[VoB2020] Terhubung dengan Bahasa


[VoB2020] Terhubung dengan Bahasa

Voice of Bayyinah (VoB) Hari ke-82

Topik: Pearls from Al-Kahfi

Jum’at, 11 September 2020

Materi VoB Hari ke-82 Pagi | Terhubung dengan Bahasa

Ditulis oleh: Icha Farihah

#FridayAlKahfiWeek12Part1

Part 1

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Pengalaman yang indah dan menarik ketika berada di tengah keterasingan dunia, kita bisa terhubung dengan bahasa Al-Qur’an.

Begitulah yang dialami ustaz Nouman ketika berkunjung ke Malaysia.

Saat itu, ustaz berkesempatan pergi ke Pulau Terengganu untuk menghadiri sebuah islamic event.

Pulau Terengganu termasuk pulau yang cukup jauh. Saking jauhnya, menurut ustaz, seperti berada di planet lain. Benar-benar terasing, tapi sangat mengesankan.

Saat berada di dalam pesawat, ustaz sempat berkontemplasi sejenak tentang bagaimana menakjubkannya Islam bisa masuk ke sebuah pulau yang letaknya ada di tengah lautan. Subhanallah.

Hal yang menakjubkan lainnya adalah, saat tiba di bandar udara, terdapat tulisan besar yang terpampang di sana.

Biasanya yang ustaz lihat di Amerika adalah tulisan “Hollywood” yang siap menyambut para turis, tapi di pulau ini, tulisan itu adalah lafaz Allah yang tertulis dalam bahasa Arab.

Sangat luar biasa.

Ustaz kemudian makan di sebuah restoran. Saat menyantap makanannya, seketika seorang pria dengan keluarga beserta anaknya menghampiri beliau.

Pria itu berkata,

“Antum zaairuuna ila hunnaa?” (Anda seorang turis?)

Pria itu asli Malaysia, ia berbicara bahasa Arab Fusha (Arab formal, pen).

Ustaz sedikit heran dan menjawab,

“Na’am, zaairuun.” (Iya, saya seorang turis)

Pria itu bertanya lagi,

“Min ayna ji’tum?” (Dari mana Anda berasal?)

Ustaz menjawab,

“Ji’na min amrika.” (Saya dari Amerika)

“Min amrika??? Ajiib jiddan!!!” (Dari Amerika??? Keren sekali!!!)

Pria itu terkejut, terkesan, dan juga heran. Ia melanjutkan pertanyaannya,

“Ta’allamtum arabiyya fii amrika???” (Anda belajar bahasa Arab di Amerika???)

Ustaz yang dari tadi juga heran, membalik pertanyaannya,

“Ta’allamtun arabiyya fii malaysia??” (Anda sendiri belajar bahasa Arab di Malaysia??)

Jadi, ustaz dan pria itu heran tentang dari mana mereka tahu dan bisa bahasa Arab. Padahal mereka berdua bukan orang Arab. 😄

Mengagumkan, bukan? Kita bisa terhubung dengan orang yang ada di belahan bumi manapun dengan bahasa yang sama, yaitu bahasa Al-Qur’an.

Itulah sebuah pengalaman yang ustaz Nouman bagikan kepada kita.

Ustaz berpesan agar kita tidak menyepelekan sebuah bahasa. Meskipun itu sebuah bahasa Arab Fusha. Karena semuanya pasti mempunyai nilai, in syaa Allah.

(Bersambung in syaa Allah ba’da zhuhur)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Al-Kahf > 03. Quranic Linguistics – Al-Kahf – A Deeper Look (10:25-11:59)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-82 Pagi |  Terhubung dengan Bahasa

Siti Badriyah:

baru tahu Ajiib jiddan!!!” (Keren sekali!!!) : –>kata Ajiib itu dari bahasa Arab artinya kerenn yaaa … penasaran sama orang Melayu yang bicara bahasa Arab dengan Ustadh di sini ..

Patricia Herdita:

❤️ masya Allah..

Ilmi:

MasyaAllah ❤️

Hidup:
Faqih A. Al-Haq:

Jangankan manusia. Jin saja takjub dengan Al Quran. Padahal Jin ditangguhkan usianya lebih panjang daripada manusia.

“… faqalu inna sami’na qur’anan ‘ajaba

dan mereka (jin) berkata : kami mendengar bacaan quran yang sangat ajaib/keren/membuat kagum.

