[AoQ2020] The Culprit, the Details, and After of (Part 2)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Arabic of the Quran (AoQ) Hari ke-6

Jum’at, 11 September 2020

Materi AoQ Hari ke-6 | The Culprit, the Details, and After of (Part 2)

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo04Part2

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Semoga Anda bertanya: kok ’Part 2’?

’Part 1’ ke mana ya?

Bagus!

Berarti Anda masih mikir.

Seperti Cak Lontong. 😃😃

’Part 1’ sudah dibahas kemarin. Ada ’Part 1a’ dan ’Part 1b’.

Sekarang kita masuk ke ’Part 2’.

Di Part 2 ini, kita akan melanjutkan dengan contoh berikut.

I ate an apple outside yesterday quickly out of hunger.

Saya makan satu buah apel di luar kemarin secara cepat karena kelaparan.

Berarti:

an apple atau satu buah apel adalah nasb,

outside atau di luar adalah -nasb,_

yesterday atau kemarin adalah nasb,

quickly atau secara cepat adalah nasb,

out of hunger, atau karena kelaparan adalah nasb.

Jadi, Raf’ menjawab pertanyaan Who.

Dan Nasb menjawab pertanyaan What, When, Where, Why, dan How.

Atau, bisa diringkas:

Who ⇒ Raf’

5W1H minus Who ⇒ Nasb

The dentist gave me a filling.

Dokter gigi memberi saya tambalan gigi.

Dentist adalah raf‘. Karena dentist did the act. Karena dokter gigi melakukan kerjanya/tindakannya.

Pertama-tama, kita fokus ke the act atau tindakannya lebih dahulu. Alias fi’l. Yaitu gave.

Lalu kita mengajukan pertanyaan.

Who did the act? Siapa yang melakukan kerjanya? Siapa yang melakukan tindakannya? Siapa pelakunya? Tentu saja pelakunya adalah raf’. Ini disebut juga raf’question. Atau, pertanyaan tentang raf’.

Selanjutnya, pertanyaan 5W1H lainnya selain Who, itu adalah nasb. Ini disebut juga nasb questions. Atau, pertanyaan tentang nasib. Pertanyaan yach. Karena kan 5W1H minus Who.

What did the dentist give me? Apa yang diberikan dokter gigi kepadaku? A filling. Sebuah tambalan gigi. Jadi ‘a filling’ atau tambalan gigi itu pasti nasb.

Whom did the dentist give it to? To me.

Kepada siapa dokter gigi itu memberi tambalan gigi? Kepadaku. Atau, kepada saya.

Nah. Nah. Nah.

Jadi, ‘me’ atau ‘saya’ adalah another nasb.

‘Saya’ dalam contoh barusan adalah nasb yang lain.

Nah. Nah. Nah.

Berarti, tidak terbatas pada 5W1H minu Who yach, karena bisa juga Whom atau kepada siapa.

I ate too much chocolate.

Terjemahan yang ‘enak’ dalam bahasa Indonesia: ‘Saya makan coklat terlalu banyak’.

Tapi terjemahan sesuai urutan di atas: ‘Saya makan terlalu banyak coklat’.

Sekarang, mari kita ikuti tahapan analisisnya.

Pertama, tindakannya apa? Ate alias makan. Ini adalah fi’l.

Kedua, siapa yang makan? I atau saya. Maka I atau saya adala doer. Ini adalah raf’.

Selanjutnya, apa yang saya makan? Chocolate alias coklat. Ini adalah nasb.

Bagaimana saya makan coklatnya? Too much atau excessively atau terlalu banyak. Ini adalah nasb yang lain.

Jadi, ada:

(1) do-er of the act atau pelaku tindakannya, dan

(2) detail about the act atau detail tentang tindakan tersebut.

Bisa juga dibikin lebih simpel:

(1) raf’ adalah do-er atau pelaku, dan

(2) nasb adalah detail.

Tapi lebih akurat lagi:

(1) raf’ adalah do-er of the act atau pelaku dari tindakannya, dan

(2) nasb adalah detail about the act atau detail tentang tindakannya.

