[AoQ2020] Awalnya Berat, Tapi Bisa Ringan


بسم الله الرحمن الرحيم

Arabic of Quran (AoQ) Hari Ke-10

Selasa, 15 September 2020

Materi AoQ Hari Ke-10 Sore | Awalnya Berat, Tapi Bisa Ringan

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo08Full

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kita sudah mempelajari tentang apa itu status.

Yaitu, bahwa status itu ada tiga: raf’, nasb, dan jarr.

Itu adalah pelajaran pertama tentang status: ‘apa itu status’.

Pelajaran kedua tentang status, tanpa disebutkan di pelajaran sebelumnya, kita sudah mempelajarinya. Yaitu, cara mengenali status: dengan memperhatikan bunyi akhir dan bunyi akhir kombinasi. Atau, urutan lebih tepatnya: perhatikan bunyi akhir kombinasinya dulu, baru setelah itu bunyi akhirnya.

Itulah kenapa kita menghafalkan dan memikirkan tentang Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3+ yang sudah pernah kita pelajari sebelumnya.

Muslimun musliman muslimin. R1 N1 J1.

Muslimaani muslimayni muslimayni. R1 N2 J2.

Muslimuuna muslimiina muslimiina. R3+ N3+ J3+.

Demikian juga Tabel MUSLIMAH 1, 2, DAN 3+ yang juga sudah pernah kita pelajari sebelumnya.

Muslimatun muslimatan muslimatin. R1 N1 J1.

Muslimataani muslimatayni muslimatayni. R2 N2 J2.

Muslimaatun muslimaatin muslimaatin. R3+ N3+ J3+.

Pelajaran tentang status yang sudah kita pelajari sejauh ini:

1. Apa itu status (raf’, nasb, jarr)

2. Cara mengenali status (bunyi akhir kombinasi, bunyi akhir tunggal).

Sekarang, kita akan memasuki pelajaran ketiga tentang status. Seluruhnya akan ada empat pelajaran tentang status.

Pelajaran ketiga adalah, bahwa ada yang namanya status yang ‘ringan’, dan status yang ‘berat’.

Ini akan menjadi salah satu pelajaran yang paling mudah yang pernah diajarkan.

Tapi tetap Anda perhatikan ya, supaya Anda dapat memahaminya super cepat, karena memang materi ini super mudah, dengan izin Allah, insya Allah.

Perhatikan kata ‘muslimun’.

مُسْلِمٌ

Anda bisa mendengar bunyi ‘n’ di akhir kata.

Dari kedua tabel yang sudah Anda hafalkan, Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3+ maupun Tabel MUSLIMAH 1, 2, DAN 3+, Anda akan mendengar bunyi ‘n’ itu di akhir kata. Di semua kata, tanpa kecuali.

Muslimun musliman muslimin

Muslimaani muslimayni muslimayni

Muslimuuna muslimiina muslimiina

Muslimatun muslimatan muslimatin

Muslimataani muslimatayni muslimatayni

Muslimaatun muslimaatin muslimaatin

Ada berapa banyak bunyi ‘n’ di akhir kata, dari kedua ‘paket’ barusan?

Ada 3 x 3. Ditambah 3 x 3. 

Berarti ada 18 kali bunyi ‘n’ di akhir semua kata.

Pelajaran ketiga adalah, bahwa ada yang namanya status yang ‘ringan’, dan status yang ‘berat’.

Apa yang dimaksud dengan ‘ringan’ dan ‘berat’?

Yang dimaksud ‘ringan’: dihilangkan bunyi ‘n’-nya.

Yang dimaksud ‘berat’: tetap ada bunyi ‘n’-nya.

 مُسْلِمٌ

Kata muslimun adalah ‘berat’.

مُسْلِمُ

Kata muslimu menjadi ‘ringan’ setelah dihilangkan ‘n’-nya.

Kata muslimu adalah versi yang ’ringan’ dari kata muslimun.

Kata muslimun itu adalah kata yang normal.

Aslinya begitu. Tapi dalam hal atau keadaan tertentu, ‘n’-nya harus dilepas.

Nantinya kita akan mempelajari, dan tentu saja memahami, kenapa bunyi ‘n’-nya harus dilepas. Tapi untuk saat ini, kita cukup mengetahui, ada dua status yaitu ringan dan berat. Dan sebentar lagi kita akan mempelajari, versi yang ringan dari semua kata itu seperti apa.

Berikut adalah perubahan status dari ‘berat’ menjadi ‘ringan’.

Muslimun menjadi muslimu.

Musliman menjadi muslima.

Muslimin menjadi muslimi.

Muslimaani menjadi muslimaa.

Arti dari muslimaa, masih tetap dua orang muslim, tentu saja juga masih tetap raf’, meski ‘ni’-nya hilang.

Muslimayni menjadi muslimay.

Muslimayni menjadi muslimay.

Muslimuuna menjadi muslimuu.

Muslimiina menjadi muslimii.

Muslimiina menjadi muslimii.

Sekarang giliran ‘paket’ yang feminin.

Muslimatun menjadi muslimatu.

