20-08-2020 [VoB2020] Rendahkan Sayapmu


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Voice of Bayyinah (VoB) Hari Ke-60

Topik : Divine Speech

Kamis, 20 Agustus 2020

Materi VoB Hari Ke-60 Pagi | Rendahkan Sayapmu

Oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek9Part1

Ustaz Nouman Ali Khan dalam kuliahnya, Divine Speech,  menjelaskan Verbal Idioms in the Qur’an atau terjemahnya adalah ungkapan dalam Al-Qur’an. Kalau sebelumnya adalah Coolness of The Eyes sekarang ungkapan yang dibahas termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’  17:24,

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا

“Dan rendahkanlah sayapmu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'”

Tunggu dulu… kenapa Allah ﷻ mengatakan rendahkan sayapmu? Kan manusia tidak punya sayap? Apa maksudnya merendahkan sayap?

Sayap, tidak jauh dengan namanya burung. Menaikkan sayap tentu yang mau dilakukan adalah terbang, sedangkan kebalikannya, kalau merendahkan sayap artinya mau mendarat. Kembali ke bumi.

🐣🐣🐣

Ketika kita masih kecil kita butuh banyak sekali bantuan dari orang tua kita. Apalagi orang tua yang Allah titipkan anak-anak yang masih kecil, terasa sekali bahwa anak-anak itu sangat butuh kedua orang tuanya. 

Mulai dari sekadar mengambilkan barang, mengelap minuman yang tumpah, memandikan, mengambilkan kursi, dan masih banyak lagi… 

Sama seperti burung. Burung ketika masih bayi, tidak bisa terbang sendiri untuk mencari makan. Apa yang dilakukan orang tuanya? Mencarikan makanan dengan terbang mungkin bermil-mil jauhnya untuk makanan sang anak. Apakah setelah itu orang tuanya memarahi anaknya karena sudah membuat repot? Tidak, justru mereka tetap sayang dan memeluk erat anaknya. 

⌛⏳⌛⏳

Waktu pun berlalu. Sang anak tumbuh menjadi seorang manusia dewasa. Punya pekerjaan sendiri, punya uang sendiri, dan bisa “terbang” sendiri. Sang orang tua pun menua. Bertambah lemah, mungkin bertambah cerewet. Mudah emosi, mudah tersinggung, dan mungkin mengatakan kata-kata yang menyakitkan anaknya.

Sang anak yang sudah punya pola pikir sendiri mungkin berseberangan dengan orang tua yang punya pola pikir yang berbeda. 

Itu bisa jadi mengarah ke perselisihan. Dalam hal memandang pekerjaan, harta, pendidikan anak, dan masih banyak lagi. 

Nah, yang harus kita lakukan ketika hal itu terjadi adalah merendahkan sayap. Allah tahu kok, kita punya sayap… tapi ketika berhadapan dengan orang tua, berlakulah seakan-akan kita tidak punya sayap itu.  

Kalau kata-kata orang tua menyakitkan hati bagaimana? Ingatlah, kita tidak dihisab atas apa yang orang tua kita katakan, kita dihisab atas apa yang kita lakukan setelah mendengar kata-kata itu. 

Kesal? Wajar. Manusiawi. Orang tua kita juga sering kesal ketika kita waktu kecil (tak sengaja) berbuat salah. Tapi, mereka tetap penuh kasih sayang dan terus mendidik anaknya. Maka itu, rendahkanlah sayapmu kepada orangtua.


Materi VoB Hari Ke-60 Siang | Mengapa Harus Merendahkan Sayap?

Oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek9Part2

Ustaz Nouman memberikan alasan kenapa kita seharusnya merendahkan sayap kita. Alasan utamanya adalah karena belas kasih atau mercy dalam Bahasa Inggris, atau rahmah dalam Bahasa Arab. 

Belas kasih atau mercy ini kemudian dibagi menjadi 3, antara lain:

Yang pertama, karena orang tua kita sudah merendahkan sayapnya, turun ke bumi untuk memenuhi kebutuhan anaknya, sekarang saatnya kitalah yang merendahkan sayap kita. 

Terkadang orang tua membuat kita kesal. Mudah emosi, kesal, mengomentari setiap perbuatan anak, menyuruh ini-itu. Tapi sadarkah kita, bahwa dahulu kita juga melakukan hal yang sama? Bahkan lebih-lebih dari itu?

(menciprat-cipratkan air di kamar mandi, berteriak girang, baju ayah basah, mindset ayah : Tidak apa-apa, toh tidak berbahaya)

“Nak pegang yang baik nak,, nanti tumpah” (terus bermain botol minuman dan hampir tumpah)

“Ayah lagi apa? Ayah, ini apa? Kenapa, ayah? Kenapa?” (terus-terusan bertanya)

“Sini ayah sama kakak, saja! Sama kakak saja!” (memberi tahu cara begini-begitu)

“Ayah sini! Temani kakak!” (menyuruh orangtuanya)

Tapi orang tua kita tetap memberikan rahmahnya. 🥰

Yang kedua, karena memang pada dasarnya kita seharusnya memberikan cinta dan kasih sayang kepada orang tua. Ketika Nabi Ibrahim  alayhissalam mengingatkan ayahnya yang menyembah berhala kata yang diucapkan pertama adalah yaa abaati… “Dad, I love you…” 

Seburuk apapun orang tua, bahkan walaupun terlibat perbuatan musyrik, kita harus tetap berlaku lemah lembut.

