[LBP2020] Grand Vision of Islam Community


Lessons from Bayyinah’s Production (LBP) Hari ke-21
Topik: Leadership
Ahad, 12 Juli 2020

Materi LBP Hari ke-21 Pagi | Leadership: Grand Vision of Islam Community

Ditulis oleh: Rizka Nurbaiti

Pada materi ini, Ustaz Nouman menjelaskan mengenai grand vision (visi besar) dari sebuah komunitas Islam. Ustaz Nouman mengatakan bahwa terdapat tiga grand vision dari sebuah komunitas Islam, yaitu sebagai berikut:

1️.) Enrichment
2️.) Awareness
3️.) Education

Menurut Ustaz Nouman, enrichment (pengayaan) dalam suatu komunitas Islam adalah usaha yang dilakukan untuk berbicara dengan orang yang bahkan belum tertarik dengan Islam. Usaha untuk berbicara dengan semua kalangan muslim dan non muslim, termasuk kepada muslim yang tidak bisa dikenali bahwa mereka adalah muslim. Untuk dapat menjangkau mereka maka kita perlu menyampaikan pesan dengan cara yang menarik.

Mereka mungkin tidak akan tahan menyimak materi yang kita sampaikan selama satu jam. Suatu keberuntungan jika mereka bisa datang ke masjid untuk solat Jumat atau untuk ikut pengajian. Walaupun mungkin ada hal lain yang menyebabkan mereka datang ke masjid. Tapi at least mereka sudah berniat datang dan sudah ada di masjid. Jadi sekarang adalah tugas kita untuk bisa memberikan materi yang bisa mereka terima, hingga mereka tertarik belajar Islam lagi.

Untuk dapat menjangkau mereka pertama yang perlu kita ketahui adalah hal apa yang bisa membuat mereka tertarik.

Kita juga perlu tahu, pembicaraan tentang apa yang ingin mereka dengar? Misconception (kesalahpahaman) apa yang membuat mereka menjauh dari masjid, bahkan menjauh dari Islam?

Hal apa yang ada di pikiran mereka?

Seperti apa lingkungan sosial mereka?

Dengan siapa mereka bergaul?

Pekerjaan apa yang mereka miliki?

Bagaimana pemikiran mereka tentang membesarkan anak-anaknya?

Intinya kita perlu tahu tentang keadaan mereka untuk bisa memberikan materi yang tepat. Materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan juga untuk bisa mengetahui cara yang tepat dalam menyampaikan materi tersebut.

Jangan sampai mereka enggan datang ke masjid karena merasa tidak siap untuk belajar lebih jauh tentang Islam. Merasa tidak pantas untuk mempelajari Al-Qur’an. Merasa takut atau khawatir akan materi yang disampaikan atau mungkin pemikiran lainnya, yang membuat mereka memilih untuk menjauh dari Islam.

Muslim yang sudah jauh dari kegiatan masjid dan kegiatan islami tersebut bisa jadi tinggal di dekat masjid. Berada di lingkungan yang islami. Atau bahkan di keluarga yang sangat religius. Hal tersebut sangat mungkin terjadi.

Walaupun mereka ada di lingkungan yang islami tapi mereka memiliki kelompoknya sendiri, geng (circle) sendiri. Mereka tidak bergabung di dalam komunitas Islam di lingkungannya tersebut. Mereka bersosialisasi dengan kelompok yang berbeda dengan komunitas Islam.

Ustaz memberikan contoh pengalamannya tentang hal ini. Suatu saat ustaz sedang mencari pizza, beliau bertemu dengan seorang pria yang berasal dari Bronx (sebuah kota di Amerika yang memiliki Muslim Center, jadi ini adalah lingkungan yang islami). Kemudian ustaz ngobrol dengan pria tersebut. Ustaz ngobrol tentang New York, Queens dan hal lainnya.

Kemudian pria tersebut bertanya kepada ustaz, “Are you muslim?”

