[AoQ2020] Selamat Datang!


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Arabic of the Quran (AoQ) Hari ke-1

Ahad, 6 September 2020

Materi AoQ Hari ke-1 | Selamat Datang!

Oleh: Tim Chefs VoB

#BasicNahwVideo01Full

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْن

Washshalaatu wassalaamu ‘alaa sayyidil anbiyaa-i wal mursaliin.

وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن

Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin.

ثُمَّ أَمَّا بَعْد

Tsumma ammaa ba’d.

فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم

Fa a’uudzubillaahi minasysyaithoonirrajiim.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Wa laqod yassarnal qur-aana lidz dzikri fahal min muddakir.

(QS Al-Qamar, 54:17)

(QS Al-Qamar, 54:22)

(QS Al-Qamar, 54:32)

(QS Al-Qamar, 54:40)

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ

Rabbisyrahlii shadrii.

وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ

Wa yassirlii amrii.

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ

Wahlul ‘uqdatan min lisaanii.

يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

Yafqahuu qawlii.

(QS Thaha, 20:25-28)

آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Assalaamu ‘alaykum rekan-rekan semua!

🎁🎁🎁🎁🎁

Apa kabar?

Semoga rekan-rekan selalu diliputi kebaikan. Sekarang dan seterusnya. Dari Allah ta’aalaa yang telah menganugerahkan kemampuan berbahasa kepada kita.

Yang kita gunakan sehari-hari, tanpa mikir lagi, adalah bahasa Indonesia. Kita bisa tersenyum, atau menangis, mendengarkan kata-kata tertentu, yang diucapkan dalam bahasa Indonesia. Tapi kita belum bisa seperti itu, dengan bahasa Arab. Terutama bahasa Arab Al-Qur’an.

Awal bulan depan, Ustaz Nouman akan memberikan online teaching bahasa Arab. Grup ini dibuat untuk warming up menyongsong event itu, awalnya. 

Tapi setelah direnungkan lagi, tidak semua orang berkesempatan untuk mengikuti Dream Live. Padahal semua orang berhak untuk belajar bahasa Arab Al-Qur’an. Maksudnya, yang berminat, tentunya. 

Maka grup ini fokusnya memang ke situ: makin dekat dengan Al-Qur’an dengan mempelajari bahasanya. Yang berkesempatan ikut Dream Live bisa berbagi pelajaran dengan yang lain. Yang tidak berkesempatan ikut, bisa kecipratan ilmu dari yang ikut.

🧃

Dan insya Allah kita semua, para pelajar Al-Qur’an dan bahasa Arab Al-Qur’an, bisa kecipratan ilmu dari para guru bahasa Arab Al-Qur’an, yang insya Allah juga ikut mengawal grup ini.

Alhamdulillah di grup ini ada mas Andry Widjayanto, yang sudah bertahun-tahun mengajar bahasa Arab Al-Qur’an menggunakan metode yang Ustaz Nouman ajarkan. Beliau akan memberi respons, komentar, atau jawaban atas pertanyaan yang kita ajukan, di waktu beliau sedang tidak mengajar kelas bahasa Arab.

Sebagai bahan warming up, setiap harinya akan dihadirkan materi-materi dari Dream di Bayyinah TV. Peluncurannya insya Allah adalah antara ba’da shalat maghrib hingga jam delapan malam, sesuai availability dari group admin. 

Materi pertama hari ini adalah ‘sambutan’ dari Ustaz Nouman di Bayyinah TV, yang menyambut datangnya orang-orang seperti kita, yang berminat belajar bahasa Arab Al-Qur’an. 

Ustaz menyebutnya sebagai sebuah orientasi tentang cara mendapatkan manfaat yang maksimal dari kursus ini. Yang dimaksud dengan kursus di sini adalah program Dream. Sebuah pendekatan untuk mempelajari bahasa Al-Qur’an. 

Dan ustaz tidak ingin berpanjang kata. Tidak ingin membahas latar belakang dan semacamnya, beribu kilometer jauhnya. Tapi ingin langsung membahasnya. Langsung ke inti masalahnya.

🍉🍉🍉🍉🍉

Hal yang pertama yang kita butuhkan adalah ini: jangan terintimidasi. 

😊😊

Mengapa ustaz bilang begitu? 

Karena kita akan merasa, waduuuhhh, banyak banget materi yang dibahas. Dan masih banyak lagi ‘tontonan’, maksudnya, berton-ton informasi yang membanjiri diri kita.

