[AoQ2020] Bunyi Akhir Kombinasi


Arabic of Qur’an (AoQ2020) Hari Ke-8

Ahad, 13 September 2020

Materi AoQ Hari Ke-8 Sore | Bunyi Akhir Kombinasi (Part 1)

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo06Part1

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Tabel untuk melengkapi materi sebelumnya

Review pelajaran sebelumnya

Kita telah mempelajari raf’, nasb, dan jarr.

Raf’, nasb, dan jarr adalah status dari ism.

Raf‘ adalah pelaku yang melakukan tindakannya.

Nasb adalah detail tentang tindakannya: apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana si pelaku melakukan tindakannya.

Jarr adalah kata after of‘.

Misalnya pada kitaaballaahi atau the book of Allah di QS Al-Baqarah, 2:101.

Atau di kata religion of Islam.

Atau di kata aayaatillaahi atau signs of Allah di QS Al-Baqarah, 2:61.

Kata ‘Allah’ adalah jarr. Karena afterof‘. Dan juga bisa dilihat dari bunyi kasrah atau bunyi “i” di akhir kata.

Raf‘, nasb, dan jarr, dari pelajaran sebelumnya, memang bisa diamati dari bunyi di akhir kata.

U atau un berarti raf‘.

A atau an berarti nasb.

I atau in berarti jarr.

Contoh kata:

مُسْلِمٌ

Muslimun.

Bunyi akhir kata: un. Berarti raf‘. Pelaku.

A muslim traveled.

Seorang muslim melakukan perjalanan.

Maka kata ‘muslim’ yang digunakan adalah muslimun, dengan akhiran un.

مُسْلِمًا

Musliman.

Saya bertemu seorang muslim.

I met a muslim.

Siapa yang melakukan tindakannya?

I atau saya. Raf’ berarti ini.

Whom did I meet?

Siapa yang saya temui?

A muslim. Seorang muslim.

Karena muslim di sini adalah detail, nasb, maka yang digunakan adalah akhiran an. Musliman.

Kenapa ada alif setelah an, setelah fat-hah?

Itu adalah writing formality. Cara menulisnya secara resmi memang seperti itu.

Penulisan seperti itu tidak mengubah arti.

Itu adalah standar bahasa Arab kalau kita menulis an atau fat-hah tanwin di akhir kata.

Ada alif-nya setelah fat-hah tanwin.

مُسْلِمٍ

Muslimin.

Kata after of‘ adalah jarr.

Kitab of a muslim.

The belief of a muslim.

Kata ‘muslim’ posisinya setelah ‘of‘.

Jadi muslim di sini adalah jarr.

Maka kita menulisnya ‘muslimin‘.

Apa bedanya: muslimun, musliman, dan muslimin?

Muslimun itu raf’, musliman itu nasb, dan muslimin itu jarr

Apa kesamaannya: muslimun, musliman, dan muslimin?

Masing-masingnya merujuk pada satu muslim. Seorang muslim. Tunggal.

BUNYI AKHIR KOMBINASI UNTUK JUMLAH YANG SEPASANG

Bagaimana jika ada dua orang muslim?

Apa bahasa Arab dari dari dua orang muslim?

Silakan melihat Tabel 1. Jawabannya ada di sana.

Ada muslimaani, muslimayni, muslimayni.

Kata ‘muslim’ itu sendiri masih ada di situ.

Kata ‘muslim’ masih ada di ’muslimaani’.

Kata ‘muslim’ masih ada di ’muslimayni’. (yang tengah atau baris kedua)

Kata ‘muslim’ masih ada di ’muslimayni’. (yang bawah atau baris ketiga)

Seperti halnya kata ‘muslim’ kata ‘masjid’ juga memiliki tiga status.

Silakan melihat ‘Tabel TIGA STATUS MASJID‘ untuk melihat ketiga status tersebut.

Apa bahasa Arab untuk ‘dua muslim’? Barusan kita pelajari: Muslimaani (R), muslimayni (N), dan muslimayni (J).

Jadi:

Muslimaani adalah dua muslim dengan status raf’ atau pelaku.

Muslimayni adalah dua muslim dengan status nasb atau detail tentang tindakannya.

Muslimayni adalah dua muslim dengan status jarr atau merupakan kata yang berada tepat setelah ‘milik’ atau ‘dari’ (after ‘of’).

