[AoQ2020] Kata demi Kata


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Arabic of the Quran (AoQ) Hari ke-2

Senin, 7 September 2020

Materi AoQ Hari ke-2  | Kata demi Kata (Part 1a)

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo02Part1a

Vina Panduwinata pernah bercerita tentang kata demi kata. Yang terjalin dengan indah. Untuk menguraikan maksud hati. 

Jika kisah cinta dua anak manusia saja membutuhkan kata demi kata, bagaimana dengan kisah cinta kita dengan Allah? Maka kita juga perlu mempelajari kata demi kata. 💞

1️⃣1️⃣1️⃣

Dan inilah pelajaran pertama kita: apa saja sih, kata demi kata, atau kita sebut di sini, jenis-jenis kata, dalam bahasa Arab?

Ada 3️⃣ jenis kata dalam bahasa Arab. 

Silakan dibuka mush-haf Al-Qur’an di dekat Anda. Halaman berapa saja, tidak masalah. Lalu pilih satu kata. 

Wah, saya kan baru mau belajar bahasa Arab, jadi saya tidak yakin apakah yang akan saya pilih adalah sebuah kata atau bukan?

🙂😊

Oke, oke, oke. Jika Anda tidak yakin apakah yang akan Anda pilih adalah sebuah kata, tetap pilih satu saja, yang Anda anggap sebuah kata. Di tahap ini, tidak perlu Anda yakin bahwa itu adalah sebuah kata. 

Yang jelas, di halaman Al-Qur’an yang Anda buka, di situ ada kata-kata berbahasa Arab. Katakanlah Anda sekarang sudah mengambil, maksudnya memilih, satu kata. Satu kata saja.

Maka bisa dipastikan bahwa kata itu, yang sudah Anda pilih itu, masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori.

Yang pertama adalah ism. 🍎

🍎 ISM اِسْم

Yang kedua adalah fi’l. 🍊

🍊 FI’L فِعْل

Yang ketiga adalah harf 🍇

🍇 HARF حَرْف

Tidak mungkin satu kata masuk ke dalam dua kategori.

Tidak mungkin satu kata masuk ke dalam tiga kategori.

Tidak mungkin satu kata masuk ke dalam kategori keempat.

By the way, tidak ada kategori keempat. 

☺️😇

Yang ada hanya tiga kategori itu saja: ism, fi’l, harf.

Coba kita sebut lagi, apa tiga kategori tadi ?

📝 Ism

📝 Fi’l

📝 Harf

Tugas pertama kita adalah: mengidentifikasi apakah sebuah kata itu ism, fi’l, atau harf.

Definisi ISM

Ini adalah definisi yang paling panjang dan paling sukar.

Tapi insya Allah karena kita belajar bahasa Arab untuk mengingat Allah, definisi ini jadi mudah.

Ism adalah person, place, thing, idea, adjective, adverb, and more.

Bisa kita formulasikan begini: PP – TI – AA – aM.

Ism adalah Person, Place – Thing, Idea – adjective, Adverb – and More.

👨🏻‍💼 Person

Sekarang kita bahas ‘P’ yang pertama: Person.

Yang jelas, person adalah tentang manusia. Tentang kita. 

Langsung saja kita bahas contoh-contohnya, biar jelas sejelas-jelasnya.

Contoh pertama adalah nama-nama. Maksudnya, nama-nama orang. Nama-nama manusia. 

Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam, Fir’aun, dan Allah (dibaca: kata “Allah” adalah ism).

Contoh kedua adalah sesuatu yang generic. Nama-nama yang sifatnya umum.

Teacher atau guru, boy atau anak laki-laki, child atau anak.

Contoh ketiga adalah pronoun atau kata ganti. You atau Anda, I atau saya, we yang bisa berarti ‘kami’ atau ‘kita’.

🗾 Place

Sekarang kita bahas ‘P’ yang kedua: Place. Artinya, tempat.

Contohnya? Banyak. Maksudnya, ‘banyak’ bukanlah contoh dari place, tapi contoh dari place itu ratusan, ribuan, atau lebih dari itu. ☺️😁

Masjid, Mekah, Texas, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Pulau Rinca, yang letaknya kira-kira di antara Komodo National Park dan Labuan Bajo, yang akan dijadikan Jurassic Park Indonesia, juga termasuk contoh dari place.

Kita kembali ke formulasi PP – TI – AA – aM.

Person dan Place, sudah.

Thing

Sekarang kita bahas T alias Thing.

Yang dimaksud thing di sini adalah benda. Yang terlihat oleh mata kita.

Komputer, kamera, batu, langit, adalah contoh-contohnya.