Mengapa perlu kita batasi pada detail of the act atau detail tentang tindakannya?

Karena jika pikiran kita melayang-layang terlalu jauh membayangkan detail yang lain seperti warna bungkus coklatnya, atau warna apelnya (hijau atau merah). detail seperti itu adalah tentang detail yang lain, bukan detail of the act. Bukan detail tindakannya. Jadi, bukan nasb.

Saya pergi ke toko sepeda.

Saya adalah raf’. Karena raf’ menjawab pertanyaan siapa yang pergi, atau siapa yang melakukan tindakannya.

Toko sepeda adalah nasb. Karena nasb menjawab pertanyaan 5W1H minus Who. Dalam hal ini ‘toko sepeda’ menjawab pertanyaan pergi ke mana yang tidak lain adalah detail about the act atau detail tindakannya.

Akan masuk nasb jika pertanyaannya adalah di seputar tindakannya. Atau, dalam contoh di atas, di seputar kata ‘pergi’:

(1) pergi dengan siapa

(2) pergi ke mana

(3) perginya kapan

(4) mengapa pergi

(5) perginya naik apa

(6) siapa yang pergi (ini jebakan batman ya, ini bukan mengarah ke nasb tapi ke raf’ karena ini adalah Who, jadi harus diingat lagi 5W1H minus Who).

Sepedanya warna apa? Misalnya, warnanya kuning. Maka ‘kuning’ bukan nasb. Karena ‘kuning’ bukanlah detail tindakannya, tapi detail yang lain.

Contoh lainnya lagi.

Saya bertemu orang itu.

‘Saya’ adalah raf’.

‘Orang itu’ adalah nasb.

Berapa ya, tingginya orang itu? Dua meter, misalnya.

Maka ‘dua meter’ bukan nasb.

Mengapa?

Karena ‘dua meter’ adalah detail dari ‘orang itu’, bukan detail dari ‘bertemu’. Jadi semoga kita sadar 😃😃 bahwa nasb berhubungan dengan detail tindakannya, bukan detail yang lain.

Saya naik mobil.

Mobilnya berwarna biru.

Maka ‘saya’ adalah raf’.

‘Mobil’ adalah nasb karena mobil menjawab pertanyaan ‘naik apa’.

‘Biru’ bukanlah nasb karena merupakan detail dari ‘mobil’, bukan detail dari ‘naik’. Atau tidak ada hubungannya dengan tindakannya.

Dalam contoh-contoh di atas, kuning (warna sepeda), dua meter (tinggi orang itu), dan biru (warna mobil) adalah detail yang bukan tentang tindakannya.

Mari kita latihan lagi. Melakukan analisis secara sistematis. Dengan tiga tahapan:

1. analisis tindakan,

2. analisis pelaku,

3. analisis detail tindakannya.

Allah created the earth.

Allah menciptakan bumi ini.

1. Apa tindakannya? Created atau menciptakan.

2. Siapa yang menciptakan? Allah. Maka kata ‘Allah’ adalah raf’.

3. Apa yang Dia ciptakan? The earth atau bumi ini. Maka the earth atau bumi ini adalah nasb karena merupakan detail terhadap tindakannya.

The messenger of Allah taught his companions.

Rasulullah mengajari para sahabat beliau.

1. Apa tindakannya? Taught atau mengajari. Ini adalah fi’l.

2. Siapa yang melakukannya? Rasulullah. Jadi Rasulullah adalah raf’.

3. Rasulullah mengajari siapa? Para sahabat. Jadi, para sahabat adalah nasb.

Dalam contoh-contoh berikut ini, yang ditulis tebal adalah raf’. Dan yang ditulis miring adalah nasb.

1. Rasulullah mengajari para sahabat.

2. Allah menciptakan bumi.

3. Saya makan coklat terlalu banyak.

4. Dokter gigi memberi saya tambalan.

5. Saya makan apel di luar kemarin secara cepat karena kelaparan.

Baiklah.