Allahummarhamna bil Qur’an…


Materi VoB Hari ke-82 Siang | Bahasa Arab Klasik vs Bahasa Arab Modern Formal

Ditulis oleh:  Icha Farihah

#FridayAlKahfiWeek12Part2

Part 2

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Terminologi untuk bahasa Arab modern formal adalah Al-Arabiyah Al-Fusha Al-Mu’ashirah       (العربية الفصحى المعاشرة)

Bahasa Arab modern formal biasanya digunakan pada kegiatan-kegiatan seperti di sekolah, di film kartun, dan bahkan di tafsir kontemporer.

Terkadang ustaz mendapati beberapa orang di kelasnya berkata bahwa beliau menggunakan bahasa Arab klasik. Padahal bukan. Ustaz menggunakan bahasa Arab modern formal ketika mengajar.

Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara bahasa Arab modern formal dan klasik.

Jika kita tidak melihat perbedaan itu, kita akan bermasalah saat mempelajarinya.

Pada bahasa Arab modern formal ada dua istilah yaitu fusha al muqaddimah  (فصحى المقدّمة) dan fusha al mu’ashirah (فصحى المعاشرة). Artinya, bahasa Arab formal lama dan baru.

Bahasa Arab itu sangat kompleks dan kaya. Setiap kata memiliki gambaran cerita tersendiri. Setiap kata memiliki akar kata yang maknanya beragam dan berbeda.

Mungkin bisa diibaratkan, satu kata di dalam bahasa Arab mempunyai sejuta cerita.

Dalam bahasa Inggris/Indonesia, kita tidak berpikir secara mendalam tentang etimologi kata, dari mana kata itu datang, bagaimana morfologi kata tersebut, dan lain-lain.

Tapi, di bahasa Arab. Kegiatan itu seakan menjadi sebuah norma yang berlaku.

Padahal, jika yang kita bicarakan adalah bahasa Arab modern formal, hal itu bukan sebuah norma.

Menggali kata secara mendalam bukan sebuah keharusan di dalam bahasa Arab modern formal. Itu adalah bagian dari pelajaran bahasa Arab klasik.

Ustaz akan menjelaskan secara singkat overview dari konsep pelajaran bahasa Arab klasik supaya kita dapat memahami perbedaan bahasa Arab klasik dan modern formal.

(Bersambung in syaa Allah ba’da ashar)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Al-Kahf > 03. Quranic Linguistics – Al-Kahf – A Deeper Look (11:59-14:44)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-82 Siang |  Bahasa Arab Klasik vs Bahasa Arab Modern Formal

R L Kamaruddin:

Kalau dalam mushthalah al hadits ada juga yg mirip, yaitu dha`if jiddan (lemah sekali).

🙏🏻

Siti Badriyah:

Terimakasih Mas Radith untuk kosa kata dha’if jiddan


Materi VoB Hari ke-82 Sore | Menjaga Kemurnian Bahasa

Ditulis oleh:  Icha Farihah

#FridayAlKahfiWeek12Part3

Part 3

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Orang-orang Arab terjebak. Mereka terputus dari dunia luar. Dari orang-orang Romawi, Persia, Etiopia, dan yang lebih jauh lagi Cina dan India. Yang paling utama, mereka benar-benar tertinggal dari Romawi dan Persia.

Bangsa-bangsa besar meninggalkan Arab. Karena dahulu Arab belum memiliki kilang minyak seperti sekarang. Sehingga tidak ada satu pun yang mau melirik ke sana.

Tidak ada alasan untuk mengambil alih wilayah Jazirah Arab.

Apa yang mungkin didapatkan? Sandbecue (pasir panggang)?

Setiap wilayah yang diambil alih oleh bangsa lain adalah karena mereka memiliki kelimpahan material tertentu. Misalnya, sumber daya alam, sumber air, sumber pangan, infrastruktur wilayah, dan kelimpahan lain yang menggiurkan.

Arab tidak punya itu semua. Mereka ditinggalkan dengan kehidupan mereka sendiri. Sehingga mereka terisolasi dan terasing. Baik secara sosial maupun kultural.

Meskipun demikian, ada sebagian kecil dari mereka yang tetap melakukan kegiatan bisnis dan berkelana ke negeri seberang.

Mereka melakukan perjalanan ke Suriah (dahulu Suriah masih bagian dari kerajaan Romawi), Yunani, Cina, India, dan tempat-tempat lainnya. Perjalanan ini juga sebenarnya memengaruhi orang-orang Arab. Beberapa diadopsi dan menjadi bagian dari kultur Arab.