Muslimaani atau kata berakhiran ‘-aani’ berarti:

(1) jumlahnya dua, dan

(2) statusnya adalah raf’ atau pelaku.

Jadi, akhiran ‘i’ itu sebenarnya jarr atau raf’?

Di sini, kita belajar untuk membedakan akhiran ‘i atau in’, dengan akhiran ‘aani’.

Akhiran ’i atau in’ adalah bunyi akhir dari ism berjumlah satu alias tunggal, dan statusnya adalah jarr.

Akhiran ’aaani’ adalah bunyi akhir kombinasi dari ism berjumlah dua alias sepasang (pair), dan statusnya adalah raf’.

Bunyi akhir tunggal sudah kita pelajari di materi sebelumnya (Ending Sound).

Bunyi akhir kombinasi adalah yang sedang kita pelajari saat ini (Ending Combination).

Muslimin itu jarr. Jumlahnya satu atau tunggal.

Masjidin itu jarr. Jumlahnya satu atau tunggal.

Muslimaani itu raf’. Jumlahnya dua atau sepasang.

Masjidaani itu raf’. Jumlahnya dua atau sepasang.

Silakan dibuka mush-haf Al-Qur’an di surah Ar-Rahman, 55:46.

Di ayat 46 tersebut ada sebuah kata yang berakhiran -aani.

Kata apakah itu?

جَنَّتٰنِۚ

Jannataani.

Artinya: dua surga. Statusnya adalah raf’.

Sekarang, silakan dibuka QS Al-Hajj, 22:19.

Di ayat 19 tersebut ada sebuah kata yang berakhiran -aani.

Kata apakah itu?

خَصْمٰنِ

Khashmaani.

Dua golongan yang bertengkar. Statusnya adalah raf’.

Itu tadi adalah dua ism dengan akhiran -aani.

Bagaimana dengan akhiran -ayni?

Akhiran -ayni bisa berarti:

1. dua nasb, atau

2. dua jarr.

Sekarang, silakan lihat Tabel ‘Status Ism Tunggal dan Sepasang’.

Tabel tersebut menunjukkan perbedaan kata ‘muslim’ berdasarkan status (R, N, atau J) dan berdasarkan jumlah (tunggal atau sepasang).

Kolom yang paling kanan menunjukkan jumlah yang tunggal atau ‘satu’ muslim.

Kolom yang paling kiri menunjukkan jumlah yang sepasang atau ‘dua’ muslim.

Sementara itu, ada tiga baris, yang masing-masing menunjukkan baris raf’, baris nasb, dan baris jarr.

Kita juga akan mempelajari ‘singkatan’ atau ‘simbol’ yang akan kita gunakan untuk memudahkan pembahasan kita. 

1R berarti jumlahnya ‘satu’ atau ‘tunggal’ dengan status raf’.

1N berarti jumlahnya ‘satu’ atau ‘tunggal’ dengan status nasb.

1J berarti jumlahnya ‘satu’ atau ‘tunggal’ dengan status jarr.

Silakan lihat lagi tabel ‘Status Ism Tunggal dan Sepasang’. Merujuk pada kata apakah 1R, 1N, dan 1J?

1R merujuk pada kata muslimun.

1N merujuk pada kata musliman.

1J merujuk pada kata muslimin.

Singkatan berikutnya.

2R berarti jumlahnya ‘dua’ atau ‘sepasang’ dengan status raf’.

2N berarti jumlahnya ‘dua’ atau ‘sepasang’ dengan status nasb.

2J berarti jumlahnya ‘dua’ atau ‘sepasang’ dengan status jarr.

Silakan lihat lagi tabel ‘Status Ism Tunggal dan Sepasang’. Merujuk pada kata apakah 2R, 2N, dan 2J?

2R merujuk pada kata muslimaani.

2N merujuk pada kata muslimayni.

2J merujuk pada kata muslimayni.

Sekarang, Anda bayangkan pelajaran sudah berakhir di sini.

Lalu besok pagi, ada seseorang yang bertanya kepada Anda.

Pertanyaannya begini, “Kak, kata muslimaani dan muslimayni itu kan berakhiran –i, berarti dua kata itu statusnya jarr ya?”

Apa jawab Anda?

Harapannya, jawaban Anda kira-kira adalah seperti ini.

“Untuk kata muslimaani dan muslimayni, kita berpikirnya bukan 1J atau ‘satu’ muslim dengan status ’jarr’.”