Tapi kita tidak perlu khawatir. Tetap tenang dan kalem. Karena, beneran, metode yang digunakan di sini, adalah ‘mengunyah’ informasi itu pelan-pelan. 

Jika informasi itu adalah sebuah gajah besar. Ah, tapi tidak ada roti gajah. Jadi kita ganti saja perumpamaannya dengan roti buaya. 

😊😊

🧃

Jika informasi itu adalah sebuah roti buaya, kita tidak akan menelan seluruhnya secara langsung dalam waktu satu detik. Tapi kita akan mengunyahnya secuil demi secuil. Supaya enak di mulut. Dan juga enak dicerna.

Dan yang akan menjadi perhatian Anda, serta yang akan ditekankan di sini, adalah tidak menyelesaikan semuanya. Tidak langsung menelan semuanya.

Perhatian Anda adalah, apa pun potongan, bongkahan, serpihan informasi, yang ada di depan Anda saat ini, itulah satu-satunya hal yang perlu Anda perhatikan. Dan perlu Anda pastikan bahwa Anda memahaminya dengan benar.

Sesi-sesi pelajaran bahasa Arab Al-Qur’an di Bayyinah TV tersedia, dan merupakan bentuk rekaman video dari kuliah ustaz. Untuk yang berlangganan BTV, dan juga memahami bahasa Inggris, video itu sangat bermanfaat. Mengapa?

Karena kita bisa memutar ulang video tersebut dan mengkajinya ulang. Serta mengambil pelajaran dari apa pun yang sudah diterangkan. Bisa mengulanginya lagi dan lagi. Bisa menilai diri sendiri, apakah diri kita sudah benar-benar memahaminya atau belum.

🧃

Di grup ini, ‘video’ tersebut berubah menjadi artikel-artikel kecil. Yang ditulis dan dibagikan dengan spirit yang sama. Supaya bisa dinikmati sepotong demi sepotong. Supaya bisa diminum seteguk demi seteguk.

Sungguh, ‘sambutan’ ustaz ini menjadi semacam ‘pidato kenegaraan’ di hadapan seluruh ‘rakyat’ peminat bahasa Arab Al-Qur’an, atas ‘kemerdekaan’ yang sama-sama kita perjuangkan. Yaitu ‘merdeka’ dari keharusan melihat kamus dan terjemahan saat Al-Qur’an dibacakan. 

Perayaan hari kemerdekaan memang sudah lewat tanggal 17 Agustus 2020 yang lalu tapi spirit ‘kemerdekaan’ untuk auto memahami bahasa Arab Al-Qur’an perlu bergema selalu di hati kita. Yang kita perangi adalah ‘penjajah’ di dalam diri: gagal pahamnya kita akan ayat yang dibaca.

Kembali ke hal pertama tadi. Ustaz perlu mengingatkan kita bahwa kita seharusnya tidak terintimidasi. Dan tidak mudah terintimidasi.

🍊🍊🍊🍊🍊

Sekarang, yang kedua.

Hal yang kedua adalah bahwa, faktanya, ada intervensi ilahi. Allah ikut ‘campur tangan’ mengurusi hamba-Nya, apalagi yang ingin belajar bahasa firman-Nya. 

Yang akan kita pelajari bukanlah sembarang pelajaran. Yang akan kita pelajari adalah bahasa dari kata-kata Allah. Artinya, kita harus mengandalkan bantuan Allah sebagai Guru Terbaik kita. Dan kita juga mengandalkan Allah untuk membimbing kita menjadi murid-Nya yang terbaik. 

Mintalah bantuan Allah. Dan pertolongan-Nya akan datang. Allah bilang, Dia membuat Al-Qur’an mudah dipelajari oleh mereka yang mendekati Al-Qur’an untuk mengingat-Nya. Maka pertanyaannya adalah: adakah di antara manusia yang hidup di planet bumi ini, yang ingin dan sungguh-sungguh berusaha untuk mengingat-Nya?

Kita di grup ini, kita semuanya, seharusnya bersama-sama mengangkat tangan. Untuk menunjukkan bahwa kita semua kompak, kita semua ingin mengingat-Nya. Harusnya begitu.