Termasuk juga: it. Ini kalau bahasa Inggris ya. Bahasa Indonesia-nya bisa ‘ini’. Atau, ‘itu’. Tapi yang mengucapkannya sambil menunjuk ke suatu benda. Tidak harus menunjuk. Melirik juga bisa. 😆😏

Kita kembali ke formulasi PP – TI – AA – aM.

Person, Place, Thing, sudah.

💡 Idea

Sekarang kita bahas I alias Idea.

Apa itu idea? Gagasan atau konsep yang tidak bisa kita sentuh. Tapi kita punya nama untuk konsep atau gagasan itu.

Contoh: Islam, keadilan, kasih sayang. 

Jadi idea itu mirip dengan thing, hanya kita tidak bisa menyentuhnya. Tidak tersentuh oleh pancaindra kita. 

Contoh lain: kebenaran, kemarahan, kesedihan,dan kegembiraan. 

Saatnya menengok lagi formulasi PP – TI – AA – aM.

Person, Place, Thing, Idea, sudah.

❄️ adjective

Sekarang kita bahas A yang pertama: adjective.

Apa itu adjective. Definisinya adalah a word that describes another word. Sebuah kata yang menjelaskan kata yang lain. Biasa kita kenal dengan kata sifat.

Misalnya ada kalimat seperti ini: Islam is a great religion. Islam adalah sebuah agama yang luar biasa. 

Kata great yang artinya bagus, hebat, atau luar biasa, adalah kata sifat. Mengapa? Karena kata great menjelaskan kata religion. Islam itu agama yang bagaimana? Atau, Islam adalah agama yang seperti apa? Dijelaskan dengan kata sifat: great. Islam adalah agama yang luar biasa.

Contoh lainnya: a tall man. Seorang laki-laki yang tinggi. 

Kata tall alias ‘tinggi’ adalah deskripsi dari man atau ‘seorang laki-laki’.

Kata ‘tinggi’ menjelaskan ‘seorang laki-laki’.

Contoh lainnya lagi: a funny cat. Seekor kucing yang lucu.

Kata funny alias ‘lucu’ adalah deskripsi dari cat atau ‘kucing’.

Kata ‘lucu’ menjelaskan ‘kucing’.

Kata great, tall, dan funny, dalam bahasa Inggris masuk ke kategori adjective.. Bukan noun

Kata ‘luar biasa’, ‘tinggi’, dan ‘lucu’, dalam bahasa Indonesia masuk ke kategori ‘kata sifat’ Bukan ‘kata benda’.

Oh ya, by the way, kita tidak bisa menyebut ism sebagai noun atau kata benda. Mengapa? Karena ism cakupannya lebih luas. Tidak hanya noun.

Ism juga mencakup adjective, adverb, and more. Jadi bukan noun saja.

Sebagai guru bahasa Arab, Ustaz Nouman tidak pernah menyebut ism sebagai noun.

Karena ism itu lebih dari noun

Jika ism adalah noun, maka cakupannya hanya person, place, thing, dan idea.

Padahal kenyataannya tidak seperti itu. 

Kenyataannya ism lebih dari itu.

Sekali lagi, ism juga mencakup adjective, adverb, dan more.

Bahkan more ini penting lho.

Saya suka kucing. Begitu pun Abu Hurairah. Kucing bukan fi’l. Kucing bukan harf. Setelah nanti kita mempelajari definisi fi’l dan harf, kita akan tahu persis bahwa kucing bukan fi’l dan juga bukan harf.

Tapi kucing juga bukan person, bukan place, bukan thing dalam arti benda mati, bukan idea karena kucing bisa disentuh, dipeluk, dan disayang-sayang. Tapi kucing bukan adjective. Kucing bukan adverb. Tapi ism. Masuknya di ’more’.

❓Bagaimana kita membedakan adjective dengan noun?❓

Dalam bahasa Inggris, noun itu bisa plural. Kata benda bisa berbentuk jamak. 

Dalam bahasa Inggris, secara umum, penambahan ‘s’ pada sebuah kata benda tunggal akan mengubahnya menjadi kata benda jamak. 

Boy menjadi boys. Anak laki-laki, dari satu berubah jamak.

Car menjadi cars. Mobil, dari satu menjadi jamak.

Kalau blue car. Mobil biru. Atau, mobil yang berwarna biru.

Apa bentuk jamaknya?

Blues cars?

(bersambung ke Part 1b)


Materi AoQ Hari ke-2  | Kata demi Kata (Part 1b)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo02Part1b

➡️🔵

Bukan. Bentuk jamaknya bukan blues cars.

Mengapa?

Karena adjective atau kata sifat tidak bisa berbentuk plural atau jamak.

Biru atau blue tidak bisa berubah menjadi blues.

Jadi bentuk jamaknya adalah blue cars

Mobil-mobil yang berwarna biru. 

Kata benda bisa berbentuk jamak. Kata sifat, tidak bisa.

Contoh lain dong!

