[LBP2020] Deeper Look Al-Fatihah


Lessons From Bayyinah’s Production (LBP)
Hari Ke-15
Topik : Last Ayahs of Fatiha
Senin, 06 Juli 2020

Materi LBP Hari Ke-15 Pagi | Deeper Look Al-Fatihah

Ditulis oleh : Rizka Nurbaiti

Pada pembahasan sebelumnya kita telah mempelajari makna dari اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْyang berarti kita meminta kepada Allahﷻ untuk diberikan petunjuk agar dapat berada di jalan yang lurus (shiraathal mustaqiim).

Dalam surah Al-Fatihah ini, Allahﷻ tidak hanya menjelaskan the nature of the path (sifat dari jalan tersebut), melainkan juga di ayat selanjutnya Allahﷻ menjelaskan:

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” [QS. Al-Fatihah:7]

Ayat ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya ingin membayangkan bagaimana jalan tersebut saja, tapi kita juga ingin mengetahui orang lain yang telah berjalan di jalan tersebut.

Kita tidak hanya menanyakan seperti apa kondisi jalan di gunung yang akan kita daki, tapi kita juga meminta diperkenalkan dengan pendaki lain yang sudah melewati gunung tersebut. Jalan mana yang mereka lalui, apa yang mereka tuju, seberapa berbahaya jalan yang mereka lalui, dan apa yang mereka lakukan ketika terpeleset. Intinya, kita ingin meminta gambaran lengkap dari orang yang telah berpengalaman mendaki di gunung tersebut.

Ustadz Nouman menjelaskan bahwa kata an’amta berasal dari kata nu’uma yang berarti kenyamanan dan kemudahan. Itulah kenapa dalam bahasa arab an’am yang berasal dari kata yang sama nu’uma juga berarti hewan ternak seperti sapi, karena hewan ternak adalah hewan yang super relaks. Ini terlihat dari bagaimana cara mereka berjalan. Mereka berjalan dengan pelan-pelan seperti diayun. Sangat berbeda dengan hewan lain seperti kucing, anjing atau kuda dan hewan lainnya. Mungkin walaupun di depannya ada singa dia masih aja relaks, hampir tidak ada pergerakan ekstrem yang ia lakukan. Itu adalah sifat alamiah hewan ternak yaitu super relaks.

An’am bermakna “untuk membuat sesuatu lancar dan nyaman”, walaupun jalannya sulit karena harus mendaki ke atas. Pada ayat ini kita meminta kepada Allahﷻ untuk memperkenalkan kita kepada orang-orang yang Dia beri kemudahan dan kenyamanan dalam berjalan di shiraathal mustaqiim. Perjalanan yang dimudahkan seperti naik dengan menggunakan eskalator.

So, ayat ini menjelaskan bahwa yang membuat mereka berhasil melaluinya bukan karena mereka bisa melakukannya, melainkan karena Allahﷻ memberikan kemudahan dan kelancaran untuk mereka. An’amta ‘alayhim, jadi the credit bukan untuk mereka tapi untuk Allah ﷻ .

Mereka melakukan usaha (effort) dan Allah ﷻ memberikan kemudahan baginya sehingga ia mendapakan hasilnya. Hal ini penting untuk kita ingatkan pada diri kita sendiri, karena mungkin terkadang kita lupa bahwa hasil yang membuat kita berjalan menuju Allah ﷻ datangnya dari Allah ﷻ.


Materi LBP Hari Ke-15 Siang | Deeper Look Al-Fatihah

Ditulis oleh : Rizka Nurbaiti

An’amta, berarti ‘’yang telah Engkau beri nikmat atau kemudahan kepadanya”. Jadi kata tersebut adalah bentuk lampau (past tense). Ustadz Nouman kemudian memberi contoh agar kita bisa menghubungkan ke maknanya yaitu sebagai berikut:

Misal kita seorang mahasiswa, kemudian kita ingin meminta nasihat persiapan menyusun skripsi, bagaimana proses sidang komprehensif, meminta gambaran pekerjaan apa yang mungkin akan kita dapat setelah lulus. Kira-kira kita akan meminta nasihat ke siapa?

Meminta nasihat ke teman seangkatan kita atau ke senior yang sudah lulus?
Siapa diantara mereka yang bisa memberikan nasihat yang lebih baik?

Ya, jawaban yang tepat adalah meminta bantuan ke senior yang sudah lulus. Kita tidak meminta bantuan ke teman satu angkatan meskipun IPK-nya lebih tinggi dari kita. Kenapa?

Karena kita belum tahu apakah mereka akan berhasil lulus atau tidak. Jadi kita perlu melihat to the past (ke masa lalu) dan melihat mereka yang telah berhasil.

Dengan kata lain yang kita jadikan role model adalah senior kita yang sudah berhasil lulus, yang sudah berhasil melewati jalan tersebut. Bukan orang yang masih dalam perjalanan bersama kita.


Materi LBP Hari Ke-15 Sore | Deeper Look Al-Fatihah

Ditulis oleh : Rizka Nurbaiti

Dalam Al-Fatihah ini kita meminta kepada Allah ﷻ secara cerdas untuk ditunjukkan ke jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat. Kenapa ke mereka?

Karena mereka telah lulus, mereka telah berhasil, dan kita telah diberitahu bahwa mereka telah berhasil. Jadi, mengapa di Al-Qur’an banyak kisah tentang orang-orang yang berhasil?

Jawabannya adalah karena kita memintanya.

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

Semua kisah nabi dan rasul; orang-orang baik; seperti kisah Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, kisah Nabi Ismail AS, kisah Nabi Nuh AS, kisah Rasulullah SAW, kisah Ashabul Kahfi, semua kisah itu adalah jawaban dari satu permintaan kita.

“Tunjukkanlah aku ke jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, yang telah menjalani jalan ini sebelumnya.”

Sehingga semua kisah yang terdapat di dalam Al-Qur’an akan membantu kita untuk berada dan melangkah di shiraathal mustaqiim, membantu kita hingga datang hari perhitungan nanti (Judgement Day).

Kisah tersebut bukanlah dongeng masa lalu, kisah jadul, kuno, dan tertinggal. Bukanlah kisah yang tidak bisa berlaku untuk saat ini. Tidak satupun kisah tersebut أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِين (dongeng orang-orang terdahulu yang tidak relevan untuk masa kini).

Seperti firman Allah ﷻ pada Surah Huud ayat 120:

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.”

Ustadz Nouman Ali Khan mengatakan bahwa, “I am always looking at them to get help in my path, it’s like they’re my companion, their stories are now my companion in this journey.”

Saya selalu mengambil hikmah dari kisah mereka. Untuk menuntun jalan saya. Kisah mereka adalah sahabat saya, yang menemani perjalanan saya menuju-Nya.

(Bersambung minggu depan)

One thought on “[LBP2020] Deeper Look Al-Fatihah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s