[LBP2020] Enrichment Itu Sangat Penting


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم 

Lessons from Bayyinah’s Production (LBP) Hari ke-35

Topik: Leadership

Ahad, 26 Juli 2020

Materi LBP Hari ke-35 Pagi | Enrichment Itu Sangat Penting

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 01. Leadership Workshop (00:37:09 – 00:47:42)

Enrichment tidak hanya bagaimana kita bisa mengajak orang baru. Enrichment tidak hanya tentang menarik orang-orang baru. Namun enrichment juga tentang bagaimana kita menjamu orang-orang lama yang sudah ada lebih dahulu. 

Mari kita ambil contoh salah satu ide enrichment. Seperti ini :

Kita siapkan daftar doa-doa pendek yang mudah dihafalkan. Lalu kita buat sebuah acara rutin mingguan di masjid kita, di mana setiap malam Jumat semua anak kecil dikumpulkan di masjid. Lalu kita minta mereka untuk melakukan setoran hafalan 1 baris doa.

Tidak perlu dibacakan menggunakan pengeras suara. Karena beberapa anak pasti ada yang pemalu. Mereka cukup menyampaikannya di depan masing-masing orang tua mereka. Jika mereka berhasil menghafalkan 1 baris doa, maka mereka akan mendapatkan hadiah. Pasti mereka akan senang, bukan?

Selebihnya kita juga bisa mendesain keseluruhan acara menjadi pesta tasyakuran di sekitar area masjid agar lebih meriah. Dengan lampu-lampu warna-warni, dengan berbagai jenis jajanan yang mereka sukai.

Anak-anak pasti sangat menyukai acara seperti ini. Bisa juga mereka malah mengingatkan ayah ibunya untuk ikut datang ke masjid.

Ayo Ayah, hari ini malam Jumat lho.. ayo ke masjid.”

“Ayo  temenin adek ke masjid, adek mau setoran hafalan doa.”

“Banyak teman-teman adek di sana, banyak makanan juga.”

Lalu mereka bisa melakukan setoran hafalan. Sehingga mereka bisa mendapatkan hadiah mereka. 

Jika anak-anak itu bisa setoran 1 doa tiap minggunya, maka kita bisa berharap dalam setahun mereka bisa hafal sebanyak 50 doa.

Dengan begini masjid akan selalu semarak tiap minggunya dengan kegiatan enrichment. Efek lainnya, anak-anak menjadi mencintai masjid. Orang tua yang awalnya jarang ke masjid jadi rutin ke masjid bahkan ikut salat berjamaah di sana.

•••

Di atas adalah salah satu ide saja, bapak/ibu pembaca bisa berkreaksi dengan ide masing-masing untuk meng-enrich lingkungan sekitar.

Poinnya adalah bagaimana organisasi Islam yang kita punya, komunitas masjid yang ada bisa merangkul penduduk sekitar yang sudah bertahun-tahun bermukim di sana. Sehingga tergerak hati mereka untuk makin mendekatkan diri ke masjid, ke Islam. 

Ajukan hal mudah yang bisa mereka lakukan, lalu berikan sentuhan yang bisa membuat mereka betah berpartisipasi di dalamnya.

Bersambung insyaallah ba’da zhuhur


Materi LBP Hari ke-35 Siang | Enrichment Itu Sangat Penting (Part 2)

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 01. Leadership Workshop (00:37:09 – 00:47:42)

Kita bisa melakukan berbagai enrichment untuk berbagai kalangan masyarakat. Enrichment untuk para pemuda dan para pemudi, enrichment untuk pekerja profesional, enrichment untuk para wanita, enrichment untuk para bapak. 

Adakan acara khusus yang dibuat untuk bapak-bapak se-RT/RW. Jika biasanya bapak-bapak datang membawa anaknya, maka kali ini mereka datang sendirian. Mereka datang untuk berdiskusi kesulitan mereka masing-masing.

Daganganku mulai turun penjualannya, aku harus bagaimana ya?

Istriku di rumah marah-marah terus, apa yang harus kulakukan?

Badanku gampang capek sudah tiga hari ini, kenapa ya?

•••

Di lain kesempatan adakan acara lain khusus untuk ibu-ibu di masjid. Biarkan mereka sendirian, bebaskan mereka dari tugas menjaga anak untuk sejenak. Anak-anak dijaga oleh bapaknya. Biarkan mereka memiliki malam mereka sendiri. 