Setelah itu, ayahnya, Azar,  mengancam untuk merajam dan mengusir, Nabi Ibrahim alayhissalam justru mendoakan, seperti dalam ayat:

قَالَ سَلَٰمٌ عَلَيۡكَۖ سَأَسۡتَغۡفِرُ لَكَ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِي حَفِيّٗا

“Dia (Ibrahim) berkata, “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (Maryam, 19:47)

Makna sebenar-benarnya dari mencintai dan memberikan kasih sayang adalah ketika kita merendahkan diri, walaupun kita memiliki kelebihan dibandingkan orang tua kita. 🥺

Yang ketiga, adalah yang paling penting. Apakah kita ingin rahmah dari Allah? Kita sebaiknya memberikan rahmah kepada orangtua kita, karena ridho Allah bergantung pada ridho orang tua. 

Allah terkadang menguji dengan memberikan orang tua yang menjengkelkan hati. Allah akan membuat keduanya mengatakan hal yang tidak pernah mereka katakan ke orang lain tetapi dikatakan ke anaknya dan itu menyakitkan, yang membuat hati panas. Sampai ujung kepala, yang telur mungkin bisa matang kalau disimpan di sana. Itu mungkin adalah karena Allah sedang menguji kita apakah kita merendahkan sayap atau tidak.

Ternyata, merendahkan sayap selain turun ke bumi, juga memiliki makna yang lain. Apakah itu?🤔


Materi VoB Hari Ke-60 Sore | Kisah dan Makna Lain

Oleh: Rendy Noor Chandra

#ThursdayDivineSpeechWeek9Part3

Ustaz Nouman pernah menerima kata-kata yang pedas dari ayahnya. 

“Kamu tahu? Ada seorang pendeta Kristen. Dia bagus sekali, ayah senang mendengarkan ceramahnya…”

Padahal mereka sedang dalam mobil perjalanan pulang dari masjid (mungkin Ustadz Nouman sudah memulai kariernya di bidang Qur’an dan Bahasa Arab).

“Apa?! Ayah mendengarkan ceramah seperti itu? Itu syirik, Ayah! Aku tidak tahu harus ngomong apa!”

“ Kamu harus mendengarkannya. Mungkin ada yang bisa kamu pelajari.”

“Apa?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!”😠😠😠

Kemudian ibu beliau (Ustadz Nouman) menarik beliau sambil berkata, “My stupid son, (anakku yang dungu), ikuti sajalah apa kata-kata ayahmu. Jangan direspon, jangan mencoba komentar.”

“Aku tidak bisa, Bu… Aku harus nahi munkar!”😤😤😤

Di kesempatan yang lain, ayah beliau berkata lagi, ”Tahu tidak, pendeta Kristen yang itu bagus sekali, lho….”

“Ayah tahu? Dia memang bagus. Kemarin aku mendengarkannya… “

No, no, no. Kamu sebaiknya berhenti mendengarkannya, Nak….!” 😡

“?!?!?!?!”😵😵😵😵

Ternyata oh ternyata… itu hanyalah sebuah tes. 

🐍🐍🐍

Makna pertama dari merendahkan sayap adalah rendahkanlah dirimu, tenanglah. Allah tahu kita punya sayap, tapi sembunyikan. 

Makna kedua, ada seekor ular mencoba untuk menyerang sarang burung. Di sarang tersebut terdapat anak burung. Induknya mencoba melindungi anak-anaknya dengan menutupi mereka dengan sayapnya. Ular tersebut mencoba menggigit sang induk, tapi sang induk tetap di tempatnya, karena sang induk mencoba untuk melindungi anaknya. 

Seekor burung yang menurunkan/merendahkan sayapnya, adalah sebuah ungkapan tentang orang tua yang rela berkorban untuk anaknya. Tapi ayatnya bukan tentang orang tua yang berkorban untuk anaknya, kan? 

Ayat tersebut adalah tentang seorang anak yang berkorban untuk orang tuanya. Sekarang, Allah balik persamaannya. Mereka sudah melindungi kita, sekarang saatnya kita yang melindungi mereka. 

Sebagaimana do’a yang ada dalam surah Al-Isra’  17:24,

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا

“Dan rendahkanlah sayapmu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku! Sayangilah keduanya *sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil*.'”

You see how the roles got reversed?

Bersambung insyaaAllah pekan depan.


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team 

Voice of Bayyinah

One thought on “20-08-2020 [VoB2020] Rendahkan Sayapmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s