Anda pun bisa menjelaskan lebih jauh.

“Kita seharusnya melihatnya sebagai tiga bentuk: muslimaani, muslimayni, dan muslimayni, yang masing-masingnya adalah 2R, 2N, dan 2J. Atau, ‘dua’ muslim dengan status raf’, ‘dua’ muslim dengan status nasb, dan ‘dua’ muslim dengan status jarr.

Inilah menariknya belajar bahasa Arab.

Misalnya, perbendaharaan kata bahasa Arab Anda belum banyak.

Tidak masalah. That’s fine. That’s cool.

Meski perbendaharaan kata bahasa Arab Anda belum banyak, tapi jika Anda diminta untuk menentukan apakah sebuah kata itu raf’, nasb, atau jarr, kemungkinan besar Anda bisa melakukannya. Karena Anda sudah mempelajarinya.

Kuncinya?

Lihat akhirannya. Atau, ending dari kata itu.

Apakah ending sound atau ending combination.

Ending sound berarti akhiran untuk kata yang tunggal atau jumlahnya satu. Kalau *raf’ berarti -u atau -un. Kalau nasb berarti -a atau -an. Kalau jarr berarti -i atau -in.

Ending combination berarti akhiran untuk kata yang sepasang atau jumlahnya dua. Kalau raf’ berarti -aani. Kalau nasb berarti -ayni. Kalau jarr berarti -ayni.

Prosedur yang disarankan adalah ending combination lebih dahulu, baru ending sound. 

Namun Anda mungkin masih menyimpan sebuah pertanyaan.

Terkait akhiran -ayni.

Misalnya kata muslimayni

Jika Anda ditanya, “Kata muslimayni itu raf’, nasb, atau jarr?” Apa jawab Anda?

Sudah pasti bukan raf’ karena 2R merujuk pada kata muslimaani.

Kemungkinan jawabannya tinggal dua: nasb atau jarr.

Jawabannya sederhana: Anda tidak dituntut untuk membedakan antara 2N dan 2J pada sesi pelajaran kali ini

Jadi, jika Anda paham bahwa muslimayni itu bisa 2N atau 2J, itu sudah cukup. Anda sudah ‘lulus’ untuk pelajaran sesi kali ini.

Semoga Anda istiqamah mengikuti sesi-sesi selanjutnya, karena misteri 2N atau 2J itu akan terungkap di sebuah sesi yang akan datang.

Sekarang, mari kita berlatih dengan contoh.

“Dua muslim belajar bahasa Arab.”

Siapa yang melakukan tindakannya? Siapa yang belajar? Dua muslim.

Berarti, apa kata yang tepat digunakan untuk menyebutkan dua muslim dalam hal ini? 

Muslimaani. Karena muslimnya ada dua. Dan karena mereka berdua adalah raf’ atau pelakunya.

Contoh yang lain.

“Saya bertemu dua muslim.”

Siapa pelakunya? Saya.

Dua muslim itu statusnya apa? Detail tentang tindakannya, atau nasb.

Berarti, apa kata yang tepat digunakan untuk menyebutkan dua muslim dalam hal ini?

Muslimayni. Karena muslimnya ada dua. Dan karena mereka berdua adalah nasb atau detail tentang tindakannya. Yaitu, yang ditemui oleh ‘saya’ sebagai pelakunya.

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 04. Status Continued – Ending Combination

Video ke 6 dari 86 video.

Durasi: 14 menit 54 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 04. Status Continued – Ending Combination (00:00-07:30)

***

Tabel 1

Tabel TIGA STATUS MASJID

Tabel STATUS ISM TUNGGAL DAN SEPASANG


Materi AoQ Hari Ke-8 Sore | Bunyi Akhir Kombinasi (Part 2)

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo06Part2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Contoh lain:

This is a house of two muslims.

Ini adalah sebuah rumah dari dua muslim.

Di sini, status kata ‘muslims‘ adalah afterof‘ atau jarr.

Kata yang tepat digunakan adalah muslimayni.

Mengapa? Karena ada dua muslim, dan statusnya adalah jarr.

Alhamdulillah, kita sudah mempelajari kata ‘muslim’ yang tunggal dan yang sepasang.

Bagaimana dengan kata ‘muslim’ yang jumlahnya tiga atau lebih?

Jawabannya ada di TABEL MUSLIM 1, 2, DAN 3+.

Tabel tersebut terdiri dari 3 baris dan 3 kolom.