Untuk para suami, lakukan hal di atas kepada istri kita karena hal itu dapat memperbaiki kehidupan kita juga. Rasanya akan seperti ada beban-beban terangkat dari pundak mereka. Lepas, bebas, dan lega rasanya. Biarkan mereka memiliki malam mereka sendiri, biarkan mereka bersosialisasi dengan teman-temannya. Kita harus bisa memberikan kesempatan ini untuk pasangan kita.

Sehingga ketika mereka pulang ke rumah, mereka (para ibu dan para istri) akan datang dengan mood yang baik di rumah. Dan itu baik untuk kita (para suami) dan anak-anak kita. 

•••

Itulah contoh bagaimana kita melakukan enrichment kepada istri kita.

Hal-hal seperti di ataslah yang dibutuhkan banyak orang, enrichment. Buat masyarakat sekitar kita merasa tercerahkan dengan keberadaan masjid di sana. Buat mereka senang datang ke masjid. Tinggal pintar-pintar kita mengemas acara yang menarik untuk berbagai kalangan masyarakat.

Tidak peduli sudah berapa lama seseorang rutin ke masjid, mereka tetap membutuhkan enrichment. Terkadang kita merasa demotivasi, merasa tertekan, khotbah dan isi kajian-kajian tidak membekas dalam diri kita. Bisa saja saat itu kita hanya membutuhkan enrichment. Oleh karena itu, bawalah keluarga kita kepada sesuatu yang menyenangkan bagi mereka. Dan acara-acara di masjid harus bisa memfasilitasi kebutuhan ini. Sehingga masyaAllah orang-orang kian banyak datang ke masjid. 

Kita jadikan masjid tempat favorit bagi keluarga untuk bersosialisasi. Kita jadikan masjid menjadi jantung kegiatan masyarakat. 

Bukan begitu?

Bersambung insyaallah ba’da ashar


Materi LBP Hari ke-35 Sore | Enrichment Itu Sangat Penting (Part 3)

Ditulis oleh: Muchamad Musyafa

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Leadership > 01. Leadership Workshop (00:37:09 – 00:47:42)

Berbicara tentang keseimbangan, di bagian ini Ust. Nouman membayangkan jika dirinya memiliki kuasa penuh di dalam masjid dan memiliki sumber daya manusia yang cukup, beliau akan mengusulkan untuk mengadakan halaqah (kelompok kajian kecil melingkar) 5 menit untuk anak-anak dan para remaja di masjid setelah waktu magrib. Setiap malam para orang tua mengajak anak mereka ke masjid.

Di sana akan ada kelompok melingkar untuk remaja perempuan seminggu sekali untuk berbincang-bincang. Dan untuk remaja laki-laki akan ada terpisah di tempat lain atau di hari lain. Untuk mentor halaqah-nya adalah sekitar 20 tahunan. Sehingga para remaja tersebut diasuh oleh orang yang sedikit lebih tua dari mereka. Dan masing-masing dari mereka memiliki hubungan spesial. Entah teman bermain bola, teman bersepeda, teman naik gunung atau lainnya. Sehingga tidak hanya hubungan seperti pengajar-yang diajar, tapi mereka benar-benar memiliki hubungan pertemanan yang baik.

Bisa jadi dalam halaqah atau mentoring tersebut kita tidak perlu membahas sebuah kitab tertentu. Dan itu tidak apa-apa.

Lalu apa tujuan kita mengadakan halaqah ini? Tujuan awalnya adalah agar kita bisa berteman dengan mereka. Agar mereka bisa akrab berteman dengan orang-orang masjid. 

•••

Ust. Nouman bercerita juga bahwa dia pernah berteman dengan beberapa anak remaja. Tiap minggunya Ust. Nouman bersama mereka pergi jalan-jalan ke Dunkin’ Donuts, bermain bola basket bersama dan melakukan perjalanan naik gunung tiap akhir pekannya. Dan hal itu sudah dilakukan mereka hampir selama satu tahun. Untuk apa?

اَلمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ 

Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah)

Al-Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

Oleh karena itu penting juga bagi para aktivis masjid untuk mendekati para remaja di luar sana, dekati mereka dengan apa yang sekiranya mereka sukai. Jangan terjebak dengan lingkaran orang-orang yang sudah saleh. Harus ada tindakan untuk meng-enrich orang-orang yang masih jauh dari masjid itu.

