[LBP2020] Pentingnya Bahasa Arab Klasik


Lessons from Bayyinah’s Production (LBP) Hari ke-32

Topik: Divine Speech

Thursday, 23 Juli 2020

Materi LBP Hari Ke-33 Pagi | Tiga Gerakan Proteksi

Ditulis oleh: Heru Wibowo

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Divine Speech > 01. The Quran from a Literary Perspective (00:57:00 – 1:00:00)

Ada kisah tentang anak-anak yang sedang bermain, di akhir bahasan minggu lalu. Mereka ngobrol satu sama lain. Tiba-tiba seorang anak berkata, “Itu bukan bahasa Arab.” 

Aneh, kan? Padahal mereka itu anak-anak bangsa Arab. Sama-sama orang Arab, maksudnya, sama-sama anak dari orang-orang Arab. Sama-sama berbicara bahasa Arab. Tapi kok ada yang bilang, “Itu bukan bahasa Arab.”

Apa yang sedang terjadi? Bahasa Arab mengalami degradasi. Gile beneeer.

Kondisi gawat darurat dalam berbahasa ini bahkan diamati oleh Umar radhiyallaahu ‘anhu. Juga Ali radhiyallaahu ‘anhu. Ada narasinya di hadits. Bahasa Arab sedang mengalami degradasi saat itu. 

Makanya ada tiga gerakan proteksi dalam Islam, merespons degradasi tadi.

Ada gerakan untuk memproteksi Al-Qur’an. 

Ada gerakan untuk memproteksi Hadits

Dan ada gerakan untuk memproteksi bahasa Arab.

Seringnya, orang hanya tahu tentang dua gerakan proteksi: gerakan untuk memproteksi Al-Qur’an dan gerakan untuk memproteksi Hadits. Tapi rata-rata tidak ada yang tahu bahwa ada gerakan untuk memproteksi bahasa Arab.

Terus bagaimana caranya memproteksi bahasa Arab? Semua kota besar Islam sudah terkontaminasi oleh para pendatang. Jadi kita tidak lagi bisa mendapatkan bahasa Arab yang bagus di kota-kota besar itu, sama sekali. 

Untuk mendapatkan bahasa Arab yang bagus, bersih, old, murni (unfiltered), bebas kotoran (uncontaminated), kita harus pergi ke desa-desa. Kita harus pergi ke gurun yang masih sepi. Dan mencari orang Arab Badui yang masih berbicara bahasa Arab yang asli. 

Sehingga kita mungkin pernah mendengar cerita-cerita ulama zaman dulu seperti Imam Syafi’i rahimahullah atau Al-Asma’i rahimahullah dan yang lainnya. Mereka meninggalkan kota. Keluar dari zona nyaman. Mereka pergi ke gurun. 

Ada yang gagal paham. Ada yang berpikir bahwa ulama itu ke gurun untuk rekreasi. Karena bosan tinggal di rumah melulu. He-he-he. Padahal enggak begitu. Alasan ulama pergi ke desa adalah karena mereka sedang berupaya untuk menangkap dan mencatat bahasa aslinya. Bahasa asli Arab. 

Al-Asma’i adalah salah satu ulama yang menjadi favorit Ustaz Nouman. Sampai-sampai Ustaz mengaku bahwa salah satu motivasi beliau untuk mengejar surga-Nya adalah supaya bisa berjumpa dengan Al-Asma’i di sana. Karena Al-Asma’i adalah salah satu ulama paling lucu yang pernah Ustaz dengar dan baca. Beliau itu kocak (hillarious).

Ada cerita menarik tentang Al-Asma’i. 

Ketika seseorang belajar terlalu lama, tempat “bermainnya” hanya di perpustakaan selama berbulan-bulan, maka orang itu bisa berubah menjadi sosok yang agak aneh. Jadi kurang gaul dan canggung. 

Beliau rahimahullah tipenya seperti itu. Canggung dan kurang gaul (socially awkward). Beliau tidak peduli kata-kata yang akan keluar dari mulutnya. Beliau mengatakannya begitu saja. Apa yang ada di pikiran, beliau pun menuliskannya begitu saja.