Kita sudah mempelajari:

Raf’: the do-er of the act.

Nasb: the detail of the act.

Tinggal satu lagi nih.

Yang satu ini, istilah bahasa Arab-nya adalah jarr.

Jarr adalah status untuk kata ‘after of’.

Itu adalah tempat yang paling umum di mana kita menemukan jarr.

Bingung?

Bagus. Memang harus bingung. Karena belum dijelaskan.

Mari kita pelajari contohnya, biar jelas insya Allah.

The house of Allah. Rumah Allah.

The religion of Islam. Agama Islam.

The son of Abdullah. Putra Abdullah.

Tiga contoh di atas masing-masing punya ‘of’.

Apapun kata yang mengikuti ‘of’, apapun kata yang ada tepat setelah ‘of’, itulah JARR.

Enak ya? Tidak harus terlalu analitis seperti raf’. Kita seperti harus menjadi detektif untuk mencari tahu siapa yang melakukannya.

Enak ya? Tidak harus mengikuti proses what-when-where-why-how alias 5W1H minus Who seperti nasb.

Enak ya? JARR itu super easy. Mudah banget. Tinggal lihat ’of’, maka kata setelahnya, itulah JARR.

Oke, kita amati tiga contoh barusan. Mana yang JARR?

Kata ‘Allah’, adalah JARR.

Kata ‘Islam’ adalah JARR.

Kata ‘Abdullah’ adalah JARR.

Karena posisinya adalah setelah ‘of’.

Sekarang, yang JARR kita tulis tebal dan miring.

The house of Allah.

The religion of Islam.

The son of Abdullah.

Nah. Sekarang, kita mempelajari sesuatu yang tricky.

Yaitu, bahwa, kata ‘of’ tidak selalu jelas terlihat.

Contoh:

Allah’s house.

Abdullah’s son.

Bisakah Anda melihat ’of’ di dua contoh barusan?

Tidak bisa.

Padahal sebenarnya ada.

Allah’s house artinya rumah Allah, sama saja dengan the house of Allah.

Abdullah’s son artinya putra Abdullah, sama saja dengan the son of Abdullah.

Dan seperti yang sudah dibahas sebelumnya dengan contoh yang sama, maka:

1. kata ‘Allah’ adalah JARR, dan

2. kata ‘Abdullah’ adalah JARR.

Bahkan dalam bentuk Allah’s house, kita bisa menandai kata Allah sebagai JARR.

Demikian juga dengan kata Abdullah pada Abdullah’s son yang kita ‘kembalikan’ menjadi son of Abdullah.

Allah’s house.

Abdullah’s son.

Yeayyy!!!

Jadi kita sudah punya tiga label sekarang.

1. RAF’

2. NASB

3. JARR

Pengumuman. Hehehe, pengumuman kecil.

Ini, sekali lagi, nulisnya nasb pakai transliterasi bahasa Inggris yach.

Kalau transliterasi bahasa Indonesia-nya mah  nashb.

Biar kompak.

Maksudnya, biar empat karakter semua.

RAF’ punya empat karakter dengan karakter terakhir adalah ‘ain.

NASB dan JARR jelas-jelas empat karakter sekaligus juga empat huruf.

Latihan lagi yuk. Latihan analisis. Masih ingat proses analisisnya kan, ya? Proses yang sebelumnya masih tetap sama, tinggal kita tambahkan di sini satu proses tambahan yang baru saja kita pelajari, yaitu mengidentifikasi JARR.

1. Tindakan

2. Pelaku

3. Detail

4. After ‘of’

The messenger of Allah taught his companions.

Utusan Allah mengajar sahabat-sahabat beliau.

1. Tindakannya adalah ‘mengajar’.

2. Pelakunya adalah ‘utusan’. Jadi ‘utusan’ adalah raf’. Atau, bisa kita beri label (R).

3. Detail di sini adalah yang diajar, yaitu sahabat-sahabat beliau. Ini adalah nasb. Atau, bisa kita beri label (N).

4. After of atau kata setelah ’of’ dalam contoh tadi adalah kata ‘Allah’. Ini adalah JARR. Atau, bisa kita beri label (J).