Muslimatan menjadi muslimata.

Muslimatin menjadi muslimati.

Muslimataani menjadi muslimataa.

Muslimatayni menjadi muslimatay.

Muslimataani menjadi muslimatay.

Muslimaatun menjadi muslimaatu.

Muslimaatin menjadi muslimaati.

Muslimaatin menjadi muslimaati.

Sekarang, perhatikan Tabel MUSLIM ‘RINGAN’ dan Tabel MUSLIMAH ‘RINGAN’.

Jadi, ism itu bisa ringan, bisa berat.

Ada beberapa observasi yang perlu kita ketahui.

Pertama, normalnya, ism itu ‘berat’.

Berarti, apa yang sudah Anda hafal dengan susah payah, atau mungkin enggak, mungkin Anda menghafalnya dengan mudah, itu lah ism yang seharusnya. Normalnya memang ada bunyi ‘n’ di akhir kata. 

Un an in, aani ayni ayni, uuna iina iina.

Un an in, aani ayni ayni, aatun aatin aatin.

Kedua, dalam hal dan keadaan tertentu, ism bisa ‘ringan’.

Berarti, jika Anda ketemu sebuah kata, dan kata itu adalah ‘ringan’, maka Anda seharusnya bisa menemukan alasannya, kenapa kata itu menjadi ‘ringan’. Tenang saja, kita akan mempelajarinya.

Kalau sebuah kata adalah ‘berat’, kita tidak perlu bertanya kenapa kata itu ‘berat’.

Karena, ya seharusnya memang begitu. Setiap kata itu normalnya ‘berat’.

Tapi jika sebuah kata adalah ‘ringan’, sebagai pelajar bahasa Arab Al-Qur’an, kita harus bertanya pada diri sendiri, kenapa kata itu adalah ‘ringan’.

“Contoh dong, contoooh.” 🙉🙉

Ada sedikit info sebelum kita masuk ke contoh.

Yaitu bahwa ada empat alasan, kenapa sebuah kata bisa menjadi ‘ringan’.

Tapi tidak untuk dibahas saat ini. Biar Anda penasaran.

Biar Anda menanti-nantikan pelajaran berikutnya. 😃😃

Untuk saat ini, dua postulat atau dalil tadi saja sudah cukup.

Pertama, normalnya, ism itu ‘berat’.

Kedua, ism bisa ‘ringan’ dalam hal atau keadaan tertentu.

Sekarang kita masuk ke contoh.

Alhamdulillaahi robbi. Perhatikan kata robbi.

رَبِّ

Apa bunyi akhirnya? Apakah Anda mendengar bunyi ‘n’?

Coba diulangi: robbin atau robbi?

Berarti, ‘berat’ atau ‘ringan’?

Ya, ‘ringan’.

Padahal seharusnya bisa:

رَبٍّ

Robbin. ‘Berat’.

Tapi yang ada di al-Fatihah jelas-jelas adalah kata ‘robbi’.

Sekarang, mengapa kata robbi menjadi ‘ringan’? 

Demikian juga saat kita bilang bismillaahi arrohmaani arrohiimi.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Coba kita fokus pada bismi: ‘ringan’ atau ‘berat’?

Ya, ‘ringan’. Karena bismi, bukan bismin.

Mengapa kata bismi menjadi ‘ringan’?

Untuk saat ini, cukup itu dulu yang kita perlu tahu.

Pertama, bagaimana caranya kita tahu bahwa sebuah ism adalah ‘normal’?

Lihat ‘paket awal’ yaitu Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3+ serta Tabel MUSLIMAH 1, 2, DAN 3+. Di kedua tabel itu, di akhir setiap kata, ada bunyi ‘n’, yang kita sebut sebagai bunyi akhir yang ‘berat’.

Jika bunyi ‘n’ di akhir kata tidak ada, maka kita bilang bahwa kata itu adalah versi ‘ringan’-nya.

Dan, akhirnya.

Jika kita ketemu dengan kata yang normal, yang bunyi akhirnya ‘berat’, tidak ada lagi yang perlu kita tanyakan. Tapi jika kita ketemu dengan kata yang ‘ringan’, maka kita harus bertanya pada diri kita sendiri, kenapa kata itu jadi ‘ringan’. Pertanyaan ini, jawabannya akan kita jelajahi di sesi-sesi berikutnya.

Wassalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

RINGKASAN

‘RINGAN’ DAN ‘BERAT’

NORMALNYA ISM ITU ADALAH ‘BERAT’ ALIAS ADA BUNYI ‘N’ DI AKHIR KATA.

DALAM HAL ATAU KEADAAN TERTENTU, ISM BISA ‘RINGAN’ ALIAS TIDAK ADA BUNYI ‘N’ DI AKHIR KATA.

PERHATIKAN TABEL MUSLIM ‘RINGAN’ DAN TABEL MUSLIMAH ‘RINGAN’.

BERLATIHLAH UNTUK MENGHAFALKAN KEDUA TABEL ITU.

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 06. Light VS Heavy

Video ke 8 dari 86 video.