Baris pertama adalah baris RAF’.

Baris kedua adalah baris NASB.

Baris ketiga adalah baris JARR.

Kolom paling kanan adalah kolom TUNGGAL, artinya: jumlahnya SATU.

Kolom tengah adalah kolom SEPASANG, artinya: jumlahnya DUA.

Kolom paling kiri adalah kolom JAMAK, artinya: jumlahnya TIGA ATAU LEBIH.

PERHATIAN

Makna ‘jamak’ di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): bentuk kata yang menyatakan lebih dari satu atau banyak. Jadi, ‘dua’ termasuk ‘jamak’, menurut KBBI.

Dalam bahasa Arab yang sedang kita pelajari, kata ‘jamak’ berarti lebih dari dua. Jumlahnya tiga atau lebih. Mengapa? Karena sudah ada akhiran kata dalam bahasa Arab yang merujuk pada jumlah yang sepasang. 

Hikmahnya? Bahasa Arab lebih teliti. 

Kata ‘mereka’ dalam bahasa Arab membedakan apakah jumlahnya hanya dua atau lebih dari dua.

Kata ‘kalian’ dalam bahasa Arab membedakan apakah jumlahnya hanya dua atau lebih dari dua.

Tidak cuma itu. Kelak kita akan mempelajari bahwa bahasa Arab bahkan lebih teliti lagi dalam hal jenis kelamin: apakah yang dimaksud laki-laki atau perempuan.

Kita telah mempelajari bahwa untuk ism yang sepasang atau jumlahnya dua, akhirannya bisa -aani (raf’), bisa pula -ayni (nasb, jarr). 

Sekarang, kita mempelajari bahwa untuk 3+ atau ism yang jumlahnya tiga atau lebih, akhirannya bisa -uuna (raf’), bisa juga -iina (nasb, jarr).

Sekilas, tulisan Arab muslimayni itu mirip muslimiina.

Bentuknya mirip, tapi harakatnya beda, khususnya harakat di akhir kata. 

Oh ya, akhiran -iina itu sebenarnya kita semua sudah relatif familier.

Di Fatihah, kita baca alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina. Segala puji dan terima kasih kepada Allah, Rabb seluruh manusia dan jin (Tafsir Ibnu Katsir).

‘Aalamiina artinya seluruh manusia dan jin, jumlahnya banyak. Jadi, sesuai dengan kategori ’3+’.

Di Fatihah juga ada waladh dhaalliina. Kita minta Allah hidayah. Hidayah adalah jalan orang-orang yang Allah beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Allah murkai. Bukan jalan orang-orang yang sesat. 

Adhdhaalliina adalah orang-orang yang sesat, jumlahnya banyak, sesuai dengan kategori ’3+’.

Lalu, kita menyeberang sedikit ke Al-Baqarah, ada hudan lil muttaqiina.

Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. 

Al-muttaqiina adalah orang-orang yang bertakwa, jumlahnya ’3+’.

Masih di Al-Baqarah, ada lagi wa basysyiril mu’miniina.

Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.

Al-mu’miniina adalah orang-orang mukmin, jumlahnya ’3+’.

Innallaaha ma’ash shaabiriina.

Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.

Ashshaabiriina adalah orang-orang yang sabar, jumlahnya ’3+’.

Wallaahu muhiithun bil kaafiriina.

Allah meliputi, mencakup, menjaring, melingkupi, orang-orang yang kafir.

Maksudnya, orang-orang yang kafir itu terkepung. Oleh petir dan kilat yang menimbulkan suara ledakan yang keras setiap kali menghantam bumi. Yang terjadi berkali-kali. Beruntun. Di sekeliling mereka. Mirip di film 47 Meters Down: Uncaged.

Al-kaafiriina adalah orang-orang kafir, jumlahnya ’3+’.

Fa laa takuunanna minal mumtariina.

Maka jangan sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu.

Al-mumtariina adalah orang-orang yang ragu, jumlahnya ’3+’.

Wa laa takuunanna minal musyrikiina.

Dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang yang musyrik.

Al-musyrikiina adalah orang-orang yang musyrik, jumlahnya ’3+’.

Tapi memang kita sudah sering mendengar kata musyrikiina. Atau musyrikuuna.

Kata musyrikiina ada di halaman 16, ayat terakhir.

Kata musyrikuuna ada di surah Al-An’am, 6:121. 

