[AoQ2020] Kesebelasan Harf Jarr


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Arabic of Quran (AoQ2020) Hari Ke-21

Sabtu, 26 September 2020

Materi AoQ Hari Ke-21 Sore | Yang Dimiliki dan Pemiliknya Part 1

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo20Part1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Ism sudah done. Alhamdulillah.

Harf sudah kita awali pelajaran pertama di sesi sebelumnya. Harf Nasb.

Sekarang, insya Allah kita lanjutkan mempelajari harf.

Kita ingat bersama-sama lagi definisi dari harf:

kata yang artinya ga jelas kecuali jika ada kata yang mengikutinya.

Ism beda dengan harf.

Ism punya status, gender, number, dan type.

Tidak ada satupun dari SGNT itu yang berlaku untuk harf.

Harf tidak punya keempat sifat tadi.

Harf tidak punya status.

Harf tidak punya gender.

Harf tidak punya number.

Harf tidak punya type.

Sederhananya, harf adalah sebuah kata, kata ya bukan huruf, sebuah kata yang ga nyambung kecuali jika ada sebuah kata yang mengikutinya.

Mungkin Anda bertanya, kenapa tidak kita sebut saja: ‘kata depan’?

Gimana, siapa yang setuju kalau kita sebut saja harf dengan ‘kata depan’?

Ini bukan masalah setuju atau tidak setuju. 😃😃

Mungkin mirip, atau dekat, tapi harf itu beda dengan kata depan.

Contohnya, di pelajaran sebelumnya, ada kata inna إِنَّ.

Artinya, ‘tentu saja’. 

Inna  إِنَّ  atau ‘tentu saja’ bukanlah kata depan.

Makanya harf tidak bisa kita sebut ‘kata depan’.

Harf tetaplah harf  حَرْف.

Di materi sebelumnya kita mempelajari harf nasb:

inna anna ka-anna bi-anna layta laakinna la’alla.

Sudah hafal di luar kepala?

Hafalannya sudah mendarah daging?

Semoga sudah ya.

Di sesi ini kita juga akan melakukannya.

Mindless memorization exercise.

Latihan menghafal tanpa berpikir.

Ada sejumlah kata yang akan kita ulang bersama-sama.

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Yuk kita ulangi lima kali.

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Sekarang kita ucapkan sekali lagi:

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و,

Sekarang, pejamkan mata, dan ulangi lagi lima kali.

Hmmm. 

Mengesankan. 😃😃👍👍👏👏

Kita lanjut dengan:

min  مِنْ  fii   فِى  _’an  عَنْ,  ‘alaa  عَلى  hattaa  حَتّى  ilaa  إِلى

min fii ‘an, ‘alaa hattaa ilaa

Mungkin ada yang susah mengucapkan huruf ‘ain.

Tapi gapapa, lanjut saja.

Dan tenang saja, karena ini bukan kelas tahsin 😃😃

Di luar kelas bahasa Arab Al-Qur’an, silakan Anda berlatih di kelas tahsin.

Khusus untuk Anda yang perlu menyempurnakan makhorijul huruf.

Kembali ke laptop. 

Kembali ke harf jarr.

Coba kita ulangi bersama-sama:

min fii ‘an, ‘alaa hattaa ilaa

min fii ‘an, ‘alaa hattaa ilaa

min fii ‘an, ‘alaa hattaa ilaa

Ayo kita ulangi bersama tiga kali lagi:

min مِنْ fii فِى ‘an عَنْ, ‘alaa عَلى hattaa حَتّى ilaa إِلى

min مِنْ fii فِى ‘an عَنْ, ‘alaa عَلى hattaa حَتّى ilaa إِلى

min مِنْ fii فِى ‘an عَنْ, ‘alaa عَلى hattaa حَتّى ilaa إِلى

Oke, sekarang rehat sejenak.

Ambil nafas.

Tarik nafas dalam-dalam. 😃😃

Karena Anda akan menghafal yang sebelas ini.

Meski Anda mungkin belum tahu artinya.

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Kita berjuang dulu yach.

Sampai kita benar-benar nyaman dengan ‘kesebelasan’ ini.

Karena kalau pemainnya belum komplet sebelas, berarti tim kita belum siap bertanding. 😃😃

Mari kita ulangi lagi.

Ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل, wawu و, min fii ‘an, ‘alaa hattaa ilaa

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Ini bukan tentang menyelesaikan sebuah materi.

Ini bukan tentang menyelesaikan sebuah pelajaran.

Ada yang perlu masuk di kepala.

Atau, ada yang perlu Anda hafal di luar kepala.