🧃

Kita berusaha keras untuk mengingat Allah, dan Allah akan membuat kita mengingat, atau memiliki daya ingat, terhadap semua pelajaran yang rumit, atau terlihat rumit, dan membuatnya sederhana untuk kita. 

Sekarang, yang ketiga, sekaligus yang terakhir. Iya, yang terakhir, karena ini adalah orientasi singkat. 

Hal yang terakhir adalah bahwa pada hakikatnya semua pelajaran yang diajarkan di dalam bentuk ‘ketengan’ pelajaran itu terdiri dari dua hal. Teori dan aplikasi.

Begitulah caranya kita belajar di sini. Kita mencerna beberapa konsep atau beberapa teori, lalu kita lihat praktiknya di Al-Qur’an atau dalam penggunaan bahasa Arab secara umum.

Yang perlu Anda lakukan sebagai review untuk diri sendiri adalah menelaah kembali teorinya, dan mempraktikkan aplikasinya sebagai latihan mandiri. 

Meskipun ustaz akan membimbing kita melalui latihan-latihan yang akan diberikan, tapi Anda pasti juga ingin melatih diri sendiri. Untuk memastikan apakah Anda memahami teorinya. Dan untuk memastikan apakah Anda mampu menerapkannya sendiri atau tidak. 

🧃

Yang semuanya itu Anda lakukan di setiap tahapan. Sebelum masuk atau maju ke tahapan berikutnya. Dan tahapan pelajaran selanjutnya lagi. Begitu seterusnya.

Seringkali ketika kita mendengarkan teori, sepertinya teori itu masuk akal dan kita bilang, “Oke, aku sudah paham, mudah sekali ternyata,” dan kita langsung pindah ke topik berikutnya.

Seharusnya tidak begitu. Seharusnya kita latihan dulu. Seharusnya kita ikuti tesnya dulu. Artinya, kita perlu rajin mengerjakan latihan-latihannya. 

Latihan-latihannya akan diberikan. Anda harus mengerjakannya. Anda juga bisa melihat kunci jawabannya, dan memeriksa apakah jawaban Anda benar atau tidak. Anda juga bisa mencari tahu mengapa jawaban ini benar dan jawaban yang itu salah. Dan Ustaz Nouman kemungkinan juga akan mengulanginya saat memberikan pelajaran.

Dan yang perlu diketahui juga bahwa, yang penting bukanlah apakah jawaban kita benar semua. Atau banyak benarnya. Jawaban kita itu benar atau salah, itu bukan yang terpenting. 

🧃

Yang jauh lebih penting adalah untuk memahami pendekatan yang benar, cara yang kita tempuh untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Ustaz Nouman justru senang ketika kita membuat kesalahan. Beliau sangat senang ketika jawaban kita ternyata salah. Karena hal itu menunjukkan bahwa kita telah melewati jalan yang salah sehingga menemukan jawaban yang salah. Yang penting adalah memperbaiki jalan yang kita tempuh. Karena kita tidak akan selalu belajar dari materi ini. Kita akan selalu terlibat dengan Al-Qur’an di luar ini, mencoba menelusuri kata-kata Allah dalam bahasa Arab di luar forum ini.

Dengan latihan mandiri seperti itu, kita jadi paham bahwa yang penting bukan jawabannya. Yang penting adalah cara yang kita tempuh untuk mendapatkan jawaban itu. Dan sesungguhnya, untuk itulah ustaz ingin melatih kita semua.

🥭🥭🥭🥭🥭

Ustaz bukanlah ‘gudang jawaban’. Ustaz tidak akan memberikan semua jawabannya. Tugas ustaz adalah untuk memampukan kita untuk mengambil metode terbaik, jalur yang tepat, cara yang benar, melalui proses berpikir, mampu untuk melibatkan teks dan menganalisis kata demi kata yang ada di depan kita, sehingga kita memahami maknanya.

Tujuan akhir kita, setelah semua pelajaran, konsep, dan latihan ini kita lakukan, insya Allah, ketika perjalanan di hutan belantara bahasa Arab ini dimulai, kita bisa melaju lebih cepat dari yang pernah kita bayangkan. Dan di akhir perjalanannya, apa yang akan kita capai?

Yang akan kita capai adalah: mampu membaca Al-Qur’an, dan mampu berhenti membacanya di setiap kata, serta mampu menanyakan pertanyaan yang lebih berbobot dari yang pernah kita bayangkan. 