Mungkin dalam suatu kajian, atau ceramah, kita mendengar kata musyrikuuna disebut. Dan kata musyrikiina juga. Mungkin kita sempat memikirkan apa beda keduanya. Mungkin kita pernah berpikir juga, apakah kedua kata itu sebenarnya sama saja.

Pemikiran-pemikiran tadi betul semua 😃😃.

Pemikiran bahwa kedua kata itu adalah sama, benar adanya. Karena musyrikuuna dan musyrikiina sama-sama musyrik yang jumlahnya tiga atau lebih.

Pemikiran bahwa kedua kata itu beda, juga benar. Karena musyrikuuna adalah raf’, sedangkan musyrikiina adalah nasb atau jarr.

Jadi, kalau kita ketemu dengan akhiran -uuna atau -iina, maka kita sedang bicara tentang manusia. Bukan tentang benda, barang, objek, tempat, maupun gagasan. Sebenarnya bisa juga tentang jin dan malaikat, makhluk yang bisa membaca atau mendengar Al-Qur’an, tapi lebih seringnya adalah tentang manusia.

Sekarang, silakan dilihat kembali Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3+.

Kita akan melatih pembiasaan. Supaya kita terbiasa dengan bentuk-bentuk ini.

Caranya: dengan membacanya, mengulangnya sebanyak lima kali. 

Dimulai dari kolom 1, kolom 2, lalu kolom 3+.

Muslimun, musliman, muslimin.

Muslimaani, muslimayni, muslimayni.

Muslimuuna, muslimiina, muslimiina.

Sekali.

Muslimun, musliman, muslimin.

Muslimaani, muslimayni, muslimayni.

Muslimuuna, muslimiina, muslimiina.

Dua kali.

Muslimun, musliman, muslimin.

Muslimaani, muslimayni, muslimayni.

Muslimuuna, muslimiina, muslimiina.

Tiga kali.

Muslimun, musliman, muslimin.

Muslimaani, muslimayni, muslimayni.

Muslimuuna, muslimiina, muslimiina.

Empat kali.

Muslimun, musliman, muslimin.

Muslimaani, muslimayni, muslimayni.

Muslimuuna, muslimiina, muslimiina.

Lima kali.

Cool … 👏👏

Supaya proses belajar bahasa Arab bisa efektif, kita harus melakukan sesuatu.

Apa itu? Menghafal sesuatu.

Ntar yang dihafal banyak ya? Ratusan? Ribuan?

Enggak juga. Hanya beberapa. 

Hafalan yang penting-penting saja.

Yang menjadi tulang punggung dari bahasa Arab.

Dan yang tadi barusan dibaca diulang lima kali, adalah salah satunya.

Ustaz Nouman sudah pernah melakukannya.

Menghafal seperti itu.

Sehingga beliau berharap, kita semua juga melakukannya. 

Bahkan setelah Anda mengulanginya lima kali, sebaiknya Anda mencoba mengulanginya lima kali lagi, tapi dengan melihat dinding putih. Maksudnya, dindingnya boleh warna apa saja, tapi yang penting Anda mengulanginya lima kali lagi tanpa melihat catatan, hape, atau layar monitor.

Kita harus melakukan visualisasi terhadap tabel tadi: Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3.

Baca lagi lima kali. Hafalkan. Jangan lihat tabel. Pejamkan mata. Visualisasikan.

Habis itu bisa kita variasi. Kata dasarnya jangan ‘muslim’. Ganti dengan, misalnya, ‘biri’.

Biriun birian biriin.

Biriaani biriayni biriayni.

Biriuuna biriiina biriiina.

Kalau Anda berhasil menghafalkan yang ini, beri diri Anda sendiri hadiah: makan nasi biryani. 

🍴🥄🔪🍽️ 😃😃

Bisa juga diganti dengan ‘n’.

Nun nan nin.

Naani nayni nayni.

Nuuna niina niina.

Mungkin akan ada orang yang menoleh ke Anda karena merasa dipanggil namanyaYang merasa namanya dipanggil bisa senyum-senyum sendiri. 😃😃

Yang paling to the point adalah: ‘kosong’. Alias, kata dasarnya ‘blank‘.

Un an in.

Aani ayni ayni.

Uuna iina iina.

Bisa juga dijadikan permainan jika ada satu kelompok misalnya 10 sampai 20 orang. 

Berdiri atau duduk membentuk lingkaran. 