Durasi: 7 menit 30 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 06. Light VS Heavy (00:00-07:30)


Materi AoQ Hari Ke-10 Sore | Tidak Relevan

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo09Full

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pelajaran sebelumnya, belum selesai. Ya, yang membahas ‘ringan’ dan ‘berat’ itu. Insya Allah pelajarannya kita selesaikan di sesi kali ini.

Tapi kita tinjau ulang dulu ya, pelajaran-pelajaran sebelumnya, tentang status.

Pelajaran pertama: bentuk-bentuk status (raf’, nasb, jarr).

Pelajaran kedua: cara mengenali status (bunyi akhir serta tabel 1, 2, dan 3+).

Pelajaran ketiga: status yang ‘ringan’ dan status yang ‘berat’.

Di pelajaran sebelumnya, kita sudah mempelajari bahwa normalnya ism itu ‘berat’.

Jika kita melihat ism dalam versinya yang ‘ringan’, kita harus menemukan alasan untuk itu, yang nantinya akan kita pelajari.

Tetaplah belajar, tetaplah menyimak.

Kita akan mempelajari alasan-alasan itu: mengapa ism bisa ‘ringan’. Dan tentunya, kita akan berlatih juga dengan contoh-contoh praktisnya.

Ada satu hal lagi yang kita perlu tahu.

Saat kita belajar bahasa Arab, kemungkinan kita akan ditanya, apakah sebuah kata itu ‘ringan’ atau ‘berat’.

Contoh: muslimun.

مُسْلِمٌ

Ini ‘ringan’ atau ‘berat’?

Kita harus bisa menjawab dengan yakin bahwa muslimun adalah ‘berat’.

Lalu jika kita ditanya lebih lanjut, kenapa muslimun itu ‘berat’, kita juga harus bisa menjawab dengan yakin bahwa ada bunyi ‘n’ di akhir kata.

Lalu jika kita ditanya kata ‘muslimu’.

مُسْلِمُ

‘Ringan’ atau ‘berat’?

Jawabannya adalah ‘ringan’.

Itu kira-kira latihannya, supaya kita lulus dalam urusan membedakan antara ‘ringan’ dan ‘berat’.

Tapi sekarang kita ketemu tantangan baru nih.

Bukan muslimun, bukan muslimu, tapi almuslimu.

اَلْمُسْلِمُ

Awalan ’al’ artinya ‘sang’ atau ‘si’ atau ‘itu’. Atau ‘the’, dalam bahasa Inggris.

Sekarang pertanyaannya: almuslimu itu ‘ringan’ atau ‘berat’?

Jawabannya adalah: tidak masalah.

Atau dengan kata lain: tidak relevan.

Jadi, keingintahuan kita tentang ism, apakah dia ‘ringan’ atau ‘berat’, adalah ketika kata tersebut tidak diawali dengan ‘al’.

Nah.

Sekarang kita punya tiga kemungkinan jawaban untuk pertanyaan apakah sebuah ism itu ‘ringan’ atau ‘berat’.

Jawabannya bisa ‘ringan’, ‘berat’, atau ‘tidak relevan’.

Contoh: alhamdu.

اَلْحَمْدُ

Alhamdu itu ‘ringan’ atau ‘berat’?

Jawabannya: tidak relevan.

Kenapa ‘tidak relevan’?

Karena ada awalan ‘al’.

Bagaimana dengan kata ‘hamdu’?

حَمْدُ

Jawabannya: ‘ringan’.

Kenapa ‘ringan’?

Karena tidak ada bunyi ‘n’ di akhir. Dan tentunya, karena tidak ada awalan ’al’.

Kalau ‘hamdun’?

حَمْدٌ

Jawabannya: ‘berat’.

Kenapa ‘berat’?

Karena ada bunyi ‘n’ di akhir. Dan tentunya, karena tidak ada awalan ’al’.

Sekarang, perhatikan Tabel RINGAN, BERAT, DAN TIDAK RELEVAN.

Dan pahami sekali lagi tentang tiga kemungkinan jawaban tadi.

Sudah. Itu saja pelajaran di sesi ini.

Sedikit tambahan tentang ‘ringan’ dan ‘berat’.

Pelajaran ini memang sengaja dijadikan sebuah potongan pelajaran yang terpisah, sebelum kita menuju ke pelajaran keempat dari status.

Dengan pelajaran di sesi ini, semoga, pemikiran kita terhadap materi ini menjadi lebih teratur. 

Barakallaahu lii wa lakum.

Wassalaamu ‘alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

RINGKASAN

TIDAK RELEVAN

JIKA ISM BERAWALAN ‘AL’, MAKA TIDAK RELEVAN LAGI UNTUK MEMBEDAKAN APAKAH ISM ITU ‘RINGAN’ ATAU ‘BERAT’.

CONTOH:

HAMDU ⇒ ‘RINGAN’

HAMDUN ⇒ ‘BERAT’

ALHAMDU ⇒ TIDAK RELEVAN

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 07. Irrelevant

Video ke 9 dari 86 video.

Durasi: 3 menit 26 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 07. Irrelevant (00:00-03:26)


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Arabic of the Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s