Kata ‘taught’ tidak usah diberi label. Dia ikhlas kok. 😃😃

Karena dia past tense, maka dia bukan ism tapi fi’l.

Nah.

Kata ’his companions’ itu, kita bisa juga mengatakannya: companions of his.

Kata companions atau ‘para sahabat’ menjawab pertanyaan ‘whom did the messenger of Allah teach?‘ Atau, siapa yang diajari Rasulullah.

Ini adalah ‘nasb question’. Pertanyaan tentang nasb.

Jadi, kata ‘companions’ atau para sahabat adalah nasb yang sesungguhnya. Yang kita bisa taruh label (N).

Kata ‘his’ adalah after ‘of’.

Maka, kata ‘his’ adalah jarr.

Bisa kita beri label (J).

Nah. Sampai di sini, ada pertanyaan?

Ada. Pasti penghuni grup yang cerdas ini akan tertarik untuk bertanya.

Kalau kata ‘of’ itu, apa ya?

A word that makes no sense unless followed by another word. Atau, unless there is a word after. Kata yang tidak ada artinya, kecuali ada kata yang mengikutinya.

Apakah itu?

Bukan ism, bukan fi’l.

Bukan sulap, bukan sihir. 😃😃

Berarti apa?

Harf. Iya, harf.

Label-label tadi adalah status untuk ism.

Jadi kata ‘of’, demikian juga kata ‘taught’, tidak diberi label di sini.

Tidak diberi (R). Tidak diberi (N). Tidak diberi (J).

Alhamdulillah.

Tsumma alhamdulillah.

Kita sudah mengenal RAF’, NASB, dan JARR, melalui beberapa latihan yang barusan kita lakukan bersama.

Hehehe sekarang contohnya adalah ‘tentang kita’.

Ini dia contohnya: Kita barusan berlatih bersama.

1. Apa tindakannya? ‘Berlatih’ (bukan ism tapi fi’l jadi tidak diberi label).

2. Siapa pelakunya? ‘Kita’ (R).

3. Kapan kita berlatih? ‘Barusan’ (N).

4. Bagaimana kita berlatihnya? ‘Bersama’ (N).

😃😃

Bahasa Arab akan menjadi sangat mudah, jika kita tidak sekadar belajar bahasa Arab. Jika kita tidak sekadar menaruh-naruh label. Tapi jika kata-kata bahasa Arab itu masuk akal dalam bahasa yang sudah kita kuasai.

Artinya, kita sedang membangun jembatan antara bahasa Arab dengan bahasa yang sudah kita kuasai.

Semoga Allah memberikan kemudahan dalam setiap langkah kita mempelajari bahasa Arab untuk mengingat-Nya.

Barakallaahu lii wa lakum.

Wassalaamu ‘alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.


RINGKASAN

INTRODUCTION TO STATUS

Ini adalah ringkasan dari pelajaran hari Kamis kemarin, dan pelajaran hari Jumat ini.

Yang dimaksud dengan Status dari ism adalah salah satu dari yang tiga ini:

1. Raf’. Sebagai doer atau pelaku dari tindakannya.

2. Nasb. Adalah detail dari tindakannya.

3. Jarr. Adalah after ‘of’ atau kata yang terletak tepat setelah ’of’.

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 02. Introduction to Status

Video ke 4 dari 86 video.

Durasi: 17 menit 55 detik

***

Sumber:

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 02. Introduction to Status (10:00-17:55)


Diskusi dan Tanggapan AoQ Hari Ke-6 |  The Culprit, the Details, and After of (Part 2)

Vera:

Maa syaa Allah.. aamiin.

Jazakumullahu khairan Tim Chefs VoB

Icaaa:

Masya Allah.. Alhamdulillah

Jazakillah Khairan ka ✨


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Arabic of the Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s