Oke. Nice boy. Nice girl

Anak laki-laki yang baik. Gadis yang baik.

Bagaimana bentuk jamaknya?

Bukan nices boys dan nices girls

Karena nice sebagai kata sifat, tidak bisa berbentuk jamak.

Bentuk plural atau jamaknya adalah nice boys dan nice girls.

Dari dua contoh tadi, blue dan nice tidak mengalami perubahan sama sekali.

Begitulah kata sifat.

💥

Tapi dalam bahasa Arab, adjective akan berubah.

Dalam bahasa Arab, adjective akan diperlakukan seperti noun.

Maka adjective tidak dibedakan dengan noun.

Kita menyebutnya ism.

Contoh adjective meliputi warna: putih, kelabu, hijau, kuning, dan biru. 

Bisa juga terkait size atau ukuran. Contohnya: besar, kecil, kurus, dan gemuk.

Bisa juga terkait keindahan: cantik, indah, jelek, ganteng, dsb.

Waaahhh, panjang juga ya, penjelasan tentang adjective atau kata sifat.

Sampai kita bisa dilupakan kalau masih ada ism yang lain yang belum dibahas.

😳😳

Hayuk kita tengok lagi formulasi PP – TI – AA – aM.

Person, Place, Thing, Idea, adjective, sudah.

👣 Adverb

Sekarang kita bahas A yang kedua: Adverb.

Adverb itu dalam bahasa Inggris biasanya berakhiran -ly.

Contohnya: quickly, slowly, happily, reluctantly.

Artinya masing-masing: dengan cepat, dengan perlahan, dengan senang hati, dengan perasaan enggan.

Buat apa sih adverb itu?

Adverb memberitahu kita bagaimana sesuatu dilakukan. Bagaimana sesuatu terjadi.

Contoh:

I walk slowly. Saya berjalan perlahan.

He drove quickly. Dia mengemudi dengan cepat.

She spoke reluctantly. Dia berbicara dengan enggan.

They acted angrily. Mereka beraksi dengan penuh amarah.

Adverb menjawab pertanyaan how. Adverb, yang kalau dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan kata keterangan, menjawab pertanyaan ‘bagaimana sesuatu dilakukan’.

Bagaimana dia belajarnya? Dia belajar dengan malas. Atau, dengan tekun.

Bagaimana dia naik motornya? Dia mengendarai motor dengan ceroboh. Atau, dengan hati-hati.

How did it happen? Slowly, happily, angrily, etc. etc.

Dia naik sepeda dengan lambat. Bagaimana dia naik sepeda? Dengan lambat.

Dia bekerja dengan gembira. Bagaimana dia bekerja? Dengan gembira.

Dia menegur asistennya dengan penuh amarah. Bagaimana dia menegur asistennya? Dengan penuh amarah.

Dengan lambat, dengan gembira, dengan penuh amarah, itulah adverb

Biasanya kata dalam bahasa Inggris yang berakhiran -ly adalah adverb.

Biasanya ya, tapi tidak selalu.

Karena ada juga yang berakhiran -ly, tapi bukan adverb.

Contohnya: lovely. Artinya: indah, cantik, atau menyenangkan. 

Jadi lovely adalah adjective atau kata sifat. 

A lovely house. Rumah yang indah.

A lovely environment. Lingkungan yang menyenangkan.

Tapi bisa dibilang, most of the time, akhiran -ly bisa dijadikan patokan sebuah adverb.

Jadi setiap kata bahasa Inggris yang berakhiran -ly, kemungkinan besarnya adalah adverb.

Saatnya kita kembali ke formulasi PP – TI – AA – aM.

Person, Place, Thing, Idea, adjective, Adverb, sudah.

🎨 and More

Sekarang kita bahas ‘aM’ alias and More atau More itu sendiri.

More ini apa, sebenarnya?

Belum saatnya kita bahas.

Ntar kita bahas jika saatnya tiba.

Segala sesuatu akan indah pada saatnya.

🤗🤭

⛹🏻🏋🏻‍♂️🤾🏻‍♂️

Sekarang, mari kita berlatih.

Tutup kedua mata kita.

Coba sebutkan definisi ism tanpa melihat whiteboard. Tanpa melihat buku. Tanpa melihat PC. Tanpa melihat laptop. Tanpa melihat hp. 

Oh ya, boleh melihat langit-langit yang kosong.

Apa definisi ism?

Pejamkan mata ya. Atau pandang langit-langit yang kosong. Coba dulu ya.

Ism adalah person, place, thing, idea, adjective, adverb, and more.

Ingat lagi formasi PP – TI – AA – aM.

Ulangi lagi definisi ini. Gapapa ngomong sama diri sendiri.

Ism adalah?

Person, place, thing, idea, adjective, adverb, and more.