Saat itu beliau sedang dalam perjalanan. Dan beliau juga terbiasa menulis jurnal. Maka beliau pun menulis jurnal untuk perjalanan itu. Termasuk saat beliau bertemu dengan seseorang pria yang sangat jelek. Beliau menuliskannya begitu saja. “Aku bertemu dengan seorang pria yang benar-benar jelek.” 

Mengomentari kebiasaan Al-Asma’i ini, Ustaz Nouman bergurau, “Tulisan di jurnal itu mencerminkan kejujuran Al-Asma’i.” He-he-he

Al-Asma’i melanjutkan dalam jurnalnya, “Tapi orang ini benar-benar baik sama aku. Tidak ada seorang pun di desa ini yang mengenalku, dan orang ini begitu perhatian sama aku. Mempersilakan aku masuk ke rumahnya. Bahkan menyuruh istrinya memasak untukku.”

Begitu masakan selesai dan disajikan oleh istrinya, beliau Al-Asma’i menulis, “Saya sempat melihat istrinya. Harus kuakui, istrinya sangat cantik.” Beliau menulis seperti itu di catatannya. Ulama yang “normal” tidak akan menulis seperti itu. He-he-he

Itulah Al-Asma’i. Beliau rahimahullah menulis apa saja yang beliau rasakan dan pikirkan. 

Lalu Al-Asma’i meninggalkan ruang itu. Beliau melangkah keluar. Tapi beliau, Al-Asma’i rahimahullah, masih bisa mendengar suara dari arah dapur. Dan beliau mengatakan sesuatu kepada sang suami. 

Apa yang beliau katakan?

Bersambung insyaallah ba’da Zhuhur.


Materi LBP Hari Ke-33 Siang | Karena Al-Qur’an Turun di Gurun (Part 2)

Ditulis oleh: Heru Wibowo

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Divine Speech > 01. The Quran from a Literary Perspective (1:00:00 – 1:01:46)

Kita sambung cerita tadi pagi. Saat itu Al-Asma’i rahimahullah ke luar ruangan, bersama sang suami, dan mendengar suara aktivitas sang istri yang cantik dari arah dapur. Seperti biasa, Al-Asma’i bicara apa adanya.

Kayfa haadzaa?”

He-he-he.

Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa seorang wanita yang cantik mau dipersunting oleh seorang laki-laki yang jelek? Aku benar-benar tidak memahami situasi di rumah ini. Apakah istrimu itu punya masalah penglihatan, atau apa? 

He-he-he.

Itulah keanehan dan kelucuan Al-Asma’i rahimahullah

Ceritanya masih berlanjut. Kepolosan Al-Asma’i terdengar dari dapur. Sang istri pun marah, dan bilang ke Al-Asma’i, “Anda seharusnya bertakwa kepada Allah. Mungkin dia, suamiku, terlalu bagus dalam pandangan Allah, dan itu adalah keberuntungan bagiku. Atau mungkin dia terlalu jelek dalam pandanganmu, dan menjadi hukuman bagiku” 

He-he-he.

Ustaz Nouman sengaja menceritakan ini, selain karena Al-Asma’i adalah favorit beliau, tapi juga karena Al-Asma’i rahimahullah telah menapaki perjalanan-perjalanan yang aneh hanya untuk satu tujuan. Yaitu menangkap bahasa Arab yang asli. To catch the old Arabic

Memang, orang-orang kota masih berbahasa Arab. Tidak ada yang salah dengan orang kota. Tidak ada yang salah dengan bahasa Arab orang kota. Tapi bahasa Arab mereka tidak semurni bahasa Arab orang gurun. Tidak bisa menyaingi keaslian bahasa Arab orang desa. 

Mengapa penting untuk melakukan proteksi terhadap bahasa Arab orang gurun? Sangat penting, sangat-sangat penting. Karena, Al-Qur’an turun di gurun. 

Ustaz Nouman mencoba memberikan visualisasi. Supaya kita semua memahami pentingnya masalah ini. Karena proteksi bahasa Arab ini adalah hal yang sangat penting dalam kajian-kajian Islam. 

Bayangkan Anda memiliki kacamata yang bening. Yang sudah lama tidak Anda pakai. Sehingga berdebu dan kotor. Lalu Anda pakai kacamata itu. Dan bayangkan Anda tidak menyadari bahwa kacamata itu sebenarnya kotor. Apapun yang Anda lihat menjadi penuh noda. Segalanya tampak kotor. Tidak terlihat bersih. Gara-gara ada debu dan kotoran yang menempel di kacamata. 