Kemudian tentunya ustaz menjawab bahwa beliau muslim. Kemudian pria tersebut mengatakan bahwa ia juga muslim. Ustaz terkejut atas pengakuan dari pria tersebut. Karena pria tersebut tidak tampak seperti muslim.

Kemudian pria tersebut melanjutkan ceritanya. Ia mengatakan, “Ya, tepatnya kakek dan nenekku adalah muslim. Kakek dan nenekku adalah orang Albanian. Nenekku rajin sekali beribadah. Tapi saya tidak tertarik dengan hal itu,” ucapnya.

Pria tersebut tidak tertarik dengan kegiatan islami, padahal ia ada di lingkungan yang islami. Lingkungan yang semestinya bisa mendukung ia menjadi orang yang religius. By the way, orang Albanian memiliki Komunitas Albanian dan memiliki Albanian Center. So, dia sudah benar-benar berada di lingkungan yang islami. Tapi sayangnya ia belum tertarik dengan kegiatan Islam.

Cerita ini tepat seperti apa yang ustaz katakan sebelumnya bahwa mungkin saja ada muslim yang tinggal di lingkungan islami tapi dia belum islami.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Dan bagaimana komunitas Islam bisa melakukan perannya agar bisa merangkul orang-orang tersebut?


Materi LBP Hari Ke-21 Siang | Leadership: Grand Vision of Islam Community

Ditulis oleh : Rizka Nurbaiti

Allah berfirman dalam Surah An-Nahl, 16:125: اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَة
“Undanglah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.”

Pada ayat tersebut, Allah memberikan petunjuk kepada kita tentang bagaimana caranya mengajak seseorang untuk dapat menuju kepada-Nya. Caranya yaitu dengan mengundang mereka dengan hikmah dan pengajaran yang baik.

Layaknya undangan yang kita kemas dengan menarik dan indah. Begitu juga semestinya yang kita lakukan dalam menyebarkan Islam. Dilakukan dengan menarik dan indah agar mereka yang kita undang tidak ragu datang, tidak takut, dan tidak merasa minder duluan.

Seperti pemaparan Ustaz Nouman, bahwa enrichment berarti kita harus menemukan cara untuk menjangkau mereka untuk membuat mereka tertarik dengan Islam lagi. Belajar tentang Islam dan Al-Qur’an mungkin sudah lama tidak menjadi prioritas untuk mereka, sehingga bukanlah hal yang mudah untuk bisa mewujudkannya. Kita membutuhkan effort lebih untuk membuat mereka tertarik. Kita memerlukan jaring yang lebih besar untuk bisa menjangkau mereka.

Ustaz menjelaskan bahwa ketiga grand vision komunitas yaitu enrichment, awareness dan education adalah filosofi dari Bayyinah Institute. Hal ini menunjukkan bahwa ustaz menerapkan gagasannya tentang grand vision tersebut ke komunitas yang ia bentuk, dalam hal ini ke Bayyinah Institute.

Salah satu penerapan enrichment yang ustaz lakukan, dapat kita lihat pada YouTube Channel Quran Weekly. Video di sana memiliki durasi yang singkat, yaitu rata-rata kurang dari 5 menit.

Mengapa ustaz membuat video di Quran Weekly dengan durasi yang singkat? 🧐


Materi LBP Hari Ke-21 Sore | Leadership: Grand Vision of Islam Community

Ditulis oleh : Rizka Nurbaiti

Ustaz menjelaskan bahwa filosofi dari Bayyinah Institute adalah enrichment, awareness dan education.

Jadi saat bekerjasama dengan komunitas lainnya, tim Bayyinah Institute juga mencoba melakukan enrichment. Misalnya pada program Quran Weekly yang videonya dibagikan di YouTube Channel Quran Weekly.

Video yang diunggah di sana rata-rata berdurasi singkat. Hal tersebut dilakukan karena ustaz dan timnya berpikir bahwa orang-orang yang menonton videonya tidak akan bertahan untuk menyimak materi yang berdurasi lama.