Apa pun lah istilahnya, mau masuk kepala, mau luar kepala, yang dimaksud adalah sama.

Yang penting, hafalah tadi ada di kepala Anda.

Bukan di atas secarik kertas.

Bukan di hape.

Bukan di layar.

Bukan di hard drive.

Tapi di kepala Anda.

Oh, ralat yang tadi, di hard drive juga boleh, tapi hard drive yang ada di kepala Anda. 😃😃

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Diulang lagi ya, sebelas kali:

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Sekarang kita harus tahu, atau kita ingat lagi.

Bahwa ‘kesebelasan’ ini, disebut harf jarr.

Artinya, setiap ism yang datang setelahnya, otomatis adalah jarr.

Coba kita ulangi sekali lagi hafalan kesebelasannya.

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Nah sekarang silakan Anda sebutkan satu kalimat yang Anda pasti sudah sangat hafal.

Karena sering Anda ucapkan.

Dan asiknya, kalimat itu mengandung harf yang ada di ‘kesebelasan’ tadi.

Kalimat itu ada di mush-haf Al-Qur’an di bagian paling awal.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

QS Al-Fatihah, 1:1.

Huruf ba  ب di bismi adalah termasuk harf jarr

Termasuk anggota ‘kesebelasan’.

Bismi بِسْم  itu kan dari bi ب  dan ismi اِسْمِ.

Padahal ism itu kan seharusnya bisa ismu اِسْمُ atau isma  اِسْمَ?

Ya, bisa. 

Bisa sebagai raf’ (ismu), nasb (isma), maupun jarr (ismi). 

Masalahnya, ada bi  بِ yang mendahuluinya. 

Dan bi  بِ adalah anggota kesebelasan harf jarr. 

Setelah bi  بِ, pasti jarr. Maka jadinya bismi  بِسْمِ.

Begitu juga dengan ta’awudz.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Di sini ada billaahi

Padahal kata Allah الله itu bisa Allaahu  اللهُ sebagai raf’.

Bisa Allaaha اللهَ sebagai nasb.

Dan bisa Allaahi اللهِ sebagai jarr. 

Tapi kenapa di sini Allaahi اللهِ sebagai jarr

Karena didahului oleh bi بِ sebagai harf jarr.

Masih tentang ta’awudz.

Mengapa tidak asysyaythaanu?

Kenapa tidak asysyaythaana?

Kenapa asysyaythaani?

Karena didahului min, anggota juga, kesebelasan harf jarr.

Sekali lagi, kita ulangi anggota kesebelasan harf jarr:

ba ta kaf lam wawu, min fii ‘an, ‘alaa hattaa ilaa.

Sebenarnya harf jarr itu tidak cuma 11.

Daftarnya lebih panjang lagi, ada 17.

Kenapa tambahan yang enam itu tidak perlu dihafal?

Karena tidak muncul di Al-Qur’an. 

Atau setidaknya, tidak sebagai harf jarr

Jadi ga perlu mikirin itu.

Fokus aja ke harf jarr yang sebelas itu. 

Ba ta kaf lam wawu min fii ‘an ‘alaa hattaa ilaa.

Mereka bersebelas itulah yang sering muncul berulang-ulang di Qur’an.

Untuk saat ini, makna tidak terlalu penting, walaupun akan segera kita pelajari juga.

Yang lebih penting adalah hafal.

ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

Kenapa yang lebih penting adalah hafal?

Dan makna kurang dianggap penting.

Di tahap ini?

Karena kesebelasan ini muncul berulang-ulang.

Akan nancep sendiri ntar pemahaman kita akan maknanya. 

Atau istilahnya automatically sinking in your head.

Ba ب artinya dengan.

Bismillaah berarti dengan nama Allah.

Ta ت artinya demi, digunakan untuk bersumpah, tapi sumpah yang tidak biasa-biasa saja. Bukan sumpah yang jelek. Bukan sumpah yang diikuti kata-kata yang buruk. Dan bukan sumpah yang biasa.

Mungkin Anda pernah dengar orang bilang wallaahi وَللهِ. 

Itu adalah sumpah yang artinya demi Allah. 

Tapi kalau orang Arab lagi benar-benar super duper serius, dia bilangnya tallaahi تَااللهِ.

Wallaahi aku pengen es krim.

Wallaahi lapar bener akyuh.

Tallaahi diriku bisa mati kalau begini terus (tidak mendapatkan supply makanan).

(قَالُوا۟ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُا۟ تَذۡكُرُ یُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَـٰلِكِینَ)

QS Yusuf 85.

Mereka berkata, “Demi Allah, engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf, sehingga engkau (mengidap) penyakit berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa.” (QS 12:85)

Ka ك artinya seperti.

