jadi yang lainnya.

Dengan kata lain, tidak bisa kita bilang:

‘contoh ini adalah harf nasb dan korbannya, sekaligus juga harf jarr dan korbannya’.

Tidak bisa kita bilang:

‘contoh ini adalah harf nasb dan korbannya, sekaligus juga Mudhoof dan Mudhoof ilayh’.

Tidak bisa kita bilang:

‘contoh ini adalah harf jarrb dan korbannya, sekaligus juga Mudhoof dan Mudhoof ilayh’.

Sekarang kita bahas kitaabal abroori  كِتابَ الأبرارِ.

Kita coba buktikan apakah benar ini adalah pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Kitaaba itu ‘ringan’.

Bukan kitaaban.

Kalau kitaaban, baru dia ‘berat’.

Lalu kitaaba juga tidak punya Alif Lam. 

Tidak didahului oleh AL..

Membuktikan bahwa dia mungkin adalah Mudhoof.

Bagaimana dengan abroori?

Apakah abroori adalah jarr?

Sepertinya iya, karena akhirannya i. Abroori.

Kalau abrooru, raf’. Abrooro, nasb.

Abroori berarti jarr.

Kitaaba itu kitab.

Abroori itu orang yang benar.

Jadi kitaaba al-abroori artinya ‘kitab orang yang benar’.

Dalam bahasa Indonesia, antara Mudhoof dan Mudhoof ilayh boleh kita beri ‘kata bayangan’ yaitu ‘dari’ atau ‘milik’.

Kitab orang yang benar.

Kitab dari orang yang benar.

Kitab milik orang yang benar.

Contoh ini dipastikan adalah pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Yuk kita lanjut dengan inna Allaaha  إن اللهَ.

Kata inna artinya ‘tentu saja’.

Inna bukan Mudhoof karena bukan ism tapi harf.

Tepatnya adalah harf nasb.

Inna anna ka-anna bi-anna layta laakinna la’alla.

Kata Allaaha adalah nasb, bukan jarr.

Jadi tidak mungkin pasangan ini adalah Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Ma’a ashshaabiriina  مع الصابرِينَ.

Ma’a itu ‘ringan’ dan tidak pakai AL.

Ma’a bukan ba ta kaf lam wawu min fii ‘an ‘alaa hattaa ilaa. 

Bukan. Ma’a bukan harf jarr.

Maka ma’a mungkin Mudhoof.

Ashshaabiriina berakhiran -iina, bisa nasb bisa jarr.

Ashshaabiruuna adalah raf’ 3+.

Ashshaabiriina adalah nasb 3+ atau jarr 3+.

Ingat prinsip yang pernah kita bahas.

Jika yang satu mungkin Mudhoof, dan yang satunya lagi mungkin Mudhoof ilayh, maka pasangan itu jadi Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 04. Al-Idafa Practice 

Video ke 22 dari 86 video.

Durasi: 08 menit 03 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 04. Al-Idafa Practice (00:00-04:27)


Part 2

Khalqu assamaawaati  خلق السماوَاتِ.

Khalqu bukan khalqun.

‘Ringan’, bukan ‘berat’.

Tanpa AL. Bukan al-khalqu.

Masuk kualifikasi untuk jadi Mudhoof.

Assamaawaati.

Akhiran i di sini tricky, bisa menjebak.

Belum bisa dipastikan jarr.

Ingat lagi Tabel MUSLIMAH 1, 2, DAN 3+.

Akhiran –aatun -aatin -aatin.

Atau –aatu -aati -aati.

Akhiran -aati bisa nasb bisa jarr.

Tapi karena ‘mungkin’, maka pasangan ini adalah Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Khalqu assamaawaati artinya penciptaan langit.

Satu lagi ‘kata bayangan’ yang bisa dipasang antara Mudhoof dan Mudhoof ilayh adalah ‘berupa’.

Penciptaan ‘berupa’ langit.

Jadi khalqu assamaawaati adalah pasangan _Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Arrahmaani Arrahiimi  الرحمٰن الَّحِيْمِ.

Nah, terkenal nih.

Apakah ini pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh?

Pasangan ini kena diskualifikasi.

Kenapa?

Kenapa pasangan ini bukan Mudhoof dan Mudhoof ilayh?

Saya yakin Anda sudah tahu jawabannya.

Karena ada jawaban yang begitu sederhana.

Yaitu karena ada AL sehingga arrahmaani tidak mungkin Mudhoof.

Lho tapi itu kan bahasa Arab yang bagus, Arrahmaani Arrahiimi itu, kenapa sih ga masuk kategori pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh?

Hehehe memutuskan apakah sepasang kata itu Mudhoof dan Mudhoof ilayh, tidak bisa dengan menekan tombol like. 😃😃

Ini bukan persoalan suka atau tidak suka.

Ini bukan persoalan bahasa yang bagus atau tidak bagus.

Yang bagus-bagus dan indah-indah memang tidak harus masuk kategori pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Sekarang.

Ghafuurun rohiimun  غَفُورٌ رحيمٌ.

Apakah ini masuk kualifikasi Mudhoof dan Mudhoof ilayh?

Kalau iya, kenapa, dan kalau tidak, kenapa?

So pasti bukan lah yaw.

Ghafuurun itu ‘berat’, jadi tidak mungkin Mudhoof.

Lanjut contoh lain lagi.

Millata ibraahiima  ملةَ إبراهيمَ.

Millata itu ‘ringan’ dan tanpa AL. Berarti Mudhoof.

Kata Ibraahiima sepertinya nasb.

Tapi ternyata bukan. 

Kata Ibraahiima itu bukan nasb.

Karena kata Ibraahiima adalah fleksibel sebagian.

Ingat lagi pelajaran tentang kata yang fleksibel sebagian.

Pola akhiran untuk kata yang fleksibel penuh: u a i.

Pola akhiran untuk kata yang fleksibel sebagian: u a a.

Jadi untuk kata yang fleksibel sebagian dalam contoh ini:

versi raf’ adalah Ibraahiimu,

versi nasb adalah Ibraahiima, dan

versi jarr adalah Ibraahiima.

Tidak pernah ada kata Ibraahiimi.

Tidak pernah ada kata Yuusuufi.

Tidak pernah ada kata Yuunuusi.

Jadi Ibraahiima bisa nasb, bisa jarr.

Karena ‘bisa’, alias ‘mungkin’, berarti millata ibraahiima adalah pasangan Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Agama Ibrahim.

Atau, ‘Agama dari Ibrahim’, jika kita menggunakan ‘kata bayangan’ yaitu ‘dari’.

Alhamdulillah.

Selesai sudah kita berlatih mengenali Mudhoof dan Mudhoof ilayh.

Barakallaahu lii wa lakum.

Wassalaamu ‘alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

***

RINGKASAN

LATIHAN MUDHOOF DAN MUDHOOF ILAYH

HARF NASB ITU BUKAN ISM.

HARF JARR JUGA BUKAN ISM.

MEREKA BERDUA BUKAN MUDHOOF.

POLA AKHIRAN FLEKSIBEL SEBAGIAN ADALAH U-A-A, ARTINYA BISA JARR MESKI BERAKHIRAN A.

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 04. Al-Idafa Practice 

Video ke 22 dari 86 video.

Durasi: 08 menit 03 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 04. Al-Idafa Practice (04:27-08:03)

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.

Jazakumullahu khairan

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s