[LBP2020] Dinamika itu Niscaya


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ

Lessons from Bayyinah Production (LBP) Hari Ke-49

Topik: Leadership

Ahad, 09 Agustus 2020

Materi LBP Hari Ke-49 Pagi | Dinamika itu Niscaya

Oleh : Indri Djangko

#SundayLeadershipWeek7Part1

Dinamika itu Niscaya

Segala sesuatu yang ada di dunia ini terlalu dinamis untuk dianggap sama. Bahkan dalam waktu beberapa jam saja, suasana hati seseorang bisa berubah-ubah. 

Jika melihat ke luar diri, hal-hal dinamis semakin nampak mewarnai kehidupan kita. Baik itu tantangan yang dihadapi, suasana hati, sampai kepada kekurangan dan kemampuan setiap orang. 

Semua berbeda dan unik.

Setiap kelompok bahkan setiap orang punya kemampuan. Ada yang piawai dalam hal menyetir, kelompok yang lain sangat pandai berbicara, dan beberapa kelompok lain yang punya spesialisasi dan ahli di bidang lain.

Jika kita masuk pada konteks pengetahuan Islam, maka tidak ada orang/kelompok yang akan menguasai semua hal dalam Islam. 

Kalaupun ada orang yang menguasai atau punya segudang informasi tentang banyak hal, pasti ada satu hal yang sangat dikuasainya, dan ada hal yang diketahuinya sambil lalu. 

Ada yang ahli dalam satu hal, tapi tidak ahli dalam hal yang lain. 

Jika dikaitkan dengan leadership, apa yang bisa kita lakukan untuk menyikapi keberagaman keahlian ini?

Jawabannya, kita perlu belajar mengidentifikasi orang-orang di sekitar kita. 

Siapa yang pekerjaannya selalu bagus dan maksimal dalam tugas A, siapa yang piawai di tugas B, siapa di tugas C, dan seterusnya. Identifikasilah keahlian mereka, kemudian, biarkan mereka melakukannya secara mandiri.

—-

Segala sesuatu yang ada di dunia ini terlalu dinamis untuk dianggap sama. Begitupun dengan umat Muslim. Keunikan setiap individu Muslim yang mampu diidentifikasi dengan baik akan melahirkan kolaborasi luar biasa untuk Islam.

Tentu saja identifikasi adalah baru hal paling awal yang harus kita lakukan untuk mengelola dinamika dalam kehidupan umat Muslim khususnya, dan seluruh umat manusia pada umumnya.

Lalu, apa tahap selanjutnya? 

Pembahasan tentang leadership ini menjadi semakin menarik dan diuraikan dengan panjang dan gamblang oleh Ustaz Nouman. 

Jadi kita perlu bersabar ya dan semoga kita diberikan kemampuan untuk mencerna setiap mutiara dalam penjelasan dari Bayyinah

Sebagai rangkaian dari penjelasan proses berpikir dan eksekusi program, Ustaz Nouman mencoba sedikit menggali kronologi sejarah pergerakan Islam. 

Bagaimana penjelasan beliau?

(Bersambung iA ba’da zhuhur)


Materi LBP Hari Ke-49 Siang | Dinamika itu Niscaya

Oleh : Indri Djangko

#SundayLeadershipWeek7Part2

Phases of Islamic Movement 

Ratusan tahun yang lalu, ada sejarah menarik terkait pergerakan Islam. 

Setidaknya ada dua fase dalam pergerakan Islam yang dijelaskan Ustaz dalam kesempatan tersebut.

1️⃣ Satu untuk Semua

Awalnya, ada satu kelompok yang ingin merepresentasikan semua hal yang ada di dalam Islam, dengan kampanye ajakan ‘kamu mau bekerja untuk Islam? Kamu harus bergabung di bawah label/gerakan kami’. 

Model gerakan seperti ini tidak bertahan lama. Dalam satu atau dua dekade, gerakan ini kemudian jatuh. 

Karena mustahil sebuah gerakan dapat menguasai setiap urusan dalam Islam.

2️⃣ Spesialisasi

Kemudian, setelahnya muncul era spesialisasi. 

Saat itu, muncul kelompok-kelompok yang mengurusi satu urusan saja, dengan kampanye ‘kami hanya bekerja untuk urusan kepemudaan’,

atau 

‘kami hanya mengurusi pendidikan, kami harap kalian bisa menggarap bidang sosial, karena kami tidak akan melakukannya’, dsb.

➡️➡️➡️

Ustaz Nouman kemudian menceritakan awal mula beliau mendirikan lembaga Bayyinah.

Sejak awal Ustaz sudah berpikir untuk fokus kepada lembaga Bahasa Arab dan Al-Qur’an, meskipun beliau juga sadar ada hal pokok lain seperti aqidah, fiqh, sirah, sejarah Islam, dan lainnya. 

Ustaz menyadari semua hal tersebut merupakan hal pokok dan berharga, namun bukan untuk lembaga yang akan didirikannya. 

Ustaz menginginkan lembaganya unggul dalam bidang Bahasa Arab dan Al-Qur’an. 

Melalui lembaga ini, Ustaz ingin menyajikan enrichment, awareness, dan education yang kontinu terkait dengan 2 fokus utama, Bahasa Arab dan Al-Qur’an.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai bertanya bahkan mengusulkan, bagaimana kalau lembaga ini juga punya kelas tentang hadits, tentang sejarah Islam, atau punya podcast tentang Sirah. 