Ada yang hafal surah al-Fiil atau alam taro?

Banyak lah yaw.

Nah, surah ke-105, di ayat ke-5, ada contoh penggunaan ka ك.

(فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفࣲ مَّأۡكُولِۭ)

QS Al-Fil 5.

Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS 105:5)

Ka’ashfin كَعَصْفٍ artinya ‘seperti jerami’.

Ada juga penggunaan ka ك di surah Ibrahim:

(أَلَمۡ تَرَ كَیۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلࣰا كَلِمَةࣰ طَیِّبَةࣰ كَشَجَرَةࣲ طَیِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَابِتࣱ وَفَرۡعُهَا فِی ٱلسَّمَاۤءِ)

QS Ibrahim 24.

Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (QS 14:24)

Kasyajarotin  كَشَجَرَةٍ artinya ‘seperti sebuah pohon’.

Kita lanjutkan pembahasannya insya Allah ba’da ‘isya.

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 02. Harf al-Jarr and Victim 

Video ke 20 dari 86 video.

Durasi: 12 menit 52 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 11. Attached Pronouns (00:00-07:17)

***


Materi AoQ Hari Ke-21 Malam | Yang Dimiliki dan Pemiliknya Part 2

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo20Part2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tampak seperti satu kata. 

Kasyajarotin كَشَجَرَةُ.

Padahal dua kata: ka كَ dan syajarotin شَجَرَةٍ.

Dari mana kita tahu kata-kata seperti itu adalah dua kata, bukan satu kata?

Don’t worry, masalah itu akan beres seiring dengan pengalaman.

Pesan moralnya: keep on learning.

Tetaplah belajar.

Jadi,

Ba ب artinya ‘dengan’.

Ta ت artinya ‘aku bersumpah demi’.

Ka ك artinya seperti.

Lam ل artinya ‘untuk’.

Ini adalah lam ل yang sama persis dengan lam ل yang ada di lillaahi pada alhamdulillah

Lillaahi لِلَّهِ. 

Karena didahului lam ل, maka kata ‘Allah’ menjadi jarr. Yang ditandai dengan akhiran bunyi i. Lillaahi. Bukan lillaahu, bukan lillaaha.

Selesailah ba ب, ta ت, kaf ك, lam ل.

Sekali lagi, lam ل artinya ‘untuk’.

Wawu و sudah dibahas ya. 

Artinya ‘demi’.

Wallaahi وَاللهِ artinya ‘demi Allah’.

Min من artinya ‘dari’.

Ini adalah min yang sama yang digunakan di ta’awudz. A’uudzubillaahi MINasysyaythoonirrojiim.

MINasysyaythooni مِنَ الشَّيْطٰنِ sehingga kata syaythooni menjadi jarr. Bukan syaythoonu. Bukan syaythoona.

MINasysyaythooni artinya ‘dari syaythoon’. Kita minta perlindungan Allah dari syaythoon

Ini bisa dijadikan kebiasaan yang baik.

Jika misalnya kita lupa, min itu artinya apa, MIN itu artinya apa ya, maka bacalah ta’awudz. 😃😃👍👍 

Dan agak dikeraskan saat membaca MIN. Semoga mempermudah kita untuk mengingat bahwa MIN artinya ‘DARI’.

Kata fii ْفِى artinya ‘di’. Atau, ‘dalam’.

Atau, ‘di dalam’. 

Manusia itu dalam kerugian. 

Innal insaana lafii khusrin. Fii khusrin فِىْ خُسْرٍ. Sehingga khusrin adalah jarr. Khusrin. Bukan khusrun. Bukan khusron.

Jika lupa arti fii, baca Al-‘Ashr.

Semoga bisa membantu mengingatnya.

Inilah yang pernah disebutkan bahwa yang penting adalah hafal ba ta kaf lam wawu, min fii ‘an ‘alaa hattaa ilaa.

Soal arti, beres sendiri dengan pengalaman insya Allah.

‘An عَنْ artinya ‘tentang’. 

(ٱلَّذِینَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ)

QS Al-Ma’un 5.

(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya,

(QS 107:5)

Saahuun itu malas, kurang semangat, lalai, ga peduli, neglectful.

‘An sholaatihim artinya tentang sholat mereka.

Allaahumma innii a’uudzubika MIN ‘adzaabi jahannam wa MIN ‘adzaabi alqobr wa MIN fitnati almahyaa’ wa almamaat wa MIN syarri alfitnati almasiihi addajjaal.

Allaahumma innii a’uudzubika MIN al-ma’tsami wa al-maghrami.