Tapi, perjalanan-perjalanan seperti itu jumlahnya sangat kecil.

Sebagian besar orang Arab memilih tidak berkelana. Mereka menetap di tempat yang terasing itu.

Akibatnya, mereka hanya berbicara satu sama lain.

Pengaruh dari bangsa-bangsa luar terhadap bahasa mereka sangat sedikit.

Beribu-ribu tahun, bahasa mereka menjadi sangat terinternalisasi. Mereka meghayati bahasa itu sehingga menjadi murni dengan pengaruh yang sangat kecil dari bahasa bangsa besar lainnya.

Bahasa Arab menjadi semakin baik dan lebih baik lagi.

Sebaliknya, jika dibandingkan dengan kehidupan saat ini.

Tidak perlu melihat ke Arab yang sekarang. Kita lihat saja bagaimana bahasa Inggris di Amerika Serikat.

Amerika Serikat terkenal dengan keterbukaan terhadap para imigran (setidaknya beberapa tahun lalu). Mereka berasal dari tempat yang sangat berbeda antara satu dengan yang lain.

Para imigran memiliki dialek dan bahasanya sendiri. Sehingga ketika berada di Amerika, mereka perlu belajar ESL (English as a Second Language). Mereka belajar bahasa Inggris dengan berjuang keras. Karena bahasa itu bukanlah bahasa ibunya.

Keberagaman bahasa yang ada di Amerika tersebut akhirnya bisa kita amati sehari-hari. Misalnya, di Jackson Heights, 28 Broadway, dan tempat lainnya di New York. Ketika berjalan di sana, kita seolah-olah berada di sebuah bazar internasional.

Bahkan di beberapa tempat lain, mereka seperti memiliki ‘koloni’ dengan bahasa asalnya.

Misalnya, saat ada di daerah pemukiman yang kebanyakan berasal dari Spanyol, Ustaz Nouman pernah ditanya dan ditegur kenapa dirinya sebagai orang Amerika tidak mengerti bahasa Spanyol.

Jadi, intinya bahasa Inggris sekarang ini sangat menderita. Bahasa Inggris seperti ditampar dari segala arah oleh bahasa-bahasa lain.

Bahasa Inggris di jalan-jalan New York, menurut Ustaz Nouman, adalah bahasa Inggris yang paling buruk. Meskipun kita berpikir orang-orang di sana berpendidikan, tapi ternyata bahasa Inggris mereka tidak sebagus itu.

Kita baru menyadari seberapa buruk bahasa Inggris di New York, ketika kita keluar dari sana dan melihat orang lain yang ternyata menggunakan bahasa Inggris jauh lebih baik dan primitif daripada orang-orang di New York.

Itulah akibat dari pengaruh percampuran bahasa. Sebuah bahasa menjadi tidak murni.

Berbeda dengan bahasa Arab. Ia mengalami proses penyulingan dari waktu ke waktu di masa lalu. Sehingga bahasa Arab benar-benar sangat murni.

Kemurnian ini bukan berarti bahwa semua kata dalam bahasa Arab hanya dari Arab saja. Bukan itu yang dimaksud.

Kemurnian ini terjadi karena mayoritas kata dalam bahasa ini adalah Arab.

Meskipun ada kata dari luar Arab, maka kata itu dikonversi ke dalam bahasa Arab dengan cara yang sangat sistematis dan cerdik.

Dengan demikian, tetap ada kata serapan dari bahasa Farsi, Yunani, Aram, Babilonia, dan lain-lain yang kemudian diubah dan dijadikan sebagai bahasa Arab. Dan, tentunya, kata-kata serapan itu, bisa kita cari tahu jejak orisinalnya.

Contoh kata-kata yang berasal dari bahasa lain adalah seperti sijjiil  (سِجِّيل), jahannam (جَهَنَّم), dan usturaah (أسطورة).

Bagaimana penjelasannya?

(Bersambung in syaa Allah minggu depan)

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Al-Kahf > 03. Quranic Linguistics – Al-Kahf – A Deeper Look (14:44-19:45)


Diskusi dan Tanggapan VoB Hari Ke-82 Sore |  Menjaga Kemurnian Bahasa

Siti Badriyah:

Menanti sambungan minggu depan tentang sejarah perkembangan bahasa Arab …

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Voice of Bayyinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s