Ustaz menjawab ‘karena kami adalah Bayyinah. Untuk hal-hal seperti hadits, sejarah Islam, atau sirah, ada lembaga lain yang lebih ahli menyampaikannya. Tapi akan sangat sulit menemukan lembaga yang ‘gila-gilaan’ berburu tentang Bahasa Arab dan Al-Quran daripada kami. Siapa yang butuh belajar Bahasa Arab, datanglah kepada kami’.

Ustaz mengakhiri penuturan singkat tentang Bayyinah tersebut dengan memberi simpulan ‘Saya pribadi percaya. Dengan pertolongan Allah, jika kita fokus pada sesuatu. Kita akan mendapatkan sesuatu yang kita tuju. Allah akan menempatkan kita pada situasi yang kita inginkan’.

Simpulan ini juga menjadi awal pembahasan tentang fokus, yang insyaAllah kita bahas ba’da Ashar

(Bersambung iA ba’da ashar)


Materi LBP Hari Ke-49 Sore | Dinamika itu Niscaya

Oleh : Indri Djangko

#ThursdayDivineSpeechWeek7Part3

Be Focused and Set Your Phases 

Mengawali bahasan tentang fokus, Ust. Nouman menggambarkan situasi organisasi Islam.

Apa yang terjadi dengan organisasi Islam? Ada berapa ide project yang muncul dalam pertemuan rutin organisasi Islam? 

Setiap pertemuan organisasi akan menelurkan ribuan ide. 

Jika fokus dideskripsikan dengan pandangan/arah yang tertuju lurus ke depan, fokus dalam pertemuan organisasi Islam lebih cocok dideskripsikan dengan pandangan yang menunjuk ke banyak arah (ke atas, ke bawah, ke depan, ke depan tapi agak serong kanan, ke kanan tapi agak mengarah ke bawah, dst),

Yang sebenarnya bisa dibilang menjadi tidak fokus.

Kemudian Ust. memberi gambaran terkait masjid. Dalam sebuah masjid, terdapat orang-orang yang punya concern yang berbeda. 

Ada yang ingin mendalami pendidikan Islam.

Ada yang ingin mendalami kepemudaan, karena prihatin dengan kondisi pemuda yang tidak hadir di Masjid.

Ada lagi yang concern dengan para pemudi, para wanita, para mu’alaf, dst.

Dan semua concern tersebut bersifat pokok dan layak diperhatikan.

Berkaitan dengan banyaknya concern ini, Ust. Nouman kembali mengingatkan tentang keseimbangan. 

Sebagai pemimpin sebuah komunitas, mungkin tidak mudah, tetapi kita harus belajar untuk selalu menemukan keseimbangan. 

Kita juga harus menerima bahwa kita tidak akan bisa melakukan semua hal secara instan, dalam satu waktu.

Hal-hal pokok yang layak diperhatikan tidak selalu berarti akan terjadi atau harus terjadi. 

Jika kita berusaha untuk melakukan semuanya dalam satu waktu, apa yang terjadi?

Tidak ada. Tidak akan ada hal yang berhasil kita capai.

Ust. Nouman lalu memberikan contoh ketika kita menyampaikan proyek yang penting.

Semua orang turun dalam proyek tersebut. 

Tiba-tiba ada yang mengusulkan proyek lain yang menurutnya juga penting, lalu semua orang berhenti menggarap proyek awal dan beralih ke proyek baru. 

Terus seperti itu. Setiap ada proyek baru yang ditawarkan, yang lama ditinggalkan, dan semua menggarap proyek yang baru.

Dan akhirnya waktu hanya habis untuk menimbang-nimbang mana yang lebih penting, karena menurut kita semuanya penting.

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar hal tersebut tidak terjadi dan kerja-kerja kita menjadi produktif?

Pertama, di awal kita perlu menyatakan/menetapkan, misalnya: ‘dua tahun ke depan, enam bulan ke depan, satu tahun ke depan, prioritas kita adalah 3 hal.’

Terbukalah dan transparanlah kepada anggota kita bahwa ‘ini adalah yang sedang kita kerjakan, kita akan mencoba menyeimbangkan 3 hal ini terlebih dahulu’. 

‘Ada 20 hal pokok yang akan kita kerjakan, tetapi di tahun ini 3 hal ini yang akan kita luncurkan, eksekusi, dan perkokoh. Kita akan menjalankan 3 hal ini sehingga bisa berjalan secara mandiri, baru kita lakukan 3 hal berikutnya dengan pola yang sama: kita luncurkan, kita eksekusi, dan kita perkokoh. Begitu seterusnya.’

—-

Dalam sebuah organisasi, kita harus melakukan sesuatu tahap demi tahap. Jika kita membicarakan dan menggarap semua hal di awal, maka tidak ada yang akan kita dapat. 

Pembahasan lebih lanjut tentang ‘Fokus’ insyaAllah akan dilanjutkan di pekan berikutnya.

—————————————————————

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 02. Leadership Workshop (00.00-05.50)

(Bersambung iA pekan depan)


Diskusi dan Tanggapan LBP Hari Ke-49 Sore | Dinamika itu Niscaya

Wening:

🙏🏻👍👍👍aahhh… maaasyaa Allah. So enlighting

Gustya:

Masya Allah ❤️

Alhamdulillah kita belajar bersama ya di grup ini 🤗

Wening:

Alhamdulillah…

Rena:

Jazakillahu khayr kak…🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Materinya langsung membuka pikiran

Gustya:

Wa jazakillah khayran 😊

Masya Allah.

Alhamdulillah kita belajar bersama ya di grup ini 🤗

***

Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Lessons from Bayyinah’s Production

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s