Enggak usah kacamata deh. Laptop juga bisa.

Kadang-kadang laptop Anda ada nodanya di layar. Saat Anda membuka file gambar atau video dari sebuah folder, gambar dan video itu terlihat tidak bersih. Seakan-akan ada kotoran pada gambarnya itu sendiri. Seakan-akan ada kotoran pada videonya itu sendiri. 

Tapi benarkah ada kesalahan pada gambarnya atau videonya?

Bersambung insyaallah ba’da ‘Ashar.


Materi LBP Hari Ke-33 Sore | Kacamata Tanpa Noda (Part 3)

Ditulis oleh: Heru Wibowo

Sumber: Bayyinah TV > Quran > Courses > Divine Speech > 01. The Quran from a Literary Perspective (1:01:46 – 1:03:32)

Kelihatannya seperti ada noda di gambarnya itu sendiri. Padahal yang kotor adalah kacamatanya. Tapi Anda tidak berpikir bahwa yang kotor adalah kacamatanya. Yang Anda pikirkan justru, ada kotoran di gambar yang Anda lihat. 

Bahasa Arab gurun, old Arabic, adalah kacamata tanpa noda. Kacamata yang bersih. Sedangkan bahasa Arab kota, new Arabic, adalah kacamata yang bernoda. 

Sekarang, ketika Anda melihat berlian dengan kacamata yang bernoda. Anda melihat sesuatu yang berkilau, tapi tetap aja kotor. Tidak begitu mengesankan. Lalu Anda melihat berlian yang sama dengan kacamata yang super bersih. Apa yang Anda lihat? 

Wow! 

Ya Allah! 

Luar biasa! 

Menakjubkan! 

Masalahnya bukan di berliannya. Masalahnya ada di kacamatanya. 

Kita harus melihat Al-Qur’an bukan dari bahasa Arab yang formal. Tapi dari bahasa Arab klasik. Classical Arabic.

Masalahnya, bahasa Arab klasik sudah wafat. Meninggal di gurun. 

Tapi gapapa. Alhamdulillah. Kita bersyukur karena Allah masih memproteksinya. Sehingga kita bisa kembali mempelajari bahasa Arab klasik. Menggali maknanya. Yang begitu indah dan mempesona. 

Contohnya adalah kata “ayat”. Yang pernah dibahas sebelumnya. Berapa banyak makna dari kata “ayat”? Setidaknya ada empat arti: makna (meaning), tanda (sign), memiliki arah (to have direction), dan barang yang berharga (valuable goods).

Wah, banyak ya ternyata!

Iya!

Karena kita belajar bahasa Arab klasik. 

Berbagai makna kata “ayat” itu tadi tidak akan kita jumpai jika kita hanya mengenal jenis bahasa Arab yang mana? 

Bahasa Arab yang formal. 

Ya. Makna-makna yang indah dari kata “ayat” hanya akan Anda dapatkan jika Anda belajar bahasa Arab klasik. Karena, secanggih apapun Anda bicara bahasa Arab yang formal, Anda tidak akan bisa menggali kedalaman makna kata “ayat”. Karena bagi Anda, old Arabic sudah wafat. 

Bahasa Arab klasik menjadi studi sejarah sekarang. Menjadi bahan penelitian. Jadi, kita harus kembali mempelajari bahasa Arab klasik itu. Dan kita harus bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya. Sehingga kita dapat melakukan analisis terhadap bahasa Al-Qur’an dengan kacamata yang tepat. Kacamata yang bersih. Bukan kacamata yang bernoda. 

Penggunaan kacamata yang bersih ini, akan menyelesaikan berbagai masalah yang besar. Masalah besar yang seperti apa? Insya Allah akan dibahas ketika saatnya tiba.

Insyaallah bersambung minggu depan.


Semoga Allah terangi, lembutkan, dan kuatkan hati kita dengan cahayaNya.🤲

Mohon doakan kami agar bisa istiqomah berbagi mutiara-mutiaraNya.🙏

Jazakumullahu khairan😊

Salam,

The Miracle Team

Lessons from Bayyinah’s Production

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s