Dan akhirnya kita mampu menerjemahkan bahasa Arab Al-Qur’an sedemikian rupa sehingga pemahamannya sesuai dengan bahasa aslinya. Bahasa Al-Qur’an. Ini adalah tahap terbesar dan tersulit yang akan kita ambil untuk menjembatani kesenjangan antara diri kita sendiri dan bahasa Arab Al-Qur’an.

Ustaz berharap, tujuan kita adalah penerjemahan Al-Qur’an. Dan mampu menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an. Kita terbiasa menggunakannya. Termasuk di saat-saat yang sulit di mana kita mencoba mencari tahu apa yang Allah pesankan di ayat-ayat tertentu. 

🧃

Tapi, secara keseluruhan, hubungan kita dengan Al-Qur’an seharusnya tidak bergantung lagi dengan terjemahan Al-Qur’an. Sudah nempel di kepala dan di hati. Itulah yang sesungguhnya ingin kita capai.

Lalu mengapa hal itu penting? Karena, saat kita shalat, saat kita membaca Al-Qur’an, saat kita mendengarkan bacaan Al-Qur’an, semuanya berubah. Hubungan kita dengan Al-Qur’an menjadi lebih dekat, lebih dalam, lebih mesra, lebih ‘langsung’. Tidak ada saringan lagi antara diri kita dengan kata-kata Allah.

Jadi, begitulah. Awalnya, akan ada banyak masalah teknis, aturan, prinsip, soal-soal dan latihan. Dan ada banyak hal yang harus diingat atau dihafalkan. Tapi ustaz berjanji bahwa semuanya itu akan dibikin mudah untuk kita. 

Di akhir semua usaha itu, ratusan informasi kecil itu akan menjadi sebuah bongkahan besar pengetahuan. Artinya, Anda tidak perlu lagi memikirkannya sedikit pun. Semuanya akan menjadi sesuatu yang alami untuk Anda.

Ustaz membuat perbandingan seperti kita belajar mengendarai sepeda. Atau bahkan belajar menulis. Saat kita menulis, saat kita menulis huruf-huruf misalnya T, A, atau B, atau apa pun, pikiran kita tidak bilang, mulai dari kiri, lalu geser ke kanan, lalu tarik dari tengahnya garis ke bawah. Proses seperti itu, kita sudah tidak perlu mikir lagi. Sudah menjadi kebiasaan kita. 

🧃

Seperti juga saat Anda membaca tulisan ini. Anda tidak berpikir tentang setiap suku kata, lalu berhenti dulu, dan bertanya-tanya bagaimana beberapa suku kata itu bergabung menjadi sebuah kata. Anda tinggal membaca saja dan beberapa suku kata yang bergabung menjadi sebuah kata itu langsung Anda pahami.

Begitu juga dengan kalimat. Anda membaca keseluruhan kalimat dan Anda langsung paham. Begitu juga dengan paragraf, halaman, dan keseluruhan bab. Anda langsung paham. Seperti itulah yang akan kita alami, insya Allah, dengan bahasa Arab Al-Qur’an.

Ustaz Nouman sangat bersemangat mengetahui bahwa kita memantapkan langkah untuk memulai perjalanan ini. Perjalanan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui bahasanya. Dan ustaz berdoa semoga Allah memudahkan perjalanan kita.

Kurikulumnya tertata rapi, sudah teruji, sebagian murid ustaz sudah menjadi guru dan mengajarkan hal yang sama. Dan mereka juga sudah sukses mengajarkannya sehingga makin banyak yang mampu mempelajari bahasa Arab Al-Qur’an. 

Ustaz ingin supaya keberhasilan demi keberhasilan tersebut kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk membuat perjalanan kita dalam mempelajari bahasa Arab Al-Qur’an semakin mudah dan ringan. 

Insya Allah kita akan berbagi materi mulai besok. Semoga Allah ridhai usaha kita.

Wassalaamu ‘alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

🌸🌸🌸🌸🌸

Modul Basic Nahw

Jumlah video: 86

Judul video ini: 00. Welcome to Dream – Basic Nahw

Video ke 1 dari 86 video.

Durasi: 6 menit 16 detik

🌸🌸🌸🌸🌸

Sumber: 

Bayyinah TV > Arabic > Understand Arabic > Dream > Basic Nahw > 00. Welcome to Dream – Basic Nahw (00:00-06:15)

🌸🌸🌸🌸🌸


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Arabic of the Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s