Satu orang memulai dengan ‘muslimun‘. Yang di sebelah kanannya harus melanjutkan dengan ‘musliman‘. Begitu seterusnya. Begitu sampai ke muslimiina yang kedua, yang sebelah kanannya bisa mulai dengan kata dasar yang baru. Begitu seterusnya.💡💡

Tapi jangan dimainkan sekarang ya.

Tunggu Covid-19 reda dulu. Semoga pandemi cepat berlalu. 🙏🙏

Sekali lagi, perlu diingatkan.

Penting untuk melakukan latihan mental picture. Maksudnya, tanpa melihat tabel. 

Boleh memejamkan mata, boleh melihat dinding atau langit-langit yang kosong.

Yang penting jujur pada diri sendiri dan jujur sama Allah, tidak lihat tabel. Tidak melirik tabel. Atau contekan apapun.

Kita kan ingin bisa berbahasa Arab untuk mengingat-Nya.

Percuma juga kalau dalam prosesnya, ada kebohongan. Ada kecurangan.

Muslmun musliman muslimin.

Raf’ nasb jarr satu orang.

Muslimaani muslimayni muslimayni.

Raf’ nasb jarr dua orang.

Muslimuuna muslimiina muslimiina.

Raf’ nasb jarr tiga orang atau lebih.

Suatu saat, di rumah atau di masjid, atau di tempat-tempat yang baik, kita akan membaca Al-Qur’an, misalnya ayat ini

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَۛ فِیهِۛ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

Kita mendengar kata muttaqiina.

Ada akhiran -iina.

Kita sudah dilatih untuk memprioritaskan apakah ada ending combination. Apakah ada bunyi akhir kombinasi. 

Jangan dengarkan bunyi akhiran u a i atau un an in tapi perhatikan ending combination atau bunyi akhir kombinasinya dulu.

Ada akhiran -iina berarti ada ending combination. Ada bunyi akhir kombinasi.

Lalu, langkah berikutnya, kita periksa, bunyi akhir kombinasi yang mana: 2 atau 3+

Dan kita tahu, bahwa akhiran -iina masuk di kolom 3+.

Ada -uuna yang raf’, ada -iina yang nasb atau jarr

Jadi, yang sudah jelas, yang sudah bisa kita pastikan adalah, bahwa akhiran -iina menunjukkan jumlahnya banyak. Tiga orang atau lebih.

Yang belum bisa kita pastikan adalah statusnya: nasb atau jarr.

Sudah pasti bukan raf’, karena raf’ berakhiran -uuna.

Kelak setelah kita mempelajari lebih lanjut, kita akan tahu, statusnya nasb atau jarr.

Pelajaran kita saat ini belum sampai ke situ.

Tapi kita tidak akan pernah tahu kalau kita tidak memulai dengan menghafal tabel tadi.

Jadi, lagi lagi, mari kita pastikan bahwa kita benar-benar hafal tabel tadi.

Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3+.

Secara cepat dan mudah.

Hafalkan tabel ini sampai tersimpan kuat di dalam otak. 

Pindahkan tabel ini, masukkan tabel ini, ke dalam memori kita.

Kalau ada yang nanya, “Dua jarr apa ya?”

Anda harus segera menjawab: ”Muslimayni”.

Atau, ada yang nanya, “Satu nasb, apa?”

Jawab dengan cepat, “Musliman”.

Atau, ada yang nanya, “Banyak, raf‘, apa ya?”

Jawab dengan cepat, “Muslimuuna“.

Tabel ini harus dikuasai dulu, ya.

Sebelum kita lanjut ke pelajaran berikutnya.

Serius ini, beneran.

Dan jangan lupa, jujurlah pada diri sendiri dan sama Allah.

All the best to you insya Allah.

Anda akan hafal tabel ini.

Barakalaahu lii wa lakum.

***

RINGKASAN

BUNYI AKHIR KOMBINASI

KIAT UNTUK MENGIDENTIFIKASI SEBUAH KATA APAKAH RAF’, NASB, ATAU JARR: PERIKSA DULU APAKAH ADA BUNYI AKHIR KOMBINASI 

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 04. Status Continued – Ending Combination

Video ke 6 dari 86 video.

Durasi: 14 menit 54 detik

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 04. Status Continued – Ending Combination (07:30-14:54)

***

Tabel MUSLIM 1, 2, DAN 3+


***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Arabic of the Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s