•••

Setahun setelah kisah di atas, Ust. Nouman bercerita bahwa suatu hari dia meminta tolong ke remaja asuhannya itu untuk mengecek suatu hadis, mengecek suatu ayat dan menghafalkan sebuah surat. Dan mereka melakukannya. Kenapa mereka mau melakukannya? Karena mereka berkawan dekat dengan Ust. Nouman. Ust. Nouman  sering bermain dengan mereka, sering jalan-jalan dengan mereka, dan mengobrolkan banyak hal. Mereka sudah sangat dekat. Tidak seperti hubungan guru dan murid yang berhenti ketika kelas selesai. Tapi hubungan mereka bertahan lebih lama dari itu karena mereka mendasarinya dengan enrichment.

Lalu jika sekarang kita sudah mempunyai program educational yang berlangsung, tidak apa-apa. Lanjutkan saja. Kita tinggal mengisinya dengan sesuatu yang didesain secara strategis untuk memberikan sisi enrichment-nya.

Coba kita tanyakan pada diri kita, apakah ada di sekitar kita orang yang tidak begitu religius, yang tidak begitu terhubung dengan masjid. Tanyakan pada diri kita, bagaimana kita bisa membuat program sehingga mereka mau datang ke masjid tanpa kita suruh. Bagaimana agar mereka mau datang ke masjid karena kemauan mereka sendiri. 

Bagaimana caranya?

•••

Pencapaian besar dari komunitas masjid adalah ketika khatib, dai, aktivis dan koordinatornya adalah dari kalangan anak muda.  Ketika banyak anak muda mau menjalankan program-program kemakmuran masjid. Anak muda tidak akan mau mengemban amanah-amanah itu hanya karena education yang akan mereka dapatkan, tapi karena mereka mendapatkan enrichment di dalamnya.

Jika kita bisa mencapainya, maka kita sudah berhasil. Jika anak muda kita masih terjauhkan dari masjid, maka masih banyak hal yang bisa kita lakukan.

•••

Bersambung insyaallah minggu depan


Diskusi dan Tanggapan LBP Hari ke-35 Sore | Enrichment Itu Sangat Penting (Part 3)

Nana:

Masyaa Allah..materi yang sangat berharga.

Kalau selama masa pandemi ini apa yang bisa kita lakukan ya untuk program pemberdayaan masjid untuk lingkungan sekitar? Boleh berbagi cerita+usul ya teman-teman 🙏

Hanif:

Buat lumbung pangan…

Menjadi kanal yang berbagi dan membutuhkan.

Nana:

Ini seperti apa Pak teknis nya?

Hanif:

Menerima sembako dan menyalurkan ke yg membutuhkan. Setiap jumat ada sedekah nasi jumat. Iya bikin seperti berkah box.

Ario:

Bayyinah Box. Mungkin perlu dipikirkan enrichment a’la Bayyinah Indonesia atau mungkin ini sudah berjalan?

Nana:

Lagi tertarik ingin menjadikan masjid sebagai sumber tholabul ilmi. Sebagai pusat-pusat halaqoh, memanfaatkan kondisi pandemi. Tapi bingung juga caranya. Dan bingung mulai masuk ke masjid yang cukup tertutup dari segi kepengurusan.

Hafni:

Mohon info, 

1. Apa Bayyinah Indonesia = NAK Indonesia? 

Kalau tidak sama bedanya apa? 

2. Apa Bayyinah Indonesia sudah punya Masjid?

3. Bila ada yg ingin berbicara tentang kemungkinan berwaqaf Tanah, kepada Bayyinah Indonesia atau ke NAK Indonesia? 

4. Person in charge nya siapa? 

Maaf kalau Pertanyaan ini gak relevan🙏🏼

Irfan:

1. Yayasan Bayyinah Quran Indonesia diinisiasi Komunitas NAK Indonesia untuk melaksanakan kegiatan yang terkait legal.

2. Belum

3. Bayyinah Indonesia 

4. Kang Taufik yang kemarin live AWH.

Hafni:

Terima kasih informasinya Ustadz Irfan.🙏🏼

Irfan:

Sama-sama Bu Hafni.


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Lessons from Bayyinah’s Production

One thought on “[LBP2020] Enrichment Itu Sangat Penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s