Sekarang sebutkan contohnya. Satu-satu saja.

Atau, tambahkan satu lagi contoh yang lain, selain yang sudah disebutkan di bawah ini. 

Person: saya.

Place: Texas.

Thing: komputer.

Idea: pelajaran, pendidikan, bahasa Arab.

Adjective: sulit, mudah, membosankan, menyenangkan.

Adverb: dengan cepat, dengan lambat, dengan gembira, dengan enggan, dengan nyaring.

More: ntar aja kalau kita sudah saatnya berurusan dengan more.

***

🍊Definisi FI’L🍊

🍊

Sekarang kita lanjut ke fi’l.

Apa definisi fi’l?

Fi’l adalah a word stuck in the past, or present, or future.

Sebuah kata yang ‘terjebak’ di masa lalu, atau masa sekarang, atau masa yang akan datang.

Lho, kok terjebak? Memang bisa?

Bisa.

Ada contohnya?

Ada.

Seperti apa contohnya?

Tanyakan saja pada Raisa, karena dia yang pernah terjebak di ruang nostalgia.

🤨🤨

Jadi, apa maksudnya ‘terjebak’ di sini?

Fi’l itu punya tense. Ada past tense, present tense, future tense.

Dalam bahasa Inggris, fi’l bisa disebut verb.

Bisa ya, tapi belum tentu benar.

Kita tidak ingin menyebut fi’l sebagai verb atau kata kerja, karena beda.

Bedanya di mana?

Mari kita lihat contoh berikut.

He went. Dia, seorang laki-laki, pergi. Bukan sekarang, bukan besok, tapi di waktu yang lampau.

Kata went adalah bentuk past dari go.

I go to school. Saya pergi ke sekolah (biasanya, selalu, atau setiap hari).

I went to school. Saya pergi ke sekolah (kemarin, minggu lalu, atau bentuk lampau yang lain)

Jadi, went itu verb. ‘Pergi’ itu kata kerja.

Tapi dalam bahasa Arab, “He went” itu jadi satu.

Fi’l itu He dan went digabung jadi satu.

Jadi fi’l itu more than verb.

Went itu verb.

He went itu fi’l.

Setelah mempelajari ism dan fi’l, kita bisa menarik kesimpulan:

Ism itu more than just a noun. Ism itu lebih dari sekadar kata benda.

Fi’l itu more than just a verb. Fi’l itu lebih dari sekadar kata kerja.

Rekan-rekan yang ada di grup ini, itu more than just a friend. Lebih dari sekadar teman. Karena kita sama-sama sedang mempelajari bahasa-Nya.

😄😛

Ate, eat, is eating, will eat in the future, semua ini adalah verb.

Makan (di masa lampau), makan (sebuah kebiasaan), akan makan (di masa depan), semuanya adalah kata kerja.

Jadi verb atau kata kerja itu sendiri juga bisa lebih dari satu kata.

Fi’l adalah a word stuck in the past, present, atau future.

Bagaimana dengan kata ‘apel’?

Termasuk apakah kata ‘apel’ itu: verb atau noun, atau harf?

Coba rekan-rekan cari atau beli apel di toko buah.

Siapa tahu dengan memandangi buah apel, kita bisa temukan jawabannya.

🙂 🙂

(bersambung insya Allah besok)

***

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 01. Types of Words in Arabic – Basic Nahw

Video ke 2 dari 86 video.

Durasi: 18 menit 49 detik

Part 1: menit ke-0 hingga menit ke-10

***

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 01. Types of Words in Arabic – Basic Nahw (00:00-10:00)


Diskusi dan Tanggapan AoQ Hari Ke-2 | Kata demi Kata

Rosy:

Assalamualaikum…

Afwan, hendak bertanya 🙏

Dalam bahasa Inggris bentuk jamak akan merubah noun, bukan adjective. Misal blue cars, bukan blues cars. Atau nice boys, bukan nices boys.

Tapi dalam bahasa Arab, adjective akan berubah. Dia akan diperlakukan sama seperti noun. Pertanyaan saya, apakah dalam bentuk jamak, adjective dalam bahasa Arab akan mengikuti? Jadi dalam konteks bahasa Arab, contoh blues cars tadi adalah kata yg benar?

Terimakasih jika ada yang berkenan membantu menjelaskan 😊🙏

TA (via Hain):

Mba Rosi, berikut jawaban dari Teaching Assistant kami:

wa alaikum salam wr wb.

ya, secara umum demikian, meskipun tidak berlaku untuk semua kasus. insya Allah persoalan ini akan kita bahas ketika sudah sampai pelajaran tentang fragmen atau hubungan antara ism dan ism.

sementara di awal ini kita baru belajar membedakan antara tiga jenis kata yaitu ism, fi’l, dan harf.

🙏😊

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Arabic of the Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s