Allaahumma innii a’uudzubika MIN syarri maa ‘amiltu wa MIN syarri maa lam a’mal.

Allaahumma haasibnii hisaaban yasiiroo.

Itu tadi doa-doa yang bagus.

Yang biasa dibaca di penghujung shalat kita.

Bagi yang biasa membacanya.

Adakah MIN di surah An-Naas?

Coba check yach.

‘Alaa على artinya ‘atas’. Atau, ‘di atas’. Atau, ‘kepada’.

Wa ‘alallaahi falyatawakkalil mu’minuun.

(إِذۡ هَمَّت طَّاۤىِٕفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا وَٱللَّهُ وَلِیُّهُمَاۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡیَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ)

QS Ali ‘Imran 122.

Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. 

(QS 3:122)

Innallaaha ‘alaa kulli syay-in qodiir.

(یَكَادُ ٱلۡبَرۡقُ یَخۡطَفُ أَبۡصَـٰرَهُمۡۖ كُلَّمَاۤ أَضَاۤءَ لَهُم مَّشَوۡا۟ فِیهِ وَإِذَاۤ أَظۡلَمَ عَلَیۡهِمۡ قَامُوا۟ۚ وَلَوۡ شَاۤءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَـٰرِهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ)

QS Al-Baqarah 20.

Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu

(QS 2:20)

Pengucapan dari على tidak hanya ‘alaa.

Bisa juga ‘alay. Seperti pada ghayril maghdhuubi ‘alayhim.

(صِرَ ٰ⁠طَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمۡتَ عَلَیۡهِمۡ غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ)

QS Al-Fatihah 7.

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 

(QS 1:7)

Atau saat sesama muslim saling menyapa..

Assalaamu’alaykum السلام عليكم.

Keselamatan semoga terlimpah kepadamu.

Hattaa حتى artinya ‘sampai’. Atau, ‘hingga’.

Salaamun hiya hattaa mathla’il fajr.

(سَلَـٰمٌ هِیَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ)

QS Al-Qadr 5.

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. 

(QS 97:5)

Ilaa إلى artinya ‘untuk’. Atau, ‘menuju’. Atau, ‘ke arah’. Atau, ‘kepada’.

Ilallaahi marji’ukum.

(إِلَى ٱللَّهِ مَرۡجِعُكُمۡۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرٌ)

QS Hud 4.

Kepada Allah-lah kamu kembali. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 

(QS 11:4)

Sebagaimana على bisa dibaca ‘alaa atau ‘alay.

Maka إلى juga bisa dibaca ilaa atau ilay.

Seperti saat ada yang meninggal.

(ٱلَّذِینَ إِذَاۤ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِیبَةࣱ قَالُوۤا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاۤ إِلَیۡهِ رَ ٰ⁠جِعُونَ)

QS Al-Baqarah 156.

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). 

(QS 2:156)

Yuk kita bikin ringkasannya:

Ba artinya ‘dengan’.

Ta artinya ‘saya bersumpah demi’.

Kaf artinya ‘seperti’.

Lam artinya ‘untuk’.

Wawu artinya ‘demi’.

Min artinya ‘dari’.

Fii artinya ‘di’.

‘An artinya ‘tentang’.

‘Alaa artinya ‘atas’ atau ‘kepada’.

Hattaa artinya ‘hingga’ atau ‘sampai’.

Ilaa artinya ‘ke’ atau ‘menuju’.

Ba ta kaf lam wawu min fii ‘an ‘alaa hattaa ilaa.

Maknanya apa, tidak terlalu penting saat ini.

Yang penting hafal aja dulu, kesebelasan ini.

Karena artinya akan otomatis ‘dapet’ dari pengalaman.

Makin kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, makin terbuka sendiri arti dari kata-kata itu.

Apalagi tidak ada satu halaman pun di Al-Qur’an yang tidak memuat kata yang ada di anggota kesebelasan ini.

Beneran! 

Akan menjadi aktivitas yang menyenangkan!

Buka secara acak satu halaman Al-Qur’an.

Temukan anggota kesebelasan di halaman itu!

Dijamin, pasti ketemu!

Barakallaahu lii wa lakum.

Wassalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

***

RINGKASAN

KESEBELASAN HARF JARR

HAFALKAN KATA-KATA HARF JARR INI:

BA TA KAF LAM WAWU MIN FII ‘AN ‘ALAA HATTAA ILAA ب ت ك ل و من فى عن على حتى إلى

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 02. Harf al-Jarr and Victim 

Video ke 20 dari 86 video.

Durasi: 12 menit 52 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 11. Attached Pronouns (07:17-12:52)

***


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Arabic of the Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s