[VoB2020] Kemurnian dari Bahasa Arab


Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-89

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 18 September 2020

Materi VoB Hari ke-89 Pagi | Kemurnian dari Bahasa Arab

Ditulis oleh: Rizka Nurbaiti

#FridayAlKahfiWeek13Part1

Part 1

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Bahasa Arab merupakan bahasa yang murni. Bahasa Arab dikatakan bahasa yang murni karena mayoritas kata dalam bahasa ini adalah Arab.

Jika ada kata dari luar bahasa Arab, maka kata itu dikonversi ke dalam bahasa Arab dengan cara yang sistematis.

Contoh kata-kata yang berasal dari bahasa lain adalah seperti sijjiil (سِجِّيل), jahannam (جَهَنَّم), dan usthuurah (أُسْطُوْرَة).

Sijjiil (سِجِّيل) berasal dari bahasa Farsi yaitu سنگ (sangge) dan گل (gil).

Kata سنگ (sangge) yang berarti batu dan گل (gil) yang berarti tanah liat.

Jadi sijjiil adalah kerikil yang terbuat dari batu. Seperti, tanah yang mengering dan membentuk kerikil kecil.

Kata sijjiil ini terdapat pada QS Al-Fil, 105:4, yaitu sebagai berikut:

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍۢ مِّن سِجِّيلٍ

Artinya: (Pasukan burung yang berbondong-bondong) yang melempari mereka (pasukan bergajah) dengan batu (berasal) dari tanah liat yang dibakar.

Next, جَهَنَم (jahanam) dikatakan berasal dari bahasa Farsi juga. Yakni ْجَهْنَم (jahnam) yang berarti ’torture chamber’. Atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘ruang penyiksaan’.

Ustaz berkata bahwa, terdapat beberapa pendapat lain juga yang mengungkapkan tentang makna dan asal kata ‘jahanam’.

Jadi, yang saat ini beliau sampaikan hanya salah satunya saja.

Selanjutnya ustaz beralih untuk menjelaskan kata usthuurah (أسطورة).

Kata usthuurah (أسطورة) berasal dari bahasa non Arab.

Kata usthuurah (أسطورة) seperti pada frasa أَسَطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ terdapat di dalam beberapa ayat Al-Qur’an.

Contohnya di QS Al-Qalam, 68:15, sebagai berikut:

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala”.

Kata أَسَطِيرُ berasal dari kata usthuurah (أسطورة). Dimana kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yakni istoria. Dan dalam bahasa Inggris disebut story.

Jadi usthuurah, istoria dan story sebenarnya berasal dari kata yang sama.

Dengan melihat contoh-contoh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tidak mengapa bila suatu bahasa memiliki kata-kata yang berasal dari bahasa lain. Tidak apa-apa.

Karena itu terjadi dalam setiap bahasa. Tidak ada satu pun bahasa yang benar-benar murni dari bahasanya sendiri.

Setiap bahasa selalu memiliki beberapa kata asing yang masuk ke dalam bahasanya. Dan itu bukan berarti bahwa kata tersebut menjadi kata dalam bahasa asing.

Kata tersebut dapat menjadi bagian dari bahasa itu sendiri, jika telah dikonversikan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahasa Arab adalah bahasa yang murni karena sebagian besar bahasanya tidak terpengaruh oleh bahasa asing.

Dan kalaupun ada bahasa di luar dari bahasa Arab bahasa itu akan dikonversi ke dalam bahasa Arab dengan cara yang sistematis. Sehingga dapat ditelusuri asal katanya. Sangat menakjubkan, bukan?

Begitu juga dengan Al-Qur’an, Ia juga mengandung kata-kata yang berasal dari non Arab.

Kata-kata yang berasal dari kata non Arab tersebut dikonversi menjadi bahasa Arab. Sehingga hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa ia merupakan bahasa Arab Al-Quran.

Kemudian apakah semua nama yang disebutkan di dalam Al-Qur’an sudah pasti nama yang berasal dari bahasa Arab?

(Bersambung in syaAllah ba’da zhuhur)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Al-Kahf > 03. Quranic Linguistics – Al-Kahf – A Deeper Look (19:45-22:00)


Materi VoB Hari ke-89 Siang | Bahasa Non-Arab di Dalam Al-Qur’an

Ditulis oleh:  Rizka Nurbaiti

#FridayAlKahfiWeek13Part2

Part 2

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Apakah semua nama yang disebutkan di dalam Al-Qur’an sudah pasti nama yang berasal dari bahasa Arab?

Tidak.

Contoh dari nama non Arab yang terdapat di dalam Al-Qur’an yaitu nama dari Nabi Ibrahim alaihissalam. ‘Ibrahim’ adalah bukan nama yang berasal dari bahasa Arab.