Jika penontonnya masih dapat bertahan selama 3 menit, itu sudah sangat keren menurut ustaz. Karena mereka adalah penonton yang ingin ustaz jangkau, jadi dalam membuat videonya pun ustaz menyesuaikan dengan kondisi mereka.

Suatu hari ustaz memutuskan untuk mengecek followers di akun twitter-nya. Sebelumnya ustaz tidak pernah melakukan hal tersebut. Biasanya beliau hanya mem-posting apapun yang ia pikirkan atau mem-posting suatu ayat Al-Qur’an.

Ustaz mengecek followers-nya tersebut dengan tujuan untuk mengetahui seperti apa orang-orang yang menjadi pengikutnya di Twitter.

Dan menariknya, ternyata banyak di antara mereka adalah non muslim dan musisi. Ada juga yang personel grup band, model, dan aktor. Jadi hal ini membuat ustaz terkejut sekaligus heran, mengapa mereka mengikutinya?

Tidak hanya menjadi follower di akunnya saja bahkan mereka secara aktif menuliskan komentar pada posting-an yang ustaz berikan.

Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bertemu ustaz sama sekali. Ustaz tidak pernah melihat mereka di masjid ataupun tempat lainnya.

Sesuatu yang keren banget, kan? Orang dengan lingkungan yang terlihat kurang islami, tapi mengikuti twitter ustaz yang berisi konten Islam.

Hal tersebut adalah bentuk keberhasilan dari enrichment yang ustaz berikan. Dan kebanyakan orang membutuhkan enrichment tersebut. Karena mereka tidak siap untuk mendengarkan ceramah yang telalu panjang.

Ketika suatu komunitas telah memberikan enrichment dengan benar. Akan ada beberapa orang yang memberikan respon positif, seperti berikut:

“Aku ingin tahu lebih banyak lagi”

“Seperti apa Al-Qur’an itu?”

“Apa makna dari ayat ini?”

“Apakah ada materi yang membahas lebih dalam mengenai hal ini?”

“Saya ingin mendengar materi lainnya lagi”

Ucapan tersebut adalah respon yang menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan apa yang telah diberikan.

Mungkin mereka memang belum menjadi seorang yang belajar dengan ustaz, ulama, atau syekh secara intensif. Tetapi mereka ingin tahu lebih banyak. Mereka terus ingin maju menjadi lebih baik. Mereka ingin terus berjalan di shiraath-Nya. Jadi ini adalah langkah yang hebat untuk mereka.

Setelah memberikan enrichment , tahapan berikutnya yang bisa diberikan kepada mereka yaitu awareness.

(Bersambung insyaa Allah minggu depan)

Diskusi dan Tanggapan LBP Hari Ke-21 Sore | Leadership: Grand Vision of Islam Community

Ario:

Memang menantang untuk menarik viewer penonton video dakwah. Di Facebook/Twitter menonton selama 3 detik sudah dianggap 1 view. Di YouTube durasi 30 detik dianggap 1 view. Jadi ga harus menonton sampai selesai dianggap 1 view.

Kalau yang saya perhatikan dari data analisis video Facebook/YouTube penonton menonton 2-3 menit sudah bagus, jadi sebenarnya tidak banyak yang menonton sampai selesai. Video Instagram juga 3 detik dianggap 1 view.

Musyafa:

Jadi artinya agar usahakan isi video di 2 menit pertama semenarik mungkin ya, mas Ario?

Ario:

Iya benar, musti menarik, mungkin dari judul dan opening videonya

Hanif Acep:

Judul sangat pengaruh rasa penasaran

Ario:

Iya tapi untuk video Islam musti hati-hati juga memberi judul. Jangan click bait-nya berlebihan

Hanif Acep:

Nah, ada etikanya juga jangan click bait tapi masih bisa seperti Dahlan Iskan memberi judul tulisannya. Jangan klise tapi jangan norak.

One thought on “[LBP2020] Grand Vision of Islam Community

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s