[VoB2020] Kisah Ibrahim yang Telah Lama Hilang, Allah ‘Kembalikan’


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-94

Topik: Pearls from Ali Imran

Rabu, 23 September 2020

Materi VoB Hari ke-94 Pagi | Kisah Ibrahim yang Telah Lama Hilang, Allah ‘Kembalikan’

Oleh: Oleh: Nurfitri Anbarsanti

#WednesdayAliImranWeek14Part1

بسم الله الرحمن الرحيم

Sewaktu Ibrahim a.s. muda diusir oleh kaumnya sendiri, Ibrahim a.s. pernah berdoa agar perjalanan hidup beliau dapat menjadi petunjuk bagi orang banyak, dan doa tersebut termaktub di QS Asy-Syuara 26:84. 

Ibrahim a.s. berharap agar perjalanan hidupnya bisa menjadi shodaqoh jariyah baginya. Tapi, bisakah kita menemukan seseorang yang benar-benar bisa menceritakan apa yang terjadi sebenarnya di kampung tempat tinggal Ibrahim a.s. saat itu? 

Seorang anak muda, remaja yang terusir dari kampung dengan penghakiman sesat, gila dan sebagainya dari kaumnya. Siapa yang akan peduli? 

Apakah mungkin ada wartawan yang meliput dan menjadikannya berita yang terkenal? Dan jika ada wartawan pun, apakah wartawan itu akan menceritakan hal-hal yang baik dari Ibrahim a.s., atau malah menceritakan ‘kegilaan’ Ibrahim a.s.?

Sehingga, Ibrahim a.s., dalam keadaan terusir dan tersakiti, berdoa, 

وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ

“dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,” (QS. Asy-Syuara 26:84)

Kisah kebenaran ini, يَخْفٰى عَلَ النَّاسِ, sungguh tersembunyi dari manusia. Karena tidak satu pun manusia yang menyaksikan Ibrahim a.s. mengucapkan doa ini. 

Ribuan tahun kemudian, orang-orang sudah melupakan namanya, sudah melupakan garis keturunannya, dan sudah melupakan nama kampungnya. 

Bahkan kampung Ur, kampung Nabi Ibrahim a.s., saat ini sudah terkubur, semua sudah di bawah tanah. Tidak ada yang tahu kampung ini pernah ada karena sudah terkubur, kampung ini bahkan kadang dianggap tidak pernah ada. 

Tapi, kisah ini benar-benar Allah bawa ‘hidup’ kembali di dalam Al-Qur’an. Dan doa yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s., Allah tuliskan dengan sempurna di dalam Al-Qur’an.

Mari kita renungkan betapa mendalamnya apa yang telah Allah ﷻ lakukan. Allah ﷻ telah ‘mengambil’ kembali kisah yang telah lama tersembunyi dan terlupakan, menjadi ‘hidup’ dan ‘hadir’ lagi di kehidupan kita. 

Karena pada hakikatnya, 

لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ

“Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.” (QS Ali Imran 3:5)

Apa yang telah hilang selama berabad-abad, sanggup Allah ‘hidupkan’ dan ‘kembalikan’. Entah itu di bumi atau di langit.

Lalu, apa yang ada di langit?

(bersambung insyaa Allaahu ta’aalaa ba’da zhuhur)

———————————————–

💎💎💎💎💎

Sumber: – Bayyinah TV – Surahs – Deeper Look – 02. Ali Imran – Ayah 3 – 6 Ramadan 2018 (42:20-47:10)

Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-94 Pagi | Kisah Ibrahim yang Telah Lama Hilang, Allah ‘Kembalikan’

Kei:

Terharu 😭


Materi VoB Hari ke-94 Siang | Tidak Ada Sesuatu Pun yang Tersembunyi, Baik di Langit Maupun di Bumi

Oleh: Oleh: Nurfitri Anbarsanti

#WednesdayAliImranWeek14Part2

بسم الله الرحمن الرحيم

Kita tahu, bahwa di langit, wahyu yang asli itu masih ada. Baik itu Taurat, Injil dan Al-Qur’an; seluruh bentuk original nya ada di langit, bersama Allah ﷻ. Taurat masih dalam bentuk yang sempurna, tidak ada yang menyimpang, masih ada di sisi Allah ﷻ.

Tapi, seberapa banyak wahyu-wahyu yang hilang di bumi, Allah juga mengetahuinya. Allah tahu apa saja ajaran-ajaran Yesus yang masih asli, yang langsung diturunkan dari langit, dan apa saja yang telah hilang dan masih tersisa di bumi. Allah tahu bagian-bagian mana saja, bab-bab mana saja dari ajaran Yesus yang masih ada di bumi.

Allah berfirman, tidak ada yang tersembunyi, baik di bumi maupun di langit. Allah tahu perbedaan wahyu-wahyu Allah yang masih tersisa di bumi dan yang masih utuh di langit. 

Nah, mari kita lihat dari sudut pandang lain. Di ayat ke empat, Allah menyatakan ada Al-Furqan.

وَاَنْزَلَ الْفُرْقَانَ

“dan Dia menurunkan Al-Furqan.”

Dengan Al-Furqan ini, Allah menciptakan konflik antara Haq dan Batil. Dan ketika konflik antara Haq dan Batil itu ada, siapa yang paling kuat di bumi?

Firaun, kuat sekali; kekuasaannya besar, sampai berani mengaku Tuhan. Romawi, kuat sekali, punya kekuasaan yang besar, wilayahnya luas. Rabi-Rabi Yahudi, juga punya kecerdasan yang kuat. Quraisy, juga kaum yang besar dan menguasai pasar, bisa memboikot kapan saja. Mereka semua kuat dan powerful.