Begitu juga dengan nama Azar. Nama ini juga bukan merupakan bahasa Arab. Azar merupakan ayah atau menurut pendapat yang lain adalah paman dari Nabi Ibrahim alaihissalam.

Nabi Yakub alaihissalam juga merupakan nama non Arab. Berasal dari mana kah nama Nabi Yakub?

Nama Yakub berasal dari bahasa Ibrani. Bani Israel menyebut Nabi Yakub alaihissalam dengan Ya’qob.

Dalam bahasa Arab Nabi Yakub disebut يَعْقُوب (Ya’quub). Bahasa Inggris menyebutnya Jacob. Dan bahasa Indonesia menyebutnya Yakub.

Jadi, nama Yakub alaihissalam bukan berasal dari bahasa Arab, yah. Melainkan diserap dari bahasa Ibrani.

Tapi meskipun demikian keduanya tetap memiliki makna yang sama. Karena bahasa Ibrani merupakan sister languages dengan bahasa Arab.

Kata Ya’quub pada bahasa Arab maupun ‘aqov (akar kata dari Ya’qob) dari bahasa Ibrani memiliki arti yang sama.

Berdasarkan etimologi, ‘aqov’ berarti ‘orang yang mengikuti’, atau ‘orang yang membuatmu mengikuti’.

Dan ’aqaba yang merupakan kata dasar dari Ya’quub juga memiliki makna yang sama yaitu ‘mengikuti’.

Tapi bagaimana dengan kata Yakub dan Jacob, apakah ia memiliki makna yang sama dengan kata asalnya Ya’qob, seperti sebagaimana bahasa Arab telah mengonversinya?

Tidak, kan?. Itulah kehebatan liguistik bahasa Arab.

Hal yang menarik lagi terdapat di dalam QS Al-Baqarah, 2:133. Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Nabi Ya’qub alaihissalam berwasiat kepada anak-anaknya agar menyembah kepada Allah. Mengikuti apa yang beliau alaihissalam sembah. Untuk itu dia berkata:

مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًۭا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

… “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya” (QS Al-Baqarah, 2:133)

Jadi, ayat ini seperti menjelaskan makna dari kata Ya’qub itu sendiri. Yakni orang yang mengikuti atau orang yang membuatmu mengikuti.

Kembali membahas bahasa Arab Al-Qur’an. Bahasa Arab yang terdapat di dalam Al-Qur’an, beberapa sudah tidak dapat ditemukan  di bahasa Arab modern kotemporer.

So, ustaz memberikan beberapa fitur yang tidak lagi ada dalam bahasa Arab modern kontemporer tersebut.

Fitur tersebut ustaz jabarkan kedalam poin-poin. Ustaz meminta kita untuk mengingat fitur ini karena menurut ustaz ini adalah hal yang penting. Jadi mau kan mengingatnya?

Fitur pertama yaitu kompleksitas tata bahasa. Complexity of grammar.

Bahasa Arab Kuno merupakan bahasa yang kompleks. Di mana setiap detail kecil di dalamnya memiliki arti yang sangat penting.

Setiap detail kecilnya dapat mengubah makna dari apa yang ingin Anda katakan.

Contohnya sedikit perbedaan harakat akan merubah arti dari sebuah kata.

Tidak seperti dengan bahasa lainnya yang sebagian katanya tidak dipengaruhi oleh perubahan kecil.

Contohnya dalam bahasa Inggris kata ‘tomato’ dapat disebutkan dengan təˈmɑ ːtəʊ atau təˈ me ɪtəʊ. Kedua penyebutan tersebut memiliki arti yang sama yaitu ‘tomat’.

Kalau di bahasa Indonesia ada kata ‘kaus’ dengan ‘kaos’. Keduanya memiliki huruf vokal yang berbeda tapi maknanya sama.

Bahasa Arab tidak seperti itu, harakat di dalam bahasa Arab mempengaruhi arti dari kata tersebut. Perbedaan harakat dapat membuat kata tersebut berubah total.

Contoh kata bahasa Arab yang berbeda harakat adalah Contohnya لَا رَيْبَ dengan لَا رَيْبٌ.

Apakah makna keduanya sama? Coba kita cek di Google Translate yuk?

(Bersambung in syaAllah ba’da ashar)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Al-Kahf > 03. Quranic Linguistics – Al-Kahf – A Deeper Look (22:00-24:08)


Materi VoB Hari ke-89 Sore | Keindahan Kompleksitas Tata Bahasa Arab

Ditulis oleh:  Rizka Nurbaiti

#FridayAlKahfiWeek13Part3

Part 3

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Salah satu contoh dari kompleksitas tata bahasa Arab yang dapat kita amati adalah pada kata “لَا رَيْبَ (laa rayba)” dengan “لَا رَيْبٌ (laa raybun)“.

Kedua kata tersebut memiliki perbedaan pada harakat huruf  ب. Yang satu berharakat fathah (a) yang satunya berharakat dhammatain (un).

Kata “لَا رَيْبَ (laa rayba)”  terdapat di QS Al-Baqarah, 2:4, yaitu sebagai berikut:

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَـٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًۭى لِّلْمُتَّقِينَ

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

Jadi, kata  لَا رَيْبَ (laa rayba) di dalam Al-Qur’an terjemahan bahasa Indonesia, diterjemahkan menjadi ‘tidak ada keraguan’. Dan dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi ‘there’s no doubt’.

Hal yang menarik adalah jika kita mencari terjemahan ‘لَا رَيْبٌ (laa raybun)’ di Google Translate, ia akan memberikan hasil yang sama yaitu ‘tidak ada keraguan’.

Padahal sebenarnya kedua kata tersebut memiliki perbedaan makna yang sangat besar di dalam bahasa Arab.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal tersebut terjadi karena kompleksitas dari tata bahasa Arab.

Kata  لَا رَيْبَ (laa rayba) dengan لَا رَيْبٌ (laa raybun) menunjukkan bahwa ada sesuatu yang seakan hilang jika bahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Karena kedua kata yang seharusnya memiliki makna yang berbeda menjadi memiliki arti yang sama jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Di dalam bahasa Arab ‘لَا رَيْبٌ (laa raybun)’ berarti ‘tidak ada keraguan’ sedangkan لَا رَيْبَ (laa rayba) tidak hanya sekedar ‘tidak ada keraguan’. Melainkan ‘tidak ada ruang untuk keraguan sama sekali’. There is absolutely no doubt.

 “Penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan oleh Ustaz Adam”, kata ustaz kepada muridnya di kampus Bayyinah saat itu.

So, karena kita tidak berada di kampus Bayyinah, maka kita bisa melihat penjelasannya di Bayyinah.tv di bagian ‘Dream-Baqarah Beyond Translation’.

Ustaz menyampaikan bahwa yang terpenting untuk saat ini kita mengetahui bahwa kedua kata tersebut memiliki perbedaan yang sangat besar. Dan sangat mempengaruhi tafsir maupun interpretasi dari ayat Al-Quran di mana kata tersebut berada.

Dan perbedaan tersebut tidak bisa kita temukan dengan hanya melihat terjemahannya saja.

Terus apakah perbedaan tersebut terdapat dalam bahasa Arab modern standard atau bahasa Arab modern formal (Al-Arabiyah Al-Fusha Al-Mu’ashirah)?

Tidak. Ini hanya ditemukan di bahasa Arab klasik.

Jadi, fitur pertama dari bahasa Arab Al-Qur’an yang tidak dimiliki oleh bahasa Arab modern yakni kompleksitas dari tata bahasa (complexity of grammar).

Fitur selanjutnya atau fitur kedua yaitu ‘kekayaan pada makna dari setiap kosa kata’. Richness of word meaning. Bukan makna dari kalimat maupun tata bahasa. Ini baru dari sebuah katanya saja sudah kaya.

Basically, ‘makna dari kosa kata’ dapat disebut dengan ‘akar kata’ atau جذر of words. Di mana fitur ini juga tidak dimiliki oleh bahasa Arab modern.

Contohnya kata قلب (qalb) dengan فؤاد (fu’ad). Juga kata عقل (‘aql);  عقلَ (‘aqala); dan عقال (‘iqaal).

Bagaimana penjelasannya?

(Bersambung insyaAllah minggu depan)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Al-Kahf > 03. Quranic Linguistics – Al-Kahf – A Deeper Look (24:08-25:49)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-89 Sore |  Keindahan Kompleksitas Tata Bahasa Arab

Ardhiya Safira:

Izin bertanya kak, kalau bahasa farsi dan bahasa ibrani itu dari mana ya? Sama bahasa non Arab itu maksudnya bahasa yg berasal dari selain Arab? Misal berasal dari Inggris apakah termasuk non Arab? Hehe saya sangat bingung, mohon penjelasannya terimakasih

Arya Perdana:

Jawabannya agak panjang dan sepertinya saya pernah dengar penjelasannya di salah satu rekaman Sirah Nabi Muhammad ﷺ by Yasir Qadhi ini deh, kalau enggak salah ingat yang ke-3 ini di YouTube nya. Tapi saya bisa aja salah dan kalau ada yang bidangnya Sastra Bahasa disini silakan mungkin lebih kompeten menjawab.

Ardhiya Safira:

Wah terimakasih informasinya kak, nanti saya cek videonya

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.

Jazakumullahu khairan

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s