Yang posisinya lemah dan dilemahkan saat konflik terjadi, malah biasanya orang-orang mu’min. Tetapi Allah tahu, bahwa sebenarnya, kekuatan dan kekuasaan yang ada di bumi tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan langit. Tentara Allah di langit siap saja mengalahkan kekuatan yang ada di bumi..

Benar-benar tidak ada yang tersembunyi dari Allah ﷻ. 

Suatu hal mungkin saja tersembunyi dari kita, dan sesuatu tersebut juga tersembunyi dari orang lain. Tapi tidak ada yang tersembunyi dari Allah. 

لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ

“Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.” (QS Ali Imran 3:5)

Ayat ini juga berhubungan dengan bagian luar dan bagian dalam dari amal-amal kita.

Bagian luar yang tampak dari amal kita adalah perbuatan yang tampak, yang kita lakukan di bumi, sedangkan bagian dalam dari amal-amal kita, seperti niat dan keikhlasan, akan dievaluasi di langit. 

Kepada Allah-lah kembali segala urusan. Nanti, Allah akan menghitung amal-amal mana yang ‘bernilai’, dari apa yang tampak di bumi dan apa yang sampai ke langit.

Ayat ini juga berhubungan dengan rahim lho. Apa hubungannya?

(bersambung in syaa Allaahu ta’aalaa ba’da Ashar) 

———————————————–

💎💎💎💎💎

Sumber: – Bayyinah TV – Surahs – Deeper Look – 02. Ali Imran – Ayah 3 – 6 Ramadan 2018 (42:20-47:10)


Materi VoB Hari ke-94 Sore | Allah, Tidak Ada yang Tersembunyi dari-Nya; Sementara Kita, Hampir Semuanya Tersembunyi dari Kita

Oleh: Oleh: Nurfitri Anbarsanti

#WednesdayAliImranWeek14Part3

بسم الله الرحمن الرحيم

Di ayat Ali Imran ke enam, Allah ﷻ juga menyebutkan rahim.

هُوَ الَّذِيْ يُصَوِّرُكُمْ فِى الْاَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاۤءُ ۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS Ali Imran 3:6)

Di awal surat Ali Imran ini, disebutkan bahwa Allah ﷻ membentukmu dengan bentuk apapun sesuai yang Allah kehendaki. Ini tentu merupakan kelanjutan dari konsep yang pernah kita pelajari di ayat kedua, 

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ 

“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup,” (QS Ali Imran 3:2)

Yaitu Al-Hayy (الْحَيُّ). 

Ketika Allah mendeskripsikan bagaimana Dia memberikan kehidupan, sebenarnya Allah sedang melanjutkan Al-Hayy di sini. Sehingga, Allah berfirman,  يُصَوِّرُكُمْ فِى الْاَرْحَامِ, Dia membentukmu di dalam rahim ibumu, di dalam perut ibumu , كَيْفَ يَشَاۤءُ, bagaimanapun yang Dia kehendaki.

Di surat Ali Imran, disebutkan kisah Nabi Isa a.s., dan kita tahu bahwa kontroversi terbesar pada Isa a.s. adalah mengenai kelahirannya. Dan sebenarnya ayat ini ada implikasinya juga terhadap Nabi Isa a.s.

Allah membentuk kita di dalam perut ibu kita, tidak ada yang tersembunyi dari Allah. 

Tapi, apakah kita tahu bagaimana kita dibentuk? Seberapa mancung hidung kita, seberapa lebar mata kita, atau apakah kita punya alis atau tidak, bagaimana pembentukan bagian badan kita yang lainnya?

Kita benar-benar tidak punya pilihan atas bagaimana bentuk wajah kita di dalam rahim ibu kita. Kita pun diciptakan untuk tidak menyaksikan penciptaan kita sendiri.

Dan tidak ada ‘custom order’ seperti, mau setinggi apa? Mau warna kulit hitam atau putih? Seperti saat kita membuat avatar di video game, kita bisa memilih warna kulit kita, bentuk wajah kita, sampai kita bilang “Ya.. yang kayak gini sudah mirip nih sama saya”.

Apakah kita mampu menceritakan, bagaimana kita dibentuk di dalam rahim? Atau kah kita sedikit saja mengetahui bagaimana kita ‘dibuat’?

Di ayat ini, kita tidak tahu apa-apa. Bahkan kita tidak tahu tentang diri kita sendiri. Kita tidak tahu apa-apa. Allah, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya; sementara kita, hampir semuanya tersembunyi dari kita. Bahkan tentang diri kita sendiri.

هُوَ الَّذِيْ يُصَوِّرُكُمْ فِى الْاَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاۤءُ

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki.”

Allah membentuk kita di dalam rahim, menurut yang Dia kehendaki. Kita sebagai manusia tidak punya kehendak atas diri kita pada saat penciptaan di dalam rahim.

Mengapa ini begitu penting disebutkan di dalam Al-Qur’an?

(bersambung in syaa Allaahu ta’aalaa minggu depan) 

———————————————–

💎💎💎💎💎

Sumber: – Bayyinah TV – Surahs – Deeper Look – 02. Ali Imran – Ayah 3 – 6 Ramadan 2018 (42:20-47:10)

Diskusi dan Tanggapan VoB Hari ke-94 Sore | Allah, Tidak Ada yang Tersembunyi dari-Nya; Sementara Kita, Hampir Semuanya Tersembunyi dari Kita

Ajeng Izura:

Jazakumulloh penjelasannya 💙

Yang paling mengena bahwa kita sbg manusia bahkan tidak tau bagaimana kita diciptakan.. manusia benar-benar lemah yaa..

***


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s